Array

HMJ Akuntansi FE UWG Tawarkan Akuntasi Topeng di Polowijen

Adhitya Himawan Suara.Com
Rabu, 24 Mei 2017 | 11:58 WIB
HMJ Akuntansi FE UWG Tawarkan Akuntasi Topeng di Polowijen
Generasi muda belajar tari topeng di Kampung Budaya Polowijen, Malang, Jawa Timur. [Dok KBP]

Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Widya Gama (FE-UWG) Malang hari Minggu (21/5/2017) melakukan studi banding ke Kampung Budaya Polowijen (KBP), Malang, Jawa Timur. Mereka didampingi Ketua Jurusan Akuntansi, DR. Ana Sopanah, SE.,MSi.,Ak.,CA.,CMA.,CIBA, dan diterima oleh penggagas KBP, Ki Demang.

Ketua HMJ Akuntansi FE UWG Aulia Sagita mengatakan, KBP yang diresmikan pada 2 April lalu oleh Walikota Malang Abah Anton sangat prospek untuk pengembangan ekonomi kreatif masyarakat Polowijen.

Studi awal yang dilakukan tim kajian HMJ, lanjut Aulia, topeng Malang akan menjadi daya ungkit ekonomi kreatif sehingga mampu menggerakkan sub-sektor ekonomi lain, seperti desain grafis, fashion, video, foto, film, kriya, kuliner. Hal ini, salah satunya bisa dilakukan lewat pertunjukan Tari Topeng Malangan.

"Geliat ekonomi kreatif menjadi kata kunci untuk KBP," kata Aulia disela penyerahan bantuan satu unit gazebo kepada KBP di Polowijen Malang.

Studi yang dilakukan HMJ FE-UWG merupakan salah satu bentuk kontribusi sosial yang merupakan tanggung jawab sosial sebagai insan akademis, karena itulah mereka ingin berkontribusi pengetahuan akuntansi bagi masyarakat KBP khususnya akutansi topeng.

Menurut Aulia, akuntansi topeng adalah akutansi yang mencatat seluruh aktifitas topeng, mulai dari produksi sampai pementasan, pagelaran atau gebyak termasuk souvenir cinderamata yang bernuansa topeng.

"Kita bisa melihat catatan keuangan berapa besar topeng Malang mampu menggerakkan ekonomi kreatif sehingga segala macam yang berkaitan dengan topeng Malang bisa menggerakkan sub sektor lainnya seperti kuliner, fasyen, kriya, dan pemanfaatan multimedia lainnya," terang Aulia.

Ketua Jurusan Akuntansi FE-UWG, DR. Ana Sopanah mengatakan, saat ini KBP terus maju menggerakkan masyarakat dengan latihan membatik, latihan memahat tari topeng, latihan membuat topeng kayu, membuat souvenir, dan masih banyak lagi. Tentunya, langkah KBP harus disupport sebagai bangkitnya geliat ekonomi kreatif masyarakat.

Baca Juga: Tingkatkan Ekonomi, Digagas Koperasi Batik di Polowijen

"Untuk meningkatkan perekonomian, kami siap mendampingi pengelolaan keuangan masyarakat khususnya menyangkut akutansi, sehingga akuntansi topeng benar-benar mampu membangkitkan ekonomi masyarakat," ujar Ana.

Usai sarasehan, 50 mahasiswa tersebut berinteraksi dan berbaur secara langsung dengan masyarakat KBP. Mereka menyempatkan ikut latihan tari topeng Malangan, membuat topeng Malangan berbahan kayu, dan dilanjutkan mengunjungi situs Sumur Windu Kendedes dan Nyekar ke Empu Topeng Malang Buyut Reni.

Penggagas KBP, Ki Demang berharap para mahasiswa UWG mampu berperan secara langsung terhadap pelestarian budaya yang ada di KBP, dan mampu mensupport geliat ekonomi kreatif di Polowijen.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI