Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.665.000
Beli Rp2.535.000
IHSG 6.116,690
LQ45 599,198
Srikehati 294,170
JII 361,413
USD/IDR 17.814

Inilah Dua Penyebab Kemiskinan Pada Seseorang

Adhitya Himawan

Senin, 26 September 2016 | 05:39 WIB
Inilah Dua Penyebab Kemiskinan Pada Seseorang
Motivator Tung Desem Waringin saat berbicara dalam seminar Financial Revolution di Jakarta, Jumat (23/9/2016). [Suara.com/Adhitya Himawan]

Pengusaha sukses sekaligus motivator Tung Desem Waringin mengatakan bahwa penyebab kemiskinan yang menimpa seseorang sebetulnya disebabkan hanya dua hal. Pertama adalah ketimpangan pengetahuan, kedua adalah ketimpangan keberanian.

"Dua hal itulah sebetulnya yang secara umum menjadi penyebab kemiskinan terjadi pada seseorang," kata Tung dalam seminar financial revolution di Jakarta, Jumat (23/9/2016).

Menurutnya, tidak semua orang memang memiliki pengetahuan serta tips bagaimana cara berpikir yang tepat untuk menjadi kaya dan beternak uang. Di sisi lain, banyak orang yang berada dalam kondisi taraf ekonomi yang kurang namun enggan melakukan tindakan yang lebih berani dan berisiko. "Kebanyakan orang merasa nyaman dengan kondisi diri mereka yang ada saat ini. Sehingga sulit untuk keluar dari zona nyaman tersebut," ujar Tung.

Mantan bankir Bank Central Asia (BCA) Tbk tersebut juga menyoroti pola pendidikan di Tanah Air. Menurutnya, segala jenjang pendidikan mulai dari dasar hingga tinggi akan bermuara pada tujuan mencari uang setelah lulus kuliah. Sayangnya, bagaimana berpikir dan bertindak yang benar untuk mencari uang justru tidak pernah diajarkan di berbagai sekolah di Indonesia. "Ini sungguh aneh bin ajaib," jelas Tung.

Tung juga mengkritik kebijakan pemerintah selama ini dalam mengentaskan kemiskinan. Berbagai program yang ada sebelum ini, seperti beras miskin (raskin) hanya memberikan insentif pada saat seseorang sedang miskin. Menurutnya, kebijakan pemerintah selama ini adalah kebijakan yang salah.

Ia mengaku telah menyampaikan kritiknya kepada Menteri Sosial Khofifah Indah Parawansa. "Seharusnya pemerintah bukan menelurkan kebijakan yang sifatnya hanya membantu kalangan orang yang sedang miskin. Saya tidak pernah setuju dengan kebijakan semacam itu. Yang benar adalah bagaimana mengeluarkan kebijakan yang membuat orang yang semula miskin bisa menjadi kaya," tutup Tung.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Anak Usaha Pertamina di Bidang Asuransi Raih Rating A

Anak Usaha Pertamina di Bidang Asuransi Raih Rating A

Bisnis | Senin, 26 September 2016 | 03:55 WIB

Bahrullah Akbar Terpilih Kembali Jadi Anggota BPK

Bahrullah Akbar Terpilih Kembali Jadi Anggota BPK

News | Kamis, 22 September 2016 | 05:32 WIB

Adira Insurance Kembangkan "Contact Centre"

Adira Insurance Kembangkan "Contact Centre"

Bisnis | Rabu, 21 September 2016 | 11:33 WIB

PPA Kapital Bangun Pabrik Kelapa Sawit di Riau

PPA Kapital Bangun Pabrik Kelapa Sawit di Riau

Bisnis | Rabu, 21 September 2016 | 06:47 WIB

Bank Muamalat Beri Pembiayaan Rp75 Miliar ke PT Duta Mentari Raya

Bank Muamalat Beri Pembiayaan Rp75 Miliar ke PT Duta Mentari Raya

Bisnis | Rabu, 21 September 2016 | 06:40 WIB

Pembiayaan Pasar Keuangan Jadi Kunci Pertumbuhan Ekonomi

Pembiayaan Pasar Keuangan Jadi Kunci Pertumbuhan Ekonomi

Bisnis | Selasa, 20 September 2016 | 13:46 WIB

Terkini

IPO RANS, Perusahaan Akui Risiko Besar di Balik Ketergantungan pada Raffi Ahmad-Nagita Slavina

IPO RANS, Perusahaan Akui Risiko Besar di Balik Ketergantungan pada Raffi Ahmad-Nagita Slavina

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 10:56 WIB

Haris Rusly Moti: Ada Kaum Oligarki Serakahnomic di Balik Narasi 1998 Redux

Haris Rusly Moti: Ada Kaum Oligarki Serakahnomic di Balik Narasi 1998 Redux

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 10:55 WIB

Profil Rans Entertaimen Indonesia, Perusahaan Raffi Ahmad yang Mau IPO

Profil Rans Entertaimen Indonesia, Perusahaan Raffi Ahmad yang Mau IPO

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 10:38 WIB

Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah

Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 10:18 WIB

RANS Mau IPO, Raffi Ahmad dan Gigi Bidik Dana Segar Rp429,25 Miliar

RANS Mau IPO, Raffi Ahmad dan Gigi Bidik Dana Segar Rp429,25 Miliar

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 10:18 WIB

PLN Kekurangan Batu Bara 20 Juta Ton, Bahlil Turun Tangan Bentuk Tim Pengawas Khusus

PLN Kekurangan Batu Bara 20 Juta Ton, Bahlil Turun Tangan Bentuk Tim Pengawas Khusus

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 10:06 WIB

Harga Cabai Mulai Mendingin, Kenaikan Beras dan Minyak Goreng Masih Membebani Konsumen

Harga Cabai Mulai Mendingin, Kenaikan Beras dan Minyak Goreng Masih Membebani Konsumen

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 09:56 WIB

Rupiah Tertekan, Dolar AS Terus Naik ke Level Rp17.855

Rupiah Tertekan, Dolar AS Terus Naik ke Level Rp17.855

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 09:36 WIB

Cuan untuk Investor, Buyback Emas Antam Naik Lebih Tinggi dari Harga Jual

Cuan untuk Investor, Buyback Emas Antam Naik Lebih Tinggi dari Harga Jual

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 09:32 WIB

Tak Hanya Belanja, Pengunjung PRJ Kini Berburu Investasi Emas

Tak Hanya Belanja, Pengunjung PRJ Kini Berburu Investasi Emas

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 09:27 WIB