Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 7.057,106
LQ45 681,583
Srikehati 330,472
JII 466,124
USD/IDR 17.420

Pembangunan Jalan Harus Berdampak Pada Peningkatan Kualitas Hidup

Adhitya Himawan | Dian Kusumo Hapsari | Suara.com

Kamis, 09 Maret 2017 | 12:43 WIB
Pembangunan Jalan Harus Berdampak Pada Peningkatan Kualitas Hidup
Konpers Konferensi Internasional ke-15 Road Engineering Association of Asia and Australia (REAAA). [Dok Kementerian PUPR]

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) memberikan perhatian yang besar terhadap perkembangan disiplin ilmu di bidang jalan dan jembatan. Kementerian PUPR sebagai pengguna utama jasa keahlian dan teknologi para pengembang jalan terus mendorong Himpunan Pengembang Jalan Indonesia (HPJI) untuk meningkatkan profesionalisme para anggotanya.

Dalam rangka meningkatkan profesionalitas dalam pengembangan jalan di Indonesia, HPJI akan menyelenggarakan Konferensi Internasional ke-15 Road Engineering Association of Asia and Australia (REAAA) serta penyelenggaraan Internasional Road Federation (IRF) Global Summit 2017 yang akan diselenggarakan pada tanggal 20 – 24 Maret 2017, di Bali Nusa Dua Convention Center, Bali.

Penyelenggaraan konferensi internasional ini rencananya akan dibuka oleh Menteri PUPR Basuki Hadimuljono serta dihadiri lebih dari 700 orang peserta yang terdiri dari 245 peserta internasional dari negara-negara anggota REAAA/IRF, dan 460 orang peserta dari Indonesia.

 

Penyelenggaraan konferensi tersebut dilaksanakan secara periodik dan bergantian di berbagai negara, dimana tahun ini Indonesia mendapatkan kehormatan menjadi tuan rumah. Demikian disampaikan Direktur REAAA sekaligus Ketua Persatuan Insinyur Indonesia (PII) A. Hermanto Dardak dalam keterangan resmi, Rabu (8/3/2017).

Dikatakannya, tema dari penyelenggaraan kali ini yakni “Roads for Better Living” (Make Roads Inclusive, Safe, Resilient, and Sustainable), yaitu bagaimana pembangunan jaringan jalan dapat memberikan kontribusi pada peningkatan kualitas kehidupan masyarakat. “Pertemuan tersebut juga menjadi wahana yang baik untuk berbagi pengalaman dari berbagai negara terkait fungsi jalan sebagai pengangkut logistik, baik barang dan jasa, juga mendukung pembangunan ekonomi pada kawasan perkotaan maupun pedesaan,”ungkapnya.

Dalam pertemuan regional dan internasional nantinya akan membahas 5 (lima) isu penting : keselamatan jalan, sistem transportasi cerdas, konstruksi ramah lingkungan, keterpaduan pembangunan dan sumber pendanaan.

Pertama, dalam hal keselamatan jalan, jumlah korban jiwa yang meninggal di Indonesia dalam setahun masih sangat tinggi mencapai 30 ribu jiwa. “Hal ini menjadi perhatian komunitas internasional, sehingga penting untuk salin berbagi teknologi, solusi, mapun pengalaman dalam upaya kita meningkatkan kualitas jalan dan menurunkan tingkat kecelakaan atau fatalitas,” kata Hermanto Dardak. 

Kemudian sistem transportasi cerdas yang menekankan pentingnya teknologi, karena dengan teknologi kita menyadari bahwa kapasitas jaringan jalan bisa ditingkatkan, termasuk untuk mengurai kemacetan lalu lintas.

Selanjutnya konstruksi ramah lingkungan diperlukan untuk melindungi kehidupan lingkungan binaan dan alami. Lalu aspek keterpaduan dimana pembangunan jalan menjadi pemicu meningkatnya aktivitas ekonomi wilayah dan membuka lapangan kerja baru.

Sementara terkait sumber pendanaan infrastruktur, peran swasta diperlukan baik melalui investasi langsung maupun melalui Kerjasama Badan Usaha dan Pemerintah (KPBU).

Sebagai informasi bahwa REAAA merupakan organisasi asosiasi para pengembang jalan dari berbagai negara yang didirikan pertama kali di Malaysia pada tanggal 15 Juni 1973 untuk mengembangkan disiplin keilmuan dan praktek pembangunan jalan di wilayah Asia Pasifik, termasuk kemampuan profesional dan jejaring komersial diantara negara-negara yang berada di kawasan Asia Pasifik. 

Hingga saat ini REAAA beranggotakan 1.400 profesional di bidang pembangunan jalan dan industri terkait, yang berasal dari 24 negara dan berkedudukan di Malaysia. Saat ini Local REAAA Chapter telah berdiri di beberapa negara, seperti Australia, Brunei, Korea, Malaysia, Selandia Baru, Filipina, dan tentunya Indonesia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Inilah Deretan Program Infrastrukur PUPR yang Libatkan TNI

Inilah Deretan Program Infrastrukur PUPR yang Libatkan TNI

Bisnis | Kamis, 09 Maret 2017 | 12:07 WIB

Lebih Dekat Dengan Rakyat, Jadi Alasan PUPR Ajak TNI Bangun Desa

Lebih Dekat Dengan Rakyat, Jadi Alasan PUPR Ajak TNI Bangun Desa

Bisnis | Kamis, 09 Maret 2017 | 11:41 WIB

Bantu Pemerintah, TNI Akan Bangun Desa Tiga Kali Dalam Setahun

Bantu Pemerintah, TNI Akan Bangun Desa Tiga Kali Dalam Setahun

Bisnis | Kamis, 09 Maret 2017 | 11:02 WIB

Rapat dengan TNI, PUPR Bahas Pembangunan di Pedesaan

Rapat dengan TNI, PUPR Bahas Pembangunan di Pedesaan

Bisnis | Kamis, 09 Maret 2017 | 09:32 WIB

Ganjar Pranowo: Pembangunan Tol Batang-Semarang Capai 60 Persen

Ganjar Pranowo: Pembangunan Tol Batang-Semarang Capai 60 Persen

Bisnis | Rabu, 08 Maret 2017 | 12:23 WIB

Lelang Transportasi Jabodetabek Ditarget 72 Persen Maret Ini

Lelang Transportasi Jabodetabek Ditarget 72 Persen Maret Ini

Bisnis | Rabu, 08 Maret 2017 | 09:36 WIB

Sempat Amblas, Ruas Bandung-Cirebon Sudah Bisa Dilalui

Sempat Amblas, Ruas Bandung-Cirebon Sudah Bisa Dilalui

Bisnis | Rabu, 08 Maret 2017 | 08:40 WIB

Pembangunan 24 Gedung Sekolah di Aceh Telah Rampung

Pembangunan 24 Gedung Sekolah di Aceh Telah Rampung

Bisnis | Rabu, 08 Maret 2017 | 08:30 WIB

700 Kontraktor Jalan Se-Asia dan Australia akan Kumpul di Bali

700 Kontraktor Jalan Se-Asia dan Australia akan Kumpul di Bali

Bisnis | Selasa, 07 Maret 2017 | 12:37 WIB

Sempat Terputus, Jalan Sumatera Barat  Riau Sudah Pulih Kembali

Sempat Terputus, Jalan Sumatera Barat Riau Sudah Pulih Kembali

Bisnis | Selasa, 07 Maret 2017 | 11:14 WIB

Terkini

Rupiah Turun Terus, Purbaya Siapkan Dana Stabilisasi Obligasi

Rupiah Turun Terus, Purbaya Siapkan Dana Stabilisasi Obligasi

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 18:20 WIB

Pengamat: Aturan Soal Migas Jadi Biang Kerok Rupiah Terus Jeblok

Pengamat: Aturan Soal Migas Jadi Biang Kerok Rupiah Terus Jeblok

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 17:47 WIB

Tak Perlu Pusing, Belanja di China Bisa Bayar Pakai GoPay

Tak Perlu Pusing, Belanja di China Bisa Bayar Pakai GoPay

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 17:42 WIB

Purbaya Janjikan Kredit Bunga Rendah ke Industri Tekstil, Maksimal 6 Persen

Purbaya Janjikan Kredit Bunga Rendah ke Industri Tekstil, Maksimal 6 Persen

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 17:32 WIB

IHSG Masih Gagah Menguat, Betah di Level 7.000

IHSG Masih Gagah Menguat, Betah di Level 7.000

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 17:19 WIB

RUPS 2025 Patra Jasa Catat Kinerja Positif Dorong Pertumbuhan Pendapatan Perusahaan

RUPS 2025 Patra Jasa Catat Kinerja Positif Dorong Pertumbuhan Pendapatan Perusahaan

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 17:15 WIB

Rupiah Konsisten Menguat pada Rabu

Rupiah Konsisten Menguat pada Rabu

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 17:06 WIB

Dihantam China, Purbaya Mau Hidupkan Lagi Mimpi Indonesia soal Nikel

Dihantam China, Purbaya Mau Hidupkan Lagi Mimpi Indonesia soal Nikel

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 16:37 WIB

Apa itu Panda Bonds? Benarkah Ngutang ke China Bisa Perkuat Rupiah?

Apa itu Panda Bonds? Benarkah Ngutang ke China Bisa Perkuat Rupiah?

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 16:18 WIB

Trading Saham Tak Lagi Andalkan Insting, Tapi Bisa Pakai AI

Trading Saham Tak Lagi Andalkan Insting, Tapi Bisa Pakai AI

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 15:22 WIB