Pembangunan Indonesia Sentris untuk Wujudkan Persatuan Indonesia

Adhitya Himawan, Erick Tanjung

Rabu, 09 November 2016 | 14:30 WIB
Pembangunan Indonesia Sentris untuk Wujudkan Persatuan Indonesia
Presiden Jokowi saat memberikan sambutan pada Musyawarah Nasional

Pembangunan infrastruktur merupakan satu dari dua hal besar yang menjadi program percepatan dalam lima tahun pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla. Bila dahulu pembangunan lebih difokuskan di Pulau Jawa, kini program tersebut disebar merata ke seluruh Indonesia. Demikian ditegaskan Presiden Joko Widodo saat memberikan sambutan pada Musyawarah Nasional VIII Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) di Balai Kartini, Jakarta, Rabu (9/11/2016).

"Pembangunan infrastruktur sekarang tidak Jawa-sentris tetapi Indonesia-sentris. Alhamdulillah ini sudah dua tahun tol trans-Sumatera sudah dimulai dari Lampung menuju ke Aceh," ujar Presiden.

Presiden kemudian mengajak anggota LDII yang diketahui tersebar hingga ke luar pulau Jawa untuk turut mengawasi jalannya pembangunan. Hal tersebut disampaikannya sembari menunjukkan foto pembangunan jalan tol tersebut.

"Saya titip ikut diawasi agar kualitas barangnya menjadi barang yang baik. Kalau ada hal-hal yang kira-kira tidak baik, kualitas aspal atau kualitas cornya, bisiki saya lewat Bapak Ketua Umum," ucapnya.

Selain di Sumatera, Presiden juga menerangkan bahwa pembangunan infrastruktur juga digalakkan di pulau-pulau lain seperti Kalimantan dan Sulawesi misalnya. Terhadap sejumlah pembangunan infrastruktur pendukung transportasi tersebut, Presiden menargetkan untuk dapat diselesaikan selama dua tahun ke depan.

"Di Kalimantan juga sudah dimulai yang Balikpapan-Samarinda, kemudian yang di Manado-Bitung juga sudah dimulai. Insya Allah dalam dua tahun ini akan selesai," terang Presiden.

Bukan tanpa sebab pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla ini serius mengejar percepatan pembangunan infrastruktur, utamanya yang berkaitan dengan dukungan transportasi. Presiden melihat dan merasakan sendiri bahwa biaya transportasi di Indonesia masih terbilang mahal.

"Dibandingkan Singapura dan Malaysia masih 2,5 kali lipat. Mahal sekali kita ini. Biaya logistik kita juga kurang lebih sama, 2 sampai 2,5 kali lipat. Jadi kalau membawa barang dari satu kota ke kota yang lain, dari provinsi satu ke provinsi yang lain, betul-betul biaya di Indonesia masih mahal karena infrastrukturnya belum siap," ungkap Presiden.

Dengan semakin terjangkaunya biaya transportasi dan logistik, ke depannya diharapkan harga barang dan komoditas juga akan semakin terjangkau. Menurut Presiden, dengan semakin terjangkaunya harga barang-barang, itulah saatnya Indonesia mampu bersaing dengan negara-negara lain. Oleh sebab itu, selain pembangunan jalan, pembangunan pelabuhan, jalur kereta, dan bandara pun juga terus dikejar.

"Pelabuhan juga. Pelabuhan-pelabuhan besar sekarang dibangun di Kuala Tanjung, Tanjung Priok New Port, dan Makassar New Port. Nanti insya Allah akhir tahun ini akan dimulai lagi di Sorong," jelas Presiden.

Indonesia memang tak hanya pulau Jawa semata. Tersebar setidaknya 17 ribu pulau di perairan Indonesia. Pembangunan infrastruktur yang dilakukan secara merata di seluruh Indonesia ini jelas menunjukkan tekad pemerintah untuk menyatukan bangsa yang sejak dahulu diperkaya dengan keberagaman ini.

"Inilah yang akan mempersatukan bangsa kita. Karena dari Aceh bisa langsung terbang ke Papua, dari Aceh bisa langsung berlayar ke timur, ke Sulawesi, ke Ambon, dan yang lain-lain. Tanpa itu persatuan kita akan sulit untuk kita jalin. Jadi arahnya bukan hanya masalah harga, tetapi juga berkaitan dengan persatuan kita," tegasnya.

Turut hadir mendampingi Presiden dalam acara tersebut Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara, serta sejumlah pengurus dan anggota DPP LDII dari seluruh Indonesia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Presiden Jokowi akan Luncurkan Toko Online Korpri

Presiden Jokowi akan Luncurkan Toko Online Korpri

Bisnis | Rabu, 09 November 2016 | 09:24 WIB

Jokowi Minta Pembangunan Infrastruktur Dasar di Papua Dipercepat

Jokowi Minta Pembangunan Infrastruktur Dasar di Papua Dipercepat

Bisnis | Rabu, 09 November 2016 | 07:06 WIB

Kolaborasi Pemerintah dan Swasta di Proyek Infrastruktur Membaik

Kolaborasi Pemerintah dan Swasta di Proyek Infrastruktur Membaik

Bisnis | Rabu, 09 November 2016 | 06:51 WIB

Ketua DPR Dorong Presiden Tidak Hanya Sambangi Dua Ormas Islam

Ketua DPR Dorong Presiden Tidak Hanya Sambangi Dua Ormas Islam

News | Selasa, 08 November 2016 | 15:26 WIB

Biaya Bangun Jalur KA Yogyakarta-Magelang Diprediksi Rp6 Triliun

Biaya Bangun Jalur KA Yogyakarta-Magelang Diprediksi Rp6 Triliun

Bisnis | Selasa, 08 November 2016 | 14:52 WIB

Sri Mulyani: Indonesia Punya Kekuatan Tangkal Sentimen Negatif

Sri Mulyani: Indonesia Punya Kekuatan Tangkal Sentimen Negatif

Bisnis | Selasa, 08 November 2016 | 14:27 WIB

Pemerintah Alokasikan Rp187,5 Miliar Buat Restorasi 7 Danau

Pemerintah Alokasikan Rp187,5 Miliar Buat Restorasi 7 Danau

Bisnis | Selasa, 08 November 2016 | 14:14 WIB

Sri Mulyani Optimis Pertumbuhan Ekonomi RI di Q4 2016 Lebih Baik

Sri Mulyani Optimis Pertumbuhan Ekonomi RI di Q4 2016 Lebih Baik

Bisnis | Selasa, 08 November 2016 | 14:02 WIB

Jokowi akan Ungkap Aktor Politik yang Tunggangi Aksi 4 November

Jokowi akan Ungkap Aktor Politik yang Tunggangi Aksi 4 November

News | Selasa, 08 November 2016 | 13:46 WIB

Menhub akan Hidupkan Lagi Jalur KA Yogyakarta-Magelang

Menhub akan Hidupkan Lagi Jalur KA Yogyakarta-Magelang

Bisnis | Selasa, 08 November 2016 | 13:09 WIB

Terkini

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Jawa Tengah | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:50 WIB

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:49 WIB

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:21 WIB

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:11 WIB

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:04 WIB

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Lifestyle | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

×