Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Pasar Saham Asia Menampilkan Sinyal Kelemahan

Adhitya Himawan | Suara.com

Selasa, 02 Agustus 2016 | 23:27 WIB
Pasar Saham Asia Menampilkan Sinyal Kelemahan
Bursa saham Tokyo, Jepang, Senin (11/7/2016). [Antara/Reuters]

Lukman Otunuga, Research Analyst Forextime menyatakan bahwa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat pada perdagangan hari Senin (1/8/2016) setelah Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan bahwa tingkat inflasi Indonesia di bulan Juli menurun menjadi 3,21 persen secara tahunan. Karena itu, harapan pelonggaran moneter oleh Bank Indonesia pun meningkat. Sentimen terhadap ekonomi Indonesia tetap bullish dan data domestik yang positif dapat membuat Rupiah semakin berkibar.

"Kita perlu mengingat bahwa optimisme bahwa bank sentral akan mengintervensi adalah salah satu faktor utama yang memperkuat saham global. Karena harapan pasar semakin besar bahwa Bank Indonesia akan melonggarkan kebijakan moneter demi mencapai stabilitas ekonomi dan pertumbuhan, IHSG dapat semakin menguat," kata Lukman dalam keterangan resmi, Selasa (2/8/2016).

Pasar saham berusaha bertahan walaupun bank sentral waspada

Saham global mungkin akan kesulitan untuk terus menguat apabila optimisme tentang intervensi bank sentral untuk menstabilkan situasi finansial mulai pupus. Setelah pekan lalu Bank of Japan ternyata di luar dugaan tidak mengeluarkan stimulus moneter seperti apa yang diharapkan pasar, selera risiko investor sangat tertekan. Pasar Asia menampilkan sinyal kelemahan pada perdagangan hari Senin (1/8/2016) karena kombinasi antara keputusan BoJ dan data manufaktur China yang kurang menggembirakan membuat investor menghindari aset berisiko. Walaupun pasar saham Eropa menguat pekan lalu karena reli saham perbankan, situasi dapat berbalik pekan ini apabila penurunan harga minyak dan ketidakpastian situasi menjadi motivasi bagi investor bearish untuk menyerang.

"Walaupun Wall Street meningkat dengan cukup mengesankan, melambatnya pasar Asia dan Eropa hari ini dapat menghambat reli tersebut," ujar Lukman.

Pasar saham dunia saat ini sangat sensitif dan menghadapi tingkat volatilitas yang tinggi karena bank-bank sentral berdiam diri, ketidakpastian masih bertahan, harga emas merosot, dan pertumbuhan global masih mengkhawatirkan. Salah satu faktor pendorong utama dari reli pasar saham adalah spekulasi mengenai intervensi bank sentral. Namun begitu, mengingat bank-bank sentral ternyata belum juga mengambil tindakan, keberlangsungan reli ini harus dipertanyakan. Investor akan memantau rapat kebijakan Bank of England pekan ini yang dapat menyebabkan pasar global semakin lesu apabila bank sentral ini tidak mengeluarkan tindakan apa pun.

Selain itu, sentimen terhadap ekonomi Inggris sangat terpukul karena PMI manufaktur Inggris bulan Juli anjlok menjadi 48.2 sehingga meningkatkan kekhawatiran akan perlambatan ekonomi negara ini. Manufaktur Inggris sepertinya menanggung dampak negatif yang sangat berat pasca Brexit. Hal ini dapat menjadi salah satu faktor yang mendorong Bank of England untuk mengambil langkah demi mengembalikan stabilitas ekonomi. Walaupun berdiam dirinya bank-bank sentral masih menjadi masalah bersama di pasar finansial, BoE mungkin harus keluar dari tren ini apabila PMI konstruksi dan PMI jasa pun memburuk. Posisi GBP tetap rentan dan dapat semakin merosot sebelum keputusan suku bunga BoE karena ketidakpastian Brexit mengganggu selera investor terhadap mata uang ini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Forextime: Pasar Tunggu Keputusan Bank of Japan

Forextime: Pasar Tunggu Keputusan Bank of Japan

Bisnis | Sabtu, 30 Juli 2016 | 00:28 WIB

Forextime Sarankan Bank of Japan Perlu Segera Bertindak

Forextime Sarankan Bank of Japan Perlu Segera Bertindak

Bisnis | Selasa, 26 Juli 2016 | 11:38 WIB

Forextime Akui Sentimen Global Sempat Terpukul

Forextime Akui Sentimen Global Sempat Terpukul

Bisnis | Jum'at, 22 Juli 2016 | 15:19 WIB

Forextime Akui Ada Perbaikan Sentimen Ekonomi Terhadap Indonesia

Forextime Akui Ada Perbaikan Sentimen Ekonomi Terhadap Indonesia

Bisnis | Rabu, 20 Juli 2016 | 18:08 WIB

Salip Malaysia & Thailand, Indonesia Emerging Market Terbesar

Salip Malaysia & Thailand, Indonesia Emerging Market Terbesar

Bisnis | Sabtu, 16 Juli 2016 | 12:54 WIB

Forextime: RUU Pengampunan Pajak Disahkan Dongkrak Sentimen Pasar

Forextime: RUU Pengampunan Pajak Disahkan Dongkrak Sentimen Pasar

Bisnis | Selasa, 12 Juli 2016 | 13:54 WIB

Forextime Nilai Pasar Global Telah Pulih dari Pengaruh Brexit

Forextime Nilai Pasar Global Telah Pulih dari Pengaruh Brexit

Bisnis | Rabu, 29 Juni 2016 | 12:39 WIB

Forextime: Brexit Jadi Mimpi Buruk Bagi Bank Sentral Jepang

Forextime: Brexit Jadi Mimpi Buruk Bagi Bank Sentral Jepang

Bisnis | Selasa, 28 Juni 2016 | 12:30 WIB

Forextime Menerbitkan Statistik Server Trading

Forextime Menerbitkan Statistik Server Trading

Bisnis | Kamis, 23 Juni 2016 | 11:49 WIB

Forextime: Kecemasan Seputar Brexit Menekan Pasar Global

Forextime: Kecemasan Seputar Brexit Menekan Pasar Global

Bisnis | Kamis, 23 Juni 2016 | 08:36 WIB

Terkini

Rupiah Ambruk Karena Kondisi Fiskal, Panda Bond dan Swap Currency Tak Selesaikan Masalah

Rupiah Ambruk Karena Kondisi Fiskal, Panda Bond dan Swap Currency Tak Selesaikan Masalah

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 21:07 WIB

Fundamental Terjaga, Tugu Insurance Bukukan Laba Rp265,62 Miliar di Kuartal I-2026

Fundamental Terjaga, Tugu Insurance Bukukan Laba Rp265,62 Miliar di Kuartal I-2026

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 21:03 WIB

Investor Masih Kabur saat IHSG Menguat? Rupiah Kuncinya

Investor Masih Kabur saat IHSG Menguat? Rupiah Kuncinya

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:52 WIB

Bahlil Mau Terapkan Skema Bagi Hasil Migas di Sektor Pertambangan

Bahlil Mau Terapkan Skema Bagi Hasil Migas di Sektor Pertambangan

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 19:20 WIB

Ada Pejabat Baru di Lingkungan Kementerian ESDM, Ini Daftarnya

Ada Pejabat Baru di Lingkungan Kementerian ESDM, Ini Daftarnya

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 19:08 WIB

Pengamat Ingatkan Efek Pelemahan Rupiah Bikin APBN Berdarah-darah

Pengamat Ingatkan Efek Pelemahan Rupiah Bikin APBN Berdarah-darah

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 19:00 WIB

Bahlil Fokus Ganti LPG 3 Kg ke CNG, Berapa Harga Jualnya?

Bahlil Fokus Ganti LPG 3 Kg ke CNG, Berapa Harga Jualnya?

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 18:52 WIB

Dirikan Learning Center di Fakultas Pertanian UGM, Wujud Kepedulian BRI terhadap Pendidikan

Dirikan Learning Center di Fakultas Pertanian UGM, Wujud Kepedulian BRI terhadap Pendidikan

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 18:49 WIB

Rupiah Turun Terus, Purbaya Siapkan Dana Stabilisasi Obligasi

Rupiah Turun Terus, Purbaya Siapkan Dana Stabilisasi Obligasi

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 18:20 WIB

Pengamat: Aturan Soal Migas Jadi Biang Kerok Rupiah Terus Jeblok

Pengamat: Aturan Soal Migas Jadi Biang Kerok Rupiah Terus Jeblok

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 17:47 WIB