Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 6.956,804
LQ45 669,344
Srikehati 325,787
JII 462,109
USD/IDR 17.345

Susi: Illegal Fishing Membuat Indonesia Kehilangan Stok Ikan

Adhitya Himawan | Suara.com

Minggu, 11 Juni 2017 | 05:21 WIB
Susi: Illegal Fishing Membuat Indonesia Kehilangan Stok Ikan
Kapal penangkap ikan. [Dok KKP]

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menghadiri RARE Side Event’s The Forgotten Fisheries dalam kunjungan kerjanya ke New York baru-baru ini. Acara yang digelar pada Senin (5/6/2017) tersebut turut dihadiri Presiden Republik Palau, Tommy E. Remengesau; Menteri Kelautan, Perairan Pedalaman, dan Perikanan Mozambik, Agostinho Mondlane; Menteri Pertanian, Pembangunan Desa dan Maritim & Manajemen Bencana Nasional Republik Fiji, Inia Seruiratu; Direktur FAO Divisi Kebijakan dan Sumberdaya Perikanan dan Pertanian, Manuel Barange; Senior Asosiasi Tim Lingkungan Bloomberg Philanthropies, Mellisa Wright; dan berbagai perwakilan negara dan LSM lainnya.

Menteri Susi yang turut menjadi salah satu panelis dalam kegiatan tersebut menyampaikan pentingnya pengelolaan sumberdaya kelautan dan perikanan yang berkelanjutan bagi setiap negara. Ia menceritakan, pengelolaan perikanan Indonesia di masa lalu yang kurang memperhatikan aspek keberlanjutan dan maraknya praktik illegal fishing telah membuat Indonesia kehilangan banyak stok ikan. Berdasarkan data statistik tahun 2003-2013, stok ikan di lautan Indonesia berkurang hingga 30 persen.

“Dulu saat saya masih jadi pengusaha perikanan, saya harus membeli 30 sampai 40 ton ikan dari pasar ikan setiap harinya untuk diekspor ke Jepang dan Amerika Serikat. Sampai suatu ketika, saya hanya bisa mendapatkan 100 kg ikan saja, dari jumlah 30 ton yang harus saya penuhi. Saya tidak tahu mengapa itu bisa terjadi, hingga saya menjadi Menteri dan menemukan alasannya. Ternyata penyebabnya adalah praktik illegal fishing dan penangkapan yang tak memperhatikan keberlanjutan,” kenang Menteri Susi dalam keterangan resmi, Sabtu (10/6/2017).

Dalam upaya memperbaiki keadaan tersebut, Menteri Susi mengeluarkan kebijakan pemberantasan illegal fishing, moratorium kapal perikanan asing, pelarangan transshipment, dan pelarangan penggunaan alat tangkap tidak ramah lingkungan. “Kebijakan-kebijakan ini memang tidak mudah, terutama bagi negara-negara kecil dan berkembang. Karena dalam upaya menjaga keberlanjutan sumberdaya ini, kita juga harus berhadapan dengan kepentingan bisnis multinasional dan transnasional yang besar dan terorganisir,” ungkap Menteri Susi.

Selain itu, Indonesia juga mulai menata pengelolaan perikanan yang berkelanjutan dengan pembatasan kuota penangkapan ikan. “Kami membatasi ukuran kapal yang bisa melakukan penangkapan, maksimal berkapasitas 150 GT, dan kapal pengangkut maksimal 200 GT. Dengan ini, pada dasarnya kami ingin menghidupkan kembali konstitusi,” papar Menteri Susi.

Menteri Susi bercerita, akhirnya segala upaya yang dilakukan tersebut membuahkan hasil. Dalam dua tahun belakangan, stok ikan Indonesia mengalami peningkatan. Berdasarkan Data Komisi Pengkajian Ikan Nasional, 2014 stok ikan Indonesia hanya 6,5 juta ton, dan tahun 2016 sudah mencapai 12 juta ton. Angka konsumsi ikan masyarakat juga meningkat dari 36 kg per kapita pada tahun 2014 menjadi 43 kg per kapita di tahun 2016.

“Pembatasan kuota guna menjaga keberlanjutan sumber daya ikan dan usaha memerangi IUUF ini, saya pikir juga menjadi perhatian anggota PBB lainnya. Indonesia juga sudah membuktikan dengan stok tuna yang fantastis, di mana 60 persen yellow fin tuna dunia berasal dari Indonesia,” pungkas Menteri Susi.

Pada kesempatan yang sama, Presiden Republik Palau Tommy E. Remengesau juga mengungkapkan komitmen negaranya untuk menjalankan pengelolaan kelautan dan perikanan yang berkelanjutan. “Kita berkomitmen untuk memastikan penangkapan ikan yang kita lakukan bertanggung jawab dan menjaga kelestarian. Nelayan-nelayan yang bertanggung jawab akan memungkinkan sumber daya perikanan Palau dapat memberi manfaat lebih baik bagi masyarakat, bangsa, dan ekonomi kita,” ungkap Tommy.

Pengelolaan sumber daya kelautan dan perikanan berkelanjutan pada akhirnya akan menghasilkan ekosistem pesisir yang kaya dan masyarakat nelayan yang tangguh. Cara utama untuk mewujudkannya yaitu dengan mendorong usaha penangkapan ikan skala kecil dan menciptaknan komunitas nelayan yang sadar akan pentingnya keberlanjutan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

KKP Pulangkan 695 Nelayan Ilegal Dari Vietnam

KKP Pulangkan 695 Nelayan Ilegal Dari Vietnam

Bisnis | Jum'at, 09 Juni 2017 | 14:41 WIB

Menteri Susi Raih Penghargaan di Amerika

Menteri Susi Raih Penghargaan di Amerika

News | Rabu, 07 Juni 2017 | 09:47 WIB

Cuitan Menteri Susi soal Ikan Ini Mendadak Viral, Apa Lagi Yah?

Cuitan Menteri Susi soal Ikan Ini Mendadak Viral, Apa Lagi Yah?

Tekno | Senin, 29 Mei 2017 | 19:37 WIB

KKP Bangun 1.068 Kapal Perikanan di Tahun 2017

KKP Bangun 1.068 Kapal Perikanan di Tahun 2017

Bisnis | Rabu, 19 April 2017 | 09:40 WIB

Awasi Sumber Daya Laut, KKP Pakai Teknologi Satelit

Awasi Sumber Daya Laut, KKP Pakai Teknologi Satelit

Bisnis | Rabu, 19 April 2017 | 09:35 WIB

Kunjungi Suku Bajo, Susi Tekankan Pentingnya Asuransi Nelayan

Kunjungi Suku Bajo, Susi Tekankan Pentingnya Asuransi Nelayan

Bisnis | Selasa, 04 April 2017 | 13:56 WIB

Perkuat Perikanan Nasional, KKP Gandeng Prancis

Perkuat Perikanan Nasional, KKP Gandeng Prancis

Bisnis | Minggu, 02 April 2017 | 17:14 WIB

Menteri Susi Pudjiastuti Tenggelamkan 81 Kapal Maling Ikan

Menteri Susi Pudjiastuti Tenggelamkan 81 Kapal Maling Ikan

Bisnis | Minggu, 02 April 2017 | 16:26 WIB

Penenggelaman Kapal Pelaku Pencurian Ikan

Penenggelaman Kapal Pelaku Pencurian Ikan

Foto | Sabtu, 01 April 2017 | 16:12 WIB

Dua Kapal Penangkap Ikan Ilegal Segera Ditenggelamkan

Dua Kapal Penangkap Ikan Ilegal Segera Ditenggelamkan

Bisnis | Kamis, 30 Maret 2017 | 09:04 WIB

Terkini

Cek Katalog Promo Superindo Weekday Terbaru 4-7 Mei 2026, Diskon Gila-gilaan Awal Pekan

Cek Katalog Promo Superindo Weekday Terbaru 4-7 Mei 2026, Diskon Gila-gilaan Awal Pekan

Bisnis | Senin, 04 Mei 2026 | 12:03 WIB

Telin dan DITO Telecommunity Perkuat Konektivitas Regional, Dorong Akselerasi Ekosistem Digital

Telin dan DITO Telecommunity Perkuat Konektivitas Regional, Dorong Akselerasi Ekosistem Digital

Bisnis | Senin, 04 Mei 2026 | 12:00 WIB

Harga Pangan Nasional 4 Mei 2026: Bawang Merah Tembus Rp52.700/Kg, Cabai dan Gula Ikut Meroket

Harga Pangan Nasional 4 Mei 2026: Bawang Merah Tembus Rp52.700/Kg, Cabai dan Gula Ikut Meroket

Bisnis | Senin, 04 Mei 2026 | 11:55 WIB

Waduh! Subsidi & Kompensasi Energi Bengkak 266%, Tembus Rp118 Triliun

Waduh! Subsidi & Kompensasi Energi Bengkak 266%, Tembus Rp118 Triliun

Bisnis | Senin, 04 Mei 2026 | 11:48 WIB

LG Lebaran Sehat Hadir di Pasirlangu, Bangkitkan Harapan Warga Pascabencana

LG Lebaran Sehat Hadir di Pasirlangu, Bangkitkan Harapan Warga Pascabencana

Bisnis | Senin, 04 Mei 2026 | 11:15 WIB

Bos BI Perry Warjiyo Beberkan Strategi Perkuat Stabilitas Rupiah

Bos BI Perry Warjiyo Beberkan Strategi Perkuat Stabilitas Rupiah

Bisnis | Senin, 04 Mei 2026 | 11:08 WIB

Apa Itu CNG? Ini Calon Pengganti LPG yang Diklaim Lebih Murah hingga 40 Persen!

Apa Itu CNG? Ini Calon Pengganti LPG yang Diklaim Lebih Murah hingga 40 Persen!

Bisnis | Senin, 04 Mei 2026 | 10:32 WIB

IHSG di Zona Hijau, Ini Faktor Utama Penopang Penguatan Bursa Hari Ini

IHSG di Zona Hijau, Ini Faktor Utama Penopang Penguatan Bursa Hari Ini

Bisnis | Senin, 04 Mei 2026 | 10:31 WIB

Pemerintah Minta Diversifikasi Produk IKM Demi Tumbuhkan Ekspor Kerajinan

Pemerintah Minta Diversifikasi Produk IKM Demi Tumbuhkan Ekspor Kerajinan

Bisnis | Senin, 04 Mei 2026 | 09:52 WIB

Rupiah Dibuka Menguat Tipis ke Level Rp17.337 pada Awal Bulan Mei

Rupiah Dibuka Menguat Tipis ke Level Rp17.337 pada Awal Bulan Mei

Bisnis | Senin, 04 Mei 2026 | 09:38 WIB