Presiden Jokowi Diminta Serius Perangi Mafia Beras

Adhitya Himawan, Nikolaus Tolen

Senin, 10 Oktober 2016 | 16:22 WIB
Presiden Jokowi Diminta Serius Perangi Mafia Beras
Presiden Jokowi tiba di Yogyakarta, Senin (10/10/2016). [Dok Biro Setpres/Laily Rachev]

Pemerintah diminta serius untuk menangani mafia beras dengan modus pengoplosan beras subsidi Bulog. Pasalnya, keberadaan mafia beras sangat merugikan masyarakat.

"Presiden Jokowi harus serius memberantas mafia beras. Jangan dibiarkan mereka, atau Jokowi jangan pura-pura tidak tahu, rakyat sangat dirugikan dengan para mafia ini," kata Direktur Centre For Budget Analysis (CBA) Uchok Sky Khadafi dalam keterangan persnya, Senin (10/10/2016).

Jokowi kata dia, jangan hanya fokus pada pembangunan infrastruktur, dan melupakan persoalan pangan, khususnya mafia beras.

"Para mafia pengoblos beras subsidi di Cipinang harus diberantas karena berkaitan dengan beras subsidi. Kalau hanya Memperhatikan infrastruktur, berarti Jokowi hanya peduli kepada investor, dan lupa kepada beras subsidi yang harus dilindungi sebagai makanan rakyatnya sendiri," kata Uchok.

Sebelumnya, penyidik Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri menggerebek gudang sindikat mafia beras di Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta Timur, pada Kamis (6/110/2016) lalu. Ratusan ton beras yang telah dicampur turut disita dalam penggerebekan itu.

"Beras kurang lebih 200 ton, itu persediaan di gudang dan persediaan di gudang bulog untuk subsidi sekitar 68 ton," kata Direktur Tipideksus Bareskrim Brigjen Agung Setya.

Menurut Dirtipideksus, beras oplosan tersebut, dijual ke pasaran sebagai beras premium.

"Para pelaku menyalahgunakan distribusi cadangan beras pemerintah bersubsidi. Mereka melanggar Permendag Nomor 4 Tahun 2012 tentang penggunaan cadangan beras pemerintah untuk stabilitas harga," kata Agung.

Pasalnya, beras tersebut seharusnya diperuntukkan dalam kegiatan Operasi Pasar. Namun, faktanya, beras tersebut dicampur dengan beras lokal untuk dijual kembali.

Selain itu, beras Bulog Thailand 15 persen yang digunakan untuk campuran tersebut, juga diperoleh para pelaku dari distributor ilegal. Beras Bulog Thailand hanya didistribusikan oleh distributor yang telah ditetapkan oleh Pemerintah Provinsi.

Beras Thailand dengan komposisi 15 persen merupakan beras pecah (broken) yang diimpor pemerintah Indonesia dari negeri gajah putih untuk cadangan beras.

Impor tersebut dilakukan langsung oleh Bulog. Beras itu seharusnya diperuntukkan untuk kegiatan operasi pasar guna menstabilkan harga beras. Sesuai ketentuan, Bulog harus mendistribusikan beras tersebut kepada distributor yang telah ditunjuk pemerintah.

Sementara, Sekjen Pakar Pangan Jackson Kumaat mengatakan Bareskrim Polri harus menuntaskan kasus mafia pengoplosan beras.

"Beras itu buat rakyat miskin, kami mendukung penuh langkah Polri, untuk memberantas mafia beras. Ini beras untuk rakyat miskin, kenapa dijual," kata Jackson.

Dia menyadari sejak dulu barang-barang subsidi pemerintah selalu disalahgunakan. Sebab itu, kasus ini juga menjadi pekerjaan rumah (PR) bersama dalam menangani kasus mafia beras ini.

"Permasalahan Bulog kita harus sadari. Dari dulu barang subsidi pemerintah semua bermasalah. Subsidi-subsidi ini banyak disalahgunakan, ini jadi PR bersama," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Jokowi:  Illegal Fishing Kurangi Stok Ikan Dunia 90 Persen

Jokowi: Illegal Fishing Kurangi Stok Ikan Dunia 90 Persen

Bisnis | Senin, 10 Oktober 2016 | 14:12 WIB

Senin Esok, Jokowi Buka Simposium Perikanan di Yogyakarta

Senin Esok, Jokowi Buka Simposium Perikanan di Yogyakarta

Bisnis | Sabtu, 08 Oktober 2016 | 21:19 WIB

Jokowi Minta Kualitas Layanan Pendidikan dan Kesehatan Diperbaiki

Jokowi Minta Kualitas Layanan Pendidikan dan Kesehatan Diperbaiki

News | Rabu, 05 Oktober 2016 | 19:04 WIB

Sabtu Esok, Jokowi akan Resmikan Kawasan Ekonomi Khusus Sorong

Sabtu Esok, Jokowi akan Resmikan Kawasan Ekonomi Khusus Sorong

Bisnis | Rabu, 05 Oktober 2016 | 16:50 WIB

Presiden Jokowi Soroti Anggaran TVRI 4 Tahun Selalu Disclaimer

Presiden Jokowi Soroti Anggaran TVRI 4 Tahun Selalu Disclaimer

Bisnis | Rabu, 05 Oktober 2016 | 15:53 WIB

Jokowi Perintahkan Rantai Pasokan Gas Dipotong

Jokowi Perintahkan Rantai Pasokan Gas Dipotong

Bisnis | Selasa, 04 Oktober 2016 | 18:05 WIB

Jokowi Optimis Proyek MRT Bakal Rampung 2019

Jokowi Optimis Proyek MRT Bakal Rampung 2019

Bisnis | Sabtu, 01 Oktober 2016 | 19:56 WIB

Jokowi Bingung Kalau Ahok Cuti Kampanye, Ini Penyebabnya

Jokowi Bingung Kalau Ahok Cuti Kampanye, Ini Penyebabnya

News | Jum'at, 30 September 2016 | 19:35 WIB

Setnov Diisukan Kembali Jadi Ketua DPR, Ini Kata Politisi Golkar

Setnov Diisukan Kembali Jadi Ketua DPR, Ini Kata Politisi Golkar

News | Jum'at, 30 September 2016 | 18:12 WIB

Presiden Jokowi: Tindak Tegas Pelaku Perusakan Lingkungan

Presiden Jokowi: Tindak Tegas Pelaku Perusakan Lingkungan

News | Jum'at, 30 September 2016 | 03:10 WIB

Terkini

Siap Garap Album Baru di Tahun 2027, My Chemical Romance Bakal Rehat Tur

Siap Garap Album Baru di Tahun 2027, My Chemical Romance Bakal Rehat Tur

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 18:45 WIB

Kabar Baik Warga Jakbar! Proyek Pelebaran Jalan Raya Joglo Dilanjutkan Usai Mandek Sejak 2019

Kabar Baik Warga Jakbar! Proyek Pelebaran Jalan Raya Joglo Dilanjutkan Usai Mandek Sejak 2019

News | Selasa, 03 November 2026 | 18:36 WIB

Tito Dorong Percepatan Penanganan Bencana, Daerah Diberi Ruang Tetapkan Status Tanggap Darurat

Tito Dorong Percepatan Penanganan Bencana, Daerah Diberi Ruang Tetapkan Status Tanggap Darurat

News | Selasa, 03 November 2026 | 18:36 WIB

Membaca Pikiran Orang Seperti Membaca Buku: Memahami Bahasa Tubuh Manusia

Membaca Pikiran Orang Seperti Membaca Buku: Memahami Bahasa Tubuh Manusia

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 18:35 WIB

Dari Cabut Izin hingga Kompensasi Korban, Ini 5 Tuntutan Koalisi soal Karhutla

Dari Cabut Izin hingga Kompensasi Korban, Ini 5 Tuntutan Koalisi soal Karhutla

News | Selasa, 03 November 2026 | 18:34 WIB

Dekan FEB Unair: Ekonomi Kuartal III-2026 Tumbuh 5,3 Persen, Investasi dan Manufaktur Menguat

Dekan FEB Unair: Ekonomi Kuartal III-2026 Tumbuh 5,3 Persen, Investasi dan Manufaktur Menguat

Bisnis | Selasa, 03 November 2026 | 18:30 WIB

Sinopsis Love and Wifi in the Palace, Cinta Beda Zaman Lewat Smartphone

Sinopsis Love and Wifi in the Palace, Cinta Beda Zaman Lewat Smartphone

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 18:30 WIB

Bukan Hanya Warga Miskin, Desil 7-8 Juga Diusulkan Dapat BPJS PBI

Bukan Hanya Warga Miskin, Desil 7-8 Juga Diusulkan Dapat BPJS PBI

News | Selasa, 03 November 2026 | 18:28 WIB

Lip Balm Tinted untuk Apa? Intip Manfaat dan 3 Rekomendasinya

Lip Balm Tinted untuk Apa? Intip Manfaat dan 3 Rekomendasinya

Lifestyle | Selasa, 03 November 2026 | 18:25 WIB

Bermain di Teras Saat Hujan, Bocah 12 Tahun di Gandus Palembang Tewas Tersengat Listrik

Bermain di Teras Saat Hujan, Bocah 12 Tahun di Gandus Palembang Tewas Tersengat Listrik

Sumsel | Selasa, 03 November 2026 | 18:21 WIB

×