Ini Sebab Banyak Bisnis Media Online Baru Terhambat

Adhitya Himawan

Minggu, 20 November 2016 | 07:40 WIB
Ini Sebab Banyak Bisnis Media Online Baru Terhambat
Workshop bertajuk How to Monetize Your Blog and Web, di Pekanbaru, Riau, Sabtu (19/11/2016). [Suara.com/Adhitya Himawan]

Pesatnya perkembangan internet membuat pertumbuhan media online di Indonesia begitu pesat. Tak hanya itu, para pemilik blog di internet atau lazim disebut blogger juga semakin menjamur.

Sayangnya meskipun jumlah media online dan blogger begitu pesat pertambahan jumlahnya, masih banyak yang mengalami kesulitan untuk mengembagkannya menjadi sebuah bisnis yang menghasilkan uang dan keuntungan yang signifikan.

Ghanniy Fitra dari UCWeb dan blogger Indonesia, mengatakan salah satu sebabnya adalah banyaknya konten dari berbagai media online atau bloger yang tidak tepat dalam menjawab kebutuhan masyarakat.

"Atau sebaliknya, masyarakat membutuhkan konten-konten yang bersifat khusus, malah menemukan konten yang sifatnya general," kata Ghanniy dalam wawancara dengan Suara.com, usai workshop bertajuk How to Monetize Your Blog and Web, dalam ajang Festival Media 2016 di Pekanbaru, Riau, Sabtu (19/11/2016).

Penyebab yang kedua adalah monetisasi di Indonesia yang tidak efisien. Selama ini umumnya mereka menjual konten atau branding serta minta dihubungkan dengan agency untuk keperluan periklanan. Selama ini model bisnis seperti inilah yang banyak berkembang di Indonesia. 

Ketiga, tidak ada sumber daya yang mendukung pertumbuhan media online tersebut agar berkembang secara maksimal menjadi sebuah entitas bisnis yang menguntungkan.

"Kami menawarkan tiga terobosan untuk membuat perubahan. Pertama, teknologi big data, kedua sumber daya, dan ketiga pengalaman," ujar Ghanniy.

Ghanny menjelaskan selama ini UCWeb memiliki program kompetisi untuk memacu kualitas konten dari media online atau blogger. Hadiahnya berupa bantuan pendanaan bagi sang pemenang. 

Selain itu, UCWeb juga memiliki jaringan dengan 200 media mainstream. Dengan jaringan yang dimiliki UCWeb, traffic pengunjung dari blog yang bekerja sama akan terbantu untuk mengalami peningkatan traffic.

"Tapi bukan berarti kami bisa memberikan traffic tinggi karena bekerja sama dengan banyak media. Melainkan kami mendistribusikan traffic-traffic yang sudah ada," tutup Ghanny.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

AJI Indonesia Dorong Penguatan Bloger dan Media Online

AJI Indonesia Dorong Penguatan Bloger dan Media Online

News | Minggu, 20 November 2016 | 07:04 WIB

AJI Indonesia Akui Kini Banyak Media Sosial Lakukan Pembodohan

AJI Indonesia Akui Kini Banyak Media Sosial Lakukan Pembodohan

News | Minggu, 20 November 2016 | 06:34 WIB

Blogger Ini Didesak Agar Segera Dieksekusi Hukuman Mati

Blogger Ini Didesak Agar Segera Dieksekusi Hukuman Mati

News | Senin, 14 November 2016 | 23:54 WIB

AJI Jakarta Desak Polisi Usut Kekerasan pada Jurnalis Kompas TV

AJI Jakarta Desak Polisi Usut Kekerasan pada Jurnalis Kompas TV

News | Senin, 07 November 2016 | 07:22 WIB

Protes Kekerasan TNI Pada Wartawan, AJI Jakarta Demonstrasi

Protes Kekerasan TNI Pada Wartawan, AJI Jakarta Demonstrasi

News | Jum'at, 07 Oktober 2016 | 17:42 WIB

Tentara Pukul Jurnalis, IJTI: TNI Tak Belajar dari Masa Lalu

Tentara Pukul Jurnalis, IJTI: TNI Tak Belajar dari Masa Lalu

News | Senin, 03 Oktober 2016 | 19:01 WIB

AJI Minta Panglima TNI Usut Tuntas Kasus Pemukulan Jurnalis NET

AJI Minta Panglima TNI Usut Tuntas Kasus Pemukulan Jurnalis NET

News | Senin, 03 Oktober 2016 | 16:30 WIB

AJI: Soni 'NET TV' Diperiksa Seperti KPK Menangkap TSK

AJI: Soni 'NET TV' Diperiksa Seperti KPK Menangkap TSK

News | Senin, 03 Oktober 2016 | 16:19 WIB

AJI Jayapura: Kebebasan Pers di Papua Barat Jangan Dikebiri

AJI Jayapura: Kebebasan Pers di Papua Barat Jangan Dikebiri

News | Rabu, 14 September 2016 | 12:12 WIB

AJI Medan Boikot Lomba Foto & Video yang Diadakan Puspen TNI

AJI Medan Boikot Lomba Foto & Video yang Diadakan Puspen TNI

News | Selasa, 30 Agustus 2016 | 20:37 WIB

Terkini

Semarak Pembukaan Asian Games 2026

Semarak Pembukaan Asian Games 2026

Foto | Minggu, 20 September 2026 | 06:00 WIB

Bank BSN Perluas Solusi Keuangan Syariah Berbasis Emas

Bank BSN Perluas Solusi Keuangan Syariah Berbasis Emas

Foto | Minggu, 20 September 2026 | 05:00 WIB

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

MK Hapus Presidential Threshold, Surya Paloh Dengar Wacana Syarat Baru: Minimal Dukungan 2 Fraksi

MK Hapus Presidential Threshold, Surya Paloh Dengar Wacana Syarat Baru: Minimal Dukungan 2 Fraksi

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

×