Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.319,613
LQ45 635,207
Srikehati 308,696
JII 378,581
USD/IDR 18.032

Forextime: Dolar AS Melemah di Pasar Valuta Asing

Adhitya Himawan

Kamis, 11 Agustus 2016 | 11:14 WIB
Forextime: Dolar AS Melemah di Pasar Valuta Asing
Mata uang Dolar AS di salah satu gerai Money Changer di Jakarta, Senin (11/5). [suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Lukman Otunuga, Research Analyst Forextime menyatakan bahwa sentimen positif terhadap ekonomi Indonesia semakin meningkat pada perdagangan hari Rabu (10/8/2016) karena data penjualan ritel bulan Juni meningkat signifikan sebesar 15.9 persen dan menjadi sinyal kestabilan ekonomi dalam periode ketidakpastian global ini. Data domestik dari ekonomi terbesar Asia Tenggara ini terus melampaui ekspektasi.

"Indeks Harga Saham Gabungan mencatat peningkatan dalam situasi trading risk on yang mengundang selera risiko investor. Indonesia menjadi tujuan investasi yang semakin menarik setelah reshuffle kabinet dan penerapan UU Pengampunan Pajak yang diharapkan akan mendongkrak arus masuk kas dan memperkuat PDB. Investasi asing ke Indonesia pasca-Brexit sudah mencapai 1.9 miliar Dolar Amerika Serikat (AS) dan prospek negara ini secara umum cukup menjanjikan karena data terus menunjukkan stabilitas ekonomi," kata Lukman dalam keterangan resmi, Kamis (11/8/2016).

Disisi lain, maata uang Amerika Serikat melemah karena data produktivitas AS kurang menggembirakan sehingga menimbulkan ketidakpastian tentang kemungkinan peningkatan suku bunga AS di tahun 2016. Produktivitas AS telah melemah selama tiga kuartal berturut-turun sehingga meningkatkan kekhawatiran tentang perlambatan PDB kuartal 3 dan menjadi hambatan tersendiri bagi Fed untuk mengeluarkan kebijakan. Walaupun data ketenagakerjaan non pertanian (NFP) bulan Juli yang cukup fantastis sebesar 255k sempat mendukung ekspektasi peningkatan suku bunga September ini, investor kembali ke posisi semula.

"Salah satu buktinya adalah CME FedWatch menampilkan peluang 40,6 persen bahwa suku bunga akan ditingkatkan di bulan Desember. Terlepas dari data produktivitas yang kurang baik Selasa kemarin, sentimen secara keseluruhan tetap cukup bullish untuk USD dan prospek ekonomi AS yang cukup baik dapat menjadi dasar bagi investor bullish untuk mengantarkan Indeks Dolar ke posisi yang lebih tinggi," ujar Lukman. 

Pasar saham menampilkan kelelahan pada perdagangan hari Rabu (10/8/2016) karena melemahnya harga minyak dan kekhawatiran tentang ekonomi global mengganggu selera risiko investor. Saham Asia yang sebelumnya sempat mendekati level tertinggi tahun ini mulai melemah setelah Nikkei merosot karena Yen menguat disebabkan oleh penghindaran risiko.

Walaupun saham Eropa meningkat di hari Selasa karena data pendapatan yang positif, efek domino dari sentimen bearish Asia dapat merambat ke Eropa karena investor menghindari aset berisiko. Wall Street masih terus menguat tapi keberlanjutan reli pasar saham ini patut dipertanyakan. Kekhawatiran terhadap ekonomi global masih terlihat jelas dan penurunan harga minyak menekan optimisme pasar. "Berbagai faktor yang dapat memicu pasar bearish sudah terlihat dan menanti terhentinya koreksi pasar saat ini sebelum memulai aksi jual besar-besaran," tutup Lukman.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Terkini

Viral Video Demo Ternyata Rekaman Lama, Pemerintah Buru Penyebar Hoaks

Viral Video Demo Ternyata Rekaman Lama, Pemerintah Buru Penyebar Hoaks

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 17:01 WIB

5 Pilihan Sabun Cuci Muka Glad2Glow Sesuai Review, Mengatasi Kulit Berjerawat hingga Kusam

5 Pilihan Sabun Cuci Muka Glad2Glow Sesuai Review, Mengatasi Kulit Berjerawat hingga Kusam

Lifestyle | Rabu, 05 Agustus 2026 | 17:00 WIB

Ramai Dibahas! Apa Itu Universitas Republik Indonesia? Begini Penjelasan Lengkapnya

Ramai Dibahas! Apa Itu Universitas Republik Indonesia? Begini Penjelasan Lengkapnya

Video | Rabu, 05 Agustus 2026 | 17:00 WIB

Fakta Baru Mutilasi Depok: Saepul Diduga Penyuka Sesama Jenis, Motif Masih Teka-teki

Fakta Baru Mutilasi Depok: Saepul Diduga Penyuka Sesama Jenis, Motif Masih Teka-teki

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 16:59 WIB

Kemarau Panjang Mengintai, Jakarta Rencanakan Hujan Buatan Tiap Pekan

Kemarau Panjang Mengintai, Jakarta Rencanakan Hujan Buatan Tiap Pekan

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 16:53 WIB

Anwar Ibrahim Keluarkan Perintah di Kasus Pilot Malaysia Jadi Kurir Narkoba Ditangkap di Jakarta

Anwar Ibrahim Keluarkan Perintah di Kasus Pilot Malaysia Jadi Kurir Narkoba Ditangkap di Jakarta

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 16:51 WIB

DTI Series 2026 Resmi Digelar, Perkuat Kolaborasi Digital Nasional

DTI Series 2026 Resmi Digelar, Perkuat Kolaborasi Digital Nasional

Tekno | Rabu, 05 Agustus 2026 | 16:51 WIB

15 Ide Lomba 17 Agustus Indoor di Kantor yang Paling Seru dan Gak Ribet!

15 Ide Lomba 17 Agustus Indoor di Kantor yang Paling Seru dan Gak Ribet!

Lifestyle | Rabu, 05 Agustus 2026 | 16:49 WIB

YouTube Dipanggil Komdigi, AI Moderasi Konten Dinilai Perlu Evaluasi

YouTube Dipanggil Komdigi, AI Moderasi Konten Dinilai Perlu Evaluasi

Tekno | Rabu, 05 Agustus 2026 | 16:48 WIB

BRI Buka Program BRIncubator 2026, Dukung UMKM Go Global

BRI Buka Program BRIncubator 2026, Dukung UMKM Go Global

Bri | Rabu, 05 Agustus 2026 | 16:47 WIB

×