Mentan Lepas Ekspor Perdana Daging Ayam Olahan ke Papua Nugini

Adhitya Himawan, Nikolaus Tolen

Senin, 13 Maret 2017 | 20:16 WIB
Mentan Lepas Ekspor Perdana Daging Ayam Olahan ke Papua Nugini
Pelepasan ekspor perdana produk daging ayam olahan ke Papua Nugini. [Suara.com/Nikolaus Tolen]

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan bahwa saat ini pemerintah terus meningkatkan pendapatan negara melalui ekspor berbagai komoditi strategis ke luar negeri. Salah satu komoditi yang ia maksdud adalah daging ayam olahan.

Hal tersebut disampaikannya saat melepas ekspor perdana produk daging ayam olahan milik PT. Charoen Pokphand Indonesia ke Papua New Guinea, di Kawasan Industri Modern Cikande Serang Provinsi Banten, Senin (13/3/ 2017).

"Alhamdullillah saat ini produk ayam olahan kita sudah bisa menembus pasar Papua Nugini. Kiriman perdana akan kita lepas dengan total barang yang akan diekspor yaitu sebanyak 1.000 carton, dengan berat bersih 5.999,25 kg. Mudah-mudahan berikutnya segera dapat kita realisasikan ekspor produk-produk peternakan lainnya ke Jepang dan Vietnam yang saat ini sedang dalam proses," katanya.

Kata Amran, produksi ayam ras nasional di Indonesia saat ini mengalami surplus dengan konsumsi masyarakat terhadap daging ayam sekitar 10 kg/tahun. Berdasarkan data Statistik Peternakan Tahun 2016, populasi ayam ras pedaging mencapai 1,59 miliar ekor, ayam ras petelur mencapai 162 juta ekor dan ayam bukan ras mencapai 299 juta ekor atau mengalami peningkatan sekitar 4,2 persen dari populasi pada Tahun 2015. Produksi daging unggas menyumbang 83 persen dari penyediaan daging nasional, sedangkan produksi daging ayam ras menyumbang 66 persen dari penyediaan daging nasional.

Dan berdasarkan informasi dari masyarakat perunggasan, industri perunggasan ayam di Indonesia dapat menyediakan produksi daging ayam ras berapapun jumlah yang diminta oleh pasar. Oleh karena itu, peningkatan populasi ayam ras ini harus diimbangi dengan seberapa besar kebutuhan atau permintaan untuk menghindari terjadinya penurunan harga akibat over supply daging ayam.

"Kita terus dorong pelaku usaha perunggasan untuk dapat berdaya saing dan meningkatkan ekspornya. Hal ini tentunya selain untuk meningkatkan GDP (Gross Domestic Product) Indonesia, juga sekaligus dapat menyelesaikan kendala yang dihadapi oleh masyarakat perunggasan di Indonesia saat ini yaitu harga ayam hidup dan daging ayam yang sangat berfluktuasi. Oleh karena itu, salah satu upaya untuk mengendalikan harga ini adalah dengan membuka pasar di luar neger," kata Amran.

Karenanya, dia berharap para pelaku industri perunggasan dapat menjual produk daging ayamnya ke pasar di luar negeri, sehingga pasar dalam negeri dapat diisi oleh peternakan unggas rakyat. Namun, katanya beberapa negara belum dapat menerima daging ayam segar dingin dan beku karena Indonesia belum bebas penyakit AI (Avian Influenza).

Karenanya, untuk mendapatkan persetujuan dari negara calon pengimpor, maka ayam hidup harus berasal dari peternakan ayam yang telah mendapatkan sertifikat kompartemen bebas penyakit AI dari Kementerian Pertanian melalui Direktorat Kesehatan Hewan Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan.

baca juga

"Selain itu juga harus mendapatkan dukungan jaminan kemanan pangan berupa Sertifikat Veteriner dari Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementan," tambahnya.

Dan kata dia, unit usaha milik PT. CPI yang berada di Cikande Serang saat ini telah memperoleh Sertifikasi NKV (Nomor Kontrol Veteriner) sebagai bentuk penjaminan pemerintah terhadap keamanan produk hewan, yang menjadi suatu keharusan bagi setiap unit usaha yang akan mengekspor produk hewan.

"Sertifikasi NKV merupakan upaya pemerintah dalam memberikan jaminan persyaratan kelayakan dasar dalam sistem jaminan," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Mentan Datangi KPK

Mentan Datangi KPK

Foto | Senin, 13 Maret 2017 | 16:30 WIB

RUU Pertembakauan Lebih Banyak Atur Industri dan Petani Tembakau

RUU Pertembakauan Lebih Banyak Atur Industri dan Petani Tembakau

Bisnis | Selasa, 24 Januari 2017 | 12:09 WIB

Asyiknya Ikut Car Free Day Hari Ini, Dapat Buah-buahan Gratis

Asyiknya Ikut Car Free Day Hari Ini, Dapat Buah-buahan Gratis

News | Minggu, 27 November 2016 | 12:46 WIB

Waspada, Bahaya Makan Daging Ayam Suntik Hormon

Waspada, Bahaya Makan Daging Ayam Suntik Hormon

Health | Jum'at, 21 Oktober 2016 | 19:55 WIB

Genjot Produksi Pangan, Pemerintah Bangun 3,9 Juta Hektare Embung

Genjot Produksi Pangan, Pemerintah Bangun 3,9 Juta Hektare Embung

Bisnis | Selasa, 11 Oktober 2016 | 14:04 WIB

Mentan Andi Amran Klaim Harga Pangan Saat Ini Stabil

Mentan Andi Amran Klaim Harga Pangan Saat Ini Stabil

Bisnis | Selasa, 11 Oktober 2016 | 13:21 WIB

Kementan Genjot Swasembada Pangan di Aceh

Kementan Genjot Swasembada Pangan di Aceh

Bisnis | Minggu, 25 September 2016 | 21:48 WIB

Pedagang Daging Ayam Sepi Pembeli

Pedagang Daging Ayam Sepi Pembeli

Bisnis | Minggu, 25 September 2016 | 01:55 WIB

Pemerintah Targetkan Swasembada Sapi Sembilan Tahun Lagi

Pemerintah Targetkan Swasembada Sapi Sembilan Tahun Lagi

Bisnis | Senin, 12 September 2016 | 10:32 WIB

Mendag & Mentan Bergandengan Jaga Harga Pangan

Mendag & Mentan Bergandengan Jaga Harga Pangan

Bisnis | Selasa, 23 Agustus 2016 | 06:51 WIB

Terkini

Investasi Mulai Rp100.000, BRI Hadirkan Tiga Produk Reksa Dana Eastspring

Investasi Mulai Rp100.000, BRI Hadirkan Tiga Produk Reksa Dana Eastspring

Kalbar | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 22:42 WIB

Dukung Diversifikasi Portofolio, BRI Tambah 3 Pilihan Reksa Dana Eastspring

Dukung Diversifikasi Portofolio, BRI Tambah 3 Pilihan Reksa Dana Eastspring

Sulsel | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 22:39 WIB

335 Sekolah Ditutup akibat Kabut Asap Indonesia, ASEAN Didesak Gelar Rapat Darurat

335 Sekolah Ditutup akibat Kabut Asap Indonesia, ASEAN Didesak Gelar Rapat Darurat

News | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 22:22 WIB

Mengapa Pandangan yang Tepat Tentang Emas Tetap Bisa Berujung Rugi

Mengapa Pandangan yang Tepat Tentang Emas Tetap Bisa Berujung Rugi

Bisnis | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 22:09 WIB

Kode Voucher Belanja 10.10 di Shopee dari BRI, Ada Diskon Tambahan!

Kode Voucher Belanja 10.10 di Shopee dari BRI, Ada Diskon Tambahan!

Bri | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 22:07 WIB

BRI Gandeng Eastspring Indonesia, Tambah Pilihan Investasi bagi Nasabah

BRI Gandeng Eastspring Indonesia, Tambah Pilihan Investasi bagi Nasabah

Sumbar | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 22:06 WIB

BRI Luncurkan Tiga Reksa Dana Baru, Investasi Awal Mulai Rp100.000

BRI Luncurkan Tiga Reksa Dana Baru, Investasi Awal Mulai Rp100.000

Sumsel | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 22:03 WIB

Keresahan Publik Diabaikan, Sosiolog UGM Khawatir Masyarakat Berubah Jadi Apatis dan Marah

Keresahan Publik Diabaikan, Sosiolog UGM Khawatir Masyarakat Berubah Jadi Apatis dan Marah

News | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 22:00 WIB

IM3 Istimewa Hadir dengan Lebih Banyak Manfaat dalam Satu Paket Prabayar

IM3 Istimewa Hadir dengan Lebih Banyak Manfaat dalam Satu Paket Prabayar

Sumut | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 21:54 WIB

BRI Private dan Prioritas Dapat Promo Buy 1 Get 2 Tiket The Premiere Cinema XXI

BRI Private dan Prioritas Dapat Promo Buy 1 Get 2 Tiket The Premiere Cinema XXI

Bali | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 21:51 WIB

×