OJK Telah Kirim Tim untuk Tangani Pembobolan Dana Nasabah BTN

Adhitya Himawan

Rabu, 22 Maret 2017 | 13:48 WIB
OJK Telah Kirim Tim untuk Tangani Pembobolan Dana Nasabah BTN
Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Muliaman Hadad [suara.com/Dian Kusumo Hapsari]

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengimbau bank untuk menerapkan manajemen kualitas pengelolaan terhadap kecurangan atau "fraud". Langkah ini guna menghadapi praktik penipuan seperti kasus dugaan pemalsuan bilyet deposito yang terjadi di PT Bank Tabungan Negara Persero Tbk (BTN).

"Kami imbau manajemen 'fraud' yang sudah kami berikan pedomannya harus diimplementasikan," kata Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman Darmansyah Hadad dalam acara Bank Dunia di The Energy Building, Jakarta, Rabu (22/3/20170).

Muliaman mengatakan OJK telah mengirim tim untuk menangani kasus tersebut lebih lanjut.

Dia menjelaskan kasus tersebut tentu memiliki implikasi hukumnya, apalagi jika menyangkut penipuan. "Karena ini harusnya bisa diselesaikan pada istilahnya 'first line of defence' (garis pertahanan pertama) yang ada, artinya unit-unit inspektor atau pengawasan di dalam, dan sebagainya," ucap dia.

Kasus Pemalsuan Kasus dugaan pemalsuan bilyet deposito tersebut bermula dari laporan tertanggal 16 November 2016. Laporan tersebut terkait kegagalan pencairan deposito sebelum jangka waktu pencairan.

Menanggapi laporan itu, BTN memverifikasi dan melakukan investigasi. Hasilnya, perseroan menemukan pengajuan bilyet deposito palsu.

Dari investigasi yang dilakukan perseroan juga menunjukkan produk palsu itu ditawarkan oleh sindikat oknum yang mengaku sebagai karyawan pemasaran BTN.

Selain menawarkan produk deposito dengan tingkat bunga jauh di atas tingkat yang ditawarkan BTN, sindikat ini juga memalsukan spesimen tanda tangan dan data korban untuk melancarkan aksinya.

baca juga

BTN menyatakan dugaan pemalsuan bilyet deposito yang merugikan sejumlah nasabah sudah dilaporkan ke Polda Metro Jaya dan kini kasusnya sudah dilimpahkan ke Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta.

Sekretaris Bank BTN Eko Waluyo di Jakarta, Senin (20/3), mengatakan dari hasil investigasi, bilyet deposito perseroan dipalsukan oleh kelompok yang diduga sindikat kejahatan perbankan yang menggunakan nama BTN secara ilegal untuk menawarkan produk deposito dan beroperasi di luar sistem perseroan.

BTN juga mengklaim telah menerapkan prinsip kehati-hatian dengan membentuk cadangan risiko operasional. Cadangan ini telah disampaikan dalam laporan keuangan audit 2016.

Muliaman menjelaskan praktik kecurangan di dunia perbankan semacam itu bukan sesuatu yang baru. "Oleh karena itu kami harapkan pada semua bank, tentu saja bagaimana mengoperasionalkan manajemen 'fraud' dan sebagainya harus betul-betul bisa dilakukan secara baik," kata dia.

Kepala Departemen Komunikasi dan Internasional OJK, Triono, menjelaskan saat ini belum ada peraturan spesifik mengenai manajemen 'fraud' perbankan, tetapi pedomannya masih masuk sebagai salah satu komponen dalam manajemen kualitas pengelolaan secara umum. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

BTN Mulai Gencar Garap Pasar Affluent di Indonesia

BTN Mulai Gencar Garap Pasar Affluent di Indonesia

Bisnis | Rabu, 22 Maret 2017 | 08:24 WIB

Pemerintah Sayangkan Pembobolan Dana Nasabah Rp255 Miliar di BTN

Pemerintah Sayangkan Pembobolan Dana Nasabah Rp255 Miliar di BTN

Bisnis | Selasa, 21 Maret 2017 | 14:27 WIB

Sindikat Kejahatan Perbankan Palsukan Bilyet Deposito BTN

Sindikat Kejahatan Perbankan Palsukan Bilyet Deposito BTN

Bisnis | Selasa, 21 Maret 2017 | 09:44 WIB

Inilah Komposisi Direksi dan Komisaris BTN yang Baru

Inilah Komposisi Direksi dan Komisaris BTN yang Baru

Bisnis | Jum'at, 17 Maret 2017 | 20:12 WIB

BTN Bagikan Dividen Tahun Buku 2016 Sebesar Rp523,8 Miliar

BTN Bagikan Dividen Tahun Buku 2016 Sebesar Rp523,8 Miliar

Bisnis | Jum'at, 17 Maret 2017 | 20:00 WIB

PSKP BUMN Desak RUPST BTN Berhentikan Semua Direksi

PSKP BUMN Desak RUPST BTN Berhentikan Semua Direksi

Bisnis | Jum'at, 17 Maret 2017 | 14:48 WIB

OJK Klaim Stabilitas Sektor Jasa Keuangan Indonesia Terjaga

OJK Klaim Stabilitas Sektor Jasa Keuangan Indonesia Terjaga

Bisnis | Kamis, 16 Maret 2017 | 13:12 WIB

OJK dan Ditjen Pajak Resmi Kerjasama 2 Aplikasi Buka Rahasia Bank

OJK dan Ditjen Pajak Resmi Kerjasama 2 Aplikasi Buka Rahasia Bank

Bisnis | Senin, 13 Maret 2017 | 18:22 WIB

Jokowi Segera Ajukan 21 Nama Calon Komisioner OJK ke DPR

Jokowi Segera Ajukan 21 Nama Calon Komisioner OJK ke DPR

Bisnis | Senin, 13 Maret 2017 | 17:25 WIB

Dana Repatriasi Tax Amnesty via Pasar Modal Rp9 Triliun

Dana Repatriasi Tax Amnesty via Pasar Modal Rp9 Triliun

Bisnis | Sabtu, 11 Maret 2017 | 06:11 WIB

Terkini

Kevin Diks Bawa Kabar Sedih dari Jay Idzes Jelang Timnas Indonesia vs Thailand

Kevin Diks Bawa Kabar Sedih dari Jay Idzes Jelang Timnas Indonesia vs Thailand

Bola | Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:54 WIB

Prabowo Minta Bakom Buka Telinga Lebar-lebar, Keluhan Rakyat Harus Sampai ke Istana

Prabowo Minta Bakom Buka Telinga Lebar-lebar, Keluhan Rakyat Harus Sampai ke Istana

News | Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:30 WIB

Mici Dewi Paramita: Glow Up Bukan Berarti Harus Jadi Orang Lain

Mici Dewi Paramita: Glow Up Bukan Berarti Harus Jadi Orang Lain

Lifestyle | Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:13 WIB

WALHI dan Eiger Bicara soal Menjaga Alam, dari Kritik hingga Kolaborasi

WALHI dan Eiger Bicara soal Menjaga Alam, dari Kritik hingga Kolaborasi

Lifestyle | Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:00 WIB

Kabut Asap Palembang Makin Pekat, 31 Penerbangan di SMB II Terganggu hingga Kuala Lumpur

Kabut Asap Palembang Makin Pekat, 31 Penerbangan di SMB II Terganggu hingga Kuala Lumpur

Sumsel | Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:58 WIB

Rutan Depok Laporkan Dugaan Keterlibatan Petugas ke Polisi, 22 Warga Binaan Turut Diperiksa

Rutan Depok Laporkan Dugaan Keterlibatan Petugas ke Polisi, 22 Warga Binaan Turut Diperiksa

Jabar | Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:36 WIB

Geger Video Diduga Pesta Narkoba di Rutan Depok, Barang Terlarang Lolos Masuk Sel

Geger Video Diduga Pesta Narkoba di Rutan Depok, Barang Terlarang Lolos Masuk Sel

Jabar | Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:27 WIB

Polisi Masih Selidiki Kematian Siswa SD di Pemalang, Autopsi Telah Dilakukan

Polisi Masih Selidiki Kematian Siswa SD di Pemalang, Autopsi Telah Dilakukan

News | Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:10 WIB

Warga OKI Ditemukan Meninggal di Tengah Karhutla, Diduga Terjebak Asap dan Api

Warga OKI Ditemukan Meninggal di Tengah Karhutla, Diduga Terjebak Asap dan Api

Sumsel | Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:06 WIB

Palmex Medan 2026 Kembali Digelar, 250 Perusahaan Akan Pamerkan Inovasi dan Teknologi Terkini

Palmex Medan 2026 Kembali Digelar, 250 Perusahaan Akan Pamerkan Inovasi dan Teknologi Terkini

Sumut | Minggu, 04 Oktober 2026 | 21:52 WIB

×