Presiden Jokowi Sebut Biaya Bangun Infrastruktur Rp5.000 Triliun

Adhitya Himawan, Erick Tanjung

Jum'at, 11 November 2016 | 07:17 WIB
Presiden Jokowi Sebut Biaya Bangun Infrastruktur Rp5.000 Triliun
Presiden Jokowi dalam Pembukaan Indonesia Infrastructure Week Tahun 2016 di Jakarta Convention Center (JCC), Rabu (9/11/2016). [Dok Biro Pers Setpres/Kris]

Sektor infrastruktur merupakan salah satu faktor penentu tingkat daya saing nasional. Demikian disampaikan Presiden Joko Widodo saat menyampaikan sambutan dalam acara Peresmian Pembukaan Indonesia Infrastructure Week Tahun 2016 di Jakarta Convention Center (JCC), Rabu (9/11/2016).

"Problem besar kita dalam daya saing adalah urusan dengan korupsi, kedua inefisiensi birokrasi, dan ketiga berkaitan dengan infrastruktur. Infrastruktur ini terus kita kejar. Saya sudah sampaikan Menteri PU saya nggak mau bekerja satu shift, tapi maunya tiga shift karena sudah tertinggal jauh," kata Presiden.

Untuk mewujudkan hal tersebut, Presiden Jokowi mengatakan akan membuka peluang seluas-luasnya bagi sektor swasta untuk terlibat dalam pembangunan infrastruktur. Presiden mengakui, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tidak bisa mencukupi kebutuhan biaya infrastruktur selama lima tahun yang mencapai R5.000 triliun.

"Saya sudah tugaskan Bappenas untuk pembiayaan infrastruktur dari non APBN. Mendorong peran swasta pertama, mendorong dana pensiun dan dana yang lain sehingga semuanya tidak tergantung pada yang namanya APBN," ujar Presiden.

Di depan sekitar ratusan investor yang hadir dalam acara tersebut, Presiden menawarkan tiga skema berinvestasi untuk meningkatkan pembangunan infrastruktur di Tanah Air. Yang pertama adalah skema sekuritisasi, yaitu menjual aset kepada swasta untuk mendapatkan suntikan modal kembali untuk membangun infrastruktur yang lain.

"Saya sudah sampaikan ke Jasamarga, Wijaya Karya, Waskita Karya yang memiliki jalan tol, tugasmu adalah membangun jalan tol sebanyak-banyaknya, bukan memiliki jalan tol sehingga yang sudah ground field mulai dilepas supaya dapat modal lagi untuk membangun ditempat yang lain. Kalau dimiliki ya sebulan berapa kantongin, nggak bangun apa-apa. Ini bertahun-tahun kita seperti itu. Sehingga menswastakan, mensekuritisasi itu yang ingin kita lakukan," ucap Presiden.

Kemudian skema yang kedua adalah skema konsesi, yaitu pengelolaan aset infrastruktur umum oleh swasta. Presiden telah membuka kesempatan bagi sektor swasta untuk masuk ke pembangunan infrastruktur umum seperti bandar udara dan pelabuhan.

"Silakan yang mau masuk, baik yang berupa pelabuhan berupa airport. Silakan, skema seperti ini yang akan terus kita kembangkan. Beberapa pelabuhan sudah dilepas Kementerian Perhubungan untuk ditawarkan, peluang seperti ini yang terus kita tawarkan karena APBN tidak cukup untuk membangun infrastruktur yang ada di negara kita," imbuh Presiden.

Langkah ketiga, menurut Presiden, adalah pembangunan infrastruktur pendukung. Presiden mengingatkan agar pembangunan tidak hanya terfokus pada infrastruktur dengan skala besar saja, namun juga di skala menengah dan kecil.

"Orang hanya melihat yang besar-besar, padahal menengah dan kecil banyak peluang yang bisa dimasuki. Begitu ada proyek besar pasti ada restoran yang masuk, hotel bintang tiga akan muncul. Hal seperti ini yang tidak dilihat. Ini peluang yang bisa diambil sehingga kecepatan kita dalam membangun infrastruktur bisa kita lakukan," kata Presiden.

Komitmen Penindakan Tindak Korupsi dan Peningkatan Efisiensi Birokrasi

Dalam acara tersebut, Presiden Jokowi juga sempat menyinggung faktor korupsi dan inefisiensi birokrasi yang turut berpengaruh terhadap daya saing bangsa. Presiden menegaskan akan terus melakukan pemberantasan tindak korupsi dan reformasi birokrasi.

"Korupsi yang gede-gede sudah dikerjakan KPK, yang kecil-kecil yang meresahkan, yang menjengkelkan yang berkaitan dengan pungli akan terus secara konsisten akan dikerjakan. Sehingga ekonomi biaya tinggi dapat betul-betul kita potong. Tanpa itu jangan berharap daya saing akan naik," tegas Presiden.

Namun, Presiden meyakini bahwa tidak semua pekerjaan rumah tersebut dapat diselesaikan secara bersamaan. Presiden mengatakan akan fokus terlebih dahulu terhadap pembangunan infrastruktur, kemudian ke masalah inefisiensi birokrasi dan korupsi.

"Fokus di infrastruktur dulu, nanti babak kedua fokus di apa, jangan semua dikerjakan, nggak akan kelihatan hasilnya. Kita lihat 2018 hasil jalan tol seperti apa, pelabuhan, airport, pembangkit listrik akan kelihatan. Dan itulah daya saing kita akan kelihatan karena semuanya dalam proses menuju jadi," ujar Presiden menambahkan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Hari Pahlawan, Jokowi Pimpin Ziarah Nasional di TMP Kalibata

Hari Pahlawan, Jokowi Pimpin Ziarah Nasional di TMP Kalibata

News | Kamis, 10 November 2016 | 08:51 WIB

Presiden Jokowi Ingatkan Persaingan Global yang Semakin Sengit

Presiden Jokowi Ingatkan Persaingan Global yang Semakin Sengit

Bisnis | Rabu, 09 November 2016 | 14:37 WIB

Pembangunan Indonesia Sentris untuk Wujudkan Persatuan Indonesia

Pembangunan Indonesia Sentris untuk Wujudkan Persatuan Indonesia

Bisnis | Rabu, 09 November 2016 | 14:30 WIB

Presiden Jokowi akan Luncurkan Toko Online Korpri

Presiden Jokowi akan Luncurkan Toko Online Korpri

Bisnis | Rabu, 09 November 2016 | 09:24 WIB

Jokowi Minta Pembangunan Infrastruktur Dasar di Papua Dipercepat

Jokowi Minta Pembangunan Infrastruktur Dasar di Papua Dipercepat

Bisnis | Rabu, 09 November 2016 | 07:06 WIB

Ketua DPR Dorong Presiden Tidak Hanya Sambangi Dua Ormas Islam

Ketua DPR Dorong Presiden Tidak Hanya Sambangi Dua Ormas Islam

News | Selasa, 08 November 2016 | 15:26 WIB

Jokowi akan Ungkap Aktor Politik yang Tunggangi Aksi 4 November

Jokowi akan Ungkap Aktor Politik yang Tunggangi Aksi 4 November

News | Selasa, 08 November 2016 | 13:46 WIB

Di PP Muhammadiyah, Jokowi Tegaskan Tak Akan Lindungi Ahok

Di PP Muhammadiyah, Jokowi Tegaskan Tak Akan Lindungi Ahok

News | Selasa, 08 November 2016 | 12:48 WIB

Presiden Jokowi Sambangi PP Muhammadiyah

Presiden Jokowi Sambangi PP Muhammadiyah

News | Selasa, 08 November 2016 | 12:29 WIB

Jokowi Pastikan Jalan Tol Becakayu Bisa Beroperasi Maret 2017

Jokowi Pastikan Jalan Tol Becakayu Bisa Beroperasi Maret 2017

Bisnis | Senin, 07 November 2016 | 11:19 WIB

Terkini

OJK Satukan Regulasi Sektor Keuangan Syariah, Perbankan hingga Fintech

OJK Satukan Regulasi Sektor Keuangan Syariah, Perbankan hingga Fintech

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 23:42 WIB

Shin Tae-yong Absen Karena Sakit Hadapi PSMS, Persija Incar Kemenangan Perdana di League Cup

Shin Tae-yong Absen Karena Sakit Hadapi PSMS, Persija Incar Kemenangan Perdana di League Cup

Bola | Senin, 02 November 2026 | 23:25 WIB

Puluhan UMKM Pulo Panjang Dapat Bantuan Peningkatan Produksi dan Pemasaran

Puluhan UMKM Pulo Panjang Dapat Bantuan Peningkatan Produksi dan Pemasaran

Banten | Senin, 02 November 2026 | 23:08 WIB

QRIS Error, Nasabah MNC Bank Panik Tarik Tunai Dibatasi Maksimal Rp2 Juta

QRIS Error, Nasabah MNC Bank Panik Tarik Tunai Dibatasi Maksimal Rp2 Juta

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 23:08 WIB

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pencabulan, Korban Mengaku Dua Kali Dilecehkan

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pencabulan, Korban Mengaku Dua Kali Dilecehkan

Banten | Senin, 02 November 2026 | 23:05 WIB

Dosen Unsri Kembangkan Laboratorium Hidup Biomassa Sebagai Sumber Ekonomi Desa Ganesha Mukti

Dosen Unsri Kembangkan Laboratorium Hidup Biomassa Sebagai Sumber Ekonomi Desa Ganesha Mukti

Sumsel | Senin, 02 November 2026 | 23:02 WIB

Kapolres Bogor Bantah Pelaku Pembunuhan Bobotoh Suporter Persikabo: Bukan Suporter Klub Mana Pun

Kapolres Bogor Bantah Pelaku Pembunuhan Bobotoh Suporter Persikabo: Bukan Suporter Klub Mana Pun

Jabar | Senin, 02 November 2026 | 22:57 WIB

Aturan Baru Batas Penghasilan Tidak Kena Pajak Meluncur 2027?

Aturan Baru Batas Penghasilan Tidak Kena Pajak Meluncur 2027?

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 22:52 WIB

KPK Sita Rp106,3 Miliar di Kasus ATR/BPN, Kuasa Hukum Summarecon Buka Suara

KPK Sita Rp106,3 Miliar di Kasus ATR/BPN, Kuasa Hukum Summarecon Buka Suara

Bogor | Senin, 02 November 2026 | 22:49 WIB

Kapolda Banten Larang Polisi dan Tamu Ngevape di Kantor Kepolisian, Pelanggar Terancam Sanksi

Kapolda Banten Larang Polisi dan Tamu Ngevape di Kantor Kepolisian, Pelanggar Terancam Sanksi

Banten | Senin, 02 November 2026 | 22:39 WIB

×