Array

Forextime: Rupiah Ditutup Dengan Tekanan Minggu Lalu

Adhitya Himawan Suara.Com
Selasa, 09 Agustus 2016 | 11:07 WIB
Forextime: Rupiah Ditutup Dengan Tekanan Minggu Lalu
Mata uang Rupiah di salah satu gerai Money Changer di Jakarta, Senin (11/5). [suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Chief Market Analyst Forextime Jameel Ahmad menyatakan bahwa akhir minggu lalu, Rupiah ditutup dengan sedikit tekanan. Namun ini merupakan kerugian marjinal akibat naiknya pasangan mata uang USD-IDR sebesar 0,17% persen di hari Kamis (4/8/2016) dan berkaitan juga dengan pergerakan yang kita saksikan di Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

"Seperti yang sudah kita ketahui di masa lalu dengan pasar ekuitas besar, saat mereka bergerak naik, terdapat efek terhadap mata uang dan baru-baru ini hal tersebut terjadi pada Nikkei/Yen FTSE/Pound dan DAX/Euro, sebagai beberapa contohnya. Yang perlu disebutkan juga adalah optimisme yang menjamin perekonomian Indonesia dan pergerakan bertahap dan terus maju sepanjang 2016. Ini dapat membantu masa depan yang lebih cerah bagi perekonomian yang  disadari semua orang sebagai potensi yang menjanjikan," kata Jameel dalam keterangan resmi, Senin (8/8/2016).

Terdapat kemajuan pada kebijakan keuangan sepanjang 2016, yang seharusnya dapat menghidupkan kembali pertumbuhan ekonomi di saat tidak dapat menghindari fakta bahwa resiko eksternal membebani pertumbuhan global. Ditambah lagi, pemulihan fiskal dilakukan bertahap dan terdapat optimisme terhadap gabungan beberapa faktor yang dapat membantu Indonesia menghindari sorotan berita bahwa pertumbuhan domestik mendekati level rendah.

Optimisme yang baru-baru saja terjadi merupakan kejadian yang sudah saya perkirakan dan sampaikan di sekitar pertengahan tahun 2015 lalu. Yang sering tidak disadari oleh banyak kalangan adalah bahwa Indonesia memiliki jangkauan yang relevan yang dapat membantu untuk melonggarkan kebijakan ekonomi dalam beragam cara yang berbeda, yang tidak dapat dilakukan oleh bank sentral atau negara lain karena mereka hanya memiliki memiliki jangkauan yang terbatas.

Sebagai acuan, perlu dicatat bahwa sepanjang 2015 India sangat aktif dalam memperkenalkan stimulus baru walaupun hal ini menyebabkan ekonomi India dianggap sebagai cerita sukses unik di 2016 karena resiko eksternalnya. "Seharusnya terdapat kepercayaan diri dan optimisme bahwa tindakan yang dilakukan sejauh ini sepanjang 2016 di Indonesia dapat menjanjikan masa depan yang lebih cerah bagi ekonomi lokal," tutup Jameel.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI