Menteri Airlangga Klaim Indonesia Punya Banyak Industri Juara

Adhitya Himawan

Senin, 12 Desember 2016 | 06:29 WIB
Menteri Airlangga Klaim Indonesia Punya Banyak Industri Juara
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto di Jakarta, Kamis (25/8/2016). [Suara.com/Adhitya Himawan]

Indonesia memiliki cukup banyak cabang industri olahan non-migas yang juara dalam ajang pertarungan di pasar domestik maupun internasional. Sektor-sektor unggulan ini mampu tumbuh signifikan di tengah perlambatan ekonomi global dan memberikan kontribusi besar terhadap ekonomi nasional.

“Pada triwulan III tahun 2016, kinerja mereka di atas 5-6 persen. Misalnya, industri makanan dan minuman yang tumbuh 9,8 persen, hampir dua kali lipat dari pertumbuhan ekonomi,” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto dalam keterangan tertulis, Minggu (11/12/2016).

Selanjutnya, industri barang galian bukan logam tumbuh sebesar 7,2 persen, industri kulit, barang dari kulit dan alas kaki sebesar 6,9 persen, serta industri barang logam, komputer, barang elektronik, optik dan peralatan listrik sebesar 6,2 persen. “Tidak berarti sektor-sektor lain yang pertumbuhannya rendah, tidak juara. Seperti di sektor agro, industri olahan CPO dan kertas kita, cukup berdaya saing di pasar ekspor,” ungkap Airlangga.

Di samping itu, industri alat angkutan juga didorong menjadi sektor andalan Tanah Air. “Kami telah berbicara dengan prinsipal industri otomotif Jepang, mereka sepakat akan mengekspor produk dari Indonesia ke belahan bumi selatan. Kemudian, Indonesia juga dijadikan basis ekspor sepeda motor ke seluruh dunia dengan local content-nya yang sudah mencapai 90 persen. Innovation center mereka pun ada di Indonesia,” papar Airlangga.

Menurutnya, hingga saat ini, sektor industri pengolahan non-migas masih menjadi pendongkrak utama dalam pertumbuhan ekonomi nasional dengan menyumbangkan 18 persen, meskipun perhitungannya mulai dari pengolahan bahan baku sampai di pintu pabrik. “Value chain industri tidak hanya sampai di pintu pabrik, tetapi hingga kepada konsumen atau industri lainnya,” ujar Airlangga.

Menperin meyakini, apabila perhitungan kontribusi industri ditambah dengan jasa terkait industri, kontribusinya bisa meningkat hingga 28 persen. “Contohnya, kalau kita bicara industri tekstil, di setiap kampung pasti ada penjahit. Sedangkan untuk industri otomotif, akan ada bengkel, distributor, sampai ke jasa tambal ban dan yang lain,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Umum Pengurus Pusat IA-ITB Ridwan Djamaluddin mengatakan, ekonomi Indonesia tumbuh cukup baik, sebesar lima persen hingga kuartal III tahun ini. Demikian pula dengan indikator ekonomi lainnya. Akan tetapi, IA-ITB beranggapan itu saja tidak cukup.

"Oleh karenanya, diperlukan semangat Indonesianisme untuk mencintai produk Indonesia, membangun sinergi dan membentuk jejaring industri, manufaktur dan infrastuktur antara pemerintah, BUMN, korporasi swasta serta teknopreneur. Hal ini mutlak diperlukan untuk membangun Indonesia menjadi bangsa pemenang di sektor industri manufaktur,” paparnya.

Menurut Ridwan, IA-ITB yang memiliki kompetensi dalam bidang teknologi akan terus mendorong bangsa Indonesia menjadi bangsa pemenang yang memiliki daya saing kuat, menguasai teknologi serta dapat mewujudkan ketahanan ekonomi nasional.

baca juga

Tingkatkan kinerja

Airlangga juga menegaskan, dalam upaya  meningkatkan kinerja industri nasional ke depan, diperlukan langkah-langkah strategis, antara lain meliputi penguatan struktur, pembangunan kualitas sumber daya manusia (SDM), penguasaan teknologi, dan pembangunan infrastruktur industri.

Penguatan struktur industri diarahkan melalui hilirisasi karena berdampak positif pada peningkatan nilai tambah di dalam negeri, peningkatan devisa melalui substitusi impor, perluasan kesempatan kerja, percepatan pertumbuhan ekonomi, percepatan penyebaran industri ke seluruh NKRI, dan peningkatan penerimaan devisa melalui ekspor.

“Hilirisasi industri akan memacu kegiatan ekonomi di sektor lainnya dan mempunyai multiplier effect yang besar,” ujarnya. Hilirisasi juga akan mendorong Indonesia ke dalam rantai pasok dunia dengan menjadi produsen bahan setengah jadi atau bahan material yang sudah diproses.

Langkah selanjutnya, sebut Airlangga, yang terpenting dalam pengembangan industri nasional adalah menyiapkan kompetensi SDM yang sesuai dengan kebutuhan dunia usaha saat ini. “Menciptakan SDM Indonesia yang terampil itu perlu melalui kegiatan vokasi. Hal ini sesuai arahan Bapak Presiden Joko Widodo yang telah mengeluarkan Inpres, dengan menekankan 60 persen materi pelajaran di SMK itu harus terkait industri baik manufaktur maupun non manufaktur,” tuturnya.

Mengenai penguasaan teknologi industri, Airlangga menyampaikan, ada tiga kebijakan utama yang perlu dijalankan, yakni penguatan infrastruktur kegiatan litbang, peningkatan adopsi dan alih teknologi, serta pemanfaatan teknologi terkini.

“Upaya tersebut untuk menghadapi persaingan global yang saat ini semakin ketat dan memasuki era Industri4.0, sehingga diperlukan lompatan perubahan yang signifikan dari industri nasional dengan menerapkan teknologi digital,” terangnya. Dalam hal ini, Kementerian Perindustrian tengah memperluas pasar bagi industri kecil dan menengah (IKM) melalui program e-smart IKM yang bekerja sama dengan perusahaan-perusahaan startup lokal.

Sedangkan menurut Menperin, langkah pembangunan infrastruktur industri, tidak hanya membuat fasilitas pendukung seperti jalan, rel kereta api, maupun pelabuhan. Tetapi juga, upaya memenuhi kebutuhan energi industri, misalnya menjamin ketersedian dan harga gas yang murah. “Bagi industri, infrastruktur energi itu listrik, gas, dan air,” ujarnya.

Dapat disampaikan, per 1 Januari 2017, tiga sektor yang akan mendapatkan harga gas murah di bawah USD6 per mmbtu, yakni industri pupuk, petrokimia, dan baja. Keputusan ini tertuang dalam Peraturan Menteri ESDM Nomor 40 Tahun 2016 tentang Harga Gas Bumi untuk Industri Tertentu.

Namun demikan, Kemenperin tetap menginginkan lebih banyak sektor industri bisa mendapatkan penurunan harga gas sesuai dengan yang telah diusulkan, yakni 10 sektor dan industri yang berlokasi di kawasan industri. Untuk itu, Airlangga berharap, sektor penerima penurunan harga gas tersebut bisa kembali ditambah. "Paling tidak sesuai dengan Perpresnya yang sejak April lalu sudah keluar," tegasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Citilink Kembali Layani Penerbangan Umroh Jakarta-Jeddah

Citilink Kembali Layani Penerbangan Umroh Jakarta-Jeddah

Lifestyle | Minggu, 11 Desember 2016 | 15:22 WIB

Lewat Harkannas, Pemerintah Dorong Konsumsi Ikan

Lewat Harkannas, Pemerintah Dorong Konsumsi Ikan

Bisnis | Minggu, 11 Desember 2016 | 14:49 WIB

KKP Bangun Pulau-pulau Terluar Jadi Sentra Perikanan

KKP Bangun Pulau-pulau Terluar Jadi Sentra Perikanan

Bisnis | Minggu, 11 Desember 2016 | 12:08 WIB

Sampah Plastik Mengancam Aset Obyek Wisata Bahari

Sampah Plastik Mengancam Aset Obyek Wisata Bahari

Bisnis | Minggu, 11 Desember 2016 | 09:42 WIB

Luhut: Singapura akan Investasi di Danau Toba dan Borobudur

Luhut: Singapura akan Investasi di Danau Toba dan Borobudur

Bisnis | Minggu, 11 Desember 2016 | 09:02 WIB

Ini Upaya OJK Perkuat Daya Saing Industri Asuransi Nasional

Ini Upaya OJK Perkuat Daya Saing Industri Asuransi Nasional

Bisnis | Jum'at, 09 Desember 2016 | 06:42 WIB

Ini Sebab Penetrasi Asuransi di Indonesia Rendah Versi OJK

Ini Sebab Penetrasi Asuransi di Indonesia Rendah Versi OJK

Bisnis | Kamis, 08 Desember 2016 | 06:33 WIB

Hingga September, Ada 145 Perusahaan Asuransi di Indonesia

Hingga September, Ada 145 Perusahaan Asuransi di Indonesia

Bisnis | Kamis, 08 Desember 2016 | 06:25 WIB

Skema Gross Split Kontrak Migas Dianggap Khianati Nawacita Jokowi

Skema Gross Split Kontrak Migas Dianggap Khianati Nawacita Jokowi

Bisnis | Kamis, 08 Desember 2016 | 04:00 WIB

IPA Serukan Reformasi Peraturan untuk Bangkitkan Industri Migas

IPA Serukan Reformasi Peraturan untuk Bangkitkan Industri Migas

Bisnis | Kamis, 08 Desember 2016 | 03:00 WIB

Terkini

FORU Mau Rights Issue, Target Raup Rp27,1 Triliun untuk Beli Perusahaan Batu Bara

FORU Mau Rights Issue, Target Raup Rp27,1 Triliun untuk Beli Perusahaan Batu Bara

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 12:17 WIB

Mengapa Mesin Cuci Front Loading Jauh Lebih Hemat Air Dibandingkan Top Loading?

Mengapa Mesin Cuci Front Loading Jauh Lebih Hemat Air Dibandingkan Top Loading?

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 12:15 WIB

Dorong Generasi Muda Jadi Pencipta Solusi, Gen Z Impact Fest 2026 Sukses Digelar di UGM

Dorong Generasi Muda Jadi Pencipta Solusi, Gen Z Impact Fest 2026 Sukses Digelar di UGM

News | Senin, 14 September 2026 | 12:13 WIB

Ketika Al-Qur'an Satukan Semua Golongan: Cerita Dibalik Megahnya MTQ Nasional di Jateng

Ketika Al-Qur'an Satukan Semua Golongan: Cerita Dibalik Megahnya MTQ Nasional di Jateng

Jawa Tengah | Senin, 14 September 2026 | 12:10 WIB

Wacana CFD 2 Hari Seminggu, Pramono Anung Mau Dengar Masukan Warga Dulu

Wacana CFD 2 Hari Seminggu, Pramono Anung Mau Dengar Masukan Warga Dulu

News | Senin, 14 September 2026 | 12:07 WIB

Korban Tenggelam di Sungai Lobang Simalungun Ditemukan Meninggal

Korban Tenggelam di Sungai Lobang Simalungun Ditemukan Meninggal

Sumut | Senin, 14 September 2026 | 12:03 WIB

Singapura Masih Tersiksa Asap Kebakaran Hutan Kalimantan, Kualitas Udara Masih Buruk

Singapura Masih Tersiksa Asap Kebakaran Hutan Kalimantan, Kualitas Udara Masih Buruk

News | Senin, 14 September 2026 | 12:02 WIB

7 Cara Hemat Listrik dengan Kulkas 2 Pintu, Tagihan Terkendali Meski Dipakai Setiap Hari

7 Cara Hemat Listrik dengan Kulkas 2 Pintu, Tagihan Terkendali Meski Dipakai Setiap Hari

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 12:02 WIB

Kebakaran Landa Kebun Kelapa di Indragiri Hilir, Diduga Akibat Gambut Mengering

Kebakaran Landa Kebun Kelapa di Indragiri Hilir, Diduga Akibat Gambut Mengering

Riau | Senin, 14 September 2026 | 11:58 WIB

7 Pembersih Udara Terbaik untuk Alergi Debu, Efektif Saring Partikel Mikro Pakai HEPA Filter

7 Pembersih Udara Terbaik untuk Alergi Debu, Efektif Saring Partikel Mikro Pakai HEPA Filter

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 11:56 WIB

×