Warga di Pelosok Minta BI Sosialisasikan Pecahan Baru Rupiah

Dythia Novianty | Suara.com

Jum'at, 06 Januari 2017 | 08:09 WIB
Warga di Pelosok Minta BI Sosialisasikan Pecahan Baru Rupiah
Uang baru Rupiah Tahun Emisi 2016 yang dikeluarkan Bank Indonesia, Jakarta, Senin (19/12/2016). [Suara.com/Adhitya Himawan]

Suara.com - Warga yang tinggal di Serui, Kabupaten Kepulauan Yapen, Provinsi Papua, meminta Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) menyosalisasikan uang rupiah tahun emisi 2016, yaitu tujuh pecahan uang kertas dan empat pecahan uang logam bergambar pahlawan.

"Kami minta BI sosialisasikan pecahan rupiah tahun 2016, warga perlu sosialisasi pecahan uang NKRI yang baru diluncurkan itu," kata Parlin Saragih, salah satu warga Serui, Kabupaten Kepulauan Yapen, Jumat (6/1/2017).

Parlin mengatakan, sosialisasi itu perlu dilakukan supaya warga khususnya di Yapen tahu, sehingga ketika mereka memegang uang tersebut tidak kaget terutama warga di daerah pelosok seperti di daerah pantai dan pulau-pulau di Yapen.

"Warga kampung itu harus tahu cara melihat keaslian uang baru itu seperti apa, cara membedakan uang asli dengan tidak asli terutama yang baru itu," ujarnya lagi.

Dia menuturkan, sosialisai juga perlu dilakukan karena di Serui telah banyak beredar uang palsu pecahan kertas Rp50 ribu dan 100 ribu, jangan sampai uang baru itu dianggap uang palsu.

Sebelumnya, pada 19 Desember 2016 Bank Indonesia meluncurkan satu seri uang rupiah tahun emisi 2016 yang terdiri dari tujuh pecahan uang kertas dan empat pecahan uang logam dengan gambar pahlawan.

Pecahan-pecahan baru rupiah itu adalah dalam nilai nominal Rp100.000, Rp50.0000, Rp20.000, Rp10.000, Rp5.000, Rp2.000, dan Rp1.000. Sedangkan untuk uang logam adalah pecahan Rp1.000, Rp500, Rp200, dan Rp100. Adapun para pahlawan yang diabadikan dalam uang baru itu ada 12 pahlawan nasional.

Dua belas pahlawan nasional itu adalah Presiden pertama RI Soekarno dan Wakil Presiden Mohammad Hatta dalam pecahan Rp100.000. Kemudian Djuanda Kartawidjaja pada pecahan Rp50.000, gambar Sam Ratulangi dalam pecahan uang kertas Rp20.000.

Pahlawan nasional Frans Kaisepo menjadi gambar utama dalam uang kertas pecahan Rp10.000, KH Idham Chalid pada uang kertas Rp5.000, Mohammad Hoesni Thamrin pada uang pecahan Rp2.000, dan Tjut Meutia pada yang kertas Rp1.000.

Lalu, I Gusti Ketut Pudja untuk uang logam Rp1.000, TB Simatupang pada uang logam Rp500, Tjiptomangunkusumo pada uang logam Rp200, dan gambar Herman Johannes pada uang logam pecahan Rp100. [Antara]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

BI: Rupiah Baru Lebih mirip Euro Ketimbang Yuan

BI: Rupiah Baru Lebih mirip Euro Ketimbang Yuan

Bisnis | Rabu, 21 Desember 2016 | 18:34 WIB

Jokowi Luncurkan Uang Rupiah Baru

Jokowi Luncurkan Uang Rupiah Baru

Foto | Senin, 19 Desember 2016 | 13:31 WIB

Jokowi: Rupiah Tak akan Diganti dan Tak Tergantikan

Jokowi: Rupiah Tak akan Diganti dan Tak Tergantikan

Bisnis | Senin, 19 Desember 2016 | 12:17 WIB

Jokowi Minta BI Sediakan Uang Rupiah Baru di Daerah Terpencil

Jokowi Minta BI Sediakan Uang Rupiah Baru di Daerah Terpencil

Bisnis | Senin, 19 Desember 2016 | 12:11 WIB

Luncurkan Rupiah Desain Baru, Gubernur BI: Jangan Dirusak

Luncurkan Rupiah Desain Baru, Gubernur BI: Jangan Dirusak

Bisnis | Senin, 19 Desember 2016 | 10:46 WIB

Terkini

Libur Lebaran 2026: Wisata Lokal Banjir Pengunjung, Pendapatan Daerah Naik

Libur Lebaran 2026: Wisata Lokal Banjir Pengunjung, Pendapatan Daerah Naik

Bisnis | Jum'at, 27 Maret 2026 | 23:50 WIB

Menkeu Purbaya Bantah Indonesia Terancam Resesi: Di Semua Tempat Pada Belanja!

Menkeu Purbaya Bantah Indonesia Terancam Resesi: Di Semua Tempat Pada Belanja!

Bisnis | Jum'at, 27 Maret 2026 | 20:50 WIB

Prabowo Bertemu Ray Dalio, Bahas Proyek Energi hingga Danantara

Prabowo Bertemu Ray Dalio, Bahas Proyek Energi hingga Danantara

Bisnis | Jum'at, 27 Maret 2026 | 20:43 WIB

Riset NEXT: Daya Beli Masyarakat Meningkat di Lebaran 2026, Uang Beredar Tembus Rp 1.370 T

Riset NEXT: Daya Beli Masyarakat Meningkat di Lebaran 2026, Uang Beredar Tembus Rp 1.370 T

Bisnis | Jum'at, 27 Maret 2026 | 20:33 WIB

Kapal Pertamina Terjebak di Tengah Perang Iran, Ini Nasib Pasokan BBM Indonesia

Kapal Pertamina Terjebak di Tengah Perang Iran, Ini Nasib Pasokan BBM Indonesia

Bisnis | Jum'at, 27 Maret 2026 | 19:59 WIB

Perum Bulog Percepat Penyaluran Bantuan Pangan ke Wilayah Kepulauan Pasca Idul Fitri

Perum Bulog Percepat Penyaluran Bantuan Pangan ke Wilayah Kepulauan Pasca Idul Fitri

Bisnis | Jum'at, 27 Maret 2026 | 19:54 WIB

Menteri Bahlil Pilih Berhati-hati Soal Pajak Ekspor Batu Bara

Menteri Bahlil Pilih Berhati-hati Soal Pajak Ekspor Batu Bara

Bisnis | Jum'at, 27 Maret 2026 | 19:21 WIB

THR ASN Belum Cair Semua, Purbaya: Kementerian dan Lembaga Lambat Mengajukan

THR ASN Belum Cair Semua, Purbaya: Kementerian dan Lembaga Lambat Mengajukan

Bisnis | Jum'at, 27 Maret 2026 | 19:01 WIB

Gejolak Global Meningkat, Perbankan Nasional Perkuat Prinsip Kehati-hatian

Gejolak Global Meningkat, Perbankan Nasional Perkuat Prinsip Kehati-hatian

Bisnis | Jum'at, 27 Maret 2026 | 18:50 WIB

Ketahanan Energi RI Diuji, Naikkan BBM atau Tambah Subsidi?

Ketahanan Energi RI Diuji, Naikkan BBM atau Tambah Subsidi?

Bisnis | Jum'at, 27 Maret 2026 | 18:36 WIB