BI: Inflasi DKI Dipicu Tarif yang Diatur Pemerintah

Arsito Hidayatullah

Rabu, 02 November 2016 | 02:27 WIB
BI: Inflasi DKI Dipicu Tarif yang Diatur Pemerintah
Ilustrasi Bank Indonesia. [Antara]

Suara.com - Bank Indonesia (BI) menilai inflasi Oktober 2016 di DKI Jakarta yang meningkat menjadi 0,25 persen dipicu kenaikan tarif kelompok barang yang diatur pemerintah yakni tarif listrik, bahan bakar rumah tangga dan tarif angkutan kereta api.

"Inflasi dari tarif kelompok barang yang diatur pemerintah atau administered prices antara lain karena kenaikan bahan bakar rumah tangga sebesar 4,71 persen dan naiknya tarif listrik sebesar 2,20 persen dibandingkan bulan sebelumnya (mtm), terkait dengan kebijakan kenaikan tarif 12 golongan listrik nonsubsidi," kata Kepala Kantor Perwakilan BI DKI Jakarta, Doni P Joewono, dalam keterangannya di Jakarta, Selasa malam.

Selain tarif bahan bakar dan listrik, kata Doni, kenaikan cukai rokok secara bertahap sejak awal 2016, serta tarif kereta rel listrik commuter line juga turut menyumbang kenaikan kelompok inflasi administered prices.

"Kenaikan harga bahan bakar rumah tangga, tarif listrik dan tarif KRL ini pula yang menjadi faktor penyebab lebih tingginya inflasi Jakarta dibandingkan dengan inflasi nasional," kata dia.

Inflasi di DKI Jakarta pada Oktober 2016 ini sebesar 0,25 persen lebih tinggi dari September yang sebesar 0,18 persen, dan juga inflasi nasional sebesar 0,14 persen.

Sementara, untuk kelompok bahan pangan yaang harganya bergejolak (volatile food) pada Oktober 2016 ini kembali deflasi. Deflasi, kata Doni, disebabkan dari turunnya harga daging dan hasil-hasilnya, serta bumbu-bumbuan.

Daging ayam ras mengalami deflasi sebesar 2,86 persen dibanding September 2016, diikuti dengan harga telur ayam ras yang juga mencatat deflasi sebesar 3,06 persen.

Adapun harga beras di DKI Jakarta saat ini masih relatif stabil dengan kecenderungan turun dengan deflasi 0,15 persen.

"Manajemen stok yang sudah lebih baik serta perbaikan rantai pasokan beras di DKI Jakarta melalui optimalisasi BUMD pangan DKI Jakarta, mampu menahan gejolak yang berlebih di Ibukota," ujarnya.

Pada November 2016, BI memperkirakan tekanan inflasi akan meningkat. Kondisi hujan yang berkepanjangan akibat fenomena La Nina, kata Doni, masih menjadi faktor risiko yang perlu terus diperhatikan.

Hingga Oktober 2016 ini, inflasi tahun berjalan di DKI Jakarta mencapai 1,85 persen (year to date/ytd), sementara inflasi nasional 2,11 persen (ytd). [Antara]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

BPS Sebut Oktober 2016 Terjadi Inflasi 0,14 Persen

BPS Sebut Oktober 2016 Terjadi Inflasi 0,14 Persen

Bisnis | Selasa, 01 November 2016 | 12:25 WIB

BI Berharap Pertumbuhan Ekonomi 2017 Melebihi Asumsi RAPBN 2017

BI Berharap Pertumbuhan Ekonomi 2017 Melebihi Asumsi RAPBN 2017

Bisnis | Rabu, 26 Oktober 2016 | 06:38 WIB

BI Optimis Inflasi Indonesia Sampai Akhir 2016 Terkendali

BI Optimis Inflasi Indonesia Sampai Akhir 2016 Terkendali

Bisnis | Jum'at, 21 Oktober 2016 | 15:12 WIB

BI Prediksi Surplus Neraca Pembayaran Indonesia Meningkat

BI Prediksi Surplus Neraca Pembayaran Indonesia Meningkat

Bisnis | Jum'at, 21 Oktober 2016 | 15:06 WIB

Terkini

Pertalite Viral Disebut Tercampur Air, Ini Tanggapan Pertamina

Pertalite Viral Disebut Tercampur Air, Ini Tanggapan Pertamina

Bisnis | Selasa, 03 November 2026 | 19:38 WIB

Tim Freeport Indonesia Raih Juara Umum IFRC 2026

Tim Freeport Indonesia Raih Juara Umum IFRC 2026

Bisnis | Selasa, 03 November 2026 | 19:35 WIB

Menguliti Sisi Gelap Dunia Kerja di Novel Kami (Bukan) Jongos Berdasi

Menguliti Sisi Gelap Dunia Kerja di Novel Kami (Bukan) Jongos Berdasi

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 19:35 WIB

Penerima Bansos Punya Tabungan Rp100 Juta, Kemensos Dalami Data

Penerima Bansos Punya Tabungan Rp100 Juta, Kemensos Dalami Data

News | Selasa, 03 November 2026 | 19:34 WIB

Duit Kripto Rp85 Triliun di Binance Kabur!

Duit Kripto Rp85 Triliun di Binance Kabur!

Bisnis | Selasa, 03 November 2026 | 19:34 WIB

Promo 11.11 Gadget Day Blibli Histeria, Kenali iPhone 18 Pro Max dengan Fitur Premium!

Promo 11.11 Gadget Day Blibli Histeria, Kenali iPhone 18 Pro Max dengan Fitur Premium!

Sumsel | Selasa, 03 November 2026 | 19:28 WIB

Dari Pekarangan ke Pasar, Perempuan Ganesha Mukti Membangun Kemandirian Pangan

Dari Pekarangan ke Pasar, Perempuan Ganesha Mukti Membangun Kemandirian Pangan

Sumsel | Selasa, 03 November 2026 | 19:23 WIB

9 Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam Usia 30 Tahun ke Atas

9 Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam Usia 30 Tahun ke Atas

Lifestyle | Selasa, 03 November 2026 | 19:21 WIB

Soroti Aksi 28 Oktober, LBH Yogyakarta Ungkap 32 Korban dan Dugaan Kekerasan

Soroti Aksi 28 Oktober, LBH Yogyakarta Ungkap 32 Korban dan Dugaan Kekerasan

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 19:20 WIB

Catatan Kelam Malioboro: 8 Luka Berat, Turis Disiksa, Janji Pengobatan Menguap?

Catatan Kelam Malioboro: 8 Luka Berat, Turis Disiksa, Janji Pengobatan Menguap?

News | Selasa, 03 November 2026 | 19:18 WIB

×