Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 7.174,321
LQ45 693,788
Srikehati 340,625
JII 472,513
USD/IDR 17.357

Inilah Sebab Bisnis Nuklir INUKI Belum Berkembang di Indonesia

Adhitya Himawan | Suara.com

Rabu, 17 Mei 2017 | 20:09 WIB
Inilah Sebab Bisnis Nuklir INUKI Belum Berkembang di Indonesia
Direktur Utama PT Industri Nuklir Indonesia, Bambang Herutomo di Jakarta, Rabu (17/5/2017). [Suara.com/Adhitya Himawan]

Direktur Utama PT Industri Nuklir Indonesia (INUKI), Bambang Herutomo, mengakui proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) membutuhkan biaya investasi yang mahal. Namun dalam jangka panjang, energi listrik yang dihasilkan bisa lebih murah dibanding sumber energi lain.

"Kenapa mahal? Karena keamanan PLTN harus terjamin dan selamat. Disitulah diperlukan konstruksi dengan standar sistem keamanan yang tinggi. Karena bahan yang ditangani adalah bahan radioaktif, bahan yang berbahaya. Itu membuat biaya investasinya jadi mahal," kata Bambang dalam seminar "Nuklir: Ancaman dan Manfaat" di Gedung Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Rabu (17/5/2017).

Bambang menegaskan sejauh ini, INUKI selaku satu-satunya Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di sektor nuklir juga berupaya hati-hati dalam melayani perusahaan yang membeli radiosotop. Salah satunya, INUKI memberlakukan kewajiban pengisian user statement. Dengan kata lain, perusahaan pembeli harus memberikan keterangan tertulis kepada INUKI saat mengajukan permintaan pembelian.

"Itu cara kami untuk mencegah penyalahgunaan energi nuklir," jelas Bambang.

Namun Bambang mengakui pemanfaatan energi nuklir di Indonesia masih sangat terbatas. Ini membuat kondisi bisnis INUKI belum terlalu berkembang. Sejauh ini, perusahaan pembeli nuklir dari INUKI kebanyakan adalah rumah sakit yang membutuhkannya untuk perawatan medis.

"Tahun ini malah turun dibanding tahun lalu permintaaanya. Karena banyak peralatan medis RS yang sudah tua dan rusak sehingga permintaan nuklir pada kami juga menurun," kata Bambang.

Walau demikian, ekspor INUKI ke sejumlah negara masih bertahan. INUKI mengekspor bahan nuklir untuk keperluan damai ke sejumlah negara. Antara lain Bangladesh, Rusia, Vietnam, Thailand.

"Sementara ini kita ke negara-negara kecil. Kalau ke Cina, Jepang, Korea, kita belum sanggup memasoknya," tutup Bambang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

INUKI: Pemanfaatan Energi Nuklir Seperti Ular Berkepala Dua

INUKI: Pemanfaatan Energi Nuklir Seperti Ular Berkepala Dua

Bisnis | Rabu, 17 Mei 2017 | 19:40 WIB

Astaga, Kode Aktivasi Bom Nuklir AS Disimpan di Apartemen Trump

Astaga, Kode Aktivasi Bom Nuklir AS Disimpan di Apartemen Trump

News | Senin, 08 Mei 2017 | 13:52 WIB

Pembom B-1 Lakukan Provokasi, Korut: Dekat dengan Perang Nuklir

Pembom B-1 Lakukan Provokasi, Korut: Dekat dengan Perang Nuklir

News | Rabu, 03 Mei 2017 | 02:07 WIB

Akui Tidak Mampu Bersaing, Rusia Tanam Bom "Tidur" di AS

Akui Tidak Mampu Bersaing, Rusia Tanam Bom "Tidur" di AS

News | Rabu, 03 Mei 2017 | 02:36 WIB

Donald Trump dan Kim Jong Un Akan Bertemu?

Donald Trump dan Kim Jong Un Akan Bertemu?

News | Selasa, 02 Mei 2017 | 06:57 WIB

Pemerintah AS Desak Cina "Bereskan" Ancaman Nuklir Korut

Pemerintah AS Desak Cina "Bereskan" Ancaman Nuklir Korut

News | Sabtu, 29 April 2017 | 04:24 WIB

Inilah Sebab Industri Pertahanan RI Belum Diakui Dunia

Inilah Sebab Industri Pertahanan RI Belum Diakui Dunia

Bisnis | Kamis, 27 April 2017 | 09:51 WIB

Korut Pamer Peluru Kendali Bawah Laut untuk Pertama Kalinya

Korut Pamer Peluru Kendali Bawah Laut untuk Pertama Kalinya

News | Sabtu, 15 April 2017 | 19:31 WIB

UGM Kampanyekan Dunia Bebas Dari Senjata Nuklir

UGM Kampanyekan Dunia Bebas Dari Senjata Nuklir

News | Jum'at, 24 Februari 2017 | 08:32 WIB

PLN dan ROSATOM Optimis Industri Indonesia Bisa Konstruksi PLTN

PLN dan ROSATOM Optimis Industri Indonesia Bisa Konstruksi PLTN

Bisnis | Jum'at, 09 Desember 2016 | 06:17 WIB

Terkini

Cara Paufazz Bantu UMKM Cari Cuan Tambahan

Cara Paufazz Bantu UMKM Cari Cuan Tambahan

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:56 WIB

Jelang Akhir Pekan, Harga Emas Antam Turun Tipis Jadi Rp 2.839.000/Gram

Jelang Akhir Pekan, Harga Emas Antam Turun Tipis Jadi Rp 2.839.000/Gram

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:54 WIB

MARK Tebar Dividen Rp50 per Saham, Cek Jadwalnya di Sini

MARK Tebar Dividen Rp50 per Saham, Cek Jadwalnya di Sini

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:52 WIB

Dukung HKI, Menekraf Teuku Riefky Sebut Shopee Motor Baru Ekonomi Sektor Penerbitan

Dukung HKI, Menekraf Teuku Riefky Sebut Shopee Motor Baru Ekonomi Sektor Penerbitan

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:50 WIB

Eks Dirut BJBR dan Bank Jateng Divonis Bebas dalam Kasus Sritex, Ini Alasannya

Eks Dirut BJBR dan Bank Jateng Divonis Bebas dalam Kasus Sritex, Ini Alasannya

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:39 WIB

Perry Warjiyo Ungkap Penyebab Rupiah Melemah, BI Intervensi All Out Jaga Stabilitas

Perry Warjiyo Ungkap Penyebab Rupiah Melemah, BI Intervensi All Out Jaga Stabilitas

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:35 WIB

Investor Aset Kripto Terus Menjamur Tembus 21,37 Juta

Investor Aset Kripto Terus Menjamur Tembus 21,37 Juta

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:03 WIB

Rekening Warga Diblokir Gegara Masalah Pajak, saat Pejabat Pajak Diduga Korupsi

Rekening Warga Diblokir Gegara Masalah Pajak, saat Pejabat Pajak Diduga Korupsi

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:00 WIB

Lampaui Tahun Lalu, INABUYER 2026 Catat Potensi Transaksi Rp2,2 Triliun

Lampaui Tahun Lalu, INABUYER 2026 Catat Potensi Transaksi Rp2,2 Triliun

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 07:49 WIB

Wall Street Justru Merosot Meski Adanya Harapan Perang AS-Iran Damai

Wall Street Justru Merosot Meski Adanya Harapan Perang AS-Iran Damai

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 07:48 WIB