Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Mendag & Mentan Bergandengan Jaga Harga Pangan

Adhitya Himawan

Selasa, 23 Agustus 2016 | 06:51 WIB
Mendag & Mentan Bergandengan Jaga Harga Pangan
Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita dan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman di Pasar Induk Indramayu, Jawa Barat, Kamis (11/8/2016). [Antara/Dedhez Anggara]

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita dan Menteri Pertanian Amran Sulaiman bersinergi melakukan stabilisasi harga pangan dan memastikan pasokan untuk komoditas cabai dan bawang merah mencukupi kebutuhan masyarakat.

"Kami melihat harga cabai dan bawang merah mulai naik. Sementara pasokan saat ini normal. Tidak ada kekurangan berarti produksi juga cukup karena terjadi panen di sentra bawang merah dan cabai," kata Enggartiasto di Pasar Tanah Tinggi Tangerang, Senin malam (22/8/2016).

Enggartiasto mengatakan, apa yang dilakukannya saat ini merupakan bentuk sinergi antara Kementerian Perdagangan dan Kementerian Pertanian untuk menjamin adanya pasokan kebutuhan pokok dan menjaga harga dalam posisi stabil. Menurutnya, salah satu masalah yang mengakibatkan adanya kenaikan harga adalah soal rantai pasok.

"Penyelesaian masalah mata rantai ini akan terus dikembangkan. Diharapkan, tiga hal yang diperintahkan Presiden mengenai ketersediaan pasokan, harga, dan petani sejahtera itu bisa tercapai dengan adanya sinergi ini," kata Enggartiasto.

Berdasarkan pantauan Kemendag, harga cabai naik sebesar 7-12 persen dibanding bulan lalu. Cabai rawit merah kini Rp46.000 per kilogram. Sementara harga cabai keriting mencapai Rp36.000 per kilogram, dan bawang merah saat ini berada pada kisaran Rp42.000 per kilogram.

Sementara untuk pasokan cabai rata-rata di Pasar Induk Kramat Jati per hari sekitar 150 ton hingga 200 ton, sebetulnya sudah di atas rata-rata pasokan normal. Memang sempat terjadi penurunan pasokan dan terealisasi sekitar 105 ton per hari. Pasokan bawang merah juga dalam kondisi serupa, sempat turun dari rata-rata 85-90 ton per hari, sekarang menjadi 78 ton per hari.

"Kami ingin mengecek kondisi pasokan di hilir, di pasar Tanah Tinggi ini, secara lebih riil. Di hulu, kami telah coba pantau kondisinya, sehingga kami ke depan mencoba menemukan masalah harga cabai dan bawang merah ini," kata Enggartiasto.

Sementara itu, Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengklaim bahwa harga bawang merah di Pasar Induk Kramat Jati sudah turun menjadi Rp24.000 per kilogram dan di Pasar Tanah Tinggi, Tangerang sebesar Rp 25.000 per kilogram.

"Harga bawang di tingkat petani itu Rp14.000-Rp16.000, dan sekarang tiba di Tangerang itu seharga Rp25.000 per kilogram, dan di Pasar Kramat Jati itu Rp24.000 per kilogram. Dan konsep pemotongan rantai pasok yang kita bangun ini akan kita kembangkan bersama,' kata Amran.

Amran menjelaskan, dari sisi produksi bagi para petani dan kelompok tani, pihaknya memberikan akses langsung ke pasar. Dengan adanya pemotongan mata rantai pasok tersebut, diharapkan petani dapat mendapatkan untung yang cukup dan terus berproduksi.

"Nanti, jika rantai pasok dipotong dan petani untung dan pengusaha untung, semua konsumen tersenyum," ujar Amran. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Permudah Usaha Ekspor, Kemendag Siapkan Sistem Perizinan "Online"

Permudah Usaha Ekspor, Kemendag Siapkan Sistem Perizinan "Online"

Bisnis | Jum'at, 19 Agustus 2016 | 04:16 WIB

Efektifitas Pengendalian Pangan Nasional Dinilai Makin Tak Jelas

Efektifitas Pengendalian Pangan Nasional Dinilai Makin Tak Jelas

Bisnis | Minggu, 14 Agustus 2016 | 14:41 WIB

Mentan Janji Cabut Semua Hambatan Peredaran Daging

Mentan Janji Cabut Semua Hambatan Peredaran Daging

Bisnis | Selasa, 12 Juli 2016 | 09:11 WIB

Harga Daging Sapi Masih Mahal, Pemerintah Dinilai Gagal

Harga Daging Sapi Masih Mahal, Pemerintah Dinilai Gagal

Bisnis | Rabu, 29 Juni 2016 | 13:51 WIB

Polri Akui Ada Kendala Dalam Penindakan Penimbunan Pangan

Polri Akui Ada Kendala Dalam Penindakan Penimbunan Pangan

Bisnis | Kamis, 23 Juni 2016 | 14:54 WIB

Hari Ini Satgas Pangan Polri Mulai Lakukan Operasi Pasar

Hari Ini Satgas Pangan Polri Mulai Lakukan Operasi Pasar

Bisnis | Selasa, 21 Juni 2016 | 09:25 WIB

Diduga Ada Penimbunan Bahan Pangan, PAN Minta Polri Razia Harga

Diduga Ada Penimbunan Bahan Pangan, PAN Minta Polri Razia Harga

Bisnis | Sabtu, 18 Juni 2016 | 18:17 WIB

BI Akui Sumber Inflasi Akibat Harga Komponen Pangan Bergejolak

BI Akui Sumber Inflasi Akibat Harga Komponen Pangan Bergejolak

Bisnis | Jum'at, 17 Juni 2016 | 10:04 WIB

Rapat Dua Jam, Ini yang Dibahas Menko Darmin dan Menteri Ekonomi

Rapat Dua Jam, Ini yang Dibahas Menko Darmin dan Menteri Ekonomi

Bisnis | Rabu, 15 Juni 2016 | 14:16 WIB

Bahas Soal Pangan, Menko Darmin Panggil Sejumlah Menteri Ekonomi

Bahas Soal Pangan, Menko Darmin Panggil Sejumlah Menteri Ekonomi

Bisnis | Rabu, 15 Juni 2016 | 10:59 WIB

Terkini

Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal

Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 00:11 WIB

Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering

Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 00:02 WIB

Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026

Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026

Bola | Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:55 WIB

Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain

Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:42 WIB

Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar

Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:26 WIB

Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU

Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok

Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok

Jabar | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:53 WIB

Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri

Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri

Lifestyle | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:52 WIB

Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor

Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor

Jabar | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:46 WIB

5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan

5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan

Lifestyle | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:42 WIB

×