Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.665.000
Beli Rp2.530.000
IHSG 6.177,139
LQ45 609,402
Srikehati 299,172
JII 368,427
USD/IDR 17.821

Forextime: Dolar AS Melemah di Pasar Valuta Asing

Adhitya Himawan

Kamis, 11 Agustus 2016 | 11:14 WIB
Forextime: Dolar AS Melemah di Pasar Valuta Asing
Mata uang Dolar AS di salah satu gerai Money Changer di Jakarta, Senin (11/5). [suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Lukman Otunuga, Research Analyst Forextime menyatakan bahwa sentimen positif terhadap ekonomi Indonesia semakin meningkat pada perdagangan hari Rabu (10/8/2016) karena data penjualan ritel bulan Juni meningkat signifikan sebesar 15.9 persen dan menjadi sinyal kestabilan ekonomi dalam periode ketidakpastian global ini. Data domestik dari ekonomi terbesar Asia Tenggara ini terus melampaui ekspektasi.

"Indeks Harga Saham Gabungan mencatat peningkatan dalam situasi trading risk on yang mengundang selera risiko investor. Indonesia menjadi tujuan investasi yang semakin menarik setelah reshuffle kabinet dan penerapan UU Pengampunan Pajak yang diharapkan akan mendongkrak arus masuk kas dan memperkuat PDB. Investasi asing ke Indonesia pasca-Brexit sudah mencapai 1.9 miliar Dolar Amerika Serikat (AS) dan prospek negara ini secara umum cukup menjanjikan karena data terus menunjukkan stabilitas ekonomi," kata Lukman dalam keterangan resmi, Kamis (11/8/2016).

Disisi lain, maata uang Amerika Serikat melemah karena data produktivitas AS kurang menggembirakan sehingga menimbulkan ketidakpastian tentang kemungkinan peningkatan suku bunga AS di tahun 2016. Produktivitas AS telah melemah selama tiga kuartal berturut-turun sehingga meningkatkan kekhawatiran tentang perlambatan PDB kuartal 3 dan menjadi hambatan tersendiri bagi Fed untuk mengeluarkan kebijakan. Walaupun data ketenagakerjaan non pertanian (NFP) bulan Juli yang cukup fantastis sebesar 255k sempat mendukung ekspektasi peningkatan suku bunga September ini, investor kembali ke posisi semula.

"Salah satu buktinya adalah CME FedWatch menampilkan peluang 40,6 persen bahwa suku bunga akan ditingkatkan di bulan Desember. Terlepas dari data produktivitas yang kurang baik Selasa kemarin, sentimen secara keseluruhan tetap cukup bullish untuk USD dan prospek ekonomi AS yang cukup baik dapat menjadi dasar bagi investor bullish untuk mengantarkan Indeks Dolar ke posisi yang lebih tinggi," ujar Lukman. 

Pasar saham menampilkan kelelahan pada perdagangan hari Rabu (10/8/2016) karena melemahnya harga minyak dan kekhawatiran tentang ekonomi global mengganggu selera risiko investor. Saham Asia yang sebelumnya sempat mendekati level tertinggi tahun ini mulai melemah setelah Nikkei merosot karena Yen menguat disebabkan oleh penghindaran risiko.

Walaupun saham Eropa meningkat di hari Selasa karena data pendapatan yang positif, efek domino dari sentimen bearish Asia dapat merambat ke Eropa karena investor menghindari aset berisiko. Wall Street masih terus menguat tapi keberlanjutan reli pasar saham ini patut dipertanyakan. Kekhawatiran terhadap ekonomi global masih terlihat jelas dan penurunan harga minyak menekan optimisme pasar. "Berbagai faktor yang dapat memicu pasar bearish sudah terlihat dan menanti terhentinya koreksi pasar saat ini sebelum memulai aksi jual besar-besaran," tutup Lukman.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Terkini

Indonesia dan Italia Sepakat Kerja Sama Pengembangan Kapal Angkatan Laut

Indonesia dan Italia Sepakat Kerja Sama Pengembangan Kapal Angkatan Laut

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 12:22 WIB

Perum Bulog Hadir di Penas Petani Nelayan 2026 Gorontalo untuk Wujudkan Swasembada Pangan

Perum Bulog Hadir di Penas Petani Nelayan 2026 Gorontalo untuk Wujudkan Swasembada Pangan

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 12:16 WIB

Gaji Rp14 Juta Bisa Beli Rumah Subsidi Bebas Pajak! Simak Aturan Terbarunya

Gaji Rp14 Juta Bisa Beli Rumah Subsidi Bebas Pajak! Simak Aturan Terbarunya

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 11:45 WIB

Usut Kasus Kredit Fiktif Rp15,47 Miliar, OJK Sita 41 Properti Terkait BPRS Gebu Prima Medan

Usut Kasus Kredit Fiktif Rp15,47 Miliar, OJK Sita 41 Properti Terkait BPRS Gebu Prima Medan

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:57 WIB

MSCI Jadi Penentu Arah IHSG, Investor Tunggu Keputusan Krusial 23 Juni

MSCI Jadi Penentu Arah IHSG, Investor Tunggu Keputusan Krusial 23 Juni

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:53 WIB

Promosikan Platform Investasi Ilegal, Sejumlah Influencer Dijewer Satgas PASTI

Promosikan Platform Investasi Ilegal, Sejumlah Influencer Dijewer Satgas PASTI

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:48 WIB

IHSG Terbang 2,83% Pekan Ini Dorong Nilai Kapitalisasi Pasar Jadi Rp10.788 Triliun

IHSG Terbang 2,83% Pekan Ini Dorong Nilai Kapitalisasi Pasar Jadi Rp10.788 Triliun

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:25 WIB

Di Balik Insentif Motor Listrik, Ada PR Besar Bernama Keselamatan

Di Balik Insentif Motor Listrik, Ada PR Besar Bernama Keselamatan

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:19 WIB

Indonesia Sustainability Award Apresiasi Komitmen ESG dan Pemberdayaan Berkelanjutan PNM

Indonesia Sustainability Award Apresiasi Komitmen ESG dan Pemberdayaan Berkelanjutan PNM

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:13 WIB

Mengapa Harga Emas Antam Terjun Bebas Pekan Ini? Simak Analisisnya

Mengapa Harga Emas Antam Terjun Bebas Pekan Ini? Simak Analisisnya

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 08:34 WIB