Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.799.000
Beli Rp2.670.000
IHSG 6.723,320
LQ45 657,880
Srikehati 323,518
JII 437,887
USD/IDR 17.492

Selain BBM, Jokowi Juga akan Menyamakan Harga Komoditas Lain

Adhitya Himawan | Erick Tanjung | Suara.com

Minggu, 15 Januari 2017 | 16:52 WIB
Selain BBM, Jokowi Juga akan Menyamakan Harga Komoditas Lain
Presiden Jokowi menghadiri ulang tahun PKPI di Jakarta, Minggu (15/1/2017). [Rusman - Biro Pers Setpres]

Presiden Joko Widodo pagi ini, Minggu (15/1/2017), menghadiri peringatan ulang tahun ke-18 Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI). Acara tersebut digelar di Garden Ballroom, Hotel Dharmawangsa, Jakarta Selatan.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Negara turut menyampaikan paparannya mengenai capaian pemerintah selama beberapa tahun ke belakang. Hal yang pertama kali disinggungnya ialah mengenai kebijakan bahan bakar minyak (BBM) satu harga sebagai perwujudan dari pemerataan dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

"Ini adalah sesuatu yang sudah satu setengah tahun yang lalu kita perjuangkan, tetapi baru bisa terlaksana tiga bulan yang lalu. Kita lihat bahwa harga BBM Premium di Papua, terutama yang di pegunungan harganya bisa Rp60 ribu hingga Rp100 ribu per liter. Padahal yang di Jawa hanya Rp6.450. Sudah berpuluh tahun itu terjadi dan alhamdulillah kemarin bisa kita samakan satu harga menjadi Rp6.450," ungkapnya.

Meski demikian, Presiden mengakui bahwa tugas tersebut belum selesai. Masih ada sejumlah komoditas lainnya yang sampai dengan saat ini masih diupayakan dengan keras oleh pemerintah untuk turut mengalami pemerataan. Ia pun bertekad untuk terus memperjuangkan hal tersebut.

"Yang belum dan dalam proses yang sedang kita lakukan adalah semen. Semen juga sama, di Jawa Rp70 ribu hingga Rp80 ribu. Di Wamena harganya Rp800 ribu sampai Rp2 setengah juta. Ini yang belum bisa kita selesaikan. Tapi insya Allah ini juga akan terus kita perjuangkan," tegas Kepala Negara.

Presiden juga menekankan soal perhatian pemerintah pusat yang kini turut memfokuskan perhatiannya kepada pembangunan di daerah-daerah. Sebab, dalam pemerintahannya, untuk pertama kalinya jumlah alokasi transfer dana ke daerah lebih besar daripada anggaran yang dimiliki oleh pusat, kementerian, dan lembaga.

"Dalam APBN Perubahan 2016, untuk pertama kalinya, jumlah anggaran transfer ke daerah dan dana desa lebih besar dari anggaran pusat dan kementerian serta lembaga. Begitu juga APBN 2017, dana transfer ke daerah dan dana desa mencapai Rp764,9 triliun rupiah yang lebih besar dari belanja kementerian dan lembaga. Kenapa ini kita lakukan? Karena kita ingin mendorong peredaran uang, perekonomian daerah itu bisa bergerak lebih baik lagi," terangnya.

Sejumlah hal lainnya turut dipaparkan oleh Presiden Joko Widodo. Seperti misalnya pembangunan pos lintas batas negara di wilayah terluar dan terdepan Indonesia yang disebut Presiden menunjukkan harga diri kita selaku bangsa Indonesia. Pembangunan sejumlah proyek infrastruktur yang mendukung mobilitas orang dan/atau barang juga salah satu di antaranya yang turut dipaparkan. Namun, usaha pemerintah tidak berhenti sampai di sana.

"Selain pembangunan infrastruktur fisik, kita juga melakukan pembangunan infrastruktur sosial. Karena ini yang banyak tidak diketahui oleh masyarakat. Melalui program Kartu Indonesia Pintar, Kartu Indonesia Sehat, dan pemberian makanan tambahan. Ini akan menjadi sebuah infrastruktur sosial yang bisa mengangkat masyarakat kita yang belum sejahtera untuk bisa naik ke level yang lebih baik," imbuhnya.

Mengakhiri sambutannya, Presiden Joko Widodo mengajak para kader PKPI untuk bahu membahu membantu segenap upaya pemerintah untuk menyejahterakan rakyat. Dirinya berharap agar kerja sama yang telah dilakukan selama ini dapat terjalin dengan lebih erat lagi.

"Saya mengharapkan kerja sama pemerintah dengan PKPI ke depan agar semakin erat untuk mewujudkan Indonesia Raya. Selamat ulang tahun ke-18 PKP Indonesia," tutupnya.

Tampak hadir dalam acara tersebut di antaranya Presiden Republik Indonesia kelima Megawati Soekarnoputri, Wakil Presiden Republik Indonesia ke-6 Try Sutrisno, Ketua MPR Zulkifli Hasan, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, Menteri PU dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Jaksa Agung M Prasetyo dan Ketua Umum PKPI AM Hendropriyono

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Presiden Jokowi Tekankan Arah Kebijakan Ekonomi Pancasila

Presiden Jokowi Tekankan Arah Kebijakan Ekonomi Pancasila

Bisnis | Minggu, 15 Januari 2017 | 16:46 WIB

Pertemuan Jokowi dan PM Jepang Bisa Dilihat Live Streaming

Pertemuan Jokowi dan PM Jepang Bisa Dilihat Live Streaming

News | Minggu, 15 Januari 2017 | 15:44 WIB

Jokowi Ingin Dana Desa Percepat Gerak Ekonomi Daerah

Jokowi Ingin Dana Desa Percepat Gerak Ekonomi Daerah

Bisnis | Minggu, 15 Januari 2017 | 14:43 WIB

Jokowi Akui Medsos Bisa Mengancam Persatuan dan Kesatuan RI

Jokowi Akui Medsos Bisa Mengancam Persatuan dan Kesatuan RI

News | Minggu, 15 Januari 2017 | 12:29 WIB

Jokowi Hadiri Ultah Partai Keadilan Persatuan Indonesia

Jokowi Hadiri Ultah Partai Keadilan Persatuan Indonesia

News | Minggu, 15 Januari 2017 | 12:14 WIB

Jokowi Peringatkan Subsidi Energi 2017 Harus Tepat Sasaran

Jokowi Peringatkan Subsidi Energi 2017 Harus Tepat Sasaran

Bisnis | Jum'at, 13 Januari 2017 | 15:36 WIB

Jokowi: Pertumbuhan Ekonomi RI Peringkat 3 Setelah Cina dan India

Jokowi: Pertumbuhan Ekonomi RI Peringkat 3 Setelah Cina dan India

Bisnis | Jum'at, 13 Januari 2017 | 14:56 WIB

Prabowo Ingin Nyapres Kembali 2019, Ini Reaksi Jokowi

Prabowo Ingin Nyapres Kembali 2019, Ini Reaksi Jokowi

News | Jum'at, 13 Januari 2017 | 11:20 WIB

Jokowi Berkomitmen Perkuat Anggaran dan SDM KPK

Jokowi Berkomitmen Perkuat Anggaran dan SDM KPK

News | Jum'at, 13 Januari 2017 | 11:02 WIB

Istana Sebut Presiden Jokowi Telah Putuskan Calon KSAU Baru

Istana Sebut Presiden Jokowi Telah Putuskan Calon KSAU Baru

News | Jum'at, 13 Januari 2017 | 10:25 WIB

Terkini

OJK Perkuat Kepastian Hukum Demi Jaga Penyaluran Kredit

OJK Perkuat Kepastian Hukum Demi Jaga Penyaluran Kredit

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 07:23 WIB

BRI Consumer Expo 2026 Hadirkan Solusi Finansial Lengkap di Jakarta

BRI Consumer Expo 2026 Hadirkan Solusi Finansial Lengkap di Jakarta

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 18:34 WIB

Kadin China Protes Kenaikan Pajak RI, Purbaya: Kami Mementingkan Kepentingan Negara Kita

Kadin China Protes Kenaikan Pajak RI, Purbaya: Kami Mementingkan Kepentingan Negara Kita

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 18:24 WIB

Purbaya Siapkan Stimulus Baru di Q2 2026, Ada Insentif Mobil Listrik hingga Pendanaan Industri

Purbaya Siapkan Stimulus Baru di Q2 2026, Ada Insentif Mobil Listrik hingga Pendanaan Industri

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 17:30 WIB

Purbaya Pamer Satgas Debottlenecking Kantongi Investasi 30 Miliar USD

Purbaya Pamer Satgas Debottlenecking Kantongi Investasi 30 Miliar USD

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 17:09 WIB

Purbaya Ramal Perang AS vs Iran Berakhir September 2026

Purbaya Ramal Perang AS vs Iran Berakhir September 2026

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 15:58 WIB

Sempat Tolak, Ini Alasan Purbaya Akhirnya Kasih Insentif Mobil Listrik

Sempat Tolak, Ini Alasan Purbaya Akhirnya Kasih Insentif Mobil Listrik

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 15:48 WIB

Bank Indonesia dan Bank Negara Malaysia Perkuat Sektor Moneter dan Sistem Pembayaran

Bank Indonesia dan Bank Negara Malaysia Perkuat Sektor Moneter dan Sistem Pembayaran

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 15:47 WIB

Warga Jabodetabek Kabur Liburan, Kendaraan Padati Jalan Tol

Warga Jabodetabek Kabur Liburan, Kendaraan Padati Jalan Tol

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 15:31 WIB

Alasan Panas Bumi Jadi Pusat Pengembangan Energi terbarukan

Alasan Panas Bumi Jadi Pusat Pengembangan Energi terbarukan

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 15:22 WIB