AJI: Soni 'NET TV' Diperiksa Seperti KPK Menangkap TSK

Pebriansyah Ariefana, Dwi Bowo Raharjo

Senin, 03 Oktober 2016 | 16:19 WIB
AJI: Soni 'NET TV' Diperiksa Seperti KPK Menangkap TSK
Jumpa pers AJI Indonesia dengan Dewan Pers. (suara.com/Dwi Bowo Raharjo)

Suara.com - Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia mengencam keras aksi pemukulan dan penganiayaan yang dilakukan oknum TNI terhadap sorang kontributor NET TV, Soni Misdananto (30) yang sedang meliput di Kota Madiun, Jawa Timur, Minggu (2/10/2016) kemarin.

Ketua AJI Indonesia Suwarjono menyayangkan proses pemeriksaan yang begitu panjang dilakukan oleh pihak TNI kepada jurnalis NET TV. Soni diperiksa dari pukul 22.00 WIB kemarin sampai dengan 12.00 siang, Senin (3/10/2016).

"Sampai pukul 12.00 tadi Soni masih diperiksa di POM Batalyon 501 Raider di Madiun, sejak semalam," ujar Suwarjono di kantor Dewan Pers, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Senin (3/10/2016).

AJI juga menyayangkan proses pemeriksaan terhadap Soni tidak dapat didampingi oleh kuasa hukum maupun dari rekan-rekan jurnalis lainya.

"Yang membuat kami tertekan adalah pemeriksaan yang luar biasa panjang seperti KPK menangkap TSK, dari jam 10 malam sampi jam 12 ini," katanya.

Kekerasan ini bermula saat Soni melakukan perjalanan menuju Madiun, di sekitar perempatan Te'an terlihat sejumlah aparat gabungan TNI dan Polisi yang berjaga mengamankan Suroan. Kemudian, muncul konvoi kendaraan paling depan anggota perguruan silat yang menabrak kendaraan pengguna jalan yang berhenti di lampu merah.

Secara spontan, Soni mengeluarkan kamera mengabadikan peristiwa kecelakaan itu. Di tengah merekam peristiwa itu, muncul sejumlah anggota TNI AD Yonif 501 Rider Madiun yang menyerbu dan menghajar peserta konvoi yang terlibat kecelakaan tersebut.

Soni pun tetap merekam peristiwa itu hingga tiba-tiba sejumlah anggota TNI mendatangi dan menginterogasinya. Usai menjelaskan identitasnya sebagai Kontributor Net TV, salah satu prajurit meneriaki kawan-kawannya yang terlibat pemukulan peserta konvoi.

Prajurit itu memberitahukan jika ada wartawan yang merekam pemukulan itu dan langsung menghentikan aksinya. Selanjutnya, Soni dibawa paksa menuju sebuah rumah yang terdapat banyak anggota TNI dan Polisi.

Soni menduga mereka adalah personil pengamanan gabungan yang ditugaskan menjaga peringatan Suroan di sepanjang jalan. Di tempat itu, dia kembali diinterogasi dan diminta menunjukkan tanda pengenalnya sebagai Kontributor Net TV.

Selain itu, anggota TNI lainnya juga meminta kamera milik Soni dan mengambil memori card yang berisi rekaman pemukulan tersebut. Di depannya, anggota TNI itu mematahkan memori card dan mengancam untuk tidak memberitakan.

Di tengah interogasi dan intimidasi itu, sejumlah anggota TNI tiba-tiba masuk dan langsung menghajar Soni dengan brutal. Diawali dengan pemukulan pada kepalanya menggunakan besi berbentuk lengkung, pipi kirinya juga ditonjok dengan keras. Pemukulan paling menyakitkan, menurut Soni, adalah tendangan lutut dari seorang prajurit yang menghantam badannya.

Dalam kondisi dikeroyok dan tak bisa melawan, dia ditarik oleh seseorang dari kerumunan itu dan dipindahkan ke rumah salah satu warga yang menjadi lokasi penitipan sepeda.

Belum lama menarik nafas dari hajaran brutal TNI, seorang prajurit kembali mendatangi. Dia meminta Kartu Tanda Penduduk milik Soni dan memotretnya menggunakan kamera ponsel. Usai memotret, anggota TNI itu mengancam untuk tidak memberitakan dan akan mencari keberadaan Soni di rumahnya jika tetap menyiarkan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

AJI Jayapura: Kebebasan Pers di Papua Barat Jangan Dikebiri

AJI Jayapura: Kebebasan Pers di Papua Barat Jangan Dikebiri

News | Rabu, 14 September 2016 | 12:12 WIB

AJI Medan Boikot Lomba Foto & Video yang Diadakan Puspen TNI

AJI Medan Boikot Lomba Foto & Video yang Diadakan Puspen TNI

News | Selasa, 30 Agustus 2016 | 20:37 WIB

Untuk Keempat Kalinya, AJI Indonesia dan Bank Permata Gelar BJA

Untuk Keempat Kalinya, AJI Indonesia dan Bank Permata Gelar BJA

Press Release | Kamis, 04 Agustus 2016 | 21:55 WIB

AJI Denpasar Serukan Mediasi Kasus Facebook Gubernur Bali

AJI Denpasar Serukan Mediasi Kasus Facebook Gubernur Bali

News | Senin, 01 Agustus 2016 | 02:26 WIB

Dianggap Halangi Kerja Jurnalis, AJI Yogya Kecam Kapolres Yogya

Dianggap Halangi Kerja Jurnalis, AJI Yogya Kecam Kapolres Yogya

News | Senin, 27 Juni 2016 | 15:45 WIB

AJI Anggap Lucu Penyitaan Benda Berbau Komunis

AJI Anggap Lucu Penyitaan Benda Berbau Komunis

News | Kamis, 12 Mei 2016 | 16:34 WIB

Kontras Beberkan Perilaku Polisi di World Press Freedom Day Yogya

Kontras Beberkan Perilaku Polisi di World Press Freedom Day Yogya

News | Kamis, 05 Mei 2016 | 20:03 WIB

AJI Indonesia: Kasus Yogya Coreng Indonesia di Mata Internasional

AJI Indonesia: Kasus Yogya Coreng Indonesia di Mata Internasional

News | Rabu, 04 Mei 2016 | 14:46 WIB

AJI Jakarta Protes Keras ke Panitia Pameran Industri Tembakau

AJI Jakarta Protes Keras ke Panitia Pameran Industri Tembakau

News | Jum'at, 29 April 2016 | 10:00 WIB

Ini Dua Opsi untuk Memperjuangkan Nasib Para Kontributor

Ini Dua Opsi untuk Memperjuangkan Nasib Para Kontributor

Bisnis | Rabu, 23 Maret 2016 | 19:17 WIB

Terkini

Gerindra Minta Kasus Dugaan Penyadapan Prabowo Diusut Tanpa Intervensi

Gerindra Minta Kasus Dugaan Penyadapan Prabowo Diusut Tanpa Intervensi

News | Rabu, 04 November 2026 | 21:32 WIB

Awas! Harga Bitcoin di Ambang Jurang, Ini Level Kritis yang Wajib Dipantau

Awas! Harga Bitcoin di Ambang Jurang, Ini Level Kritis yang Wajib Dipantau

Bisnis | Rabu, 04 November 2026 | 21:25 WIB

Ponpes HQ Sukoharjo Digeledah Polisi, Menag Tegaskan Hukum Berbicara

Ponpes HQ Sukoharjo Digeledah Polisi, Menag Tegaskan Hukum Berbicara

Jogja | Rabu, 04 November 2026 | 21:18 WIB

Dari Modal Rp 400 Ribu, Ade Sukses Kembangkan Usaha Rumahan hingga Beromzet Rp 98 Juta

Dari Modal Rp 400 Ribu, Ade Sukses Kembangkan Usaha Rumahan hingga Beromzet Rp 98 Juta

Lifestyle | Rabu, 04 November 2026 | 21:14 WIB

20.980 Prajurit TNI Disiapkan ke Jakarta, TNI AD Ungkap Alasan Pengerahan Pasukan

20.980 Prajurit TNI Disiapkan ke Jakarta, TNI AD Ungkap Alasan Pengerahan Pasukan

Sumsel | Rabu, 04 November 2026 | 21:14 WIB

Daftar Angka Keberuntungan 12 Shio dari Tikus hingga Babi

Daftar Angka Keberuntungan 12 Shio dari Tikus hingga Babi

Lifestyle | Rabu, 04 November 2026 | 21:05 WIB

Kepala Bappeda DKI Atika Nur Rahmania Meninggal Dunia

Kepala Bappeda DKI Atika Nur Rahmania Meninggal Dunia

News | Rabu, 04 November 2026 | 21:04 WIB

Lagu Anak-anak Berjaya Lagi! Sikilku Iso Muni Sabet AMI Awards 2026

Lagu Anak-anak Berjaya Lagi! Sikilku Iso Muni Sabet AMI Awards 2026

Entertainment | Rabu, 04 November 2026 | 21:02 WIB

Ulasan Cerpen Senyum Karyamin: Ironi Kemiskinan dan Kritik Ahmad Tohari

Ulasan Cerpen Senyum Karyamin: Ironi Kemiskinan dan Kritik Ahmad Tohari

Your Say | Rabu, 04 November 2026 | 21:00 WIB

Isu Pengerahan Warga Berbayar Rp50 Ribu di Jogja, RANS Akui Rombak Ulang Agenda

Isu Pengerahan Warga Berbayar Rp50 Ribu di Jogja, RANS Akui Rombak Ulang Agenda

Bisnis | Rabu, 04 November 2026 | 20:56 WIB

×