Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.875.000
Beli Rp2.760.000
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...
USD/IDR 17.184

Jokowi: Literasi Keuangan Masyarakat Masih Rendah

Pebriansyah Ariefana | Erick Tanjung | Suara.com

Selasa, 30 Agustus 2016 | 13:11 WIB
Jokowi: Literasi Keuangan Masyarakat Masih Rendah
Presiden Joko Widodo menghadiri pembukaan Indonesia Fintech Festival and Conference (IFFC) yang digelar di Indonesia Convention Exhibition, Tangerang, Banten, Selasa (30/8/2016). [Dok Biro Pers Istana]

Suara.com - Presiden Joko Widodo mengungkapkan bahwa masih sangat sedikit masyarakat Indonesia yang literasi atau pemahamannya tentang lembaga keuangan seperti Bank dengan baik. Dibandingkan dengan negara tetangga, seperti Singapura, Malaysia dan Thailand, pemahaman masyarakat Indonesia mengenai lembaga keuangan paling rendah.

"Data yang saya punya baru 21,8 juta penduduk Indonesia yang literasi keuangannya dan keyakinan pada lembaga keuangan terkategori baik. Padahal literasi keuangan masyarakat di Singapura sudah mencapai 96 persen, Malaysia 51 persen, Thailand 76 persen, kita 21 persen," kata Jokowi dalam acara Peresmian Pembukaan Indonesia Fintech Festival and Conference (IFFI) Tahun 2016 di Indonesia Convention Exhibition, BSD City, Tangerang, Banten, Selasa (30/8/2016).

Oleh karena itu, lanjut Jokowi, perlu ditingkatkan keuangan inklusi atau keuangan bagi kalangan masyarakat kecil yang dimulai dari paling dasar yaitu literasi keuangan masyarakat.

Dia menginstruksikan kepada Kementerian terkait untuk percepatan, yakni dengan perluasan jangkauan perbankan di daerah-daerah terpencil dan daerah kepulauan.

"Pada Kementerian terkait saya perintahkan langkah percepatan, pertama perluasan jangkauan perbankan dan keuangan formal dengan memperhatikan karakteristik kita sebagai negara kepulauan. Tadi saya sudah sampaikan terobosan teras kapal BRI, dan kedua, peningkatan kapasitas masyarakat yang tadinya tidak layak menjadi layak, tadinya unbankable jadi bankable. Ketiga, peningkatan layanan jasa keuangan terutama bagi UMKM, kempat perlindngan terhadap konsumen," ujar dia.

Menurut dia, aplikasi keuangan sangat bermanfaat bagi usaha mikro. Dia mencontohkan, usaha mikro yang tidak pakai catatan mengenai uang keluar dan masuk, sehingga mereka sulit mengakses permodalan di Bank.

"Kalau ada aplikasi akuntansi atau pembayaran pajak, mungkin akan memudahkan usaha kecil kita untuk bisa mengakses ke perbankan. Kemudian untuk petani dan nelayan, saya membayangkan kalau ada aplikasi yang bisa membantu mereka untuk mendekatkan antara produsen dengan konsumen tanpa melalui mata rantai yang panjang. Sehingga harga di produsen, petani, nelayan menjadi semakin baik. Kalau bisa didekatkan dengan aplikasi teknologi yang cepat, ini akan sangat membantu usaha mikro, nelayan, dan petani," tutur dia.

Jokowi juga membayangkan ada anak-anak muda yang bisa membangun korporasi nelayan, korporasi petani, sehingga dapat mempunyai skala ekonomi dan dapat mengakses permodalan.

"Hal yang dulu tidak mungkin, bisa jadi mungkin karena ada fintech teknologi informasi. Saya sangat menghargai adanya inovasi baru, tadi Kak Ketua OJK bayangan saya hubungan antara petani dan pasarnya. Kalau ini bisa dilakukan dengan model yang bisa diterima petani, nelayan, saya meyakini bahwa petani kita, nelayan kita akan bisa sejahtera," kata dia.

Maka dari itu, untuk peningkatan inklusi keuangan, Jokowi mengajak semua untuk pihak untuk berpartisipasi. Ia juga mengimbau kepada anak muda yang bergerak di Fintech untuk terus berinovasi menghasilkan terobosan seperti aplikasi digital yang berguna untuk meningkatkan inklusi keuangan.

"Saya sangat optimis peningkatan inklusi keuangan adalah salah satu hal yang penting sebagai alat memangkas kesenjangan pendapatan di negara kita atau di belahan dunia. Saya berharap konferensi ini dapat melahirkan terobosan dalam penggunaan teknolgi digital dan inklusi keuangan," ujar dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

OJK Dorong Persaingan Fintech dan Perbankan Sehat

OJK Dorong Persaingan Fintech dan Perbankan Sehat

Bisnis | Selasa, 30 Agustus 2016 | 10:44 WIB

Hampir 60 Persen Penduduk Indonesia Tak Miliki Akses ke Perbankan

Hampir 60 Persen Penduduk Indonesia Tak Miliki Akses ke Perbankan

Bisnis | Senin, 29 Agustus 2016 | 19:37 WIB

Pengamat: Istilah Pajak Baiknya Diganti Iuran Pembangunan

Pengamat: Istilah Pajak Baiknya Diganti Iuran Pembangunan

Bisnis | Jum'at, 26 Agustus 2016 | 11:07 WIB

Ekonom: Bank Jangan Cuma Layani Debitur Dengan Bisnis Menggurita

Ekonom: Bank Jangan Cuma Layani Debitur Dengan Bisnis Menggurita

Bisnis | Jum'at, 26 Agustus 2016 | 10:39 WIB

OJK Catat 1.900 Pengaduan Nasabah Terkait Perbankan

OJK Catat 1.900 Pengaduan Nasabah Terkait Perbankan

Bisnis | Kamis, 11 Agustus 2016 | 14:46 WIB

Jumlah Bank Sistemik di Indonesia Tetap 12 Bank

Jumlah Bank Sistemik di Indonesia Tetap 12 Bank

Bisnis | Rabu, 10 Agustus 2016 | 15:29 WIB

Masterplan Arsitektur Keuangan Syariah Telah Diluncurkan

Masterplan Arsitektur Keuangan Syariah Telah Diluncurkan

Bisnis | Rabu, 03 Agustus 2016 | 05:24 WIB

Laba Bersih BNI Syariah Tumbuh 45 Persen di Semester I 2016

Laba Bersih BNI Syariah Tumbuh 45 Persen di Semester I 2016

Bisnis | Kamis, 28 Juli 2016 | 14:39 WIB

Bank Mandiri Siapkan Pembiayaan Bagi Distributor Khong Guan Group

Bank Mandiri Siapkan Pembiayaan Bagi Distributor Khong Guan Group

Bisnis | Rabu, 27 Juli 2016 | 15:01 WIB

Pertumbuhan Kredit Bank Mandiri ke Segmen Mikro Paling Tinggi

Pertumbuhan Kredit Bank Mandiri ke Segmen Mikro Paling Tinggi

Bisnis | Rabu, 27 Juli 2016 | 11:10 WIB

Terkini

Harga BBM Naik, Ini Warga RI yang 'Halal' Beli Bensin Subsidi

Harga BBM Naik, Ini Warga RI yang 'Halal' Beli Bensin Subsidi

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 18:35 WIB

Permudah Akses Keuangan Pedagang, BTN Ekspansi Bisnis ke Ekosistem Koperasi Pasar

Permudah Akses Keuangan Pedagang, BTN Ekspansi Bisnis ke Ekosistem Koperasi Pasar

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 16:49 WIB

Lawan Imunitas Algoritma, Prof Harris: Masa Rokok Bisa Digugat, Kode Digital Tidak?

Lawan Imunitas Algoritma, Prof Harris: Masa Rokok Bisa Digugat, Kode Digital Tidak?

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 16:43 WIB

Ambisi Swasembada Gula 2028 Terganjal Mesin Tua dan Kiamat Lahan

Ambisi Swasembada Gula 2028 Terganjal Mesin Tua dan Kiamat Lahan

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 15:53 WIB

Bos-bos BCA Kompak Serok Saham Sendiri Saat Harga Diskon, Apa Dampaknya?

Bos-bos BCA Kompak Serok Saham Sendiri Saat Harga Diskon, Apa Dampaknya?

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 15:34 WIB

Orang Kaya Ngeluh LPG 12 Kg Naik, Bahlil: Sorry Yee!

Orang Kaya Ngeluh LPG 12 Kg Naik, Bahlil: Sorry Yee!

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 15:22 WIB

Selat Hormuz Dibuka Lagi, Tapi Dua Kapal Milik Pertamina Masih Tersandera

Selat Hormuz Dibuka Lagi, Tapi Dua Kapal Milik Pertamina Masih Tersandera

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 15:06 WIB

Dobrak Sekat Perbankan dan Telko, BTN-Indosat Berduet Percepat Inklusi Keuangan

Dobrak Sekat Perbankan dan Telko, BTN-Indosat Berduet Percepat Inklusi Keuangan

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 14:57 WIB

Harga Plastik Naik, Bapanas Waspadai Dampaknya ke Harga Beras dan Gula

Harga Plastik Naik, Bapanas Waspadai Dampaknya ke Harga Beras dan Gula

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 14:31 WIB

Selat Hormuz Dibuka, PIS Siapkan Rute Darurat agar 2 Kapal Pertamina Kembali Berlayar

Selat Hormuz Dibuka, PIS Siapkan Rute Darurat agar 2 Kapal Pertamina Kembali Berlayar

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 13:21 WIB