Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.130,588
LQ45 608,029
Srikehati 297,628
JII 364,421
USD/IDR 18.083

Inilah Sebab Industri Pertahanan RI Belum Diakui Dunia

Adhitya Himawan

Kamis, 27 April 2017 | 09:51 WIB
Inilah Sebab Industri Pertahanan RI Belum Diakui Dunia
Peluncuran senjata baru PT Pindad, di Jakarta. [suara.com/Oke Atmaja]

Wakil Ketua Komisi I DPR TB. Hasanuddin setuju adanya audit teknologi industri pertahanan khususnya di PT. Dirgantara Indonesia dengan tujuan membangun ulang perusahaan tersebut agar lebih baik.

"Audit teknologi jangan sampai mematikan PT DI, melainkan untuk membangun ulang perusahaan tersebut agar lebih baik lagi," kata TB Hasanuddin dalam diskusi bertajuk "Penguatan Alutsista Melalui Transfer Teknologi" di Persroom DPR, Jakarta, Rabu (26/4/2017).

Dia mengatakan kritik yang dilontarkan kepada PT. DI harus semangat membangun perusahaan tersebut dalam industri pertahanan bukan malah mematikan.

Pengamat militer Connie Rahakundini Bakrie dalam diskusi tersebut mengatakan tidak adanya auditor teknologi yang mampu menjadi tolok ukur terhadap industri pertahanan Indonesia, menjadi penyebab utama terus berpolemiknya persoalan Alutsista di Indonesia.

Connie mencontohkan, tidak adanya Audit Teknologi terhadap PT Dirgantara Indonesia membuat setiap adanya penawaran kerja sama dari produsen alutsista selain Airbus kepada PT Dirgantara Indonesia, selalu dilihat sebelah mata.

"Tidak adanya Audit Teknologi, PT DI demi menjaga monopoli Airbus, selalu berlindung di balik wacana adanya upaya asing mematikan BUMN unggulan kita," ujar Connie.

Dia mengatakan Airbus sudah bekerja sama dengan PT DI selama 40 tahun tapi hingga hari ini kita tidak punya heli buatan Indonesia.

Connie membandingkan kerja sama Airbus dengan Republik Rakyat China yang sudah berlangsung 20 tahun, namun perusahaan penerbangan itu memberi transfer teknologi sebesar 100 persen.

Mantan Menteri Riset dan Teknologi AS. Hikam dalam pemaparannya menjelaskan bahwa dengan adanya Auditor Teknologi, industri pertahanan RI bisa benar-benar bersaing di kancah internasional.

baca juga

Menurut Hikam, selama ini industri pertahanan RI seperti PT Dirgantara Indonesia, PT Dahana, PT Pindad dan lainnya selalu mengklaim telah mencapai kemajuan.

"Namun masyarakat tidak ada akses dan tolak ukur yang dapat dijadikan pembanding dan penentu kewajaran. Jadi seolah kita diminta percaya saja pada klaim yang dipublikasikan," katanya.

Dia menilai kalau sekarang Indonesia mengklaim unggul, maka dunia tidak akan mengakuinya karena tidak ada tolak ukurnya. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

BTN Terapkan e-Retribusi di Pasar Klewer Solo

BTN Terapkan e-Retribusi di Pasar Klewer Solo

Bisnis | Selasa, 25 April 2017 | 08:27 WIB

Kalangan BUMN Dukung Penuh Pembentukan Holding

Kalangan BUMN Dukung Penuh Pembentukan Holding

Bisnis | Selasa, 25 April 2017 | 08:20 WIB

PGN Kuasai 80 Persen Pipa Gas Bumi Hilir Nasional

PGN Kuasai 80 Persen Pipa Gas Bumi Hilir Nasional

Bisnis | Selasa, 25 April 2017 | 06:56 WIB

Aset BUMN Diharapkan Naik Jadi Rp7.200 Triliun di 2017

Aset BUMN Diharapkan Naik Jadi Rp7.200 Triliun di 2017

Bisnis | Sabtu, 22 April 2017 | 03:57 WIB

Total Aset Kimia Farma Tahun 2016 Capai Rp4,61 Triliun

Total Aset Kimia Farma Tahun 2016 Capai Rp4,61 Triliun

Bisnis | Jum'at, 21 April 2017 | 09:24 WIB

Pemerintah Rombak Dewan Direksi dan Komisaris Kimia Farma

Pemerintah Rombak Dewan Direksi dan Komisaris Kimia Farma

Bisnis | Jum'at, 21 April 2017 | 09:16 WIB

Pertumbuhan Kredit BRI Kuartal I 2017 Capai 16,4 Persen

Pertumbuhan Kredit BRI Kuartal I 2017 Capai 16,4 Persen

Bisnis | Kamis, 20 April 2017 | 12:32 WIB

BRI Raih Laba Bersih Rp6,47 Triliun di Kuartal I 2017

BRI Raih Laba Bersih Rp6,47 Triliun di Kuartal I 2017

Bisnis | Kamis, 20 April 2017 | 12:25 WIB

Kemensos akan Luncurkan Layanan Bergerak Bantuan Sosial Non Tunai

Kemensos akan Luncurkan Layanan Bergerak Bantuan Sosial Non Tunai

Bisnis | Kamis, 20 April 2017 | 09:38 WIB

Potensi RI Harus Dimanfaatkan BUMN di Berbagai Sektor Bisnis

Potensi RI Harus Dimanfaatkan BUMN di Berbagai Sektor Bisnis

Bisnis | Kamis, 20 April 2017 | 07:34 WIB

Terkini

HKBP Perkuat Komitmen Tingkatkan Mutu Pendidikan

HKBP Perkuat Komitmen Tingkatkan Mutu Pendidikan

Sumut | Rabu, 29 Juli 2026 | 21:07 WIB

Resmi Dihibahkan ke Pemprov Jabar, Teras Cihampelas Bandung Bakal Dibongkar Total

Resmi Dihibahkan ke Pemprov Jabar, Teras Cihampelas Bandung Bakal Dibongkar Total

Jabar | Rabu, 29 Juli 2026 | 21:06 WIB

Hilirisasi Sawit RI Diklaim Sukses, 80% Ekspor Tak Lagi Produk Mentah

Hilirisasi Sawit RI Diklaim Sukses, 80% Ekspor Tak Lagi Produk Mentah

Bisnis | Rabu, 29 Juli 2026 | 21:04 WIB

5 Fakta Kapal Jukung Terbakar di Sungai Musi, Penyebab Kebakaran Masih Diselidiki

5 Fakta Kapal Jukung Terbakar di Sungai Musi, Penyebab Kebakaran Masih Diselidiki

Sumsel | Rabu, 29 Juli 2026 | 21:03 WIB

Bakery Singapura BIdik Pasar Kuliner RI, Ekspansi Perdana ke Jakarta

Bakery Singapura BIdik Pasar Kuliner RI, Ekspansi Perdana ke Jakarta

Bisnis | Rabu, 29 Juli 2026 | 21:00 WIB

BGN Enggan MBG Dibenturkan dengan Sekolah Roboh: Enggak Nyambung

BGN Enggan MBG Dibenturkan dengan Sekolah Roboh: Enggak Nyambung

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 20:58 WIB

GAC Beri Harga Spesial AION UT hingga HYPTEC HT di GIIAS 2026

GAC Beri Harga Spesial AION UT hingga HYPTEC HT di GIIAS 2026

Otomotif | Rabu, 29 Juli 2026 | 20:55 WIB

7 HP Murah Baterai Besar Fast Charging, Harga Mulai Rp1 Jutaan

7 HP Murah Baterai Besar Fast Charging, Harga Mulai Rp1 Jutaan

Tekno | Rabu, 29 Juli 2026 | 20:50 WIB

Sailun Tekan Biaya Operasional Sektor Pertanian Indonesia Lewat Ban MAXAM

Sailun Tekan Biaya Operasional Sektor Pertanian Indonesia Lewat Ban MAXAM

Otomotif | Rabu, 29 Juli 2026 | 20:47 WIB

Dewa 19 Meriahkan Puncak Nommensen Festival

Dewa 19 Meriahkan Puncak Nommensen Festival

Sumut | Rabu, 29 Juli 2026 | 20:44 WIB

×