Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.890.000
Beli Rp2.770.000
IHSG 7.623,586
LQ45 759,945
Srikehati 349,574
JII 532,247
USD/IDR 17.136

Menhub: Dwelling Time di Pelabuhan Utama Turun Hasil Kerja Jokowi

Adhitya Himawan | Suara.com

Sabtu, 22 Oktober 2016 | 18:15 WIB
Menhub: Dwelling Time di Pelabuhan Utama Turun Hasil Kerja Jokowi
Suasana bongkar muat pelabuhan peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (18/10). [Antara]

Dua tahun kinerja Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla dengan Kabinet Kerjanya, Kementerian Perhubungan berhasil menurunkan dwelling time di pelabuhan utama di Indonesia. Demikian disampaikan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi di acara Peluncuran Buku “2 Tahun Pemerintahan Jokowi-JK, Akselerasi Mewujudkan Indonesia Sentris” di Jakarta, Jumat (21/10/2016).

Menhub mencontohkan di Pelabuhan Makasar, dwelling time pada Bulan Agustus 2016 adalah 4,69 hari. Namun pada bulan Oktober 2016, dwelling time di pelabuhan tersebut adalah 2,95 hari. Untuk Pelabuhan Tanjung Priok, pada bulan Oktober 2016, dwelling time turun menjadi 3,29 hari.

“Sementara di Pelabuhan Belawan pada bulan Oktober 2016, dwelling time sudah turun menjadi 3 hari dan di Pelabuhan Tanjung Perak menjadi 3,15 hari,” jelas Menhub.

Untuk moda darat dan penyeberangan, capaian yang telah dicapai dalam 2 tahun adalah pengadaan bus BRT sebanyak 1.863 bus; pembangunan pelabuhan penyeberangan sebanyak 20 pelabuhan penyeberangan; pengadaan kapal penyeberangan perintis sebanyak 16 kapal penyeberangan; dan membangun 8 Terminal Tipe A.

Menhub menyatakan capaian Kementerian Perhubungan untuk sektor perhubungan laut adalah membangun dan mengembangkan 56 pelabuhan. “Untuk sektor udara dan kereta api, Kementerian Perhubungan telah membangun 5 bandara baru dan membangun 487,7 km jalur kereta api,” jelas Menhub.

Selama 2 tahun masa kepemimpinannya, Presiden Joko Widodo telah meresmikan 9 bandara, 7 pelabuhan, dan 3 kapal penyeberangan. Beberapa hari lalu, Presiden meresmikan Bandara Nop Goliat Dekai, Bandara Miangas, Bandara Tanjung Api, dan Bandar Udara Kasiguncu.

Selama 2 tahun ini, Menhub menjelaskan, Pemerintah mengelola 1.130 pelabuhan, 111 pelabuhan dikelola oleh BUMN dan terdapat 1.573 TUKS. Sementara untuk bandara, Pemerintah mengelola 211 bandara dan sebanyak 26 bandara dikelola oleh BUMN.

“Kami membuka kesempatan kepada pihak swasta untuk bekerja sama dalam pengelolaan bandara dan pelabuhan. Bandara yang siap dikerjasamakan adalah Bandara Samarinda Baru, Bandara Hanandjoedin, Bandara Kalimarau, Bandara Radin Inten II, dan Bandara Juwatam” ujar Menhub.

Sementara untuk pelabuhan, Menhub menambahkan pelabuhan yang siap dikerjasamakan adalah Pelabuhan Calang, Pelabuhan Gunung Sitoli, Pelabuhan Sintete, Pelabuhan Badas, Pelabuhan Lembar, Pelabuhan Bima, Pelabuhan Labuan Bajo, Pelabuhan Bungkutoko, Pelabuhan Arar, Pelabuhan Bitung, Pelabuhan Manokwari, Pelabuhan Merauke, Pelabuhan Agats, dan Pelabuhan Tobelo.

“Di sektor perizinan, Kementerian Perhubungan telah melakukan 8 deregulasi di sektor transportasi dan pendelegasian 13 proses perizinan melalui pelayanan terpadu satu pintu BKPM serta telah selesai 7 perizinan,” papar Menhub.

Untuk mendukung konektivitas, Kementerian Perhubungan telah menetapkan 6 trayek tol laut dan akan mengembangkan 3 trayek tol laut di tahun 2017. “Dengan tol laut tersebut, contohnya harga semen sebelum tol laut adalah Rp. 100.000/sak di Jayapura dan setelah tol laut menjadi Rp. 80.000/sak di Jayapura,” jelas Menhub.

Kementerian Perhubungan menyelenggarakan rute perintis udara salah satunya dari Bandar Udara Nop Goliat Dekai ke Wamena. Dari Wamena, Kementerian Perhubungan telah menyelenggarakan rute perintis udara menuju kota Elelim, Karubaga, Mamit, Tiam, Kobagma, Mug, Mapenduma, dan Kenyam. selain program perintis udara yaitu dengan tol udara, Kementerian Perhubungan telah melakukan integrasi tol udara dan tol laut yang menghubungkan Timika-Agast dan dilanjutkan dengan rute short sea shipping yang menghubungkan Mamugu-Agast.

Menhub juga menjelaskan Kementerian Perhubungan melaksanakan konektivitas transportasi untuk mendukung 13 kawasan industri di luar Jawa; Kawasan Ekonomi Khusus (KEK); serta melakukan integrasi angkutan perkotaan.

Fokus pembangunan infrastruktur transportasi tahun 2015-2019 adalah pembangunan infrastruktur transportasi melalui pembiayaan APBN diarahkan untuk pembangunan di luar Pulau Jawa terutama kawasan timur Indonesia yang berorientasi kepada pelayanan publik. Fokus lainnya adalah pembangunan infrastruktur komersial di Jawa dan Bali diarahkan ke peran serta swasta dan BUMN.

“Dalam pembangunan sarana dan prasarana transportasi, Kementerian Perhubungan harus selalu mengedepankan keselamatan dan keamanan serta terwujudnya pelayanan transportasi yang handal,” tegas Menhub.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Presiden Rayakan Hari Santri di Pesantren Al Khairiyah Cilegon

Presiden Rayakan Hari Santri di Pesantren Al Khairiyah Cilegon

News | Sabtu, 22 Oktober 2016 | 16:46 WIB

INACA Klaim Industri Penerbangan Nasional Berkembang Pesat

INACA Klaim Industri Penerbangan Nasional Berkembang Pesat

Bisnis | Sabtu, 22 Oktober 2016 | 16:30 WIB

Menhub Budi Karya Minta Maskapai Penerbangan Berbenah

Menhub Budi Karya Minta Maskapai Penerbangan Berbenah

Bisnis | Sabtu, 22 Oktober 2016 | 16:26 WIB

Jokowi Dianggap Berhasil Dorong Penguatan Demokrasi

Jokowi Dianggap Berhasil Dorong Penguatan Demokrasi

News | Sabtu, 22 Oktober 2016 | 12:06 WIB

Kebijakan Satu Harga BBM Jokowi Dikritik Persulit Pertamina

Kebijakan Satu Harga BBM Jokowi Dikritik Persulit Pertamina

Bisnis | Jum'at, 21 Oktober 2016 | 16:49 WIB

Jokowi Kembali Minta Perizinan Daerah Disederhanakan

Jokowi Kembali Minta Perizinan Daerah Disederhanakan

Bisnis | Jum'at, 21 Oktober 2016 | 11:44 WIB

Presiden Jokowi: Pungli Lemahkan Daya Saing Nasional

Presiden Jokowi: Pungli Lemahkan Daya Saing Nasional

Bisnis | Jum'at, 21 Oktober 2016 | 11:36 WIB

Jokowi Prioritaskan Bangun Infrastruktur di Perbatasan

Jokowi Prioritaskan Bangun Infrastruktur di Perbatasan

Bisnis | Jum'at, 21 Oktober 2016 | 11:30 WIB

Politisi Golkar: Pembenahan Sektor Hukum di Era Jokowi Lambat

Politisi Golkar: Pembenahan Sektor Hukum di Era Jokowi Lambat

News | Jum'at, 21 Oktober 2016 | 10:43 WIB

Presiden Jokowi Jamin Pulau Terdepan akan Terus Dibangun

Presiden Jokowi Jamin Pulau Terdepan akan Terus Dibangun

Bisnis | Rabu, 19 Oktober 2016 | 15:00 WIB

Terkini

Fundamental Ekonomi Kuat di tengah Ketidakpastian, Indonesia Kian Dilirik Investor Global

Fundamental Ekonomi Kuat di tengah Ketidakpastian, Indonesia Kian Dilirik Investor Global

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 19:38 WIB

Harga Nikel Langsung Terkerek Aturan Baru ESDM, Tapi Tekan Industri Smelter

Harga Nikel Langsung Terkerek Aturan Baru ESDM, Tapi Tekan Industri Smelter

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 19:31 WIB

Program 3 Juta Rumah Libatkan 185 Industri dan Serap Tenaga Kerja

Program 3 Juta Rumah Libatkan 185 Industri dan Serap Tenaga Kerja

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 19:30 WIB

Program Gentengisasi Digeber, 40 Ribu Rumah di Jabar Dapat Bantuan

Program Gentengisasi Digeber, 40 Ribu Rumah di Jabar Dapat Bantuan

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 19:27 WIB

Anggaran Subsidi Energi Terus Bengkak, Insentif EV Perlu Diberlakukan Lagi?

Anggaran Subsidi Energi Terus Bengkak, Insentif EV Perlu Diberlakukan Lagi?

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 19:21 WIB

Alasan Harga Emas Justru Turun di Tengah Konflik

Alasan Harga Emas Justru Turun di Tengah Konflik

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 19:12 WIB

Di saat Harga Avtur Melambung, Maskapai Vietnam Justru Agresif Tambah Frekuensi Penerbangan

Di saat Harga Avtur Melambung, Maskapai Vietnam Justru Agresif Tambah Frekuensi Penerbangan

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 18:45 WIB

Pemerintah Umumkan Respons Pembelaan Investigasi Dagang AS Hari Ini

Pemerintah Umumkan Respons Pembelaan Investigasi Dagang AS Hari Ini

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 18:39 WIB

Airlangga Akui AS Penyumbang Surplus Perdagangan dan Destinasi Ekspor Terbesar RI

Airlangga Akui AS Penyumbang Surplus Perdagangan dan Destinasi Ekspor Terbesar RI

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 18:26 WIB

Airlangga Ungkap Alasan Cicilan Kopdes Merah Putih Dibayar dari APBN

Airlangga Ungkap Alasan Cicilan Kopdes Merah Putih Dibayar dari APBN

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 18:14 WIB