Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.825.000
Beli Rp2.700.000
IHSG 6.858,899
LQ45 669,842
Srikehati 328,644
JII 449,514
USD/IDR 17.509

IPO PT Hartadinata Abadi Telah Terima Pernyataan Efektif Dari OJK

Adhitya Himawan | Suara.com

Selasa, 13 Juni 2017 | 12:24 WIB
IPO PT Hartadinata Abadi Telah Terima Pernyataan Efektif Dari OJK
Pengunjung melintas di depan layar elektronik pergerakan saham jelang penutupan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat (10/2). [suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Penawaran Umum Saham Perdana (IPO) PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA), produsen dan penyedia perhiasan emas terintegrasi segera mendekati proses akhir. Ini ditandai dengan diterimanya pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada Senin (12/6/2017).

Menyusul pernyataan efektif ini, HRTA akan melakukan penawaran umum saham pada tanggal 13,14 dan 15 Juni 2017. Dalam rangka penawaran umum saham ini, perseroan akan membuka gerai di gedung Bank Mandiri cabang Kebon Sirih, Jakarta Pusat, terbagi dalam dua sesi setiap harinya, antara jam 10.00-12.00 dan 14.00-16.00.

“Setelah masa penawaran umum, kami berharap pencatatan saham (listing) HRTA di Bursa Efek Indonesia (BEI) dapat terlaksana tanggal 21 Juni 2017. Dengan demikian, seluruh proses IPO perseroan dapat diselesaikan menjelang Hari Raya Idul Fitri, sesuai dengan rencana,” kata Sandra Sunanto, Direktur Utama PT Hartadinata Abadi Tbk di Jakarta, Senin (12/6/2017).

Selama periode book building yang berlangsung 10-24 Mei lalu, dengan kisaran harga Rp 285 - Rp 356 per lembar saham, rencana IPO HRTA menerima respons positif dari investor internasional dan domestik. 98 persen saham yang ditawarkan dialokasikan untuk penjatahan pasti (fixed allotment) pada periode book building sedangkan 2 persen saham sisanya ditawarkan kepada masyarakat melalui mekanisme pooling yang diadakan pada penawaran umum tanggal 13,14 dan 15 Juni.

Total saham yang ditawarkan HRTA kepada publik sebanyak 1.105.262.400 (satu milyar seratus lima juta dua ratus enam puluh dua ribu empat ratus) lembar saham yang keseluruhannya merupakan saham baru, dengan nilai nominal Rp 100 (seratus rupiah) per lembar saham. Jumlah tersebut ekuivalen dengan 24% dari jumlah modal ditempatkan dan disetor HRTA setelah IPO.

“Bersama penjamin emisi kami menetapkan harga penawaran saham perdana HRTA sebesar Rp.300,- per lembar saham. Kami yakin, saham HRTA telah dinilai dengan wajar untuk mengakomodasi minat investor. Penetapan floating 24 persen merepresentasikan kadar emas murni yang merupakan bahan baku utama produk kami dan juga filosofi perseroan untuk memberikan yang terbaik bagi seluruh stakeholders,” jelas Sandra.

”Dana yang diperoleh dari hasil IPO ini rencananya sekitar 50 persen akan digunakan untuk refinancing sebagian dari pinjaman modal kerja dan 50% sisanya untuk modal kerja dengan rincian 42% untuk pembelian bahan baku, 6 persen untuk peremajaan dan pembelian mesin dan peralatan, dan 2 % untuk aplikasi sistem e-commerce kami. Melalui IPO ini, kami menjadi pionir di industri manufaktur dan perdagangan perhiasan emas dalam hal keterbukaan dan transparansi yang tentunya mendukung tata kelola perusahaan yang baik. Perluasan pasar melalui penambahan jaringan toko perhiasan emas kami yang juga ditawarkan melalui sistem franchise menjadi salah satu strategi andalan perseroan untuk meraih kinerja gemilang,” papar Sandra Sunanto, Direktur Utama Hartadinata Abadi Tbk
Dalam pelaksanaan IPO ini, HA telah menunjuk tiga penjamin pelaksana emisi, yaitu Mandiri Sekuritas, MNC Sekuritas, RHB Sekuritas.

PT Hartadinata Abadi (Hartadinata) merupakan produsen dan penyedia perhiasan emas yang telah membangun kepercayaan segenap stakeholders selama lebih dari 28 tahun. PT Hartadinata Abadi merupakan pemain utama dalam industri perhiasan emas Indonesia yang memiliki bisnis yang terintegrasi secara vertikal, mulai dari pabrik (manufaktur), penjualan grosir (wholesaler), dan penjualan eceran (retail). Model bisnis terintegrasi Hartadinata ini memberikan keunggulan dengan tersedianya pasar yang terjamin. Sejak berdiri hingga kini, Hartadinata telah menjalin hubungan dengan lebih dari 600 toko emas di seluruh Indonesia, memiliki 4 pabrik dan beberapa toko retail sendiri.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

BRI Masuk Daftar Worlds Largest Public Companies 2017

BRI Masuk Daftar Worlds Largest Public Companies 2017

Bisnis | Senin, 05 Juni 2017 | 20:27 WIB

OK OCE Stock Center Siap Jadikan Warga DKI Sebagai Pemodal Andal

OK OCE Stock Center Siap Jadikan Warga DKI Sebagai Pemodal Andal

Bisnis | Jum'at, 02 Juni 2017 | 12:56 WIB

Sandiaga Uno Akui Dirinya dan Anies Sangat Pro Pasar Modal

Sandiaga Uno Akui Dirinya dan Anies Sangat Pro Pasar Modal

Bisnis | Jum'at, 02 Juni 2017 | 11:34 WIB

Sandiaga Luncurkan OK OCE Stock Center di Bursa Efek Indonesia

Sandiaga Luncurkan OK OCE Stock Center di Bursa Efek Indonesia

Bisnis | Jum'at, 02 Juni 2017 | 11:16 WIB

Pemegang Saham Setujui Samudera Indonesia Lakukan Stock Split

Pemegang Saham Setujui Samudera Indonesia Lakukan Stock Split

Bisnis | Jum'at, 26 Mei 2017 | 09:57 WIB

Samudera Indonesia Genjot Ekspansi Bisnis di Lima Sektor

Samudera Indonesia Genjot Ekspansi Bisnis di Lima Sektor

Bisnis | Jum'at, 26 Mei 2017 | 09:31 WIB

Bunga Lebih Murah, VIVA Peroleh Refinancing Dari Credit Suisse

Bunga Lebih Murah, VIVA Peroleh Refinancing Dari Credit Suisse

Bisnis | Jum'at, 26 Mei 2017 | 08:58 WIB

Erick Thohir Beberkan Alasan MDIA Lakukan  Stock Split

Erick Thohir Beberkan Alasan MDIA Lakukan Stock Split

Bisnis | Jum'at, 26 Mei 2017 | 07:58 WIB

Inilah Sebab Kinerja Bisnis VIVA Tahun Lalu Kinclong

Inilah Sebab Kinerja Bisnis VIVA Tahun Lalu Kinclong

Bisnis | Jum'at, 26 Mei 2017 | 07:03 WIB

Bank OCBC NISP Resmi Jadi Administrator Rekening Dana Nasabah

Bank OCBC NISP Resmi Jadi Administrator Rekening Dana Nasabah

Bisnis | Kamis, 18 Mei 2017 | 14:46 WIB

Terkini

6 Emiten Keluar dari MSCI, OJK Ungkap Valuasi Saham RI di Bawah Asia

6 Emiten Keluar dari MSCI, OJK Ungkap Valuasi Saham RI di Bawah Asia

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 13:25 WIB

Harga Cabai Naik, Kemendag Masukkan Cabai ke Daftar Komoditas Prioritas Pengendalian Inflasi

Harga Cabai Naik, Kemendag Masukkan Cabai ke Daftar Komoditas Prioritas Pengendalian Inflasi

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 13:14 WIB

Jangan Hanya Kejar Pertumbuhan, Industri Kripto Kini Dituntut Transparan

Jangan Hanya Kejar Pertumbuhan, Industri Kripto Kini Dituntut Transparan

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 13:13 WIB

Kredibiltas Jadi Bukti, Presiden RI Buat Rupiah Menguat ke Rp6.500 Per Dolar AS

Kredibiltas Jadi Bukti, Presiden RI Buat Rupiah Menguat ke Rp6.500 Per Dolar AS

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 13:12 WIB

Proyek IKN Sudah Habiskan Rp147 Triliun, Tapi Ibukota Tetap Jakarta

Proyek IKN Sudah Habiskan Rp147 Triliun, Tapi Ibukota Tetap Jakarta

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 13:09 WIB

BTN dan MKP Bangun Sistem Ticketing Digital di Pelabuhan Wisata Bali

BTN dan MKP Bangun Sistem Ticketing Digital di Pelabuhan Wisata Bali

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 13:08 WIB

Pakar: Tidak Tepat Kaitkan Utang Pemerintah dengan MBG

Pakar: Tidak Tepat Kaitkan Utang Pemerintah dengan MBG

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 13:00 WIB

Rupiah Tembus Rp17.500, ESDM Mulai Bahas Nasib Subsidi BBM

Rupiah Tembus Rp17.500, ESDM Mulai Bahas Nasib Subsidi BBM

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 12:58 WIB

Makin Canggih, BI Sebut Rupiah Kian Sulit Ditiru hingga Peredaran Uang Palsu Turun Drastis

Makin Canggih, BI Sebut Rupiah Kian Sulit Ditiru hingga Peredaran Uang Palsu Turun Drastis

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 12:57 WIB

MSCI Tendang 6 Saham Indonesia dan IHSG Anjlok, OJK: Ini Awal Baru

MSCI Tendang 6 Saham Indonesia dan IHSG Anjlok, OJK: Ini Awal Baru

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 12:54 WIB