Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Pertumbuhan Ekonomi RI Q1 2026 Capai 5,61 Persen, Purbaya Akui Sempat Tak Bisa Tidur

Dicky Prastya

Selasa, 05 Mei 2026 | 14:32 WIB
Pertumbuhan Ekonomi RI Q1 2026 Capai 5,61 Persen, Purbaya Akui Sempat Tak Bisa Tidur
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa saat konferensi pers APBN KiTa edisi Maret 2026 di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Selasa (5/5/2026). [Suara.com/Dicky Prastya]
baca 10 detik
  • BPS melaporkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan pertama 2026 mencapai 5,61 persen secara tahunan di Jakarta.
  • Capaian ini melampaui pertumbuhan triwulan sebelumnya serta dianggap sebagai keberhasilan Indonesia keluar dari kutukan ekonomi lima persen.
  • Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa berkomitmen mendukung sektor ekspor demi menjaga pertumbuhan ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global.

Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengomentari soal data Badan Pusat Statistik (BPS) yang mengungkapkan pertumbuhan ekonomi Indonesia di triwulan pertama tumbuh 5,61 persen.

Menkeu Purbaya berkelakar kalau pertumbuhan ekonomi yang sudah mencapai targetnya itu membuat konferensi pers APBN KiTa edisi Maret 2026 berjalan lebih santai. Sebab edisi kali ini penataan bangku dibuat melingkar, tak lagi berbaris depan-belakang seperti sebelumnya.

Dia juga bercanda kalau sebelum pengumuman BPS, Purbaya sempat tidak bisa tidur karena memikirkan apakah target pertumbuhan ekonomi tercapai atau tidak.

"Jadi kalau target tercapai, konferensi persnya santai lah. Saya enggak stres. Padahal semalam saya enggak bisa tidur, 'tercapai enggak, tercapai enggak'. Jadi begitu tercapai 5,61, waduh harus traktir," kata Purbaya dalam konferensi pers APBN KiTa edisi Maret 2026 di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Selasa (5/5/2026).

Bendahara Negara mengklaim kalau pertumbuhan ekonomi 5,61 persen ini merupakan prestasi luar biasa di tengah gejolak tekanan perekonomian global yang amat tidak menentu buntut perang Amerika Serikat vs Iran.

Jika dibandingkan dengan triwulan keempat 2025 dengan angka 5,39 persen, Purbaya mengatakan pertumbuhan ekonomi edisi ini jauh lebih tinggi. Bahkan ia mengklaim kalau Indonesia saat ini sudah terhindar dari 'kutukan' ekonomi 5 persen.

"Dulu 5.39, (sekarang) 5.61. Jadi clear sekali kita sudah bisa terlepas dari kutukan pertumbuhan 5 persen,"  lanjutnya.

Lebih jauh Purbaya memastikan perekonomian akan tumbuh ke arah lebih cepat, meskipun masih ada tantangan global mengingat perang AS vs Iran masih belum jelas kapan selesai.

"Jadi kita harus pastikan domestiknya tumbuh dengan bagus, dan segala mesin atau perusahaan-perusahaan yang export oriented, masih bisa ekspor, kita akan dukung supaya mereka bisa lebih kompetitif di global market," pungkasnya.

baca juga

Diketahui Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan I 2026 mencapai 5,61 persen secara tahunan (year on year/yoy), lebih tinggi dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar 4,87 persen.

Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, mengatakan capaian tersebut tercermin dari Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia atas dasar harga berlaku yang mencapai Rp6.187,2 triliun, sementara atas dasar harga konstan sebesar Rp3.447,7 triliun.

“Ekonomi Indonesia berdasarkan besaran Produk Domestik Bruto (PDB) pada triwulan satu 2026 atas dasar harga berlaku sebesar 6.187,2 triliun rupiah, atas dasar harga konstan 3.447,7 triliun rupiah, sehingga pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan satu 2026 bila dibandingkan triwulan satu 2025 atau secara year on year tumbuh 5,61 persen,” jelas Amalia di Kantor BPS RI, Jakarta, Selasa (5/5/2026).

Meski secara tahunan tumbuh kuat, secara kuartalan ekonomi Indonesia mengalami kontraksi 0,77 persen dibanding triwulan IV 2025. 

"Secara triwulanan, ekonomi Indonesia triwulan satu 2026 mengalami kontraksi sebesar 0,77 persen,” ujarnya.

Menurut BPS, kontraksi kuartalan tersebut merupakan pola musiman, sementara secara tahunan kinerja ekonomi menunjukkan penguatan yang lebih baik dibanding tahun sebelumnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

BPS Catatkan Pulau Jawa Sumbang 57,24 Persen PDB Indonesia Triwulan I 2026

BPS Catatkan Pulau Jawa Sumbang 57,24 Persen PDB Indonesia Triwulan I 2026

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 13:47 WIB

Sektor Pertambangan hingga Listrik Melemah, Ekonomi Indonesia Kuartal I 2026 Terkontraksi 0,77%

Sektor Pertambangan hingga Listrik Melemah, Ekonomi Indonesia Kuartal I 2026 Terkontraksi 0,77%

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 13:03 WIB

Potret Ketenagakerjaan RI: Pekerja Formal Menurun, Puluhan Juta Rakyat Pilih Kerja Serabutan

Potret Ketenagakerjaan RI: Pekerja Formal Menurun, Puluhan Juta Rakyat Pilih Kerja Serabutan

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 12:31 WIB

BPS: Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,61 Persen pada Triwulan I 2026, Industri Pengolahan Jadi Penopang

BPS: Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,61 Persen pada Triwulan I 2026, Industri Pengolahan Jadi Penopang

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 12:17 WIB

Dompet Kelas Menengah Lagi Kering, Alarm Bahaya Buat Ekonomi?

Dompet Kelas Menengah Lagi Kering, Alarm Bahaya Buat Ekonomi?

Your Say | Selasa, 05 Mei 2026 | 12:09 WIB

3 Bulan Pertama 2026 Ekonomi RI Terkontraksi 0,77 Persen, Sektor Energi Menjerit

3 Bulan Pertama 2026 Ekonomi RI Terkontraksi 0,77 Persen, Sektor Energi Menjerit

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 11:52 WIB

Terkini

Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering

Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 00:02 WIB

Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026

Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026

Bola | Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:55 WIB

Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain

Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:42 WIB

Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar

Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:26 WIB

Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU

Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok

Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok

Jabar | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:53 WIB

Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri

Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri

Lifestyle | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:52 WIB

Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor

Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor

Jabar | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:46 WIB

5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan

5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan

Lifestyle | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:42 WIB

Terungkap Penyebab Kematian Dokter PPDS di RSUD Tengku Rafian Siak

Terungkap Penyebab Kematian Dokter PPDS di RSUD Tengku Rafian Siak

Riau | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:41 WIB

×