Kementerian PUPR Bangun Pengendali Banjir di Palembang

Rabu, 12 April 2017 | 14:50 WIB
Kementerian PUPR Bangun Pengendali Banjir di Palembang
Kementerian PUPR membangun pengendali banjir di Palembang, Sumatera Selatan. [Dok Kementerian PUPR]

Selain fasilitas air bersih, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Sumatera VIII juga melakukan pembangunan infrastruktur pengendali banjir di Kota Palembang. Diantaranya melakukan normalisasi Sungai Bendung sepanjang 5,5 kilometer (km) dan pemasangan stasiun pompa berkapasitas 36.000 liter per detik dengan jumlah pompa sebanyak 6 buah masing-masing berkapasitas 6.000 liter per detik, serta pembangunan kolam retensi seluas 1,2 hektar yang dilengkapi pompa di muara Sungai Bendung sebagai tampungan air saat musim hujan.

“Sungai Bendung bermuara di Sungai Musi. Seringkali bila volume Sungai Musi naik, mengakibatkan Sungai Bendung mengalami limpas yang berakibat terjadinya genangan seluas sekitar 285 hektar. Kolam retensi yang dibangun akan menampung limpasan air, untuk selanjutnya dipompa ke Sungai Musi,” kata Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Sumatera VIII Jarot Widyoko, di Palembang, Sumatera Selatan, dalam keterangan resmi, Selasa (11/4/2017) .

Selain untuk mengatasi banjir, Jarot juga mengaku telah merencanakan kolam retensi tersebut ditata untuk menjadi salah satu destinasi wisata, dilengkapi dengan taman dan jalan melingkar di sekitar kolam retensi.

Ia menargetkan pembangunan stasiun pompa tersebut akan selesai sesuai kontrak pada tahun 2018. Pelaksanaan pekerjaan pembangunan pompa tersebut dilakukan oleh PT. SAC Nusantara-PT. Basuki Rahmanta Putra, KSO dengan nilai kontrak Rp 225 miliar dengan sistem tahun jamak selama empat tahun anggaran sejak 2015.

Dukungan infrastruktur SDA dalam menyambut Asian Games juga dilakukan pada renovasi kolam dayung Jakabaring. Renovasi dilakukan dengan memperpanjang kolam 1 km dari semula 1,2 km menjadi 2,2 km. Perpanjangan dilakukan ke arah utara 300 meter (m) dan ke arah selatan 700 m, dengan lebar 200 m dan kedalaman 3,5 m.

"Total anggaran yang diperlukan untuk perpanjangan kolam tersebut mencapai Rp 82 miliar dan ditargetkan selesai pada pertengahan Juli 2017 ini, untuk kemudian diuji coba pada Oktober 2017," ujar Jarot.

Kolam dayung tersebut merupakan kolam retensi buatan yang dibangun pada tahun 2011 dan digunakan sebagai venue ski air pada Sea Games XXVI tahun 2011. Dalam rangka mendukung pelaksanaan Asian Games XVIII tahun 2018, maka dilakukan pekerjaan perluasan kolam untuk memenuhi standar internasional. (

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Ekstrovert, Introvert, Ambivert, atau Otrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Cocok Kamu Jadi Orang Kaya? Tebak Logo Merek Branded Ini
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: iPhone Seri Berapa yang Layak Dibeli Sesuai Gajimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
Checklist Mobil Bekas: 30 Pertanyaan Pemandu pas Cek Unit Mandiri, Penentu Layak Beli atau Tidak
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Mental Health Check-in, Kamu Lagi di Fase Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Jenis Motor Favorit untuk Tahu Gaya Pertemanan Kamu di Jalanan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Gibran Rakabuming Raka?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI