Suara.com - Rektor Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) Prof Dr Ellen J Kumaat mengatakan Indonesia mampu melakukan ekspansi ternak babi hingga ke pasar global, khususnya Asia Tenggara dengan memanfaatkan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).
"Indonesia berpeluang melakukan ekspansi ternak babi hingga ke pasar global, karena jumlah peternakannya tergolong surplus," kata Ellen di sela-sela seminar Nasional Peternakan Babi di Manado, Kamis (10/11/2016).
Data Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan menunjukkan bahwa sejak tahun 2006 ternak babi Indonesia tergolong surplus, hampir satu juta ekor dalam setahun.
"Prospek ini dapat mengantar Indonesia untuk melakukan ekspansi ke pasar global karena permintaan juga cukup tinggi," jelasnya.
Apalagi, katanya, dengan adanya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), hambatan perdagangan berkurang yang tentunya akan berdampak pada peningkatan ekspor serta GDP Indonesia.
"Jika kita mampu memenuhi permintaan pasar dengan surplusnya ternak Babi di Indonesia, maka kinerja ekspor akan semakin tinggi," jelasnya.
Ellen berharap melalui seminar nasional membahas peternakan babi ini, akan dihasilkan berbagai kiat dan strategi yang tepat untuk mencapai standar tersebut sambil mengangkat usaha kecil menengah di pedesaan.
Apalagi, katanya, masyarakat yang melakukan ternak babi berada di pedesaan, jika produksi ini bisa masuk pasar ekspor pasti akan memberikan nilai tambah bagi masyarakat di desa.
"Otomatis kesejahteraan petani dan peternak akan meningkat," jelasnya.
Jika sektor ini meningkat, katanya, otomatis pertumbuhan ekonomi akan meningkat dan angka kemiskinana di desa akan menurun. (Antara)