Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.185,783
LQ45 612,558
Srikehati 299,552
JII 369,759
USD/IDR 17.990

KKP Pulangkan 695 Nelayan Ilegal Dari Vietnam

Adhitya Himawan, Dian Kusumo Hapsari

Jum'at, 09 Juni 2017 | 14:41 WIB
KKP Pulangkan 695 Nelayan Ilegal Dari Vietnam
Nelayan ilegal dari Vietnam dipulangkan oleh Pemerintah. [Dok KKP]

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bekerjasama dengan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu), Direktorat Jenderal Imigrasi-Kementerian Hukum dan HAM, TNI Angkatan Laut, dan POLRI, serta instansi terkait lainnya melakukan repatriasi terhadap 695 nelayan berkewarganegaraan Vietnam dari Pangkalan PDSKP Batam, Kepulauan Riau, pada tanggal 9 Juni 2017. Demikian disampaikan Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Eko Djalmo Asmadi, disela-sela acara repatriasi nelayan Vietnam, di Batam, Kepulauan Riau, Jumat (9/6/2017).

Nelayan-nelayan tersebut merupakan nelayan yang ditangkap oleh petugas dari Pengawas Perikanan-KKP, TNI AL, maupun Polri dalam berbagai operasi yang diselenggarakan dalam rangka pemberantasan kegiatan penangkapan ikan secara ilegal di perairan Indonesia. Namun status hukum mereka bukanlah tersangka (non yustisia) serta nelayan yang hanya menjadi saksi, tambah Eko.

Sebelumnya mereka tinggal di beberapa tempat penampungan sementara, seperti di Stasiun PSDKP Pontianak, Satuan PSDKP Natuna, Satuan PSDKP Tarempa, Kantor Imigrasi Kelas III Tarempa, Rumah Detensi Imigrasi Pontianak, Kantor Imigrasi Tanjung Pinang, Pangkalan TNI AL Ranai, dan Pangkalan TNI AL Tarempa.

“Melalui koordinasi yang intensif antara KKP dengan Kedutaan Besar Vietnam di Jakarta, disepakati nelayan-nelayan yang bukan tersangka di proses repatriasi kembali ke Vietnam”, lanjut Eko. Hal ini juga merupakan salah satu implementasi dari kerja sama yang telah terjalin dengan baik antara Pemerintah Indonesia dengan Pemerintah Vietnam.

Selain itu, Eko juga menekankan agar proses repatriasi ini menjadi pelajaran bagi nelayan Vietnam untuk lebih menaati peraturan perundang-undangan negaranya maupun negara lain, dan yang terpenting agar mereka tidak kembali melakukan penangkapan ikan secara ilegal (illegal fishing) di perairan Indonesia.

Dalam proses repatriasi tersebut, Pemerintah Vietnam mengirimkan 3 (tiga) kapal untuk menjemput warganya di Batam. Kapal-kapal yang dikirim merupakan armada dari Vietnam Coast Guard dengan nama kapal 8001, 8005, dan 4039.

Repatriasi terhadap nelayan Vietnam bukan hanya dilaksanakan pada Tahun 2017. Kegiatan sejenis juga pernah dilakukan pada September 2016. Waktu itu, repatriasi dilakukan terhadap 228 nelayan Vietnam melalui laut antara Kapal Pengawas Perikanan, KKP dan Kapal Pengawas Perikanan Vietnam.
Ketentuan repatriasi atau pemulangan nelayan asing yang berstatus non tersangka telah diatur dalam Pasal 83A ayat (1) Undang-Undang Nomor 45 Tahun 2009 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan, yang menyebutkan bahwa selain yang ditetapkan sebagai tersangka dalam tindak pidana perikanan atau tindak pidana lainnya, awak kapal lainnya dapat dipulangkan termasuk yang berkewarganegaraan asing.
Dalam hal proses hukum tindak pidana perikanan, yang ditetapkan tersangka adalah Nakhoda dan Kepala Kamar Mesin (KKM). Sedangkan yang lainnya hanya berstatus sebagai saksi ataupun tidak memiliki status (non tersangka dan non saksi).

Repatriasi juga dilakukan dengan pertimbangan adanya keterbatasan sarana dan prasarana tempat penampungan, kapasitas tempat penampungan yang tidak mencukupi, serta keterbatasan jumlah petugas. Selain itu, aspek sosial budaya, keamanan, keterbatasan petugas, dan aspek keterbatasan biaya yang harus dikeluarkan oleh Pemerintah RI untuk memenuhi kebutuhan makan dan menjaga kondisi kesehatan para ABK juga menjadi pertimbangan untuk proses repatriasi nelayan asing di Indonesia, pungkas Eko.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Menteri Susi Raih Penghargaan di Amerika

Menteri Susi Raih Penghargaan di Amerika

News | Rabu, 07 Juni 2017 | 09:47 WIB

Gelombang Pantai Selatan Tinggi, Nelayan Alih Profesi

Gelombang Pantai Selatan Tinggi, Nelayan Alih Profesi

News | Rabu, 07 Juni 2017 | 06:38 WIB

Temui Jokowi, Dekopin Minta TPI Diserahkan ke Koperasi Nelayan

Temui Jokowi, Dekopin Minta TPI Diserahkan ke Koperasi Nelayan

Bisnis | Senin, 05 Juni 2017 | 15:19 WIB

Nelayan Tuding Kepemilikan Tanah PT Bumi Pari Tak Sesuai Aturan

Nelayan Tuding Kepemilikan Tanah PT Bumi Pari Tak Sesuai Aturan

Bisnis | Rabu, 24 Mei 2017 | 18:21 WIB

Nekat Lawan Arah, Truk Tabrak Bis Tewaskan 11 Orang

Nekat Lawan Arah, Truk Tabrak Bis Tewaskan 11 Orang

News | Minggu, 07 Mei 2017 | 13:25 WIB

Jokowi Minta Nelayan Berani Budidaya Perikanan Lepas Pantai

Jokowi Minta Nelayan Berani Budidaya Perikanan Lepas Pantai

Bisnis | Kamis, 04 Mei 2017 | 17:39 WIB

Tahukah Anda, Jakarta Sebenarnya Punya Dua Jenis Buah Terkenal?

Tahukah Anda, Jakarta Sebenarnya Punya Dua Jenis Buah Terkenal?

News | Rabu, 03 Mei 2017 | 11:59 WIB

Mendengar Keluhan Nelayan, Muhaimin Siap "Pasang Badan"

Mendengar Keluhan Nelayan, Muhaimin Siap "Pasang Badan"

News | Selasa, 02 Mei 2017 | 22:12 WIB

Perahunya Dihancurkan, 8 Nelayan Indonesia Ditangkap Australia

Perahunya Dihancurkan, 8 Nelayan Indonesia Ditangkap Australia

News | Senin, 01 Mei 2017 | 07:30 WIB

210 Nelayan Indonesia Mendekam di Penjara Australia

210 Nelayan Indonesia Mendekam di Penjara Australia

News | Senin, 01 Mei 2017 | 06:04 WIB

Terkini

Link Resmi Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional untuk Cek Bansos Kemensos 2026, Begini Caranya

Link Resmi Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional untuk Cek Bansos Kemensos 2026, Begini Caranya

Bisnis | Selasa, 28 Juli 2026 | 15:19 WIB

Hasto Kritik Pembentukan URI, Jangan Tumpang Tindih dengan Lemhannas

Hasto Kritik Pembentukan URI, Jangan Tumpang Tindih dengan Lemhannas

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 15:16 WIB

7 HP 5G Rp3 Jutaan Terbaik, Spek Premium untuk Multitasking dan Hiburan

7 HP 5G Rp3 Jutaan Terbaik, Spek Premium untuk Multitasking dan Hiburan

Tekno | Selasa, 28 Juli 2026 | 15:15 WIB

Apa itu Flek Hitam dan Bagaimana Serum Bisa Mengatasinya?

Apa itu Flek Hitam dan Bagaimana Serum Bisa Mengatasinya?

Lifestyle | Selasa, 28 Juli 2026 | 15:15 WIB

5 Sepatu Lari Brand Lokal di Bawah Rp500 Ribuan, Bisa untuk Laki-laki dan Perempuan

5 Sepatu Lari Brand Lokal di Bawah Rp500 Ribuan, Bisa untuk Laki-laki dan Perempuan

Lifestyle | Selasa, 28 Juli 2026 | 15:15 WIB

Estetika Visual atau Trik Bisnis? Membongkar Praktik Shrinkflation di Balik Porsi Mini Kafe Viral

Estetika Visual atau Trik Bisnis? Membongkar Praktik Shrinkflation di Balik Porsi Mini Kafe Viral

Your Say | Selasa, 28 Juli 2026 | 15:11 WIB

Nasib Gen Z di Jalur Gaza, Sarjana Pengangguran Bergantung Hidup dari Bantuan Kemanusiaan

Nasib Gen Z di Jalur Gaza, Sarjana Pengangguran Bergantung Hidup dari Bantuan Kemanusiaan

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 15:03 WIB

Sudah Lama Dinanti, Peserta Sambut Antusias Turnamen Sepak Bola Bergengsi di Tangerang

Sudah Lama Dinanti, Peserta Sambut Antusias Turnamen Sepak Bola Bergengsi di Tangerang

Bola | Selasa, 28 Juli 2026 | 15:02 WIB

Review ANTA PG7 Travel 2: Sepatu Lari Murah Teknologi 'Dewa', Nyaman Buat Daily Run?

Review ANTA PG7 Travel 2: Sepatu Lari Murah Teknologi 'Dewa', Nyaman Buat Daily Run?

Lifestyle | Selasa, 28 Juli 2026 | 15:00 WIB

Bullet Train Explosion: Ketika Shinkansen Berpacu Melawan Bom dan Waktu

Bullet Train Explosion: Ketika Shinkansen Berpacu Melawan Bom dan Waktu

Your Say | Selasa, 28 Juli 2026 | 15:00 WIB

×