Forextime: Dolar AS Melemah di Pasar Valuta Asing

Adhitya Himawan

Kamis, 11 Agustus 2016 | 11:14 WIB
Forextime: Dolar AS Melemah di Pasar Valuta Asing
Mata uang Dolar AS di salah satu gerai Money Changer di Jakarta, Senin (11/5). [suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Lukman Otunuga, Research Analyst Forextime menyatakan bahwa sentimen positif terhadap ekonomi Indonesia semakin meningkat pada perdagangan hari Rabu (10/8/2016) karena data penjualan ritel bulan Juni meningkat signifikan sebesar 15.9 persen dan menjadi sinyal kestabilan ekonomi dalam periode ketidakpastian global ini. Data domestik dari ekonomi terbesar Asia Tenggara ini terus melampaui ekspektasi.

"Indeks Harga Saham Gabungan mencatat peningkatan dalam situasi trading risk on yang mengundang selera risiko investor. Indonesia menjadi tujuan investasi yang semakin menarik setelah reshuffle kabinet dan penerapan UU Pengampunan Pajak yang diharapkan akan mendongkrak arus masuk kas dan memperkuat PDB. Investasi asing ke Indonesia pasca-Brexit sudah mencapai 1.9 miliar Dolar Amerika Serikat (AS) dan prospek negara ini secara umum cukup menjanjikan karena data terus menunjukkan stabilitas ekonomi," kata Lukman dalam keterangan resmi, Kamis (11/8/2016).

Disisi lain, maata uang Amerika Serikat melemah karena data produktivitas AS kurang menggembirakan sehingga menimbulkan ketidakpastian tentang kemungkinan peningkatan suku bunga AS di tahun 2016. Produktivitas AS telah melemah selama tiga kuartal berturut-turun sehingga meningkatkan kekhawatiran tentang perlambatan PDB kuartal 3 dan menjadi hambatan tersendiri bagi Fed untuk mengeluarkan kebijakan. Walaupun data ketenagakerjaan non pertanian (NFP) bulan Juli yang cukup fantastis sebesar 255k sempat mendukung ekspektasi peningkatan suku bunga September ini, investor kembali ke posisi semula.

"Salah satu buktinya adalah CME FedWatch menampilkan peluang 40,6 persen bahwa suku bunga akan ditingkatkan di bulan Desember. Terlepas dari data produktivitas yang kurang baik Selasa kemarin, sentimen secara keseluruhan tetap cukup bullish untuk USD dan prospek ekonomi AS yang cukup baik dapat menjadi dasar bagi investor bullish untuk mengantarkan Indeks Dolar ke posisi yang lebih tinggi," ujar Lukman. 

Pasar saham menampilkan kelelahan pada perdagangan hari Rabu (10/8/2016) karena melemahnya harga minyak dan kekhawatiran tentang ekonomi global mengganggu selera risiko investor. Saham Asia yang sebelumnya sempat mendekati level tertinggi tahun ini mulai melemah setelah Nikkei merosot karena Yen menguat disebabkan oleh penghindaran risiko.

Walaupun saham Eropa meningkat di hari Selasa karena data pendapatan yang positif, efek domino dari sentimen bearish Asia dapat merambat ke Eropa karena investor menghindari aset berisiko. Wall Street masih terus menguat tapi keberlanjutan reli pasar saham ini patut dipertanyakan. Kekhawatiran terhadap ekonomi global masih terlihat jelas dan penurunan harga minyak menekan optimisme pasar. "Berbagai faktor yang dapat memicu pasar bearish sudah terlihat dan menanti terhentinya koreksi pasar saat ini sebelum memulai aksi jual besar-besaran," tutup Lukman.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Terkini

Petinggi Lama PT ABM Terseret Kasus Korupsi, Direksi Baru Janji Benahi Tata Kelola Perusahaan

Petinggi Lama PT ABM Terseret Kasus Korupsi, Direksi Baru Janji Benahi Tata Kelola Perusahaan

Banten | Rabu, 04 November 2026 | 00:20 WIB

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Dugaan Pencabulan, Ketua PKB Mengaku Kaget

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Dugaan Pencabulan, Ketua PKB Mengaku Kaget

Banten | Rabu, 04 November 2026 | 00:14 WIB

Comeback Dramatis! Kendal Tornado FC Kalahkan Persebaya Surabaya

Comeback Dramatis! Kendal Tornado FC Kalahkan Persebaya Surabaya

Jawa Tengah | Selasa, 03 November 2026 | 23:58 WIB

Viral Mata Melotot Bahar bin Smith Robohkan Pagar Paksa Konser Andrea Bocelli Distop

Viral Mata Melotot Bahar bin Smith Robohkan Pagar Paksa Konser Andrea Bocelli Distop

News | Selasa, 03 November 2026 | 23:56 WIB

Konser Andrea Bocelli di JIExpo Ricuh: Massa Bakar Pembatas Jalan, Wartawan Terhantam Batu

Konser Andrea Bocelli di JIExpo Ricuh: Massa Bakar Pembatas Jalan, Wartawan Terhantam Batu

News | Selasa, 03 November 2026 | 23:32 WIB

Kampung Bahari Digerebek, Satu Terduga Bandar Narkoba Diciduk dari 18 Target Polisi

Kampung Bahari Digerebek, Satu Terduga Bandar Narkoba Diciduk dari 18 Target Polisi

News | Selasa, 03 November 2026 | 23:27 WIB

Murka Prabowo Jadi Target Penyadapan Ilegal, Yusril: Ini Masalah Serius!

Murka Prabowo Jadi Target Penyadapan Ilegal, Yusril: Ini Masalah Serius!

Jawa Tengah | Selasa, 03 November 2026 | 23:23 WIB

Asa Bebas Banjir Warga Kembangan Utara: Tanggul Kali Angke Sudah 90 Persen

Asa Bebas Banjir Warga Kembangan Utara: Tanggul Kali Angke Sudah 90 Persen

News | Selasa, 03 November 2026 | 23:23 WIB

Bukan Sehari Dua Hari, Listyo Sigit Cs Sadap Presiden Selama 2 Tahun, Apa Saja yang Didengar?

Bukan Sehari Dua Hari, Listyo Sigit Cs Sadap Presiden Selama 2 Tahun, Apa Saja yang Didengar?

News | Selasa, 03 November 2026 | 23:19 WIB

Selain Presiden Prabowo, Siapa Saja Pengusaha dan Tokoh Politik yang Disadap Listyo Sigit Cs?

Selain Presiden Prabowo, Siapa Saja Pengusaha dan Tokoh Politik yang Disadap Listyo Sigit Cs?

News | Selasa, 03 November 2026 | 23:13 WIB

×