Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

DOID Tawarkan Obligasi Global Bond Senilai 500 Juta Dolar AS

Adhitya Himawan

Senin, 10 Oktober 2016 | 17:43 WIB
DOID Tawarkan Obligasi Global Bond Senilai 500 Juta Dolar AS
Ilustrasi batu bara. [Shutterstock]

PT Delta Dunia Makmur Tbk (DOID) melalui anak usahanya, PT Bukit Makmur Mandiri Utama (Buma) berencana menawarkan surat utang global maksimal 500 juta Dolar Amerika Serikat (AS). Dana hasil penerbitan surat utang akan di gunakan antara lain melunasi utang yang telah di terima Bukit Makmur berdasarkan perjanjian fasilitas Sumitomo Mitsui Banking Corporation (SMBC) dan perjanjian kredit CIMB pro rata.

Sebagai informasi, pada 13 Mei 2011 Bukit Makmur mendapatkan komitmen pinjaman 800 juta Dolar AS, dimana SMBC cabang Singapura menjadi agen fasilitas pinjaman.

"Rencana penawaran surat utang global maksimal 500 juta Dolar AS guna melunasi utang yang di terima anak usahanya yakni PT Bukit Makmur Utama (Buma) dari sindikasi bank akan memberikan dampak positif bagi DOID. Hal ini akan mempertahankan kas setara kas Perseroan serta Perseroan masih dapat melakukan ekspansi bisnis dan diharapkan juga akan memperbaiki raihan laba bersih Perseroan di kemudian hari," kata Analys Recapital Securites, Adi Kiswoyo Joe, dalam keterangan tertulis, Senin (10/10/2016).

Selain itu, aksi ini akan membuka opsi pendanaan pada masa depan untuk mencapai potensi pertumbuhan usaha jangka panjang. Adapun aksi ini akan di catatkan di Bursa Efek Singapura. Surat utang akan di tawarkan secara terbatas kepada investor pembeli awal. Informasi mengenai pembeli awal akan diumumkan paling lambat dua hari kerja setelah penyelesaian penerbitan surat utang. Sepanjang

 Semester I 2016, Perseroan membukukan pendapatan sebesar 259,17 juta Dolar AS atau turun 2,91 persen yoy.

"Sementara diperiode tersebut Perseroan berhasil membukukan laba bersih sebesar USD 8,03 juta dibandingkan periode yang sama tahun lalu Perseroan membukukan rugi bersih sebesar 10,14 juta Dolar AS," ujar Adi.

Disisi lain, PT Bukit Asam Tbk (PTBA) menargetkan dapat segera merealisasikan peningkatan kapasitas pengangkutan batubara tahun ini. Sebelumnya, perusahaan pelat merah ini menargetkan kapasitas
pengangkutan bisa melonjak 50 persen dari 15,8 juta ton di 2015 menjadi 23,7 juta ton di akhir 2016.

Untuk itu PTBA melakukan pengembangan berkelanjutan untuk jalur kereta menuju pelabuhan atau terminal batubara. Peningkatan kapasitas ini diharapkan dapat mengerek penjualan PTBA, khususnya untuk pasar ekspor. Saat ini, ekspor batubara PTBA mencapai Rp2,47 triliun. Angka ini setara dengan 36 persen dari total pendapatan perusahaan di semester 1-2016 yang tercatat sebesar Rp6,75 triliun. Adapun pengiriman ke luar negeri yang terbesar adalah untuk pasar Taiwan, Jepang, Prancis, Malaysia, India dan Sri Lanka.

Di sisi lain, PTBA belum berniat kembali meningkatkan kapasitas produksi batubara, walaupun harganya kini tengah menanjak. Di awal tahun, PTBA menargetkan dapat meningkatkan kapasitas produksinya sebesar 33,84 persen menjadi 25,75 juta ton. Tapi manajemen PTBA optimistis target produksi batubara tahun ini tercapai. Meski per Agustus lalu, produksi batubara PTBA baru sekitar 11,3 juta ton. Artinya masih kurang 14,45 juta ton yang perlu dikejar dalam empat bulan untuk mencapai target.

Sebagai informasi, saat ini PTBA memiliki izin lahan IUP seluas 93,977 hektare, dengan jumlah ketersediaan batubara mencapai 8,27 miliar ton dan cadangan atau reserve 3,33 miliar ton. (kontan/kis)

"Kenaikan kapasitas pengangkutan diharapkan ke depannya bisa membuat PTBA meningkatkan penjualannya di saat kebutuhan akan batubara meningkat. Karena untuk meningkatkan kapasitas pengangkutan dibutuhkan waktu. Sehingga sewaktu waktu kebutuhan batubara meningkat, PTBA sudah bisa mensupplynya dengan kapasitas pengangkutan yang sudah bertambah," tutup Adi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Investor Tunggu Kepastian Hasil Tenaga Kerja AS, IHSG Melemah

Investor Tunggu Kepastian Hasil Tenaga Kerja AS, IHSG Melemah

Bisnis | Senin, 10 Oktober 2016 | 17:33 WIB

Kawasan Industri Jababeka Rilis Obligasi Rp2,45  Triliun.

Kawasan Industri Jababeka Rilis Obligasi Rp2,45 Triliun.

Bisnis | Senin, 10 Oktober 2016 | 14:01 WIB

Sido Muncul Makin Gencar Ekspansi Bisnis ke Indonesia Timur

Sido Muncul Makin Gencar Ekspansi Bisnis ke Indonesia Timur

Bisnis | Jum'at, 07 Oktober 2016 | 13:21 WIB

Saham PGN Dinilai Paling Likuid Oleh BEI

Saham PGN Dinilai Paling Likuid Oleh BEI

Bisnis | Rabu, 05 Oktober 2016 | 16:07 WIB

Harga Ayam Stabil, Kinerja JAPFA Bertahan

Harga Ayam Stabil, Kinerja JAPFA Bertahan

Bisnis | Rabu, 05 Oktober 2016 | 12:26 WIB

PPRO Siap Pasarkan Apartemen di Margonda

PPRO Siap Pasarkan Apartemen di Margonda

Bisnis | Selasa, 04 Oktober 2016 | 17:34 WIB

Antam Incar Tambang Emas di Myanmar

Antam Incar Tambang Emas di Myanmar

Bisnis | Selasa, 04 Oktober 2016 | 17:22 WIB

IHSG Hari Ini Diprediksi Melemah

IHSG Hari Ini Diprediksi Melemah

Bisnis | Selasa, 04 Oktober 2016 | 16:47 WIB

Garuda Metalindo Telah Pakai Dana IPO Rp204,75 Miliar

Garuda Metalindo Telah Pakai Dana IPO Rp204,75 Miliar

Bisnis | Selasa, 04 Oktober 2016 | 15:59 WIB

DVLA Tutup Salah Satu Anak Usahanya

DVLA Tutup Salah Satu Anak Usahanya

Bisnis | Senin, 03 Oktober 2016 | 18:09 WIB

Terkini

Prabowo Bicara Persatuan Politik: Sebut PDIP dan Koalisi Punya Hati yang Sama

Prabowo Bicara Persatuan Politik: Sebut PDIP dan Koalisi Punya Hati yang Sama

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 00:19 WIB

Dari Pasal 33 UUD 1945 hingga Prabowonomics, Cak Imin Bicara Mimpi Kedaulatan Ekonomi

Dari Pasal 33 UUD 1945 hingga Prabowonomics, Cak Imin Bicara Mimpi Kedaulatan Ekonomi

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 00:15 WIB

Bisa Bikin Repot! Prabowo Kasih Cap 'Pemimpin Kancil' buat Dasco, Cak Imin dan Bahlil

Bisa Bikin Repot! Prabowo Kasih Cap 'Pemimpin Kancil' buat Dasco, Cak Imin dan Bahlil

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 00:01 WIB

Cak Imin Dukung Ekspor SDA Satu Pintu Prabowo, Sebut Ada 108 UU yang Harus Dibenahi

Cak Imin Dukung Ekspor SDA Satu Pintu Prabowo, Sebut Ada 108 UU yang Harus Dibenahi

News | Kamis, 23 Juli 2026 | 23:54 WIB

Pertamina Kilang Plaju Resmi Salurkan Biosolar B50, Tambah Pasokan Energi dari Sumatera Selatan

Pertamina Kilang Plaju Resmi Salurkan Biosolar B50, Tambah Pasokan Energi dari Sumatera Selatan

Sumsel | Kamis, 23 Juli 2026 | 23:42 WIB

Sidang Korupsi Perkimtan Palembang Ungkap Rp440 Juta Masuk ke Eks Kadis, Lalu Mengalir ke Mana?

Sidang Korupsi Perkimtan Palembang Ungkap Rp440 Juta Masuk ke Eks Kadis, Lalu Mengalir ke Mana?

Sumsel | Kamis, 23 Juli 2026 | 23:27 WIB

Cak Imin Minta Prabowo Revisi 108 Undang-Undang demi Kedaulatan Ekonomi

Cak Imin Minta Prabowo Revisi 108 Undang-Undang demi Kedaulatan Ekonomi

News | Kamis, 23 Juli 2026 | 23:25 WIB

PKB Gaungkan Prabowonomics di Harlah ke-28, Cak Imin: Ini Bukan Akal-akalan

PKB Gaungkan Prabowonomics di Harlah ke-28, Cak Imin: Ini Bukan Akal-akalan

News | Kamis, 23 Juli 2026 | 23:19 WIB

11 Warna Bedak yang Cocok untuk Kulit Hitam Manis, Dijamin Nampak Menyatu dan Flawless!

11 Warna Bedak yang Cocok untuk Kulit Hitam Manis, Dijamin Nampak Menyatu dan Flawless!

Lifestyle | Kamis, 23 Juli 2026 | 23:13 WIB

Cak Imin: Indonesia Kehilangan Arah Ekonomi Selama 25 Tahun

Cak Imin: Indonesia Kehilangan Arah Ekonomi Selama 25 Tahun

News | Kamis, 23 Juli 2026 | 23:10 WIB

×