Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 7.092,467
LQ45 682,759
Srikehati 330,936
JII 470,691
USD/IDR 17.400

Inilah Fakta dan Mitos di Balik Kartu Kredit yang Perlu Diketahui

Angelina Donna | Suara.com

Rabu, 01 Februari 2017 | 20:05 WIB
Inilah Fakta dan Mitos di Balik Kartu Kredit yang Perlu Diketahui
Inilah fakta dan mitos di balik kartu kredit yang perlu diketahui

Suara.com - Kartu kredit hadir sebagai kemudahan transaksi sehari-hari, Anda tidak perlu kerepotan lagi untuk membawa uang tunai dengan jumlah dan volume yang banyak untuk pembayaran transaksi bernominal tinggi. Anda pun tidak perlu menyediakan uang sebelum memakainya, karena kartu kredit mempunyai sistem sama dengan utang kepada bank.

Akan tetapi, di balik segala keuntungan dan manfaat yang ditawarkan oleh kartu kredit, masih banyak sebagian masyarakat yang salah memahami kegunaan dan cara kerja kartu kredit tersebut.

Kesalahpahaman tersebut dapat merugikan kondisi finansial penggunanya. Berikut adalah beberapa mitos dan fakta di balik kartu kredit yang harus diketahui.

Memotong kartu sama dengan menghentikan fasilitas kartu kredit
Mitos ini tidak benar, faktanya, memotong kartu tidak melepaskan Anda dari tanggung jawab. Memotong kartu kredit sama dengan tidak memakai kartu kredit tersebut, tetapi bukan berarti lepas dari fasilitas kartu tersebut. Sebaiknya, jika Anda ingin menghentikan fasilitas kartu kredit, konsultasikanlah pada bank penerbit kartu. Kemudian, lakukan langkah-langkah penghentian fasilitas kartu kredit sesuai yang diminta

Salah satu contohnya mengunjungi bank dan menyiapkan formulir atau dokumen pelengkap. Buatlah kesepakatan hitam di atas putih agar Anda memiliki bukti yang sah di mata hukum, terutama apabila terdapat tindak kriminalitas yang mengatasnamakan kartu kredititu. Menghentikan fasilitas kartu kredit dengan tahapan yang benar dapat menghindari Anda dari risiko kerugian pada nantinya.

Cukup membayar minimum pembayaran
Sebaliknya, anda seharusnya membayar seluruh jumlah tagihan sebelum atau sesuai dengan waktu yang telah ditentukan. Jika hanya membayar sebagian, maka Anda akan tetap dikenakan biaya penalti dan denda bunga dari sisa jumlah tagihan. Pembayaran minimum sama saja belum membayar di mata bank penerbit kartu. Pembayaran seluruhnya dan tepat waktu harus sangat diperhatikan agar anda tidak terlilit utang kartu kredit.

Tidak baik mempunyai kartu kredit dengan limit tinggi
Anggapan ini salah terutama bagi pengguna kartu kredit yang cermat, limit yang tinggi sangat menguntungkan. Faktanya, 30% tingkat suku bunga kartu kredit bergantung pada batas maksimum kartu anda, semakin tinggi limit yang diberikan, tingkat suku bunganya akan semakin rendah. Ini berarti jika Anda mendapatkan kartu kedit dengan limit yang tinggi tetapi tetap menjaga tagihan tetap rendah, Anda dapat menikmati suku bunga yang rendah.

Selain itu, bagi pengguna yang bijak menggunakan kartu kredit, limit yang tinggi dapat dijadikan modal untuk usahanya. Contohnya penjual fashion online yang menggunakan sistem pre-order, dapat memesan barang mereka dan membayarnya dengan kartu kredit. Mereka pun tidak akan takut dengan pembayarannya karena mereka melakukan sistem pre-order dan telah mendapatkan uang muka dari pelanggan mereka. Kuncinya adalah pandai memanfaatkan kartu kredit.

Semakin banyak kartu yang dimiliki, Anda akan semakin untung
Jumlah kartu kredit yang terlalu banyak hanya akan membuat anda tergiur untuk memakainya, terutama jika tidak mampu mengontrol perilaku belanja. Kartu kredit yang banyak berarti limit pembelanjaan Anda meningkat, contohnya kartu kredit A mempunyai limit Rp5 juta, kartu kredit B mempunyai limit Rp8 juta, berarti sekarang anda mempunyai Rp13 juta yang dapat dipakai. Walaupun akan mendapatkan fasilitas yang beragam, dana yang akan anda keluarkan untuk biaya tahunan pun akan meningkat.

Jumlah tagihan harus seimbang agar kualitas kredit baik
Kualitas kredit tidak berhubungan dengan jumlah pemakaian anda. Baik buruknya reputasi kredit seseorang ditentukan dari kemampuan dan ketepatan waktu pengguna membayar tagihan mereka. Sekali terlilit utang kartu kredit maka kualitas kredit anda akan menjadi buruk.

Baca juga artikel Cermati lainnya:

Kenali Perbedaan Generasi X, Y, dan Z dalam Berbelanja

Inilah Risiko Kebiasaan Melakukan Pembayaran Minimum Kartu Kredit

Inilah 5 Kebijakan Finansial dari Bank Indonesia (BI) Selama 2016

Published by

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Hal yang Harus Diperhatikan agar Trading Forex Menguntungkan

Hal yang Harus Diperhatikan agar Trading Forex Menguntungkan

Bisnis | Selasa, 31 Januari 2017 | 20:00 WIB

Coba Cara Ini Untuk Tetap Dapat Uang Tanpa Bekerja

Coba Cara Ini Untuk Tetap Dapat Uang Tanpa Bekerja

Bisnis | Sabtu, 28 Januari 2017 | 19:05 WIB

Tips Menghemat Biaya Khitanan Anak

Tips Menghemat Biaya Khitanan Anak

Bisnis | Jum'at, 27 Januari 2017 | 19:45 WIB

Simak Rahasia Hidup Mapan Untuk Pekerja Muda Bergaji 1 Jutaan

Simak Rahasia Hidup Mapan Untuk Pekerja Muda Bergaji 1 Jutaan

Bisnis | Jum'at, 27 Januari 2017 | 19:31 WIB

Terkini

MinyaKita Makin Mahal, Harganya Tembus Rp 22.000

MinyaKita Makin Mahal, Harganya Tembus Rp 22.000

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 18:10 WIB

Pengamat: Industri Baja RI Terancam Kehilangan Pelanggan

Pengamat: Industri Baja RI Terancam Kehilangan Pelanggan

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 18:03 WIB

Setor Rp213 Triliun ke Negara, IHT Kini Tertekan Kebjakan Pemerintah

Setor Rp213 Triliun ke Negara, IHT Kini Tertekan Kebjakan Pemerintah

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 17:55 WIB

Harga Acuan Beras Dinilai Sudah Tak Realistis, Berapa Seharusnya?

Harga Acuan Beras Dinilai Sudah Tak Realistis, Berapa Seharusnya?

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 17:45 WIB

Pertagas Pegang Kendali Pipa Gas Cisem II

Pertagas Pegang Kendali Pipa Gas Cisem II

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 17:28 WIB

METI: Energi Hijau Bukan Sekadar Kurangi Emisi, Tapi Buka Peluang Ekonomi Baru

METI: Energi Hijau Bukan Sekadar Kurangi Emisi, Tapi Buka Peluang Ekonomi Baru

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 17:23 WIB

Jika Impor Baja China Dibiarkan, Penutupan PT Krakatau Osaka Steel Akan Disusul Perusahaan Lain

Jika Impor Baja China Dibiarkan, Penutupan PT Krakatau Osaka Steel Akan Disusul Perusahaan Lain

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 17:18 WIB

Bos BI Jamin Cadangan Devisa Tak Akan Goyah untuk Intervensi Rupiah

Bos BI Jamin Cadangan Devisa Tak Akan Goyah untuk Intervensi Rupiah

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 17:17 WIB

Pertamina dan Apache Bahas Peluang Kolaborasi Global Pengembangan Reservoir Kompleks

Pertamina dan Apache Bahas Peluang Kolaborasi Global Pengembangan Reservoir Kompleks

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 17:06 WIB

IHSG Terbang Tinggi 1,15% Hari Ini, 370 Saham Menghijau

IHSG Terbang Tinggi 1,15% Hari Ini, 370 Saham Menghijau

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 16:49 WIB