LPEM UI Klaim Larangan Ekspor Mineral Mentah Berdampak Positif

Adhitya Himawan

Kamis, 15 Desember 2016 | 15:05 WIB
LPEM UI Klaim Larangan Ekspor Mineral Mentah Berdampak Positif
Lokasi pertambangan mineral bauksit di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat [Suara.com/Adhitya Himawan]

Kebijakan larangan ekspor mineral mentah yang berlaku sejak Januari 2014 mendorong sejumlah dampak positif diantaranya turunnya praktik pertambangan ilegal, mendorong perkembangan industri pengolahan, meningkatkan pertumbuhan ekonomi, dan mengurangi laju degradasi lingkungan. Karena itu, LPEM UI merekomendasikan agar kebijakan larangan ekspor tersebut wajib dipertahankan.

Peneliti Senior LPEM UI UkaWikaryamengatakan, larangan ekspor mineral mentah termasuk bauksit yang sudah berlaku selama sekitar dua tahun dimaksudkan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi perekonomian nasional. Manfaat tersebut telah terasa, kendati belum maksimal, karena kebijakan tersebut memberikan mata rantai yang positif terhadap pertumbuhan ekonomi secara makro maupun implikasinya terhadap pengurangan praktik pertambangan ilegal, perusakkan lingkungan, dan meningkatnya multiplier efek dengan bertumbuhnya industri smelter.

Indikasi praktik pertambangan illegal Bauksit misalnya, terlihat dari adanya eskalasi ekspor bauksit yang massif ke negara tetangga mencapai 27 juta ton pada 2015 dari 40 ribu ton pada 2013. Potensi penerima annegara yang hilang dari ekspor ini mencapai Rp290 miliar. Namun, karena larangan ekspor, produksi tambang bauksit yang massif tersebut menurun drastik dan diarahkan untuk membangun industri pertambangan dalam negeri yang berkesinambungan.

“Kebijakan larangan ekspor memberikan kesempatan kepada pemerintah untuk menata kembali praktik pertambangan yang berkesinambungan, yang tidak saja mengutamakan jumlah produksi, tetapi juga nilai tambah dari mata rantai industri smelter yang memberikan efek ganda terhadap perekonomian, pelestarian lingkungan, dan masyarakat lokal,” ujar dia dalam keterangan tertulis, Kamis (15/12/2016).

Ukamenjelaskan, kebijakan larangan ekspor Bauksit terbukti mendorong adanya pendirian sejumlah industri pengolahan bijih bauksit di dalam negeri. Hal ini berdampak positif terhadap ekonomi, antara lain nilai ekonomisnya meningkat menjadi 13,6 kali lipat. Satu ton bauksit dengan harga US$40 diolah menjadi 650 kilogram alumina, dengan harga yang meningkat sekitar US$208 atau 5,2 kali lebih tinggi, dan apabila diolah kembali, akan menghasilkan 325 kilogram aluminium dengan harga sekitar US$546 atau lebih tinggi 2,6 kali dari harga alumina.

Dengan mengasumsikan semua cadangan bauksit di Kalimantan Barat diolah menjadi alumina, output perekonomian yang dihasilkan lebih tinggi 1,38 kali lebih lebih dibandingkan dengan tanpa smelter, nilai tambah bruto meningkat 1,38 kali, pendapatan per kapita naik 1,28 lebih tinggi, dan perluangan lapangan kerja naik sekitar 1,87 lebih tinggi dibandingkan tanpa smelter. Dampak ekonomi yang maksimal dari keberadaan smelter tersebut bakal semakin besar apabila produknya diserap industri dalam negeri untuk diolah lebih lanjut hingga menjadi barang akhir.

Di lain pihak, larangan ekspor juga berdampak pada peluang menata kembali praktik tambang berkesinambungan sesuai dengan standar pengelolaan tambang yang baik (best mining practice). Larangan ekspor berpotensi mengurangi laju degradasi atau kerusakan lingkungan akibat pembukaan bentangan alam yang besar karena produk simasif, dan mencemari lingkungan. Produksi diarahkan secara terukur guna memenuhi kebutuhan dalam negeri.

Kendati demikian, Uka menjelaskan, program larangan ekspor harus diikuti dengan implementasi program hilirisasi mineral secara komprehensif. Pengembangan industri berbasis Bauksit tersebut membutuhkan dukungan penuh pemerintah dalam hal penyediaan infrastruktur transportasi, pasokan listrik, regulasi yang mendukung, peta jalan industri hulu hilir, dan insentif. “Jika ingin berdampak lebih besar bagi ekonomi lokal, pelibatan pekerja lokal, sumber daya lokal, dan partner bisnis lokal menjadi salah satu pintu masuk peningkatkan perekonomian daerah,” kata dia.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Soal Lokasi Smelter Newmont, Luhut Pasrah ke Newmont

Soal Lokasi Smelter Newmont, Luhut Pasrah ke Newmont

Bisnis | Selasa, 25 Oktober 2016 | 14:50 WIB

Peran Industri Smelter di Indonesia Terus Ditingkatkan

Peran Industri Smelter di Indonesia Terus Ditingkatkan

Bisnis | Rabu, 19 Oktober 2016 | 18:08 WIB

Pemerintah Diminta Konsisten Larang Ekspor Mineral Penting

Pemerintah Diminta Konsisten Larang Ekspor Mineral Penting

Bisnis | Rabu, 19 Oktober 2016 | 17:36 WIB

Freeport dan Newmont Dinilai Paling Untung Soal Relaksasi Ekspor

Freeport dan Newmont Dinilai Paling Untung Soal Relaksasi Ekspor

Bisnis | Rabu, 19 Oktober 2016 | 17:28 WIB

Pelarangan Ekspor Mineral Penting untuk Selamatkan SDA

Pelarangan Ekspor Mineral Penting untuk Selamatkan SDA

Bisnis | Rabu, 19 Oktober 2016 | 17:16 WIB

Tahun Depan, Pemerintah Stop Ekspor Nikel dan Bauksit

Tahun Depan, Pemerintah Stop Ekspor Nikel dan Bauksit

Bisnis | Rabu, 19 Oktober 2016 | 12:47 WIB

Antam Dukung Relaksasi Ekspor Terbatas Bijih Mineral

Antam Dukung Relaksasi Ekspor Terbatas Bijih Mineral

Bisnis | Rabu, 07 September 2016 | 20:11 WIB

Luhut Beri Sinyal Longgarkan Izin Ekspor Freeport

Luhut Beri Sinyal Longgarkan Izin Ekspor Freeport

Bisnis | Kamis, 01 September 2016 | 16:17 WIB

Selama Ini Pemerintah Dinilai Terlalu Memanjakan Freeport

Selama Ini Pemerintah Dinilai Terlalu Memanjakan Freeport

Bisnis | Selasa, 09 Agustus 2016 | 18:49 WIB

Komisi VII: Banyak Perusahaan Tambang Tak Patuhi Regulasi

Komisi VII: Banyak Perusahaan Tambang Tak Patuhi Regulasi

Bisnis | Senin, 16 Mei 2016 | 08:46 WIB

Terkini

Di Balik Kekecewaan 5 cm, Saat Nostalgia Terbentur Realitas Prekuel

Di Balik Kekecewaan 5 cm, Saat Nostalgia Terbentur Realitas Prekuel

Your Say | Kamis, 24 September 2026 | 06:45 WIB

Pasar Saham AS Rontok! Wall Street Berdarah Akibat Rekor Terburuk Sejak 2007

Pasar Saham AS Rontok! Wall Street Berdarah Akibat Rekor Terburuk Sejak 2007

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 06:04 WIB

Jelajah IDW 2026 Sambil Bikin Konten, Pengunjung Berpeluang Bawa Pulang Hadiah

Jelajah IDW 2026 Sambil Bikin Konten, Pengunjung Berpeluang Bawa Pulang Hadiah

Jakarta | Rabu, 23 September 2026 | 23:52 WIB

Tak Berhenti di Pelatihan, Dosen IKADO Dampingi Warga Simo Gunung Kembangkan Bisnis Digital

Tak Berhenti di Pelatihan, Dosen IKADO Dampingi Warga Simo Gunung Kembangkan Bisnis Digital

Jatim | Rabu, 23 September 2026 | 23:46 WIB

Harris Arthur Hedar Lantik 120 Pengurus Peradi Profesional di Sultra, Titip Pesan Ini

Harris Arthur Hedar Lantik 120 Pengurus Peradi Profesional di Sultra, Titip Pesan Ini

Sulsel | Rabu, 23 September 2026 | 23:41 WIB

Revisi UU Keuangan Negara Momentum Memecah Ambiguitas Pengertian Kerugian Negara

Revisi UU Keuangan Negara Momentum Memecah Ambiguitas Pengertian Kerugian Negara

Jabar | Rabu, 23 September 2026 | 23:35 WIB

Ombudsman Temukan Miras di 'Kamar Khusus' Lapas Cibinong, Diduga Dihuni Narapidana Kelas Kakap

Ombudsman Temukan Miras di 'Kamar Khusus' Lapas Cibinong, Diduga Dihuni Narapidana Kelas Kakap

Jabar | Rabu, 23 September 2026 | 23:21 WIB

Dugaan Keracunan MBG Hantam Batang, 276 Orang Jadi Korban

Dugaan Keracunan MBG Hantam Batang, 276 Orang Jadi Korban

Jawa Tengah | Rabu, 23 September 2026 | 23:05 WIB

Cari Hotel untuk Liburan? Ini Empat Pilihan dengan Pengalaman yang Berbeda

Cari Hotel untuk Liburan? Ini Empat Pilihan dengan Pengalaman yang Berbeda

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 22:47 WIB

Toyota Indonesia Akan Luncurkan Mobil Baru Tahun Ini

Toyota Indonesia Akan Luncurkan Mobil Baru Tahun Ini

Otomotif | Rabu, 23 September 2026 | 22:44 WIB

×