Array

Pasar Amerika Melemah Setelah penurunan Tajam Harga Minyak

Adhitya Himawan Suara.Com
Jum'at, 21 Oktober 2016 | 10:58 WIB
Pasar Amerika Melemah Setelah penurunan Tajam Harga Minyak
Bursa saham NYSE di New York, Amerika Serikat. [Antara/Reuters]

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), Kamis (20/10/2016) ditutup turun sebesar 5 poin atau 0,10 persen ke level 5.403 setelah bergerak di antara 5.395-5.423. Sebanyak 126 saham naik, 143 saham turun, 103 saham tidak bergerak. Investor bertransaksi Rp 5.954 triliun. Di pasar reguler, investor asing membukukan transaksi beli bersih (net buy) Rp181 miliar.

Pasar Amerika ditutup lebih rendah, setelah penurunan tajam di harga minyak. Dalam menghadapi tingginya pengangguran, pertumbuhan yang lemah dan inflasi yang sangat rendah, ECB memperkenalkan stimulus yang sangat besar dalam beberapa tahun terakhir.

"Dow Jones melemah 0.22 persen ke level 18,162. S&P melemah 0.14 persen, untuk berakhir di 2,141. Dan Nasdaq turun 0.09 persen, untuk ditutup di 5,241," kata Direktur PT Investa Saran Mandiri, Hans Kwee, dalam keterangan resmi, Jumat (21/10/2016).

Pasar Eropa ditutup positif pada akhir perdagangan, dipicu oleh pelemahan Euro pasca European Central Bank meredam setiap kemungkinan untuk men-gurangi stimulus moneter danrally di sektor perbankan.Penguatan saham per-bankan mendominasi indeks blue chip Inggris seiring sentimen terdorong oleh laporan kuartalan bank-bank AS yang lebih baik dari ekspektasi.

"Indeks FTSE be-rakhir 0,07 persen lebih tinggi di 7, DAX naik 0,52 persen di level 10,701. CAC menguat 0,44 persen ke level 4,540," ujar Hans.

Hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) yang dilakukan kemarin memutuskan memangkas suku bunga acuan (BI seven day reverse repo rate) 25 basis points (bps) ke level 4,75 persen. Dengan pemangkasan tersebut, deposit facility dan lending facility turun 25 bps masing-masing menjadi 4 persen dan 5,5 persen.

Pihak BI mengatakan pelonggaran kebijakan tersebut sejalan dengan tetap terjaganya stabilitas ekonomi makro, khususnya inflasi 2016 yang diperkirakan mendekati batas bawah, defisit transaksi berjalan yang lebih baik, neraca pembayaran yang lebih besar, dan nilai tukar rupiah yang lebih stabil. Pelonggaran tersebut diyakini makin memperkuat dan mendorong permintaan do-mestik termasuk kredit sehingga mendorong momentum pertumbuhan ekonomi. Sementara dari sisi global, BI melihat ekonomi AS tahun ini lebih lambat yang tercermin dari konsumsi yang belum solid dan investasi yang masih terkontraksi. Sehingga suku bunga The Fed hanya mengalami kenaikan satu kali di 2016. BI juga pertumbuhan ekonomi Eropa dan India lebih tinggi dari yang diperirakan lantaran peningkatan konsumsi karena kenaikan pendapatan tenaga kerja.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI