Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.799.000
Beli Rp2.670.000
IHSG 6.723,320
LQ45 657,880
Srikehati 323,518
JII 437,887
USD/IDR 17.492

Pasar Fokus Pertemuan The Fed, Saham Eropa Menguat

Adhitya Himawan | Suara.com

Rabu, 14 Desember 2016 | 11:11 WIB
Pasar Fokus Pertemuan The Fed, Saham Eropa Menguat
Suasana bursa saham Frankfurt, Jerman. [Antara/Reuters]

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Selasa (13/12/2016) ditutup turun sebesar 14 poin atau 0,27 persen ke level 5.293 setelah bergerak di antara 5.264-5.300. Sebanyak 103 saham naik, 189 saham turun, 111 saham tidak bergerak. Investor bertransaksi Rp9.552 triliun. Di pasar reguler, investor asing membukukan transaksi beli bersih (net buy) Rp 11 miliar.

Pasar Amerika ditutup menguat seiring investor fokus pada pertemuan Federal Reserve, sementara Dow Jones kembali meraih rekor tinggi penutupan. Dari data ekonomi, angka indeks bisnis kecil NFIB untuk bulan Desember berada pada 98.4, naik dari 94.9 di bulan Oktober, sementara harga impor turun 0.3 persen di bulan November.

"Dow Jones ditutup di rekor tinggi, menguat lebih dari 100 poin ke level 19,908. Nasdaq menguat 1,26 persen ke level 4.935. S&P juga menguat 0,65 persen ke level 2,271," kata Direktur PT Investa Saran Mandiri, Hans Kwee, dalam keterangan tertulis, Rabu (14/12/2016). 

Pasar Eropa ditutup dengan penguatan pada hari Selasa seiring terfokusnya pasar terhadap pertemuan Federal Reserve pada tanggal 14 -15 Desember 2016 waktu setempat. Tujuannya adalah untuk mengontrol laju inflasi yang berpotensi terjadi pada awal tahun 2017. Hasil dari pertemuan ini dinilai dapat berpotensi mempengaruhi pergrakan harga secara global.

"FTSE ditutup menguat 1.13 persen ke lev-el 6,968, diikuti oleh CAC Perancis dan DAX Jerman yang masing – masing ditutup menguat sekitar 0.91 persen dan 0.84 persen," ujar Hans.

Pemerintah terus memantau dinamika rapat Federal Open Market Committee (FOMC) bulan ini. Bersamaan itu, pemerintah juga akan mengambil peran dalam menjaga capital outflow sebagai dampak hasil keputusan FOMC melalui APBN. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemkeu) Suahasil Nazara mengatakan, hasil konsensus dari berbagai macam analisis menunjukkan kecenderungan kenaikan suku bunga Bank Sentral AS (The Federal Reserve atau The Fed) cukup kuat. Namun menurutnya, pemerintah meyakini dampak keputusan The Fed sudah diperhitungkan pasar melalui pergerakan kurs rupiah. Namun demikian menurutnya, pemerintah juga akan memantau hal tersebut.

Untuk men-jaga agar capital outflow tidak terlalu besar, pemerintah akan menjaga realisasi APBN-P 2016, khususnya defisit anggaran pemerintah. Lebih lanjut menurut Suahasil, defisit anggaran di akhir tahun akan sangat bergerak. Catatan Kemkeu, hing-ga akhir bulan lalu defisit anggaran bergerak ke level 2,4 persen-2,5 persen dari PDB, naik dari posisi akhir Oktober yang sebesar 2,14 persen dari PDB.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pekan Lalu, IHSG Menguat di 3 Sektor Ini

Pekan Lalu, IHSG Menguat di 3 Sektor Ini

Bisnis | Selasa, 13 Desember 2016 | 13:08 WIB

Bumi Resources Milik Group Bakrie Raih Laba 73 Juta Dolar AS

Bumi Resources Milik Group Bakrie Raih Laba 73 Juta Dolar AS

Bisnis | Selasa, 13 Desember 2016 | 10:32 WIB

Pasar AS Ditutup di Rekor yang Tinggi

Pasar AS Ditutup di Rekor yang Tinggi

Bisnis | Selasa, 13 Desember 2016 | 09:17 WIB

Jakarta Setiabudi Prediksi Pendapatan Naik 50 Persen

Jakarta Setiabudi Prediksi Pendapatan Naik 50 Persen

Bisnis | Kamis, 01 Desember 2016 | 11:10 WIB

OPEC Batasi Produksi Minyak, Saham Eropa Menguat

OPEC Batasi Produksi Minyak, Saham Eropa Menguat

Bisnis | Kamis, 01 Desember 2016 | 10:50 WIB

Adaro Energy Dapat Dana 409 Juta Dolar AS di Proyek PLTU Tabalong

Adaro Energy Dapat Dana 409 Juta Dolar AS di Proyek PLTU Tabalong

Bisnis | Rabu, 30 November 2016 | 09:04 WIB

Laporan Ekonomi AS Naik, Pasar Saham AS Menguat

Laporan Ekonomi AS Naik, Pasar Saham AS Menguat

Bisnis | Rabu, 30 November 2016 | 08:51 WIB

IHSG Periode 21-25 November 2016 Melemah, Ini Sebabnya

IHSG Periode 21-25 November 2016 Melemah, Ini Sebabnya

Bisnis | Selasa, 29 November 2016 | 09:21 WIB

Bumi Resources Lolos Dari Kewajiban Pembayaran Utang

Bumi Resources Lolos Dari Kewajiban Pembayaran Utang

Bisnis | Selasa, 29 November 2016 | 09:02 WIB

Saham Sektor Keuangan Turun, Pasar Saham AS Melemah

Saham Sektor Keuangan Turun, Pasar Saham AS Melemah

Bisnis | Selasa, 29 November 2016 | 08:48 WIB

Terkini

Pasar Properti Ditopang Rumah Kecil dan Menengah

Pasar Properti Ditopang Rumah Kecil dan Menengah

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 18:40 WIB

Dari Piutang hingga Tata Kelola, Ini PR Besar Perusahaan Sebelum IPO

Dari Piutang hingga Tata Kelola, Ini PR Besar Perusahaan Sebelum IPO

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:55 WIB

Tarif Listrik Tak Naik sejak 2022, Kok Tagihan Bisa Membengkak?

Tarif Listrik Tak Naik sejak 2022, Kok Tagihan Bisa Membengkak?

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:50 WIB

QRIS Masuk Sektor Logistik, UMKM Agen Paket Ikut Kecipratan Manfaat

QRIS Masuk Sektor Logistik, UMKM Agen Paket Ikut Kecipratan Manfaat

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:39 WIB

India Akhirnya Naikkan Harga BBM Setelah 4 Tahun Bertahan

India Akhirnya Naikkan Harga BBM Setelah 4 Tahun Bertahan

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:32 WIB

Begini Ramalan Nilai Tukar Rupiah dalam Waktu Dekat, Bisa Tembus Rp 20.000?

Begini Ramalan Nilai Tukar Rupiah dalam Waktu Dekat, Bisa Tembus Rp 20.000?

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:24 WIB

Pemerintah Klaim Potensi Resesi RI Lebih Rendah dari AS, Jepang, dan Kanada

Pemerintah Klaim Potensi Resesi RI Lebih Rendah dari AS, Jepang, dan Kanada

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:10 WIB

Bukan Belanja Pemerintah, Purbaya Klaim Konsumsi Rumah Tangga Dorong Ekonomi Tumbuh 5,61%

Bukan Belanja Pemerintah, Purbaya Klaim Konsumsi Rumah Tangga Dorong Ekonomi Tumbuh 5,61%

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:00 WIB

Gaji Ke-13 PNS dan Pensiunan Kapan Cair? Kabar Gembira, Jadwal Pencairan PPPK Sudah Diumumkan

Gaji Ke-13 PNS dan Pensiunan Kapan Cair? Kabar Gembira, Jadwal Pencairan PPPK Sudah Diumumkan

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 16:42 WIB

Purbaya Blak-blakan Restrukturisasi Utang Whoosh Lelet, Padahal Sudah Diputuskan

Purbaya Blak-blakan Restrukturisasi Utang Whoosh Lelet, Padahal Sudah Diputuskan

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 16:34 WIB