5 Tahun Terakhir, Investasi Negara IORA Naik 13,4 Persen

Adhitya Himawan | Dian Kusumo Hapsari | Suara.com

Selasa, 07 Maret 2017 | 14:49 WIB
5 Tahun Terakhir, Investasi Negara IORA Naik 13,4 Persen
Presiden Jokowi menghadiri KTT Asosiasi Negara Lingkar Samudra Hindia atau Indian Ocean Rim Association (IORA) Tahun 2017. [Foto Biro Pers Setpres]

Dalam lima tahun terakhir kurun waktu 2012-2016, rata-rata investasi negara-negara yang tergabung dalam Indian Ocean Rim Association (IORA) naik 13,4 persen. Tren positif investasi dari negara-negara IORA tersebut terutama disumbang oleh sektor tersier. Pada tahun 2016, kenaikan investasi dari negara-negara IORA mencapai 21,6 persen dengan nilai investasi mencapai 11,67 miliar Dolar Amerika Serikat (AS) bila dibandingkan dengan investasi negara anggota IORA pada tahun 2015 sebesar 9,5 miliar Dolar AS.

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Trikasih Lembong menyampaikan bahwa peningkatan tren investasi yang positif tersebut menunjukkan bahwa hal tersebut menunjukkan semakin berkembangnya kerjasama ekonomi selatan-selatan. “Selama ini banyak investasi yang terjadi dari negara kaya kepada negara berkembang, namun dengan semakin berkembangnya sektor jasa dan finansial negara berkembang dan miskin maka ini akan mendorong investasi di antara negara berkembang,” ujarnya dalam keterangan resmi kepada media, di Jakarta, Senin (6/3/2017).

Menurut Tom, lima besar kontributor utama dari realisasi investasi yang masuk dari negara IORA adalah Singapura, Malaysia, Mauiritius, Australia dan Thailand. “Kami berharap negara-negara anggota IORA lainnya dapat semakin meningkatkan investasi antara negara-negara anggota sehingga dapat mempererat kerjasama selatan-selatan tersebut,” lanjutnya.

Tren kenaikan investasi dari negara-negara IORA tercatat cukup positif dalam kurun waktu 2012-2016. Pada tahun 2012 investasi dari negara IORA mencapai 7,5 miliar Dolar AS, kemudian turun menjadi 6,6 miliar Dolar AS pada tahun 2013, pada tahun 2014 kembali naik menjadi 9,2 miliar Dolar AS, pada tahun 2015 naik tipis menjadi 9,5 miliar Dolar AS dan terakhir pada tahun 2016 naik menjadi 11,6 miliar Dolar AS. “Ke depan kami berharap, kontribusi investasi dari negara-negara IORA dapat terus meningkat,” papar Tom.

Lebih lanjut, Tom menyampaikan bahwa IORA menjadi spesial karena keikutsertaan negara berkembang yang begitu besar. Negara-negara yang menjadi anggota IORA diantaranya adalah 21 negara yakni Australia, Bangladesh, Comoros, India, Indonesia, Iran, Kenya, Madagascar, Malaysia, Mauritius, Mozambique, Oman, Seychelles, Singapura, Somalia, Afrika Selatan, Srilanka, Tanzania, Thailand, Uni Emirat Arab dan Yaman.

Pemerintah Indonesia menjadi tuan rumah penyelenggaraan Konferensi IORA yang diselenggarakan pada tanggal 5-7 Maret 2017 di Jakarta Convention Center. Indonesia merupakan Ketua Umum dari IORA untuk periode tahun 2015-2017. Kepala BKPM Thomas Lembong merupakan salah satu panelis dalam IORA Business Summit pada tanggal 6 Maret 2017 bersama Menteri Pariwisata Arief Yahya, Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo, Sekjen IORA K.V. Baghirath serta perwakilan dari dunia usaha.

Dalam lima tahun terakhir kurun waktu 2012-2016, rata-rata investasi negara-negara yang tergabung dalam Indian Ocean Rim Association (IORA) naik 13,4 persem. Tren positif investasi dari negara-negara IORA tersebut terutama disumbang oleh sektor tersier. Pada tahun 2016, kenaikan investasi dari negara-negara IORA mencapai 21,6 persen dengan nilai investasi mencapai 11,67 miliar Dolar Amerika Serikat (AS) bila dibandingkan dengan investasi negara anggota IORA pada tahun 2015 sebesar 9,5 miliar Dolar AS.

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Thomas Lembong menyampaikan bahwa peningkatan tren investasi yang positif tersebut menunjukkan bahwa hal tersebut menunjukkan semakin berkembangnya kerjasama ekonomi selatan-selatan. “Selama ini banyak investasi yang terjadi dari negara kaya kepada negara berkembang, namun dengan semakin berkembangnya sektor jasa dan finansial negara berkembang dan miskin maka ini akan mendorong investasi di antara negara berkembang,” ujarnya dalam keterangan resmi kepada media, di Jakarta, Senin (6/3).

Menurut Tom, lima besar kontributor utama dari realisasi investasi yang masuk dari negara IORA adalah Singapura, Malaysia, Mauiritius, Australia dan Thailand. “Kami berharap negara-negara anggota IORA lainnya dapat semakin meningkatkan investasi antara negara-negara anggota sehingga dapat mempererat kerjasama selatan-selatan tersebut,” lanjutnya.

Tren kenaikan investasi dari negara-negara IORA tercatat cukup positif dalam kurun waktu 2012-2016. Pada tahun 2012 investasi dari negara IORA mencapai 7,5 miliar Dolar AS, kemudian turun menjadi 6,6 miliar Dolar AS pada tahun 2013, pada tahun 2014 kembali naik menjadi 9,2 miliar Dolar AS, pada tahun 2015 naik tipis menjadi 9,5 miliar Dolar AS dan terakhir pada tahun 2016 naik menjadi 11,6 miliar Dolar AS. “Ke depan kami berharap, kontribusi investasi dari negara-negara IORA dapat terus meningkat,” papar Tom.

Lebih lanjut, Tom menyampaikan bahwa IORA menjadi spesial karena keikutsertaan negara berkembang yang begitu besar. Negara-negara yang menjadi anggota IORA diantaranya adalah 21 negara yakni Australia, Bangladesh, Comoros, India, Indonesia, Iran, Kenya, Madagascar, Malaysia, Mauritius, Mozambique, Oman, Seychelles, Singapura, Somalia, Afrika Selatan, Srilanka, Tanzania, Thailand, Uni Emirat Arab dan Yaman.

Pemerintah Indonesia menjadi tuan rumah penyelenggaraan Konferensi IORA yang diselenggarakan pada tanggal 5-7 Maret 2017 di Jakarta Convention Center. Indonesia merupakan Ketua Umum dari IORA untuk periode tahun 2015-2017. Kepala BKPM Thomas Lembong merupakan salah satu panelis dalam IORA Business Summit pada tanggal 6 Maret 2017 bersama Menteri Pariwisata Arief Yahya, Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo, Sekjen IORA K.V. Baghirath serta perwakilan dari dunia usaha.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Melalui IORA, Indonesia Siap Perkuat Kerjasama "Blue Economy"

Melalui IORA, Indonesia Siap Perkuat Kerjasama "Blue Economy"

Bisnis | Selasa, 07 Maret 2017 | 14:42 WIB

KTT IORA 2017 Hasilkan Dokumen "Jakarta Concord"

KTT IORA 2017 Hasilkan Dokumen "Jakarta Concord"

News | Selasa, 07 Maret 2017 | 13:50 WIB

Jokowi Kutip Bung Karno Soal Internasionalisme dan Nasionalisme

Jokowi Kutip Bung Karno Soal Internasionalisme dan Nasionalisme

News | Selasa, 07 Maret 2017 | 13:45 WIB

Pada Peserta IORA, Jokowi Sebut Jakarta Kota yang Luar Biasa

Pada Peserta IORA, Jokowi Sebut Jakarta Kota yang Luar Biasa

News | Selasa, 07 Maret 2017 | 09:14 WIB

Jokowi Undang Negara-negara IORA Berinvestasi di Indonesia

Jokowi Undang Negara-negara IORA Berinvestasi di Indonesia

Bisnis | Selasa, 07 Maret 2017 | 06:34 WIB

Jokowi Sebut Samudera Hindia Jadi Masa Depan Ekonomi Dunia

Jokowi Sebut Samudera Hindia Jadi Masa Depan Ekonomi Dunia

Bisnis | Selasa, 07 Maret 2017 | 06:23 WIB

Jamu Makan Malam Peserta KTT IORA, Jokowi Promosikan Jakarta

Jamu Makan Malam Peserta KTT IORA, Jokowi Promosikan Jakarta

News | Selasa, 07 Maret 2017 | 00:16 WIB

Ke KTT IORA, Jokowi Tampil Keren dengan Jas dan Dasi Biru

Ke KTT IORA, Jokowi Tampil Keren dengan Jas dan Dasi Biru

News | Senin, 06 Maret 2017 | 16:07 WIB

Jokowi Buka Business Summit KTT IORA

Jokowi Buka Business Summit KTT IORA

Foto | Senin, 06 Maret 2017 | 15:41 WIB

Pameran Produk Perdagangan

Pameran Produk Perdagangan

Foto | Senin, 06 Maret 2017 | 13:30 WIB

Terkini

Alasan Pemerintah Gelar Pasar Murah di Monas

Alasan Pemerintah Gelar Pasar Murah di Monas

Bisnis | Minggu, 29 Maret 2026 | 08:52 WIB

Kapitalisasi Pasar BEI Anjlok Jadi Rp 12.516 Triliun Selama Sepekan Kemarin

Kapitalisasi Pasar BEI Anjlok Jadi Rp 12.516 Triliun Selama Sepekan Kemarin

Bisnis | Minggu, 29 Maret 2026 | 08:40 WIB

Dari Kampung Halaman ke Jakarta, Pertamina Fasilitasi Arus Balik Lebaran

Dari Kampung Halaman ke Jakarta, Pertamina Fasilitasi Arus Balik Lebaran

Bisnis | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:40 WIB

Update Terbaru, Dua Kapal Tanker PIS Usai Iran Berikan Respons Positif

Update Terbaru, Dua Kapal Tanker PIS Usai Iran Berikan Respons Positif

Bisnis | Sabtu, 28 Maret 2026 | 17:42 WIB

Arus Balik Lebaran 2026 Memuncak, Bandara Soekarno-Hatta Layani 187 Ribu Penumpang dalam Sehari

Arus Balik Lebaran 2026 Memuncak, Bandara Soekarno-Hatta Layani 187 Ribu Penumpang dalam Sehari

Bisnis | Sabtu, 28 Maret 2026 | 17:03 WIB

Pertamina Perkuat Budaya Hemat Energi, dari Kantor hingga Program untuk Masyarakat

Pertamina Perkuat Budaya Hemat Energi, dari Kantor hingga Program untuk Masyarakat

Bisnis | Sabtu, 28 Maret 2026 | 15:10 WIB

Iran Respons Positif, Dua Kapal Pertamina Bakal Keluar Selat Hormuz?

Iran Respons Positif, Dua Kapal Pertamina Bakal Keluar Selat Hormuz?

Bisnis | Sabtu, 28 Maret 2026 | 14:28 WIB

Pasca - Lebaran, Ini Status Stok Pangan Nasional!

Pasca - Lebaran, Ini Status Stok Pangan Nasional!

Bisnis | Sabtu, 28 Maret 2026 | 12:59 WIB

Bulog Bantah Isu Dirut Ahmad Rizal Ramdhani Rangkap Jabatan KABAIS TNI

Bulog Bantah Isu Dirut Ahmad Rizal Ramdhani Rangkap Jabatan KABAIS TNI

Bisnis | Sabtu, 28 Maret 2026 | 11:30 WIB

Arus Balik Lebaran 2026: ASDP Prioritaskan Mobil Pribadi dan Bus di Ketapang  Gilimanuk

Arus Balik Lebaran 2026: ASDP Prioritaskan Mobil Pribadi dan Bus di Ketapang Gilimanuk

Bisnis | Sabtu, 28 Maret 2026 | 10:14 WIB