Waspada, Ini Ciri Investasi Bodong

Pebriansyah Ariefana, Dian Kusumo Hapsari

Selasa, 02 Mei 2017 | 13:16 WIB
Waspada, Ini Ciri Investasi Bodong
Ilustrasi investasi bodong. [Shutterstock]

Suara.com - Asosiasi Penjualan Langsung Indonesia atau APLI mengungkap ciri-ciri investasi bodong. Modus-modusnya pun berbagai macam.

Hal itu diuangkap dalam seminar yang bertajuk 'Katakan Tidak Pada Investasi Ilegal' di hotel Ritz Carlton, Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (2/5/2017).

Ketua APLI Djoko H Komara mengungkapkan berbagai modus investasi ilegal yang selama ini telah merugikan masyarakat mulai dari investasi, tabungan, arisan, investasi emas, asuransi dan lainnya.

"Ada berbagai modus yang ditawarkan oleh pelaku investasi ilegal. Paling sering ya modus investasi palsu yang membayarkan keuntungan kepada investor dari uang mereka sendiri atau uang yang dibayarkan oleh investor berikutnya. Bukan dari keuntungan yang diperoleh oleh individu atau perusahaan," kata Djoko.

Djoko mengatakan skema investasi itu merupakan skema investasi ponzi atau piramida tebalik. Diskema ini, pelaku mengutamakan perekrutan anggota baru di mana anggota lama disubsidi oleh anggota baru hingga akhirnya sampai ke level paling bawah di mana anggotanya akan mengalami kesulitan dan akhirnya sistem ini menjadi collapse atau berhenti.

"Jadi ini sama saja seperti gali lubang tutup lubang aja kan. Tidak menguntungkan sama sekali," ujarnya.

Oleh sebab itu, Djoko mengimbau kepada masyarakat untuk lebih berhati-hati terjebak investasi ilegal ini. Lebih baik berinvestasi ke perusahaan yang sudah memiliki kredibilitas dan tersaftar oleh OJK.

Sementara itu, Deputi Bidang Pelayanan Penanaman Modal Badan Koordinasi Penanaman Modal Lestari Indah mengatakan maraknya investasi ilegal atau investasi bodong lantaran masyarakat d Indonesia ingin memperoleh keuntungan secara instan.

"Nah, karena ingin untung cepat ini masyarakat gampang tergiur dengan investasi yang menghasilkan keuntungan dengan cepat, tanpa pikir panjang apakah ini legal atau ilegal. Karena mudah tertipu ini investasi bodong makin marak," kata Indah.

baca juga

Oleh sebab itu, Indah mengimbau kepada masyarakat yang berminat untuk berinvestasi, sebelum melakukan investasi harus mencari berbagai informasi perusahaan investasi ini agar tidak tertipu dan dirugikan oleh para pelaku investasi bodong.

Selain itu, edukasi bisa menjadi solusi agar masyarakat terhindar dari penipuan investasi. Misalnya dengan mengadakan sebuah seminar atau diskusi.

"Edukasi juga penting. Berharap masyarakat bisa kita edukasi mengenai mana saja sih perusahaan yang benar. Jangan sampai asal saja ikut tapi dimanfaatkan oleh segelintir oknum, kasihan masyarakat kita," katanya.

Indah menjelaskan edukasi bisa dijadikan sebagai bentuk tindak pencegahan terhadap perusahaan-perusahaan investasi yang ilegal. Pasalnya, jika sudah terjadi penipuan, akan sangat merugikan bagi masyarakat.

"Yang paling penting itu pencegahan sebenarnya, kalau sudah terjadi itu parah sekali. Kita sudah banyak sekali contohnya. Sudah banyak PT yang sudah selama ini kita tangani melakukan investasi ilegal money game. Siapa yang jadi korban? masyarakat," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Mensos Optimis Bansos Non Tunai Tingkatkan Inklusi Keuangan

Mensos Optimis Bansos Non Tunai Tingkatkan Inklusi Keuangan

Bisnis | Sabtu, 29 April 2017 | 06:48 WIB

Ini 5 Negara Asing yang Jadi Investor Terbesar Versi BKPM

Ini 5 Negara Asing yang Jadi Investor Terbesar Versi BKPM

Bisnis | Jum'at, 28 April 2017 | 13:25 WIB

BKPM Catat Investasi Masuk Indonesia di Q1 2017 Rp165,8 Triliun

BKPM Catat Investasi Masuk Indonesia di Q1 2017 Rp165,8 Triliun

Bisnis | Jum'at, 28 April 2017 | 08:49 WIB

Menkeu Berinovasi Rotasi Staf untuk Jaga Stabilitas Keuangan

Menkeu Berinovasi Rotasi Staf untuk Jaga Stabilitas Keuangan

Bisnis | Kamis, 27 April 2017 | 18:28 WIB

KSSK: Kuartal I Stabilitas Keuangan Nasional 2017 Aman

KSSK: Kuartal I Stabilitas Keuangan Nasional 2017 Aman

Bisnis | Kamis, 27 April 2017 | 18:08 WIB

Menteri Penggerak Investasi Era Orde Baru Tutup Usia

Menteri Penggerak Investasi Era Orde Baru Tutup Usia

News | Kamis, 27 April 2017 | 10:03 WIB

Pengucapan Sumpah Jabatan Ketua BPK

Pengucapan Sumpah Jabatan Ketua BPK

Foto | Rabu, 26 April 2017 | 15:47 WIB

Transaksi Keuangan Pemerintah Butuh Sistem Akuntansi Handal

Transaksi Keuangan Pemerintah Butuh Sistem Akuntansi Handal

Bisnis | Jum'at, 21 April 2017 | 14:08 WIB

Mayoritas Jasa Keuangan Global akan Bermitra Dengan Fintech

Mayoritas Jasa Keuangan Global akan Bermitra Dengan Fintech

Bisnis | Kamis, 20 April 2017 | 08:47 WIB

Misbakhun Minta Kepemilikan Asing di Industri Asuransi Dibatasi

Misbakhun Minta Kepemilikan Asing di Industri Asuransi Dibatasi

Bisnis | Selasa, 18 April 2017 | 13:23 WIB

Terkini

Ulasan Berani Tidak Disukai: Belajar Jadi Diri Sendiri Tanpa Perlu Validasi

Ulasan Berani Tidak Disukai: Belajar Jadi Diri Sendiri Tanpa Perlu Validasi

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 07:45 WIB

Kapan Ada Tanggal Merah Lagi? Cek Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Akhir Tahun 2026

Kapan Ada Tanggal Merah Lagi? Cek Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Akhir Tahun 2026

Lifestyle | Minggu, 27 September 2026 | 07:40 WIB

Gambut Bukan Sekadar Lahan Basah, Ia Penentu Masa Depan Karbon Dunia

Gambut Bukan Sekadar Lahan Basah, Ia Penentu Masa Depan Karbon Dunia

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 07:25 WIB

Diminta OTP dan Pasang APK Saat Melamar Kerja? Fix, Itu Loker Palsu!

Diminta OTP dan Pasang APK Saat Melamar Kerja? Fix, Itu Loker Palsu!

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 07:22 WIB

3 Shio Paling Beruntung Sepanjang Oktober 2026, Kehidupan Membaik dan Berpeluang Sukses

3 Shio Paling Beruntung Sepanjang Oktober 2026, Kehidupan Membaik dan Berpeluang Sukses

Lifestyle | Minggu, 27 September 2026 | 07:15 WIB

Bagaimana Cara Menghitung Hari Baik Pindah Rumah Berdasarkan Weton?

Bagaimana Cara Menghitung Hari Baik Pindah Rumah Berdasarkan Weton?

Lifestyle | Minggu, 27 September 2026 | 07:09 WIB

Trailer Baru The Apothecary Diaries Season 3 Ungkap Lagu Penutup oleh Eve

Trailer Baru The Apothecary Diaries Season 3 Ungkap Lagu Penutup oleh Eve

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 07:05 WIB

Jelang Duel Panas di GBK, Striker Naturalisasi Malaysia Sesumbar Permalukan Timnas Indonesia!

Jelang Duel Panas di GBK, Striker Naturalisasi Malaysia Sesumbar Permalukan Timnas Indonesia!

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 07:05 WIB

4 Moisturizer Peptide Dukung Produksi Kolagen untuk Jaga Kekencangan Kulit

4 Moisturizer Peptide Dukung Produksi Kolagen untuk Jaga Kekencangan Kulit

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 06:45 WIB

Meritokrasi Sudah Mati, Kenali Fenomena 'Neo-Feodalisme' di Kantormu!

Meritokrasi Sudah Mati, Kenali Fenomena 'Neo-Feodalisme' di Kantormu!

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 05:58 WIB

×