Apersi Akui Programnya Kurang Disambut Baik Pemda

Dythia Novianty, Nikolaus Tolen

Jum'at, 10 Maret 2017 | 06:02 WIB
Apersi Akui Programnya Kurang Disambut Baik Pemda
Pengukuhan pengurusan baru Apersi di Jakarta, Kamis (9/3/2017). [Suara.com/Nikolaus Tolen]

Suara.com - Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Pengembangan Perumahan dan Pemukiman Seluruh Indonesia (DPP APERSI) periode 2016-2020 resmi dikukuhkan, dengan dihadiri Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham), Yasona H Laoly. Ketua Umum DPP APERSI, Junaidi Abdilah menyatakan harapannya.

Dia mengatakan, program kerja pembangunan rumah bersubsidi untuk PNS, TNI dan Polri selama ini kurang disambut positif oleh pemerintah daerah (Pemda). Kendati demikian, dirinya terus mengajak Pemda di seluruh Tanah Air ikut andil dan memberikan perhatian kepada pembangunan perumahaan bersubsidi untuk PNS, Polri dan TNI.

“Kita sambut baik pemerintah pusat memberikan kemudahan terus aturan yang lebih lunak dan stimulus dan sebagainya terutama di bidang infrastruktur. Tapi di pemerintahan daerah kurang disambut baik. Nah, kami akan gencar bagaimana pemerintah daerah supaya ikut sinergi,” katanya di Hotel Crown, jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Kamis (9/3/2017).

Dia menuturkan, Apersi siap menjadi salah satu elemen membantu menjalankan program pemerintah. Diakuinya, selama ini masih banyak program Apersi mengalami hambatan.

“Selama ini masih banyak hambatan yang dialami Apersi untuk mewujudkan program kami salah satunya permasalahan di daerah,” katanya.

Lebih lanjut, dia juga mengatakan bahwa tidak sedikit para spekulan sudah membeli tanah di sejumlah daerah. Padahal, lahan tanah yang dibeli itu tidak juga dibangun proyek perumahannya. Hal ini, kata dia, tentu menjadi masalah serius yang harus dicarikan solusi penyelesaiannya.

“Kalau untuk daearah Jawa saya pikir memang lahan terbatas. Artinya, apa kalau kita teruskan nanti lahan-lahan ini terutama untuk rumah-rumah itu semakin jauh dan lahannya semakin terbatas dan harganya mahal karena banyak spekulan-spekulan membeli lahan tanah tapi tidak dibangun rumah. Ini menjadi masalah bagi kita semua,” papar Junaidi.

Tak sampai di situ, dia juga meminta pemerintah memperhatikan masyarakat informal, seperti pedagang kaki lima (PKL). Maka dari itu, dirinya menambahkan bahwa pemerintah harus membuat peraturan yang dapat mengakomudir masyarakat informal.

“Masyarakat informal ini perlu perhatian juga dari pemerintah karena jumlah masyarakat informal ini tinggi seperti pedagang kaki lima dan sebagainya. Dia sulit mengambil perumahan,” pungkasnya.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Apersi akan Bangun 8.000 Ribu Rumah Subsidi di Jawa Tengah

Apersi akan Bangun 8.000 Ribu Rumah Subsidi di Jawa Tengah

Bisnis | Kamis, 09 Maret 2017 | 13:20 WIB

Apersi Dukung Penerapan UU Tabungan Perumahan Rakyat

Apersi Dukung Penerapan UU Tabungan Perumahan Rakyat

Bisnis | Senin, 29 Februari 2016 | 17:45 WIB

Apersi Bertekad Sukseskan Program 1.000 Rumah Gratis

Apersi Bertekad Sukseskan Program 1.000 Rumah Gratis

Bisnis | Minggu, 18 Januari 2015 | 02:43 WIB

1.000 Rumah Gratis untuk Rakyat Miskin

1.000 Rumah Gratis untuk Rakyat Miskin

Bisnis | Selasa, 21 Oktober 2014 | 13:16 WIB

Pengembang Rumah Mewah Keberatan Harus Bangun Rumah Murah

Pengembang Rumah Mewah Keberatan Harus Bangun Rumah Murah

Bisnis | Senin, 07 Juli 2014 | 15:53 WIB

Terkini

Selain Presiden Prabowo, Siapa Saja Pengusaha dan Tokoh Politik yang Disadap Listyo Sigit Cs?

Selain Presiden Prabowo, Siapa Saja Pengusaha dan Tokoh Politik yang Disadap Listyo Sigit Cs?

News | Selasa, 03 November 2026 | 23:13 WIB

Penyadapan Presiden hingga Media Seret Listyo Sigit, Yusril Sebut Posisi Kepala KSP Bisa Diisi Plt

Penyadapan Presiden hingga Media Seret Listyo Sigit, Yusril Sebut Posisi Kepala KSP Bisa Diisi Plt

Sumsel | Selasa, 03 November 2026 | 23:11 WIB

Skandal Sadap Presiden Terbongkar, Prabowo Sudah Tahu tetapi Motifnya Masih Gelap

Skandal Sadap Presiden Terbongkar, Prabowo Sudah Tahu tetapi Motifnya Masih Gelap

News | Selasa, 03 November 2026 | 23:07 WIB

Yusril Pasang Badan untuk Polri, Penyidikan Kasus Listyo Sigit Akan Objektif

Yusril Pasang Badan untuk Polri, Penyidikan Kasus Listyo Sigit Akan Objektif

News | Selasa, 03 November 2026 | 23:03 WIB

Temui Guru SD Jadi Tiktoker, Menteri Riefky Resmikan Desa Kreatif di Kebumen

Temui Guru SD Jadi Tiktoker, Menteri Riefky Resmikan Desa Kreatif di Kebumen

Jawa Tengah | Selasa, 03 November 2026 | 23:03 WIB

Listyo Sigit Jadi Tersangka Penyadapan, PDIP Sebut Momentum Kembalikan Marwah Polri

Listyo Sigit Jadi Tersangka Penyadapan, PDIP Sebut Momentum Kembalikan Marwah Polri

News | Selasa, 03 November 2026 | 23:02 WIB

Di Balik Perjuangan Penanganan Karhutla, Pertamina RU Plaju Dukung Kesehatan Petugas

Di Balik Perjuangan Penanganan Karhutla, Pertamina RU Plaju Dukung Kesehatan Petugas

Sumsel | Selasa, 03 November 2026 | 23:01 WIB

Yusril Bongkar Alasan Listyo Sigit Cs Tak Dijerat Pasal Makar meski Sadap Presiden

Yusril Bongkar Alasan Listyo Sigit Cs Tak Dijerat Pasal Makar meski Sadap Presiden

News | Selasa, 03 November 2026 | 22:59 WIB

Tak Jauh dari Jakarta, Karawang Jadi Pilihan untuk Rehat dari Kesibukan Ibu Kota

Tak Jauh dari Jakarta, Karawang Jadi Pilihan untuk Rehat dari Kesibukan Ibu Kota

Lifestyle | Selasa, 03 November 2026 | 22:57 WIB

DPR Minta Polri Buka Terang Kasus Penyadapan Presiden, Minta Aktor Intelektual Dibongkar

DPR Minta Polri Buka Terang Kasus Penyadapan Presiden, Minta Aktor Intelektual Dibongkar

News | Selasa, 03 November 2026 | 22:55 WIB

×