Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.670.000
Beli Rp2.530.000
IHSG 6.177,139
LQ45 609,402
Srikehati 299,172
JII 368,427
USD/IDR 17.821

Lebih Hemat, Industri Makin Kepincut Pakai Gas Bumi PGN

Adhitya Himawan

Rabu, 25 Januari 2017 | 12:47 WIB
Lebih Hemat, Industri Makin Kepincut Pakai Gas Bumi PGN
Penggunaan gas bumi PGN di Kabupaten Karawang, Jawa Barat. [Dok PGN]

Industri dalam negeri semakin banyak beralih menggunakan gas bumi yang dipasok PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN). Salah satu alasannya karena gas bumi lebih efisien dan ramah lingkungan dibanding bahan bakar lainnya. 

Awal tahun ini Perusahaan Gas Negara telah memperluas pemanfaatan gas bumi ke berbagai sektor pengguna gas bumi, salah satunya ke industri, seperti ke PT Aston Prima Raya, Karawang, Jawa Barat. Harga solar yang semakin mahal membuat Aston Prima Raya harus beralih menggunakan sumber energi yang lebih efisien.

"Alasan kami beralih karena harga solar lebih mahal. Kami pakai gas bumi untuk bahan bakar tungku mixing aspal," kata Kepala Produksi Aston Prima Raya, Miko, di Jakarta, Rabu (25/1/2017).

Hal yang sama juga dilakukan PT Sampoerna Printpack, Jakarta Timur. Produsen Aerosol ini beralih dari LPG ke gas bumi PGN dan diperkirakan dapat menghemat biaya bahan bakar hingga 60 persen.

"Kami baru saja menyelesaikan pekerjaan gas in atau pengaliran gas bumi pertama kali ke Sampoerna Printpack. Jika dibandingkan dengan penggunaan bahan bakar gas lain seperti LPG, maka Sampoerna Printpack akan menghemat kurang lebih 60 persen dari sisi harga bahan bakar saja," kata Sales Area Head PGN Jakarta, Sabaruddin.

Vice President Corporate Communication PGN, Irwan Andri Atmanto menambahkan, kompetisi global saat ini membuat industri-industri nasional dituntut untuk dapat efisien. Beralih ke gas bumi merupakan salah satu langkah tepat karena dibandingkan bahan bakar lainnya, gas bumi lebih efisien serta ramah lingkungan dan mudah penggunaannya.

"Industri-industri nasional semakin banyak yang beralih ke gas bumi. Kompetisi global menuntut industri nasional untuk meningkatkan mutu dan efisiensi," kata Irwan.

Namun, gas bumi yang memiliki banyak keunggulan ini bahkan berasal dari produksi dalam negeri, tidak akan dapat dinikmati industri tanpa dibangunnya infrastruktur pipa gas bumi. Karena itu, sudah menjadi komitmen bagi Perusahaan Gas Negara terus membangun infrastruktur gas bumi dan membuka kawasan baru pengguna gas bumi.

baca juga

"Total pipa gas hilir PGN saat ini lebih dari 7.278 kilometer. Ini setara dengan 80 persen infrastruktur gas bumi hilir seluruh Indonesia. Tapi jumlah ini belum cukup. Masih banyak daerah yang belum terjangkau infrastruktur gas bumi, dan PGN akan terus agresif membangun infrastrutkur gas bumi di Indonesia," ungkap Irwan.

Sampai saat ini, Perusahaan Gas Negara telah memasok gas bumi ke 1.652 industri dan pembangkit listrik, selain itu PGN juga memasok gas bumi ke lebih dari 1.920 pelanggan komersial dan Usaha Kecil Menengah (UKM), serta memasok ke lebih dari 200.000 pelanggan rumah tangga.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

PLN Targetkan Rasio Elektrifikasi 100 Persen Tahun 2024

PLN Targetkan Rasio Elektrifikasi 100 Persen Tahun 2024

Bisnis | Rabu, 25 Januari 2017 | 06:25 WIB

PLN Tambah Tambah Pembangkit 75.900 MW Hingga 2026

PLN Tambah Tambah Pembangkit 75.900 MW Hingga 2026

Bisnis | Rabu, 25 Januari 2017 | 04:33 WIB

Jokowi Minta Harga Gas Dikalkulasi Kembali

Jokowi Minta Harga Gas Dikalkulasi Kembali

Bisnis | Selasa, 24 Januari 2017 | 17:43 WIB

PLN Akui Ada Masalah Bankability Dalam Proyek PLTGU Jawa 1

PLN Akui Ada Masalah Bankability Dalam Proyek PLTGU Jawa 1

Bisnis | Senin, 23 Januari 2017 | 09:20 WIB

Sejak 2009, Investasi PHE di Blok ONWJ Capai 3,9 Miliar Dolar AS

Sejak 2009, Investasi PHE di Blok ONWJ Capai 3,9 Miliar Dolar AS

Bisnis | Kamis, 19 Januari 2017 | 16:09 WIB

Pertamina Tandatangani Perpanjangan Kontrak Bagi Hasil Blok  ONWJ

Pertamina Tandatangani Perpanjangan Kontrak Bagi Hasil Blok ONWJ

Bisnis | Rabu, 18 Januari 2017 | 18:21 WIB

Usaha Laundry Ini Hemat 50 Persen Pakai Gas Bumi PGN

Usaha Laundry Ini Hemat 50 Persen Pakai Gas Bumi PGN

Bisnis | Rabu, 18 Januari 2017 | 13:35 WIB

Pertamina dan Pemprov Jatim Tuntaskan Masalah Lahan

Pertamina dan Pemprov Jatim Tuntaskan Masalah Lahan

Bisnis | Selasa, 17 Januari 2017 | 19:07 WIB

LPG sebagai Energi Alternatif Pengganti BBM

LPG sebagai Energi Alternatif Pengganti BBM

Bisnis | Selasa, 17 Januari 2017 | 16:45 WIB

Kisruh Proyek PLTGU Jawa 1 Pengaruhi Citra Bisnis Energi RI

Kisruh Proyek PLTGU Jawa 1 Pengaruhi Citra Bisnis Energi RI

Bisnis | Selasa, 17 Januari 2017 | 12:13 WIB

Terkini

Investor Migas Makin Percaya Indonesia, Proyek Bukit Panjang Masuk Tahap Fabrikasi

Investor Migas Makin Percaya Indonesia, Proyek Bukit Panjang Masuk Tahap Fabrikasi

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:05 WIB

Bahlil Ungkap 5.700 Desa Masih Gelap, Pemerintah Gelontorkan Rp10,3 Triliun untuk Listrik Desa

Bahlil Ungkap 5.700 Desa Masih Gelap, Pemerintah Gelontorkan Rp10,3 Triliun untuk Listrik Desa

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:05 WIB

Kabar Baik Pencari Kerja! Kemnaker Buka Pelatihan Gratis untuk 20.000 Peserta, Daftar hingga 9 Juli

Kabar Baik Pencari Kerja! Kemnaker Buka Pelatihan Gratis untuk 20.000 Peserta, Daftar hingga 9 Juli

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 13:51 WIB

Masuk Fortune Southeast Asia 500 2026, Hutama Karya Perkuat Kiprah sebagai BUMN Konstruksi Terkemuka

Masuk Fortune Southeast Asia 500 2026, Hutama Karya Perkuat Kiprah sebagai BUMN Konstruksi Terkemuka

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 13:20 WIB

Beralih ke Jargas Hemat Biaya Energi hingga 33 Persen, Pemerintah Tambah 160 Ribu Sambungan Baru

Beralih ke Jargas Hemat Biaya Energi hingga 33 Persen, Pemerintah Tambah 160 Ribu Sambungan Baru

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 13:16 WIB

Tahun Emas ke-50, Darya-Varia Berkinerja Tangguh dan Komitmen pada Pertumbuhan Berkelanjutan

Tahun Emas ke-50, Darya-Varia Berkinerja Tangguh dan Komitmen pada Pertumbuhan Berkelanjutan

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 12:25 WIB

Pasokan Batubara PLTU Jawa Mulai Pulih, PLN Kini Kejar Perbaikan Dua Pembangkit

Pasokan Batubara PLTU Jawa Mulai Pulih, PLN Kini Kejar Perbaikan Dua Pembangkit

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 11:34 WIB

Bulog Buka Suara soal Dugaan Korupsi Beras Wamena, Pastikan Distribusi Pangan Tetap Aman dan Stabil

Bulog Buka Suara soal Dugaan Korupsi Beras Wamena, Pastikan Distribusi Pangan Tetap Aman dan Stabil

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 09:39 WIB

Kabar Baik bagi MBR! Menteri PKP Pastikan Bunga KPR FLPP Tetap 5 Persen, Meski BI Rate Naik

Kabar Baik bagi MBR! Menteri PKP Pastikan Bunga KPR FLPP Tetap 5 Persen, Meski BI Rate Naik

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 08:23 WIB

Polemik MBG Saat Libur Sekolah, Gapembi Kritik BGN

Polemik MBG Saat Libur Sekolah, Gapembi Kritik BGN

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:27 WIB