Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Omzet Peluang Usaha Katering Memang Bikin Ngiler, Tapi...

Angelina Donna | Suara.com

Jum'at, 26 Agustus 2016 | 19:35 WIB
Omzet Peluang Usaha Katering Memang Bikin Ngiler, Tapi...

Suara.com - Beberapa orang merasa galau ketika hendak membuka usaha. Takut rugi, itu wajar. Tapi kalau takut melangkah terus, kapan majunya? Punya usaha itu ya kalau nggak untung pasti rugi. Bisa sih, impas. Tapi biasanya ada keuntungan dikit, atau sebaliknya, kerugian yang juga dikit. Nggak impas pas.

 Karena itulah diperlukan perencanaan yang matang sebelum buka usaha. Kira- kira apa usaha yang cocok dengan kita, termasuk risiko kerugiannya.

 Salah satu jenis usaha yang sering dilirik adalah katering. Nggak hanya ibu-ibu, lho. Bapak-bapak juga banyak yang buka usaha katering. Gimana nggak tertarik, omzet peluang usaha katering memang bikin ngiler. Kata orang-orang, selama manusia butuh makan, usaha yang berhubungan dengan makanan nggak akan mati.

Perkataan itu bisa berarti dua hal. Yang pertama, bisnis makanan dalam hal ini katering sudah ada pasarnya yang kokoh. Kedua, peta persaingan menjadi sempit lantaran banyak yang terjun ke bisnis ini saking gurihnya.

 Dari dua hal tersebut, poin terakhir yang mesti kita waspadai. Bukan apa-apa ya, peluang usaha katering memang akan selalu ada. Selain itu, modal usaha katering tergolong minim!

 Simak saja potensi keuntungan usaha katering di bawah ini:

 Misalnya Bu Kiky buka usaha katering dengan fokus nasi boks. Modalnya: Rp 5 juta saja untuk sebulan. Rata-rata per boks ia jual Rp 15 ribu untuk paket termurah. Minimal pesanan ia patok 30 boks.

 Jika ada order 30 nasi boks, berarti omzetnya: Rp15 ribu x 30boks = Rp450 ribu.

Itu baru satu order untuk satu hari. Umpamanya order itu ada tiap hari selama sebulan, berarti omzetnya: Rp450 ribu x 30 hari = Rp13,5 juta! Dengan modal Rp5 juta, berarti Bu Kiky untung Rp8,5 juta.

 Memang, perhitungan di atas hanya perkiraan. Meski begitu, bukan mustahil keuntungan yang didapat sebesar itu.

 Bahkan bisa lebih kalau modal dapat ditekan sekecil mungkin. Untuk menyiasati modal, yang harus kita lakukan adalah membuat makanan yang bervariasi dari bahan yang itu-itu saja.

 Misalnya dengan bahan wortel, jagung muda, kol, kubis, dan kentang, kita paling gak bisa bikin 2 jenis masakan. Yakni sayur sop dan capcay. Tambah dengan mi, jadi deh satu menu lagi: mi goreng.

Sudah bukan rahasia lagi, jika beli bahan banyak sekalian bisa lebih murah harganya. Dengan begitu, pengeluaran bisa diminimalkan.  Apalagi jika bisnis katering ini dijalankan bersama keluarga. Artinya, nggak perlu bayar upah pekerja buat bantu bisnis. Lebih ngirit lagi pastinya.

Yang nggak kalah penting adalah promosi. Bisnis tanpa promosi yang ampuh paling jalan sebulan dua bulan. Karena itu, nggak perlu ragu ngasih harga perkenalan saat baru buka. Buat yang pesen banyak, kasihlah bonus, misalnya free delivery. Atau kasih tambahan buah di boks, gak perlu yang mahal. Pisang juga cukup.

Dan jangan sampai lupa. Karena ini bisnis makanan, maka kualitas rasanya perlu dijaga. Jika dari buka rasanya sudah amburadul, jangan berharap dari modal Rp5 juta itu bisa mendapat keuntungan puluhan juta.

Secara potensi, bisnis katering amatlah menjanjikan meski banyak pesaingnya. Tinggal kitanya, siap belum masuk ke arena pertempuran. Jika sudah siap lahir-batin, jangan ragu. Yuk, rebut kesempatan mereguk rupiah dari usaha katering.

Baca juga artikel DuitPintar lainnya:

Kisah Inspiratif 5 Pengusaha Muda Usia 20 Tahun yang Bisa Kamu Tiru

5 Usaha Sampingan Anak Muda Paling Populer di Indonesia dan Berapa Modal yang Dibutuhkan

5 Tips Promosi Usaha Sampingan Lebaran Biar Barokah Maksimal

Published by

 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Maksimalkan Kartu Kredit sebagai Sumber Modal Usaha Ratusan Juta

Maksimalkan Kartu Kredit sebagai Sumber Modal Usaha Ratusan Juta

Bisnis | Rabu, 24 Agustus 2016 | 20:25 WIB

Mau Hidup Ngirit, Kok Malah Jatuhnya Pelit?

Mau Hidup Ngirit, Kok Malah Jatuhnya Pelit?

Bisnis | Selasa, 23 Agustus 2016 | 20:00 WIB

Siapa Bilang Butuh Kartu Kredit demi Kesehatan Finansial?

Siapa Bilang Butuh Kartu Kredit demi Kesehatan Finansial?

Bisnis | Senin, 22 Agustus 2016 | 20:07 WIB

Semua Berhak Kredit Mobil, Termasuk yang Bergaji Pas-pasan

Semua Berhak Kredit Mobil, Termasuk yang Bergaji Pas-pasan

Otomotif | Jum'at, 19 Agustus 2016 | 20:15 WIB

Buka Bisnis Sembako Bakal Sukses, Asal...

Buka Bisnis Sembako Bakal Sukses, Asal...

Bisnis | Kamis, 18 Agustus 2016 | 20:10 WIB

Terkini

Riset Danareksa: Ekonomi Indonesia Tetap Tangguh di Kuartal I, Ditopang Konsumsi Rumah Tangga

Riset Danareksa: Ekonomi Indonesia Tetap Tangguh di Kuartal I, Ditopang Konsumsi Rumah Tangga

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 22:15 WIB

Telkom dan PGN Perkuat Ekosistem Green Digital Infrastructure Terintegrasi Bersama Mitra Global

Telkom dan PGN Perkuat Ekosistem Green Digital Infrastructure Terintegrasi Bersama Mitra Global

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 21:45 WIB

ADB Proyeksi Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,2 Persen di 2026

ADB Proyeksi Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,2 Persen di 2026

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 21:30 WIB

Penerimaan Pajak dari MBG Cuma 3-5 Persen, Setara Rp 10,05 T hingga Rp 16,75 T

Penerimaan Pajak dari MBG Cuma 3-5 Persen, Setara Rp 10,05 T hingga Rp 16,75 T

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 19:27 WIB

Toko Online Dibanjiri Produk China, Purbaya Mau Tarik Pajak E-commerce Pertengahan 2026

Toko Online Dibanjiri Produk China, Purbaya Mau Tarik Pajak E-commerce Pertengahan 2026

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 18:55 WIB

Negosiasi Buntu, Iran ke AS: Rasakan Harga Bensin Kalian!

Negosiasi Buntu, Iran ke AS: Rasakan Harga Bensin Kalian!

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 18:36 WIB

Komitmen Nyata BRI Group, Sinergi Holding UMi Perkuat Fondasi Ekonomi Masyarakat

Komitmen Nyata BRI Group, Sinergi Holding UMi Perkuat Fondasi Ekonomi Masyarakat

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 18:25 WIB

Purbaya Kesal Restitusi Pajak 2025 Tembus Rp 360 Triliun, Duga Ada Kebocoran

Purbaya Kesal Restitusi Pajak 2025 Tembus Rp 360 Triliun, Duga Ada Kebocoran

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 18:22 WIB

OJK Sebut Banyak Orang Mulai Malas Bayar Cicilan Pindar

OJK Sebut Banyak Orang Mulai Malas Bayar Cicilan Pindar

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 18:06 WIB

Karpet Merah Family Office di Bali: Ambisi Prabowo, Warisan Luhut, dan Kiblat Abu Dhabi

Karpet Merah Family Office di Bali: Ambisi Prabowo, Warisan Luhut, dan Kiblat Abu Dhabi

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 18:02 WIB