Suara.com - Sebuah warung makan non-halal menjadi sorotan setelah didemo warga setempat.
Warung bernama “Mie dan Babi Tepi Sawah” mendapat penolakan karena menjual makanan berbahan babi yang dinilai tidak sesuai dengan lingkungan sekitar.
Aksi penolakan dilakukan dengan pemasangan puluhan spanduk di sepanjang jalan menuju lokasi usaha.
Warga bahkan sempat menutup akses jalan menggunakan urugan tanah untuk menghambat operasional warung tersebut.
Meski mendapat tekanan, pemilik usaha bernama Jodi memilih untuk tetap bertahan.
Selengkapnya dalam video ini.
Creative/Video Editor: Najwa/Vanya