Inilah Sebab Bisnis Nuklir INUKI Belum Berkembang di Indonesia

Adhitya Himawan | Suara.com

Rabu, 17 Mei 2017 | 20:09 WIB
Inilah Sebab Bisnis Nuklir INUKI Belum Berkembang di Indonesia
Direktur Utama PT Industri Nuklir Indonesia, Bambang Herutomo di Jakarta, Rabu (17/5/2017). [Suara.com/Adhitya Himawan]

Direktur Utama PT Industri Nuklir Indonesia (INUKI), Bambang Herutomo, mengakui proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) membutuhkan biaya investasi yang mahal. Namun dalam jangka panjang, energi listrik yang dihasilkan bisa lebih murah dibanding sumber energi lain.

"Kenapa mahal? Karena keamanan PLTN harus terjamin dan selamat. Disitulah diperlukan konstruksi dengan standar sistem keamanan yang tinggi. Karena bahan yang ditangani adalah bahan radioaktif, bahan yang berbahaya. Itu membuat biaya investasinya jadi mahal," kata Bambang dalam seminar "Nuklir: Ancaman dan Manfaat" di Gedung Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Rabu (17/5/2017).

Bambang menegaskan sejauh ini, INUKI selaku satu-satunya Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di sektor nuklir juga berupaya hati-hati dalam melayani perusahaan yang membeli radiosotop. Salah satunya, INUKI memberlakukan kewajiban pengisian user statement. Dengan kata lain, perusahaan pembeli harus memberikan keterangan tertulis kepada INUKI saat mengajukan permintaan pembelian.

"Itu cara kami untuk mencegah penyalahgunaan energi nuklir," jelas Bambang.

Namun Bambang mengakui pemanfaatan energi nuklir di Indonesia masih sangat terbatas. Ini membuat kondisi bisnis INUKI belum terlalu berkembang. Sejauh ini, perusahaan pembeli nuklir dari INUKI kebanyakan adalah rumah sakit yang membutuhkannya untuk perawatan medis.

"Tahun ini malah turun dibanding tahun lalu permintaaanya. Karena banyak peralatan medis RS yang sudah tua dan rusak sehingga permintaan nuklir pada kami juga menurun," kata Bambang.

Walau demikian, ekspor INUKI ke sejumlah negara masih bertahan. INUKI mengekspor bahan nuklir untuk keperluan damai ke sejumlah negara. Antara lain Bangladesh, Rusia, Vietnam, Thailand.

"Sementara ini kita ke negara-negara kecil. Kalau ke Cina, Jepang, Korea, kita belum sanggup memasoknya," tutup Bambang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

INUKI: Pemanfaatan Energi Nuklir Seperti Ular Berkepala Dua

INUKI: Pemanfaatan Energi Nuklir Seperti Ular Berkepala Dua

Bisnis | Rabu, 17 Mei 2017 | 19:40 WIB

Astaga, Kode Aktivasi Bom Nuklir AS Disimpan di Apartemen Trump

Astaga, Kode Aktivasi Bom Nuklir AS Disimpan di Apartemen Trump

News | Senin, 08 Mei 2017 | 13:52 WIB

Pembom B-1 Lakukan Provokasi, Korut: Dekat dengan Perang Nuklir

Pembom B-1 Lakukan Provokasi, Korut: Dekat dengan Perang Nuklir

News | Rabu, 03 Mei 2017 | 02:07 WIB

Akui Tidak Mampu Bersaing, Rusia Tanam Bom "Tidur" di AS

Akui Tidak Mampu Bersaing, Rusia Tanam Bom "Tidur" di AS

News | Rabu, 03 Mei 2017 | 02:36 WIB

Donald Trump dan Kim Jong Un Akan Bertemu?

Donald Trump dan Kim Jong Un Akan Bertemu?

News | Selasa, 02 Mei 2017 | 06:57 WIB

Pemerintah AS Desak Cina "Bereskan" Ancaman Nuklir Korut

Pemerintah AS Desak Cina "Bereskan" Ancaman Nuklir Korut

News | Sabtu, 29 April 2017 | 04:24 WIB

Inilah Sebab Industri Pertahanan RI Belum Diakui Dunia

Inilah Sebab Industri Pertahanan RI Belum Diakui Dunia

Bisnis | Kamis, 27 April 2017 | 09:51 WIB

Korut Pamer Peluru Kendali Bawah Laut untuk Pertama Kalinya

Korut Pamer Peluru Kendali Bawah Laut untuk Pertama Kalinya

News | Sabtu, 15 April 2017 | 19:31 WIB

UGM Kampanyekan Dunia Bebas Dari Senjata Nuklir

UGM Kampanyekan Dunia Bebas Dari Senjata Nuklir

News | Jum'at, 24 Februari 2017 | 08:32 WIB

PLN dan ROSATOM Optimis Industri Indonesia Bisa Konstruksi PLTN

PLN dan ROSATOM Optimis Industri Indonesia Bisa Konstruksi PLTN

Bisnis | Jum'at, 09 Desember 2016 | 06:17 WIB

Terkini

Trump Ungkap Nego Perang Berjalan Mulus, Iran Bantah: Awas 'Manipulasi' Pasar!

Trump Ungkap Nego Perang Berjalan Mulus, Iran Bantah: Awas 'Manipulasi' Pasar!

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 21:44 WIB

Diskon Tarif Tol 30 Persen Arus Balik: Jadwal, Tanggal dan Rute Lengkap

Diskon Tarif Tol 30 Persen Arus Balik: Jadwal, Tanggal dan Rute Lengkap

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 19:19 WIB

Timur Tengah Hadapi Kiamat Kecil Jika Iran Serang Instalasi Desalinasi Negara-negara Arab

Timur Tengah Hadapi Kiamat Kecil Jika Iran Serang Instalasi Desalinasi Negara-negara Arab

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 19:08 WIB

Anggaran Dana Pensiun DPR-Pejabat Diusulkan untuk Guru Honorer hingga Nakes

Anggaran Dana Pensiun DPR-Pejabat Diusulkan untuk Guru Honorer hingga Nakes

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 18:11 WIB

Perhatian Pemudik! Rest Area KM 52B Bisa Ditutup Sewaktu-waktu Saat Arus Balik

Perhatian Pemudik! Rest Area KM 52B Bisa Ditutup Sewaktu-waktu Saat Arus Balik

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 17:58 WIB

Purbaya Yakin Pertumbuhan Ekonomi RI 5,7% di Q1 2026 Meski Ada Perang AS vs Iran

Purbaya Yakin Pertumbuhan Ekonomi RI 5,7% di Q1 2026 Meski Ada Perang AS vs Iran

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 17:41 WIB

Pertumbuhan Ekonomi RI Bisa Capai 5,6 Persen Berkat Mudik Lebaran 2026

Pertumbuhan Ekonomi RI Bisa Capai 5,6 Persen Berkat Mudik Lebaran 2026

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 17:31 WIB

285 Ribu Kendaraan Bakal Padati Jalan Tol Trans Jawa pada 24 Maret

285 Ribu Kendaraan Bakal Padati Jalan Tol Trans Jawa pada 24 Maret

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 17:16 WIB

LPEI Ungkap Risiko Konflik Timur Tengah ke Kinerja Ekspor Indonesia Masih Terbatas

LPEI Ungkap Risiko Konflik Timur Tengah ke Kinerja Ekspor Indonesia Masih Terbatas

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 17:00 WIB

Harga Minyak Dunia Bisa Tembus 120 Dolar AS per Barel Sepanjang 2026, Naik 2 Kali Lipat

Harga Minyak Dunia Bisa Tembus 120 Dolar AS per Barel Sepanjang 2026, Naik 2 Kali Lipat

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 16:48 WIB