Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.665.000
Beli Rp2.530.000
IHSG 6.177,139
LQ45 609,402
Srikehati 299,172
JII 368,427
USD/IDR 17.821

Pasar Amerika Melemah Setelah penurunan Tajam Harga Minyak

Adhitya Himawan

Jum'at, 21 Oktober 2016 | 10:58 WIB
Pasar Amerika Melemah Setelah penurunan Tajam Harga Minyak
Bursa saham NYSE di New York, Amerika Serikat. [Antara/Reuters]

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), Kamis (20/10/2016) ditutup turun sebesar 5 poin atau 0,10 persen ke level 5.403 setelah bergerak di antara 5.395-5.423. Sebanyak 126 saham naik, 143 saham turun, 103 saham tidak bergerak. Investor bertransaksi Rp 5.954 triliun. Di pasar reguler, investor asing membukukan transaksi beli bersih (net buy) Rp181 miliar.

Pasar Amerika ditutup lebih rendah, setelah penurunan tajam di harga minyak. Dalam menghadapi tingginya pengangguran, pertumbuhan yang lemah dan inflasi yang sangat rendah, ECB memperkenalkan stimulus yang sangat besar dalam beberapa tahun terakhir.

"Dow Jones melemah 0.22 persen ke level 18,162. S&P melemah 0.14 persen, untuk berakhir di 2,141. Dan Nasdaq turun 0.09 persen, untuk ditutup di 5,241," kata Direktur PT Investa Saran Mandiri, Hans Kwee, dalam keterangan resmi, Jumat (21/10/2016).

Pasar Eropa ditutup positif pada akhir perdagangan, dipicu oleh pelemahan Euro pasca European Central Bank meredam setiap kemungkinan untuk men-gurangi stimulus moneter danrally di sektor perbankan.Penguatan saham per-bankan mendominasi indeks blue chip Inggris seiring sentimen terdorong oleh laporan kuartalan bank-bank AS yang lebih baik dari ekspektasi.

"Indeks FTSE be-rakhir 0,07 persen lebih tinggi di 7, DAX naik 0,52 persen di level 10,701. CAC menguat 0,44 persen ke level 4,540," ujar Hans.

Hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) yang dilakukan kemarin memutuskan memangkas suku bunga acuan (BI seven day reverse repo rate) 25 basis points (bps) ke level 4,75 persen. Dengan pemangkasan tersebut, deposit facility dan lending facility turun 25 bps masing-masing menjadi 4 persen dan 5,5 persen.

Pihak BI mengatakan pelonggaran kebijakan tersebut sejalan dengan tetap terjaganya stabilitas ekonomi makro, khususnya inflasi 2016 yang diperkirakan mendekati batas bawah, defisit transaksi berjalan yang lebih baik, neraca pembayaran yang lebih besar, dan nilai tukar rupiah yang lebih stabil. Pelonggaran tersebut diyakini makin memperkuat dan mendorong permintaan do-mestik termasuk kredit sehingga mendorong momentum pertumbuhan ekonomi. Sementara dari sisi global, BI melihat ekonomi AS tahun ini lebih lambat yang tercermin dari konsumsi yang belum solid dan investasi yang masih terkontraksi. Sehingga suku bunga The Fed hanya mengalami kenaikan satu kali di 2016. BI juga pertumbuhan ekonomi Eropa dan India lebih tinggi dari yang diperirakan lantaran peningkatan konsumsi karena kenaikan pendapatan tenaga kerja.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Alam Sutera Terbitkan Obligasi Senilai 245 Juta Dolar AS

Alam Sutera Terbitkan Obligasi Senilai 245 Juta Dolar AS

Bisnis | Rabu, 19 Oktober 2016 | 11:46 WIB

Ekspektasi The Fed Naikkan Suku Bunga Menguat, Saham AS Menguat

Ekspektasi The Fed Naikkan Suku Bunga Menguat, Saham AS Menguat

Bisnis | Rabu, 19 Oktober 2016 | 11:40 WIB

Sisa Dana Hasil IPO Toba Bara Sejahtera Rp10,67 Miliar

Sisa Dana Hasil IPO Toba Bara Sejahtera Rp10,67 Miliar

Bisnis | Selasa, 18 Oktober 2016 | 11:25 WIB

Pergerakan Pasar Saham Eropa Masih Hati-hati

Pergerakan Pasar Saham Eropa Masih Hati-hati

Bisnis | Selasa, 18 Oktober 2016 | 11:16 WIB

Adaro Rampungkan Akuisisi Saham IndoMet Coal 120 Juta Dolar AS

Adaro Rampungkan Akuisisi Saham IndoMet Coal 120 Juta Dolar AS

Bisnis | Senin, 17 Oktober 2016 | 13:50 WIB

Risiko Perlambatan Ekonomi AS Membebani Sentimen Investor

Risiko Perlambatan Ekonomi AS Membebani Sentimen Investor

Bisnis | Senin, 17 Oktober 2016 | 13:33 WIB

Adaro Energy Jalin Kerjasama dengan Siam Cement Group

Adaro Energy Jalin Kerjasama dengan Siam Cement Group

Bisnis | Jum'at, 14 Oktober 2016 | 10:37 WIB

Data Ekonomi Cina Melemah, Pasar Saham AS dan Eropa Melemah

Data Ekonomi Cina Melemah, Pasar Saham AS dan Eropa Melemah

Bisnis | Jum'at, 14 Oktober 2016 | 10:28 WIB

Panin Financial Resmi Lepas Saham di Asuransi Multi Artha Guna

Panin Financial Resmi Lepas Saham di Asuransi Multi Artha Guna

Bisnis | Rabu, 12 Oktober 2016 | 14:12 WIB

Sentimen Pilpres AS Semakin Pengaruhi Pasar Saham Amerika

Sentimen Pilpres AS Semakin Pengaruhi Pasar Saham Amerika

Bisnis | Rabu, 12 Oktober 2016 | 14:03 WIB

Terkini

Potensi Pemasukan Negara Hilang dari Program MBG, Ini Penjelasan DJP

Potensi Pemasukan Negara Hilang dari Program MBG, Ini Penjelasan DJP

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 19:34 WIB

Saham BBCA Diserbu Asing, Target Harganya Bisa Capai Segini

Saham BBCA Diserbu Asing, Target Harganya Bisa Capai Segini

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 19:08 WIB

4 Perusahaan Ini Bakal Lakukan PHK, Lebih dari 5.000 Pekerja Terdampak

4 Perusahaan Ini Bakal Lakukan PHK, Lebih dari 5.000 Pekerja Terdampak

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 18:50 WIB

IHSG Diprediksi di Zona Hijau, Ini 3 Saham Pilihan yang Wajib Dipantau Pekan Ini

IHSG Diprediksi di Zona Hijau, Ini 3 Saham Pilihan yang Wajib Dipantau Pekan Ini

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 18:46 WIB

Bisnis Kedai Kopi Makin Ketat, Konsep 'Rumah Kedua' Jadi Senjata Bertahan

Bisnis Kedai Kopi Makin Ketat, Konsep 'Rumah Kedua' Jadi Senjata Bertahan

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 18:41 WIB

Rupiah Terus Melemah, Bank Mega Syariah Jamin Kinerja Kredit Komersial Tak Kendur

Rupiah Terus Melemah, Bank Mega Syariah Jamin Kinerja Kredit Komersial Tak Kendur

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 18:32 WIB

PTPN Investasi di Kesehatan Karyawan, Bidik SDM Lebih Produktif

PTPN Investasi di Kesehatan Karyawan, Bidik SDM Lebih Produktif

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 18:29 WIB

Tak Mau Kalah dari Changi dan KLIA, Bandara Minangkabau Bidik Jadi Hub Penerbangan

Tak Mau Kalah dari Changi dan KLIA, Bandara Minangkabau Bidik Jadi Hub Penerbangan

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 18:23 WIB

Dirjen Pajak Akui MBG dan Kopdes Merah Putih Berpotensi Hilangkan Penerimaan Negara

Dirjen Pajak Akui MBG dan Kopdes Merah Putih Berpotensi Hilangkan Penerimaan Negara

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 17:14 WIB

IHSG Dibayangi Sentimen Global dan MSCI, Cek Rekomendasi Saham Senin Ini!

IHSG Dibayangi Sentimen Global dan MSCI, Cek Rekomendasi Saham Senin Ini!

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 17:11 WIB