Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.665.000
Beli Rp2.530.000
IHSG 6.177,139
LQ45 609,402
Srikehati 299,172
JII 368,427
USD/IDR 17.821

Forextime: Yen Jepang Masih Menjadi Pilihan Trader

Adhitya Himawan

Kamis, 04 Agustus 2016 | 23:22 WIB
Forextime: Yen Jepang Masih Menjadi Pilihan Trader
Mata uang Jepang, Yen. [Shutterstock]

Walaupun momentum beli Yen mulai melambat di pertengahan pekan ini, mata uang Jepang ini tetap menjadi pilihan trader yang mencari perlindungan dari aset safe haven. Ada sejumlah alasan mengapa Yen tetap menjadi pilihan investor. Alasan utamanya adalah lingkungan eksternal masih mengganggu sentimen investor terhadap aset berisiko.

"Alasan lainnya adalah berlanjutnya aksi jual minyak setelah komoditas ini memasuki pasar bearish membebani pasar saham dan membuat Yen semakin menguat," kata Jameel Ahmad, VP of Market Research Forextime dalam keterangan resmi, Kamis (4/8/2016).

Atmosfer menghindari risiko juga membuat Dolar kurang menarik, sehingga mata uang lainnya secara umum menguat terhadap Dolar dan begitu pula aset pasar berkembang. Ekspektasi kenaikan suku bunga AS juga kembali mundur dan ini pun salah satu alasan mengapa USD mulai melemah. Seperti biasa, kita masih terus bertanya-tanya apakah dan kapan Fed akan meningkatkan suku bunga AS di tahun 2016 ini.

 Depresiasi Dolar memberi Emas momentum untuk kembali ke level tertinggi sejak Brexit yaitu di atas $1350. Saya pribadi meyakini bahwa Emas berpotensi semakin menguat sebelum akhir 2016 karena berbagai alasan. Pertama, depresi pasar minyak akan mengganggu pasar saham. Kedua, walaupun Federal Reserve menampilkan kecenderungan akan meningkatkan suku bunga AS, masih belum ada kepastian bahwa suku bunga akan benar-benar ditingkatkan di tahun 2016. Selain itu, masalah pertumbuhan ekonomi global masih terus menjadi kekhawatiran umum dan ini dapat mendorong investor jangka panjang untuk melirik Emas sebagai investasi alternatif.

Terkait menguatnya sejumlah mata uang terhadap USD, EURUSD adalah salah satu yang terdepan. Pasangan mata uang ini melejit dari 1.09 ke 1.12 selama beberapa sesi trading terakhir. Inilah yang umum terjadi pada EURUSD - mayoritas peningkatan EUR tergantung pada melemahnya USD. Dari sudut pandang fundamental, tidak ada berita baru di pasar untuk meningkatkan optimisme terhadap ekonomi Uni Eropa. Karena itu, para penjual kemungkinan akan membuka posisi setelah pasangan mata uang ini mengalami kelelahan setelah menguat selama beberapa hari terakhir. 

Terlepas dari segala berita dan data ekonomi yang menunjukkan bahwa hasil referendum Brexit yang mengejutkan ini akan memukul ekonomi Inggris, GBP ternyata juga menguat karena melemahnya USD. GBPUSD meningkat ke level tertinggi dalam dua pekan terakhir yaitu 1.3365 di 24 jam terakhir.

"Sejujurnya, ini hanyalah pantulan teknikal dari zona support penting 1.3050 yang kita bahas pekan lalu. Dengan begitu banyaknya indikator ekonomi yang masih negatif dan dampak Brexit terhadap ekonomi Inggris, momentum GBPUSD pada jangka menengah dan jangka panjang sepertinya masih lebih mendukung para investor jual," tutup Jameel.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Forextime Sebut Saham Global Tertekan oleh Penurunan Harga Minyak

Forextime Sebut Saham Global Tertekan oleh Penurunan Harga Minyak

Bisnis | Rabu, 03 Agustus 2016 | 22:25 WIB

Pasar Saham Asia Menampilkan Sinyal Kelemahan

Pasar Saham Asia Menampilkan Sinyal Kelemahan

Bisnis | Selasa, 02 Agustus 2016 | 23:27 WIB

Bloomberg Terkoneksi dengan Monitoring Perdagangan Bank Indonesia

Bloomberg Terkoneksi dengan Monitoring Perdagangan Bank Indonesia

Bisnis | Selasa, 02 Agustus 2016 | 02:02 WIB

Forextime: Pasar Tunggu Keputusan Bank of Japan

Forextime: Pasar Tunggu Keputusan Bank of Japan

Bisnis | Sabtu, 30 Juli 2016 | 00:28 WIB

Forextime Sarankan Bank of Japan Perlu Segera Bertindak

Forextime Sarankan Bank of Japan Perlu Segera Bertindak

Bisnis | Selasa, 26 Juli 2016 | 11:38 WIB

Forextime Akui Sentimen Global Sempat Terpukul

Forextime Akui Sentimen Global Sempat Terpukul

Bisnis | Jum'at, 22 Juli 2016 | 15:19 WIB

Forextime Akui Ada Perbaikan Sentimen Ekonomi Terhadap Indonesia

Forextime Akui Ada Perbaikan Sentimen Ekonomi Terhadap Indonesia

Bisnis | Rabu, 20 Juli 2016 | 18:08 WIB

Dolar AS Naik Terhadap Yen Pascakudeta Gagal di Turki

Dolar AS Naik Terhadap Yen Pascakudeta Gagal di Turki

Bisnis | Selasa, 19 Juli 2016 | 06:14 WIB

Salip Malaysia & Thailand, Indonesia Emerging Market Terbesar

Salip Malaysia & Thailand, Indonesia Emerging Market Terbesar

Bisnis | Sabtu, 16 Juli 2016 | 12:54 WIB

Forextime: RUU Pengampunan Pajak Disahkan Dongkrak Sentimen Pasar

Forextime: RUU Pengampunan Pajak Disahkan Dongkrak Sentimen Pasar

Bisnis | Selasa, 12 Juli 2016 | 13:54 WIB

Terkini

Mengapa Harga Emas Antam Terjun Bebas Pekan Ini? Simak Analisisnya

Mengapa Harga Emas Antam Terjun Bebas Pekan Ini? Simak Analisisnya

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 08:34 WIB

Karir Pekerja Terancam AI? Ini Kunci Agar Tetap Relevan di Masa Depan

Karir Pekerja Terancam AI? Ini Kunci Agar Tetap Relevan di Masa Depan

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 08:21 WIB

Investor Migas Makin Percaya Indonesia, Proyek Bukit Panjang Masuk Tahap Fabrikasi

Investor Migas Makin Percaya Indonesia, Proyek Bukit Panjang Masuk Tahap Fabrikasi

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:05 WIB

Bahlil Ungkap 5.700 Desa Masih Gelap, Pemerintah Gelontorkan Rp10,3 Triliun untuk Listrik Desa

Bahlil Ungkap 5.700 Desa Masih Gelap, Pemerintah Gelontorkan Rp10,3 Triliun untuk Listrik Desa

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:05 WIB

Kabar Baik Pencari Kerja! Kemnaker Buka Pelatihan Gratis untuk 20.000 Peserta, Daftar hingga 9 Juli

Kabar Baik Pencari Kerja! Kemnaker Buka Pelatihan Gratis untuk 20.000 Peserta, Daftar hingga 9 Juli

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 13:51 WIB

Masuk Fortune Southeast Asia 500 2026, Hutama Karya Perkuat Kiprah sebagai BUMN Konstruksi Terkemuka

Masuk Fortune Southeast Asia 500 2026, Hutama Karya Perkuat Kiprah sebagai BUMN Konstruksi Terkemuka

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 13:20 WIB

Beralih ke Jargas Hemat Biaya Energi hingga 33 Persen, Pemerintah Tambah 160 Ribu Sambungan Baru

Beralih ke Jargas Hemat Biaya Energi hingga 33 Persen, Pemerintah Tambah 160 Ribu Sambungan Baru

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 13:16 WIB

Tahun Emas ke-50, Darya-Varia Berkinerja Tangguh dan Komitmen pada Pertumbuhan Berkelanjutan

Tahun Emas ke-50, Darya-Varia Berkinerja Tangguh dan Komitmen pada Pertumbuhan Berkelanjutan

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 12:25 WIB

Pasokan Batubara PLTU Jawa Mulai Pulih, PLN Kini Kejar Perbaikan Dua Pembangkit

Pasokan Batubara PLTU Jawa Mulai Pulih, PLN Kini Kejar Perbaikan Dua Pembangkit

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 11:34 WIB

Bulog Buka Suara soal Dugaan Korupsi Beras Wamena, Pastikan Distribusi Pangan Tetap Aman dan Stabil

Bulog Buka Suara soal Dugaan Korupsi Beras Wamena, Pastikan Distribusi Pangan Tetap Aman dan Stabil

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 09:39 WIB