Forextime: Yen Jepang Masih Menjadi Pilihan Trader

Adhitya Himawan

Kamis, 04 Agustus 2016 | 23:22 WIB
Forextime: Yen Jepang Masih Menjadi Pilihan Trader
Mata uang Jepang, Yen. [Shutterstock]

Walaupun momentum beli Yen mulai melambat di pertengahan pekan ini, mata uang Jepang ini tetap menjadi pilihan trader yang mencari perlindungan dari aset safe haven. Ada sejumlah alasan mengapa Yen tetap menjadi pilihan investor. Alasan utamanya adalah lingkungan eksternal masih mengganggu sentimen investor terhadap aset berisiko.

"Alasan lainnya adalah berlanjutnya aksi jual minyak setelah komoditas ini memasuki pasar bearish membebani pasar saham dan membuat Yen semakin menguat," kata Jameel Ahmad, VP of Market Research Forextime dalam keterangan resmi, Kamis (4/8/2016).

Atmosfer menghindari risiko juga membuat Dolar kurang menarik, sehingga mata uang lainnya secara umum menguat terhadap Dolar dan begitu pula aset pasar berkembang. Ekspektasi kenaikan suku bunga AS juga kembali mundur dan ini pun salah satu alasan mengapa USD mulai melemah. Seperti biasa, kita masih terus bertanya-tanya apakah dan kapan Fed akan meningkatkan suku bunga AS di tahun 2016 ini.

 Depresiasi Dolar memberi Emas momentum untuk kembali ke level tertinggi sejak Brexit yaitu di atas $1350. Saya pribadi meyakini bahwa Emas berpotensi semakin menguat sebelum akhir 2016 karena berbagai alasan. Pertama, depresi pasar minyak akan mengganggu pasar saham. Kedua, walaupun Federal Reserve menampilkan kecenderungan akan meningkatkan suku bunga AS, masih belum ada kepastian bahwa suku bunga akan benar-benar ditingkatkan di tahun 2016. Selain itu, masalah pertumbuhan ekonomi global masih terus menjadi kekhawatiran umum dan ini dapat mendorong investor jangka panjang untuk melirik Emas sebagai investasi alternatif.

Terkait menguatnya sejumlah mata uang terhadap USD, EURUSD adalah salah satu yang terdepan. Pasangan mata uang ini melejit dari 1.09 ke 1.12 selama beberapa sesi trading terakhir. Inilah yang umum terjadi pada EURUSD - mayoritas peningkatan EUR tergantung pada melemahnya USD. Dari sudut pandang fundamental, tidak ada berita baru di pasar untuk meningkatkan optimisme terhadap ekonomi Uni Eropa. Karena itu, para penjual kemungkinan akan membuka posisi setelah pasangan mata uang ini mengalami kelelahan setelah menguat selama beberapa hari terakhir. 

Terlepas dari segala berita dan data ekonomi yang menunjukkan bahwa hasil referendum Brexit yang mengejutkan ini akan memukul ekonomi Inggris, GBP ternyata juga menguat karena melemahnya USD. GBPUSD meningkat ke level tertinggi dalam dua pekan terakhir yaitu 1.3365 di 24 jam terakhir.

"Sejujurnya, ini hanyalah pantulan teknikal dari zona support penting 1.3050 yang kita bahas pekan lalu. Dengan begitu banyaknya indikator ekonomi yang masih negatif dan dampak Brexit terhadap ekonomi Inggris, momentum GBPUSD pada jangka menengah dan jangka panjang sepertinya masih lebih mendukung para investor jual," tutup Jameel.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Forextime Sebut Saham Global Tertekan oleh Penurunan Harga Minyak

Forextime Sebut Saham Global Tertekan oleh Penurunan Harga Minyak

Bisnis | Rabu, 03 Agustus 2016 | 22:25 WIB

Pasar Saham Asia Menampilkan Sinyal Kelemahan

Pasar Saham Asia Menampilkan Sinyal Kelemahan

Bisnis | Selasa, 02 Agustus 2016 | 23:27 WIB

Bloomberg Terkoneksi dengan Monitoring Perdagangan Bank Indonesia

Bloomberg Terkoneksi dengan Monitoring Perdagangan Bank Indonesia

Bisnis | Selasa, 02 Agustus 2016 | 02:02 WIB

Forextime: Pasar Tunggu Keputusan Bank of Japan

Forextime: Pasar Tunggu Keputusan Bank of Japan

Bisnis | Sabtu, 30 Juli 2016 | 00:28 WIB

Forextime Sarankan Bank of Japan Perlu Segera Bertindak

Forextime Sarankan Bank of Japan Perlu Segera Bertindak

Bisnis | Selasa, 26 Juli 2016 | 11:38 WIB

Forextime Akui Sentimen Global Sempat Terpukul

Forextime Akui Sentimen Global Sempat Terpukul

Bisnis | Jum'at, 22 Juli 2016 | 15:19 WIB

Forextime Akui Ada Perbaikan Sentimen Ekonomi Terhadap Indonesia

Forextime Akui Ada Perbaikan Sentimen Ekonomi Terhadap Indonesia

Bisnis | Rabu, 20 Juli 2016 | 18:08 WIB

Dolar AS Naik Terhadap Yen Pascakudeta Gagal di Turki

Dolar AS Naik Terhadap Yen Pascakudeta Gagal di Turki

Bisnis | Selasa, 19 Juli 2016 | 06:14 WIB

Salip Malaysia & Thailand, Indonesia Emerging Market Terbesar

Salip Malaysia & Thailand, Indonesia Emerging Market Terbesar

Bisnis | Sabtu, 16 Juli 2016 | 12:54 WIB

Forextime: RUU Pengampunan Pajak Disahkan Dongkrak Sentimen Pasar

Forextime: RUU Pengampunan Pajak Disahkan Dongkrak Sentimen Pasar

Bisnis | Selasa, 12 Juli 2016 | 13:54 WIB

Terkini

Produksi Sumur Baru PHM Lampaui Target, Hasilkan Gas 3,3 MMscfd dan Minyak 250 BOPD

Produksi Sumur Baru PHM Lampaui Target, Hasilkan Gas 3,3 MMscfd dan Minyak 250 BOPD

Bisnis | Sabtu, 07 November 2026 | 20:19 WIB

Ketika Media Sosial Mengubah Cara Konsumen Belanja

Ketika Media Sosial Mengubah Cara Konsumen Belanja

Lifestyle | Sabtu, 07 November 2026 | 20:19 WIB

Pemprov Banten Siapkan 600 Siswa Masuk Barak TNI, Pengamat Pendidikan Kritik Program

Pemprov Banten Siapkan 600 Siswa Masuk Barak TNI, Pengamat Pendidikan Kritik Program

Banten | Sabtu, 07 November 2026 | 20:17 WIB

Jutaan Orang Indonesia Tak Sadar Jadi Pembawa Sifat Talasemia, Kenali Risikonya Sejak Dini

Jutaan Orang Indonesia Tak Sadar Jadi Pembawa Sifat Talasemia, Kenali Risikonya Sejak Dini

Health | Sabtu, 07 November 2026 | 20:05 WIB

Pemkab Bogor Ambil Alih Pengelolaan Masjid At-Ta'awun di Puncak

Pemkab Bogor Ambil Alih Pengelolaan Masjid At-Ta'awun di Puncak

Jabar | Sabtu, 07 November 2026 | 20:04 WIB

Kolaborasi Lintas Sektor: Pemkot Tangsel Gandeng Kampus dan Swasta Sukseskan Porprov Banten 2026

Kolaborasi Lintas Sektor: Pemkot Tangsel Gandeng Kampus dan Swasta Sukseskan Porprov Banten 2026

Banten | Sabtu, 07 November 2026 | 20:02 WIB

Career Cushioning: Solusi Cerdas Hadapi Layoff atau Pemicu Burnout Baru?

Career Cushioning: Solusi Cerdas Hadapi Layoff atau Pemicu Burnout Baru?

Your Say | Sabtu, 07 November 2026 | 19:55 WIB

KPK Dalami Dugaan Penerimaan Uang Suap di Kantah Kabupaten Bogor I

KPK Dalami Dugaan Penerimaan Uang Suap di Kantah Kabupaten Bogor I

Bogor | Sabtu, 07 November 2026 | 19:52 WIB

Tak Selalu Mulus, Ini 5 Drakor yang Terseret Kontroversi Sepanjang 2026

Tak Selalu Mulus, Ini 5 Drakor yang Terseret Kontroversi Sepanjang 2026

Your Say | Sabtu, 07 November 2026 | 19:45 WIB

Bukan Rem atau Gas Total: Menentukan Kecepatan AI Berbasis Risiko

Bukan Rem atau Gas Total: Menentukan Kecepatan AI Berbasis Risiko

Your Say | Sabtu, 07 November 2026 | 19:25 WIB

×