Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.767.000
Beli Rp2.632.000
IHSG 6.599,240
LQ45 651,086
Srikehati 320,576
JII 428,616
USD/IDR 17.661

OJK Telah Kirim Tim untuk Tangani Pembobolan Dana Nasabah BTN

Adhitya Himawan | Suara.com

Rabu, 22 Maret 2017 | 13:48 WIB
OJK Telah Kirim Tim untuk Tangani Pembobolan Dana Nasabah BTN
Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Muliaman Hadad [suara.com/Dian Kusumo Hapsari]

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengimbau bank untuk menerapkan manajemen kualitas pengelolaan terhadap kecurangan atau "fraud". Langkah ini guna menghadapi praktik penipuan seperti kasus dugaan pemalsuan bilyet deposito yang terjadi di PT Bank Tabungan Negara Persero Tbk (BTN).

"Kami imbau manajemen 'fraud' yang sudah kami berikan pedomannya harus diimplementasikan," kata Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman Darmansyah Hadad dalam acara Bank Dunia di The Energy Building, Jakarta, Rabu (22/3/20170).

Muliaman mengatakan OJK telah mengirim tim untuk menangani kasus tersebut lebih lanjut.

Dia menjelaskan kasus tersebut tentu memiliki implikasi hukumnya, apalagi jika menyangkut penipuan. "Karena ini harusnya bisa diselesaikan pada istilahnya 'first line of defence' (garis pertahanan pertama) yang ada, artinya unit-unit inspektor atau pengawasan di dalam, dan sebagainya," ucap dia.

Kasus Pemalsuan Kasus dugaan pemalsuan bilyet deposito tersebut bermula dari laporan tertanggal 16 November 2016. Laporan tersebut terkait kegagalan pencairan deposito sebelum jangka waktu pencairan.

Menanggapi laporan itu, BTN memverifikasi dan melakukan investigasi. Hasilnya, perseroan menemukan pengajuan bilyet deposito palsu.

Dari investigasi yang dilakukan perseroan juga menunjukkan produk palsu itu ditawarkan oleh sindikat oknum yang mengaku sebagai karyawan pemasaran BTN.

Selain menawarkan produk deposito dengan tingkat bunga jauh di atas tingkat yang ditawarkan BTN, sindikat ini juga memalsukan spesimen tanda tangan dan data korban untuk melancarkan aksinya.

BTN menyatakan dugaan pemalsuan bilyet deposito yang merugikan sejumlah nasabah sudah dilaporkan ke Polda Metro Jaya dan kini kasusnya sudah dilimpahkan ke Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta.

Sekretaris Bank BTN Eko Waluyo di Jakarta, Senin (20/3), mengatakan dari hasil investigasi, bilyet deposito perseroan dipalsukan oleh kelompok yang diduga sindikat kejahatan perbankan yang menggunakan nama BTN secara ilegal untuk menawarkan produk deposito dan beroperasi di luar sistem perseroan.

BTN juga mengklaim telah menerapkan prinsip kehati-hatian dengan membentuk cadangan risiko operasional. Cadangan ini telah disampaikan dalam laporan keuangan audit 2016.

Muliaman menjelaskan praktik kecurangan di dunia perbankan semacam itu bukan sesuatu yang baru. "Oleh karena itu kami harapkan pada semua bank, tentu saja bagaimana mengoperasionalkan manajemen 'fraud' dan sebagainya harus betul-betul bisa dilakukan secara baik," kata dia.

Kepala Departemen Komunikasi dan Internasional OJK, Triono, menjelaskan saat ini belum ada peraturan spesifik mengenai manajemen 'fraud' perbankan, tetapi pedomannya masih masuk sebagai salah satu komponen dalam manajemen kualitas pengelolaan secara umum. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

BTN Mulai Gencar Garap Pasar Affluent di Indonesia

BTN Mulai Gencar Garap Pasar Affluent di Indonesia

Bisnis | Rabu, 22 Maret 2017 | 08:24 WIB

Pemerintah Sayangkan Pembobolan Dana Nasabah Rp255 Miliar di BTN

Pemerintah Sayangkan Pembobolan Dana Nasabah Rp255 Miliar di BTN

Bisnis | Selasa, 21 Maret 2017 | 14:27 WIB

Sindikat Kejahatan Perbankan Palsukan Bilyet Deposito BTN

Sindikat Kejahatan Perbankan Palsukan Bilyet Deposito BTN

Bisnis | Selasa, 21 Maret 2017 | 09:44 WIB

Inilah Komposisi Direksi dan Komisaris BTN yang Baru

Inilah Komposisi Direksi dan Komisaris BTN yang Baru

Bisnis | Jum'at, 17 Maret 2017 | 20:12 WIB

BTN Bagikan Dividen Tahun Buku 2016 Sebesar Rp523,8 Miliar

BTN Bagikan Dividen Tahun Buku 2016 Sebesar Rp523,8 Miliar

Bisnis | Jum'at, 17 Maret 2017 | 20:00 WIB

PSKP BUMN Desak RUPST BTN Berhentikan Semua Direksi

PSKP BUMN Desak RUPST BTN Berhentikan Semua Direksi

Bisnis | Jum'at, 17 Maret 2017 | 14:48 WIB

OJK Klaim Stabilitas Sektor Jasa Keuangan Indonesia Terjaga

OJK Klaim Stabilitas Sektor Jasa Keuangan Indonesia Terjaga

Bisnis | Kamis, 16 Maret 2017 | 13:12 WIB

OJK dan Ditjen Pajak Resmi Kerjasama 2 Aplikasi Buka Rahasia Bank

OJK dan Ditjen Pajak Resmi Kerjasama 2 Aplikasi Buka Rahasia Bank

Bisnis | Senin, 13 Maret 2017 | 18:22 WIB

Jokowi Segera Ajukan 21 Nama Calon Komisioner OJK ke DPR

Jokowi Segera Ajukan 21 Nama Calon Komisioner OJK ke DPR

Bisnis | Senin, 13 Maret 2017 | 17:25 WIB

Dana Repatriasi Tax Amnesty via Pasar Modal Rp9 Triliun

Dana Repatriasi Tax Amnesty via Pasar Modal Rp9 Triliun

Bisnis | Sabtu, 11 Maret 2017 | 06:11 WIB

Terkini

Pertamina dan ASRI Energi Edukasi Bangun Kesadaran Transisi Energi kepada Pelajar Jakarta

Pertamina dan ASRI Energi Edukasi Bangun Kesadaran Transisi Energi kepada Pelajar Jakarta

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 18:23 WIB

Masa Bodo Rupiah Melemah, Restrukturisasi BUMN Karya Tetap Gaspol

Masa Bodo Rupiah Melemah, Restrukturisasi BUMN Karya Tetap Gaspol

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 18:21 WIB

IBC Berharap Pemerintah Beri Insentif untuk Baterai Nikel Buatan Dalam Negeri

IBC Berharap Pemerintah Beri Insentif untuk Baterai Nikel Buatan Dalam Negeri

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 17:52 WIB

Pemerintah Pelit Informasi Soal Pembentukan Badan Ekspor

Pemerintah Pelit Informasi Soal Pembentukan Badan Ekspor

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 17:20 WIB

Garuda Indonesia Kembali Jadi Maskapai Paling Tepat Waktu di Dunia Versi OAG

Garuda Indonesia Kembali Jadi Maskapai Paling Tepat Waktu di Dunia Versi OAG

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 17:16 WIB

Kehadiran Dasco Belum Jadi Sentimen Positif, IHSG Makin Ambruk 3,46%

Kehadiran Dasco Belum Jadi Sentimen Positif, IHSG Makin Ambruk 3,46%

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 17:02 WIB

Perusahaan Entertaiment Jumbo Mau IPO, Clue-nya Miliki Kebun Binatang

Perusahaan Entertaiment Jumbo Mau IPO, Clue-nya Miliki Kebun Binatang

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 16:48 WIB

Badan Ekspor Mirip Orde Baru? Ekonom CELIOS Wanti-Wanti Risiko Monopoli dan Rente Negara

Badan Ekspor Mirip Orde Baru? Ekonom CELIOS Wanti-Wanti Risiko Monopoli dan Rente Negara

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 16:32 WIB

Lampaui Standar IMF, Ini Alasan Cadangan Devisa Indonesia Diklaim Kebal Krisis Global

Lampaui Standar IMF, Ini Alasan Cadangan Devisa Indonesia Diklaim Kebal Krisis Global

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 16:31 WIB

Developer RI Kini Bisa Bangun AI Trading Langsung ke Bursa Kripto

Developer RI Kini Bisa Bangun AI Trading Langsung ke Bursa Kripto

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 16:11 WIB