Misbakhun Yakin Pertumbuhan 5,1 Persen Bisa Dicapai Sri Mulyani

Adhitya Himawan

Jum'at, 09 September 2016 | 06:44 WIB
Misbakhun Yakin Pertumbuhan 5,1 Persen Bisa Dicapai Sri Mulyani
Anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi Golkar, Misbakhun. [Dok DPR]

Rapat pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2017 terkait dengan asumsi makro ekonomi antara Komisi XI DPR dan Pemerintah berlangsung Rabu (7/9/2016) malam di ruang rapat Komisi XI DPR.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (SMI) dalam paparannya menyebutkan pertumbuhan ekonomi diproyeksikan mencapai 5,1-5,2 persen dengan melihat kondisi perekonomian global yang masih akan melambat. Proyeksi Menkeu tersebut mengoreksi pidato Presiden Jokowi saat menyampaikan Nota Keuangan beberapa waktu lalu sebesar 5,3 persen, oleh Menkeu dikoreksi menjadi 5,2 persen dengan alasan professional judgment, walau kemudian disepakati pertumbuhan sebesar 5,1 persen.

 Anggota Komisi XI DPR, Mukhamad Misbakhun tertarik dengan penjelasan Menkeu Sri Mulyani mengenai kondisi perekonomian global pada forum KTT G-20 di Hangzhou, Cina, 4-5 September lalu. Isu ekonomi menjadi salah satu sorotan dari banyak negara. Dalam tujuh tahun terakhir, pasca krisis yang terjadi, memang perekonomian dunia tidak pernah tumbuh lebih dari 3,5% bahkan mencapai level pertumbuhan sebelum krisis, adalah karena faktor sisi suplai, yaitu adanya stagnasi produksi terutama dari China.

Menurut Misbakhun, cerita Ibu SMI mengenai kondisi ekonomi global pada forum KTT G-20, bahwa pelambatan masih terjadi pada perekonomian dunia di tahun 2017, dan situasi itu akan masih berdampak hingga sekarang ini.

"Pelambatan masih terjadi di perekonomian dunia, sejak awal kita selalu bahas sentimen domestik. Karena itu, kreativitas kita akan menjadi pemacu pertumbuhan ekonomi kita sebagaimana program-program ekonomi di APBN," kata Misbakhun di gedung DPR Senayan, Kamis (8/9/2016).

Menurutnya, dengan jumlah penduduk sekitar 251 juta, maka akan menjadi daya dorong untuk konsumsi. Dengan demikian, secara otomatis bisa menggerakkan ekonomi kita.

"Saya mendorong pertumbuhan ekonomi yang hati-hati. Dan, saya sering menyampaikan bahwa begitu kita keluar dari ruangan ini, asumsi makro ini bukan milik DPR atau Pemerintah, melainkan milik negara. Ini harus bisa dibangun dengan baik," ujar politisi Golkar itu.

Misbakhun menegaskan, fungsi pemerintah selain menjaga kehati-hatian, juga harus mampu memberikan harapan dan optimisme. Optimisme pemerintah itu menjadi tolak ukur tahapan pembangunan kita.  Dengan demikian, respon pasar itu yang menjadi ukuran seberapa kredibel pencapaian kita. 

"Harus kita sadari bahwa pertumbuhan ekonomi ini akan mampu menciptakan lapangan pekerjaan, tapi dengan program pembangunan yang kreatif, pemerintah juga akan mampu menciptakan lapangan kerja," terangnya.

Misbakhun bilang,  angka-angka yang diusulkan pemerintah belum mempertimbangkan angka-angka yang menjadi target terpenuhinya tax amnesty. Kalau tax amnesty tercapai di tahun 2016, maka akan ada tambahan likuiditas tambahan masuk. Begitu ada repatriasi, sambungnya, tentunya akan banyak karena investasi ini tidak di satu tempat. 

"Bagi orang yang masih ingin ikut tax amnesty, akan menjadi pendorong dari nilai tukar rupiah dan dana SPN," ujarnya. 

Misbakhun berharap angka-angka yang disepakati pada asumsi makro APBN 2017 bisa diraih dan memberikan manfaat bagi masyarakat Indonesia.

"Mudah-mudahan itu semua bisa diraih dan mampu memberikan manfaat untuk kesejahteraan rakyat," tutupnya.

Diketahui, rapat tadi malam Komisi XI DPR dan Pemerintah menyepati sejumlah asumsi makro dalam RAPBN 2017 sebagai berikut; pertumbuhan ekonomi 5,1 persen (sebelumnya diusulkan 5,3 persen), Inflasi 4 persen, Nilai tukar rupiah Rp 13.300/US$, Suku bunga Surat Perbendaharaan Negara (SPN) 3 bulan adalah 5,3 persen. Selain itu disepakati pula tingkat pengangguran 5,6 persen, kemiskinan 10,5 persen. Kemudian, Gini Ratio 0,39, dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) 70,1. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Luhut Minta Sri Mulyani Royal Kasih Insentif ke Industri Migas

Luhut Minta Sri Mulyani Royal Kasih Insentif ke Industri Migas

Bisnis | Kamis, 08 September 2016 | 13:46 WIB

Potong Anggaran, Gerindra Tuduh Sri Mulyani Langgar Konstitusi

Potong Anggaran, Gerindra Tuduh Sri Mulyani Langgar Konstitusi

Bisnis | Selasa, 06 September 2016 | 16:18 WIB

DPR Desak Komisi IX Panggil Menkeu Minta Penjelasan

DPR Desak Komisi IX Panggil Menkeu Minta Penjelasan

Bisnis | Selasa, 06 September 2016 | 14:42 WIB

Misbakhun: Ingin Jadi Bangsa Merdeka, Bayarlah Pajak!

Misbakhun: Ingin Jadi Bangsa Merdeka, Bayarlah Pajak!

Bisnis | Selasa, 06 September 2016 | 13:55 WIB

Benarkah Golkar Ingin Duetkan Jokowi dan Sri Mulyani di 2019?

Benarkah Golkar Ingin Duetkan Jokowi dan Sri Mulyani di 2019?

News | Senin, 05 September 2016 | 13:48 WIB

Wacana Golkar Dorong Jokowi-Sri, Desmon: Omong Kosong

Wacana Golkar Dorong Jokowi-Sri, Desmon: Omong Kosong

News | Senin, 05 September 2016 | 13:29 WIB

Ini Resep Sri Mulyani untuk Mengurangi Angka Kemiskinan

Ini Resep Sri Mulyani untuk Mengurangi Angka Kemiskinan

Bisnis | Selasa, 30 Agustus 2016 | 18:11 WIB

Menkeu: Perhitungan Pertumbuhan Ekonomi 2017 Harus Realistis

Menkeu: Perhitungan Pertumbuhan Ekonomi 2017 Harus Realistis

Bisnis | Selasa, 30 Agustus 2016 | 18:05 WIB

Tax Amnesty Terbit, BI Optimis Realisasi Pertumbuhan Ekonomi Naik

Tax Amnesty Terbit, BI Optimis Realisasi Pertumbuhan Ekonomi Naik

Bisnis | Senin, 18 Juli 2016 | 15:25 WIB

Kemenkeu Optimis Pertumbuhan Ekonomi 2017 Capai 5,9 Persen

Kemenkeu Optimis Pertumbuhan Ekonomi 2017 Capai 5,9 Persen

Bisnis | Rabu, 13 Juli 2016 | 14:49 WIB

Terkini

Wamensos Apresiasi Bupati Sidrap Sediakan Lahan untuk Rumah Orang Tua Siswa Sekolah Rakyat

Wamensos Apresiasi Bupati Sidrap Sediakan Lahan untuk Rumah Orang Tua Siswa Sekolah Rakyat

News | Selasa, 03 November 2026 | 19:01 WIB

Krisis Iklim Ancam Kesehatan Dunia, WHO Didesak Tetapkan Status Darurat

Krisis Iklim Ancam Kesehatan Dunia, WHO Didesak Tetapkan Status Darurat

Health | Selasa, 03 November 2026 | 19:01 WIB

Temuan Mencurigakan di Pemkot Makassar, Appi Janji Bongkar Habis 'Anomali'

Temuan Mencurigakan di Pemkot Makassar, Appi Janji Bongkar Habis 'Anomali'

Sulsel | Selasa, 03 November 2026 | 19:00 WIB

Rakyat Diminta Berhemat, Pejabat Menikmati Fasilitas Negara?

Rakyat Diminta Berhemat, Pejabat Menikmati Fasilitas Negara?

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 19:00 WIB

Sengketa Lahan Gunung Sindur Memanas: Proses Mediasi di Pengadilan Negeri Cibinong Berpotensi Gagal

Sengketa Lahan Gunung Sindur Memanas: Proses Mediasi di Pengadilan Negeri Cibinong Berpotensi Gagal

News | Selasa, 03 November 2026 | 18:58 WIB

Siap Garap Album Baru di Tahun 2027, My Chemical Romance Bakal Rehat Tur

Siap Garap Album Baru di Tahun 2027, My Chemical Romance Bakal Rehat Tur

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 18:45 WIB

Kabar Baik Warga Jakbar! Proyek Pelebaran Jalan Raya Joglo Dilanjutkan Usai Mandek Sejak 2019

Kabar Baik Warga Jakbar! Proyek Pelebaran Jalan Raya Joglo Dilanjutkan Usai Mandek Sejak 2019

News | Selasa, 03 November 2026 | 18:36 WIB

Tito Dorong Percepatan Penanganan Bencana, Daerah Diberi Ruang Tetapkan Status Tanggap Darurat

Tito Dorong Percepatan Penanganan Bencana, Daerah Diberi Ruang Tetapkan Status Tanggap Darurat

News | Selasa, 03 November 2026 | 18:36 WIB

Membaca Pikiran Orang Seperti Membaca Buku: Memahami Bahasa Tubuh Manusia

Membaca Pikiran Orang Seperti Membaca Buku: Memahami Bahasa Tubuh Manusia

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 18:35 WIB

Dari Cabut Izin hingga Kompensasi Korban, Ini 5 Tuntutan Koalisi soal Karhutla

Dari Cabut Izin hingga Kompensasi Korban, Ini 5 Tuntutan Koalisi soal Karhutla

News | Selasa, 03 November 2026 | 18:34 WIB

×