Susi Yakin Pelabuhan Perikanan Efektif untuk Cegah Pencurian Ikan

Adhitya Himawan, Dian Kusumo Hapsari

Rabu, 14 Juni 2017 | 10:50 WIB
Susi Yakin Pelabuhan Perikanan Efektif untuk Cegah Pencurian Ikan
Pelabuhan perikanan di Kabupaten Demak, Jawa Tengah. [Suara.com/Adhitya Himawan]

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menyampaikan pentingnya pemberdayaan pelabuhan perikanan sebagai implementasi dari Port State of Measures Agreement (PSMA) guna mengawasi praktik pencurian ikan atau illegal, unreported, and unregulated fishing (IUUF). Hal tersebut disampaikannya saat menjadi panelis Side Event Food and Agriculture Organization (FAO): IUU Fishing on Implementing PSMA di United Nations Head Quarters (UNHQ), New York, Kamis (8/6/2017).

Menurut Menteri Susi, PSMA merupakan instrumen penting untuk menghentikan praktik IUUF secara efektif dan melindungi lautan. Pelabuhan adalah titik masuk terakhir kapal penangkap ikan sebelum ikan masuk ke pasar. Dengan demikian, pelabuhan memainkan peran penting untuk menyaring ikan tangkapan hasil pencurian dari pasar.

“Tahun lalu di Roma, saya mengumumkan bahwa Indonesia berkomitmen untuk menerapkan PSMA. Kami telah menunjuk 5 pelabuhan untuk mengimplementasikan PSMA, dan kami berencana untuk menambahkan lebih banyak lagi pelabuhan (untuk implementasi PSMA) di daerah, di mana intensitas aktivitas kapal penangkap ikan asingnya tinggi,” ungkap Menteri Susi dalam keterangan resmi, Selasa (13/6/2017).

Menteri Susi mengatakan, meskipun PSMA adalah instrumen penting untuk menghentikan IUUF, tetapi PSMA saja tidak cukup. Menurutnya, dunia juga perlu meningkatkan pemantauan aktivitas penangkapan ikan di laut lepas karena di sanalah aktivitas penangkapan ikan dan transshipment paling banyak terjadi. Laut lepas harus mendapat perhatian khusus karena tanpa pengelolaan yang baik di laut lepas, akan sulit untuk mengindentifikasi asal ikan tangkapan. Hal ini akan menjadi kendala penerapan PSMA.

Guna memastikan pengelolaan laut lepas yang lebih baik, Indonesia telah menerbitkan data VMS secara terbuka melalui Global Fishing Watch. Dengan VMS, dapat terpantau aktivitas kapal nelayan Indonesia, ke mana kapal pergi dan beroperasi, serta kegiatan transshipment yang dilakukan.

Menteri Susi berpendapat, IUUF tidak hanya mengancam keamanan lingkungan, tapi juga melukai kehidupan orang-orang yang mengandalkan laut sebagai ladang pekerjaan dan sumber makanan. IUUF juga termasuk kejahatan perikanan transnasional dan terorganisir yang dapat mencemari kedaulatan nasional.

“Kita dapat mengakhiri operasi nakal ini melalui penerapan PSMA yang efektif, kapasitas penegakan aturan yang lebih kuat, teknologi pengawasan yang lebih baik, kebijakan yang kuat, tata kelola yang kuat, dan pertukaran informasi kredibel yang lebih transparan berkaitan dengan perikanan antarnegara. Yang paling penting, kita membutuhkan pemimpin yang berani, dengan political will yang kuat untuk memerangi IUUF dan fisheries crime,” papar Menteri Susi.

Menteri Susi menambahkan, penerapan PSMA tidak akan efektif jika tidak diterapkan aturan tanggung jawab yang tegas terhadap negara yang kapal perikanannya melakukan IUUF atau fisheries crime (negara bendera), sebagaimana telah diatur dalam kode Etik The United Nations Convention on the Law of the Sea (UNCLOS) dan FAO. “Masih banyak negara anggota FAO yang menggunakan ‘flags of convenience’ untuk operasi penangkapan ikan, dan sebagian besar kapal ini melakukan IUUF. Saya mendorong FAO untuk mengambil tindakan dan menghentikan praktik ini guna memerangi IUUF dan kejahatan perikanan,” tambah Menteri Susi.

Pada kesempatan tersebut, Menteri Susi menyakinkan negara-negara yang hadir bahwa memerangi IUUF dan kejahatan perikanan adalah bisnis yang menguntungkan. Menurutnya, akan lebih banyak keuntungan bagi sebuah negara ketika laut dipulihkan. Ia mencontohkan yang terjadi di Indonesia, di mana Produk Domestik Bruto (PDB) perikanan Indonesia saat ini 50% lebih tinggi dari pada PDB nasional, dengan komoditas ikan berkontribusi besar terhadap deflasi negara. “Indeks stok ikan MSY (Maximum Sustainable Yield) kami meningkat dari 6,5 juta ton (2014), menjadi 7,1 juta ton (2015), dan menjadi 9,9 juta ton (2016). Tahun ini (2017) diperkirakan menjadi 12 juta ton,” cerita Menteri Susi.

“Negara dunia harus bekerja sama untuk menutup celah-celah yang memungkinkan sindikat kejahatan perikanan beroperasi secara bebas di seluruh dunia. Planet bumi kita ini hanya memberi satu lautan besar, dan inilah tugas kita untuk melindunginya, untuk generasi sekarang dan masa depan di dunia ini,” tandasnya.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Menteri Susi Peringatkan Dunia Bisa Kehabisan Stok Ikan Jika...

Menteri Susi Peringatkan Dunia Bisa Kehabisan Stok Ikan Jika...

Bisnis | Rabu, 14 Juni 2017 | 10:37 WIB

Curi Ikan, 7 Kapal Pukat Cina Diamankan

Curi Ikan, 7 Kapal Pukat Cina Diamankan

News | Minggu, 11 Juni 2017 | 06:35 WIB

Susi: Illegal Fishing Membuat Indonesia Kehilangan Stok Ikan

Susi: Illegal Fishing Membuat Indonesia Kehilangan Stok Ikan

Bisnis | Minggu, 11 Juni 2017 | 05:21 WIB

KKP Pulangkan 695 Nelayan Ilegal Dari Vietnam

KKP Pulangkan 695 Nelayan Ilegal Dari Vietnam

Bisnis | Jum'at, 09 Juni 2017 | 14:41 WIB

Menteri Susi Raih Penghargaan di Amerika

Menteri Susi Raih Penghargaan di Amerika

News | Rabu, 07 Juni 2017 | 09:47 WIB

Buruh Pertamina Patra Niaga Tolak PHK Sepihak

Buruh Pertamina Patra Niaga Tolak PHK Sepihak

Bisnis | Jum'at, 02 Juni 2017 | 11:01 WIB

Empat Kapal Perang India di Tanjung Perak

Empat Kapal Perang India di Tanjung Perak

Foto | Kamis, 01 Juni 2017 | 16:29 WIB

Cuitan Menteri Susi soal Ikan Ini Mendadak Viral, Apa Lagi Yah?

Cuitan Menteri Susi soal Ikan Ini Mendadak Viral, Apa Lagi Yah?

Tekno | Senin, 29 Mei 2017 | 19:37 WIB

Kapal Perang Rusia Bersandar di Tanjung Priok

Kapal Perang Rusia Bersandar di Tanjung Priok

Foto | Rabu, 24 Mei 2017 | 19:03 WIB

Presiden Jokowi Tinjau Pelabuhan Perikanan di Pekalongan

Presiden Jokowi Tinjau Pelabuhan Perikanan di Pekalongan

Bisnis | Minggu, 08 Januari 2017 | 09:43 WIB

Terkini

Di Balik Drakor Pinocchio: Membeda Cermin Buram Industri Media Masa Kini

Di Balik Drakor Pinocchio: Membeda Cermin Buram Industri Media Masa Kini

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 06:20 WIB

Literasi Keuangan Penting di Era Digital, Bukan Sekadar Tahu Cara Mengelola Uang

Literasi Keuangan Penting di Era Digital, Bukan Sekadar Tahu Cara Mengelola Uang

Lifestyle | Selasa, 03 November 2026 | 06:08 WIB

Ratas Ekonomi di Istana, PMI Manufaktur Indonesia Tembus Level 54,0

Ratas Ekonomi di Istana, PMI Manufaktur Indonesia Tembus Level 54,0

Foto | Selasa, 03 November 2026 | 06:00 WIB

OJK Satukan Regulasi Sektor Keuangan Syariah, Perbankan hingga Fintech

OJK Satukan Regulasi Sektor Keuangan Syariah, Perbankan hingga Fintech

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 23:42 WIB

Shin Tae-yong Absen Karena Sakit Hadapi PSMS, Persija Incar Kemenangan Perdana di League Cup

Shin Tae-yong Absen Karena Sakit Hadapi PSMS, Persija Incar Kemenangan Perdana di League Cup

Bola | Senin, 02 November 2026 | 23:25 WIB

Puluhan UMKM Pulo Panjang Dapat Bantuan Peningkatan Produksi dan Pemasaran

Puluhan UMKM Pulo Panjang Dapat Bantuan Peningkatan Produksi dan Pemasaran

Banten | Senin, 02 November 2026 | 23:08 WIB

QRIS Error, Nasabah MNC Bank Panik Tarik Tunai Dibatasi Maksimal Rp2 Juta

QRIS Error, Nasabah MNC Bank Panik Tarik Tunai Dibatasi Maksimal Rp2 Juta

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 23:08 WIB

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pencabulan, Korban Mengaku Dua Kali Dilecehkan

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pencabulan, Korban Mengaku Dua Kali Dilecehkan

Banten | Senin, 02 November 2026 | 23:05 WIB

Dosen Unsri Kembangkan Laboratorium Hidup Biomassa Sebagai Sumber Ekonomi Desa Ganesha Mukti

Dosen Unsri Kembangkan Laboratorium Hidup Biomassa Sebagai Sumber Ekonomi Desa Ganesha Mukti

Sumsel | Senin, 02 November 2026 | 23:02 WIB

Kapolres Bogor Bantah Pelaku Pembunuhan Bobotoh Suporter Persikabo: Bukan Suporter Klub Mana Pun

Kapolres Bogor Bantah Pelaku Pembunuhan Bobotoh Suporter Persikabo: Bukan Suporter Klub Mana Pun

Jabar | Senin, 02 November 2026 | 22:57 WIB

×