Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Pengeluaran Lebih Besar dari Pemasukan? Inilah Ciri-cirinya

Angelina Donna | Suara.com

Kamis, 02 Februari 2017 | 20:22 WIB
Pengeluaran Lebih Besar dari Pemasukan? Inilah Ciri-cirinya

Suara.com - Keuangan merupakan tulang punggung suatu kehidupan, tanpa keuangan yang sehat, kegiatan sehari-hari akan lebih sulit. Memang uang bukanlah segalanya, tetapi tanpa uang banyak hal yang tidak dapat dilakukan. Walaupun begitu, masih banyak orang yang menghamburkan uangnya, mereka membelanjakan uang dengan tidak bertanggung jawab tanpa memikirkan konsekuensinya.

Salah satu pola hidup orang yang tidak bertanggung jawab pada finansial mereka adalah dengan mengeluarkan lebih daripada yang mereka dapatkan. Orang-orang seperti ini biasanya tidak mencatat belanja mereka sehingga mereka tidak sadar bahwa mereka telah mengeluarkan lebih banyak daripada yang mereka hasilkan. Berikut adalah beberapa ciri orang yang pengeluarannya lebih besar daripada pendapatan.

Berutang untuk membayar utang
Ini adalah salah satu ciri yang sering ditemui oleh orang yang tidak bertanggung jawab secara finansial mereka. Mereka berutang untuk membiayai sifat konsumtif mereka. Mereka menganggap bahwa perilaku belanja mereka tidak akan memiliki konsekuensi.

Utang kecil yang dapat terlihat adalah utang kartu kredit, mereka berutang pada bank dengan cara menggunakan kartu kredit. Mereka beranggapan bahwa kartu kredit adalah “lampu hijau” untuk mereka berfoya-foya. Kemudian mereka tidak mampu membayarnya karena pemasukan mereka yang lebih sedikit daripada pengeluaran.

Orang-orang seperti ini pastinya akan terlilit utang kartu kredit dan mereka terpaksa meminjam atau berutang dari keluarga atau teman, atau dari pinjaman KTA bank. Mereka membuka utang baru untuk membayar utang lama. Jika memang ini adalah hal yang sedang dilakukan, maka anda termasuk yang mengeluarkan lebih banyak daripada mendapatkan.

Jumlah tabungan sedikit
Untuk mengetahui apakah pengeluaran melebihi pendapatan, anda dapat melihat jumlah tabungan anda. Seseorang dapat tergolong stabil dari segi keuangan apabila mereka dapat hidup tanpa melakukan kegiatan mencari nafkah. Biasanya orang yang terlalu boros akan sulit mengontrol keuangan mereka sehingga mereka jarang sekali menabung. Pakar keuangan menganggap setengah tahun atau 6 (enam) bulan adalah waktu yang tepat untuk mengukur keuangan anda

Besar tabungan seharusnya mampu membuat anda bertahan minimal selama 6 bulan tanpa penghasilan. Ini berarti selama 6 bulan, seluruh biaya konsumsi, makan, transportasi dan cicilan sudah harus tersedia di bank. Jadi misalnya setiap bulannya anda menghabiskan Rp3 juta, berarti tabungan anda paling sedikit harus Rp18 juta.  Jika memang tabungan itu tidak mencapai nominal yang seharusnya, berarti anda sudah terlalu boros.

Anda harus mengerti pentingnya menabung untuk pembiayaan masa tua atau bahkan jika terjadi musibah secara tiba-tiba. Menurut penelitian, jika seseorang menabung mulai dari usia 25 tahun, mereka harus menyisihkan minimal 7% dari pendapatan mereka agar keuangan mereka stabil pada usia pensiun 70 tahun. Jika anda ingin pensiun pada usia 65 tahun, maka harus menyisihkan 15% gaji setiap bulannya.

Terlalu banyak cicilan
Cicilan biasanya diberikan oleh pihak bank atau merchant apabila harga barang cukup besar. Misalnya smartphone, perabotan rumah tangga hingga kendaraan atau rumah.  Mungkin saja anda tidak ingin membeli barang tersebut, tetapi karena promonya sangat menarik, anda tergiur dan termakan oleh tawaran cicilan tanpa bunga.

Banyaknya cicilan dapat menentukan pola hidup. Jika seluruh barang yang anda miliki adalah hasil kredit, mungkin dapat berarti anda memiliki barang di luar daripada kemampuan yang ada. Jika sekarang masih belum mampu memilikinya, apa bedanya nanti? Tentu sebaiknya anda tidak mengambil risiko keterlambatan atau kegagalan kredit.

Kuncinya, pembayaran cicilan tidak boleh melebihi seperempat dari nilai pendapatan, jadi misalkan anda menghasilkan Rp10 juta setiap bulannya, Rp2,5 juta adalah jumlah yang tepat untuk alokasi kredit.

Baca juga artikel Cermati lainnya:

6 Hal Ini Wajib Diketahui Sebelum Mengambil Polis Asuransi Jiwa

Syarat-Syarat Perubahan Data BPJS Kesehatan

Mau Sukses Cari Uang dengan Jadi Youtuber? Baca Ini Dulu

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Inilah Fakta dan Mitos di Balik Kartu Kredit yang Perlu Diketahui

Inilah Fakta dan Mitos di Balik Kartu Kredit yang Perlu Diketahui

Bisnis | Rabu, 01 Februari 2017 | 20:05 WIB

Hal yang Harus Diperhatikan agar Trading Forex Menguntungkan

Hal yang Harus Diperhatikan agar Trading Forex Menguntungkan

Bisnis | Selasa, 31 Januari 2017 | 20:00 WIB

Coba Cara Ini Untuk Tetap Dapat Uang Tanpa Bekerja

Coba Cara Ini Untuk Tetap Dapat Uang Tanpa Bekerja

Bisnis | Sabtu, 28 Januari 2017 | 19:05 WIB

Tips Menghemat Biaya Khitanan Anak

Tips Menghemat Biaya Khitanan Anak

Bisnis | Jum'at, 27 Januari 2017 | 19:45 WIB

Simak Rahasia Hidup Mapan Untuk Pekerja Muda Bergaji 1 Jutaan

Simak Rahasia Hidup Mapan Untuk Pekerja Muda Bergaji 1 Jutaan

Bisnis | Jum'at, 27 Januari 2017 | 19:31 WIB

Tips Mampu Membeli Rumah dengan Gaji Terbatas

Tips Mampu Membeli Rumah dengan Gaji Terbatas

Bisnis | Selasa, 24 Januari 2017 | 20:22 WIB

Terkini

Harga Minyak Turun di Bawah 100 Dolar Imbas Perkembangan 'Positif' Nego Perang Iran

Harga Minyak Turun di Bawah 100 Dolar Imbas Perkembangan 'Positif' Nego Perang Iran

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 21:30 WIB

Krisis Global? Tabungan Orang Kaya Semakin Gemuk

Krisis Global? Tabungan Orang Kaya Semakin Gemuk

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 20:35 WIB

Lebih Rentan Meledak, Distribusi CNG Lebih Baik Lewat Jargas

Lebih Rentan Meledak, Distribusi CNG Lebih Baik Lewat Jargas

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 20:23 WIB

Pertamina Jajaki SLB sebagai Mitra Teknologi, Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Pertamina Jajaki SLB sebagai Mitra Teknologi, Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 20:17 WIB

Harga MinyaKita Mahal, Pedagang: Mending Beli Minyak Goreng yang Lain!

Harga MinyaKita Mahal, Pedagang: Mending Beli Minyak Goreng yang Lain!

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 20:14 WIB

Laba Bank Jago Melonjak 42 Persen di Kuartal I 2026, Tiga Arahan Jadi Kunci

Laba Bank Jago Melonjak 42 Persen di Kuartal I 2026, Tiga Arahan Jadi Kunci

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 19:57 WIB

Dorong Reintegrasi Sosial, Kemnaker Siapkan Akses Kerja bagi Eks Warga Binaan

Dorong Reintegrasi Sosial, Kemnaker Siapkan Akses Kerja bagi Eks Warga Binaan

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 19:51 WIB

Integrasi Holding Ultra Mikro Jangkau 33,7 Juta Pelaku Usaha, Bukti BRI Berpihak pada Rakyat

Integrasi Holding Ultra Mikro Jangkau 33,7 Juta Pelaku Usaha, Bukti BRI Berpihak pada Rakyat

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 19:47 WIB

Purbaya Bebaskan Pajak untuk Merger BUMN, Kasih Waktu 3 Tahun

Purbaya Bebaskan Pajak untuk Merger BUMN, Kasih Waktu 3 Tahun

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 19:32 WIB

Direktur Pegadaian Raih Penghargaan Women in Business Leadership 2026

Direktur Pegadaian Raih Penghargaan Women in Business Leadership 2026

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 19:25 WIB