Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

BI Ungkap Tiga Modus Kejahatan Sistem Pembayaran

Adhitya Himawan | Suara.com

Selasa, 20 Juni 2017 | 07:24 WIB
BI Ungkap Tiga Modus Kejahatan Sistem Pembayaran
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Tirta Segara. [Suara.com/Adhitya Himawan]

Bank Indonesia mengingatkan masyarakat agar tetap berhati-hati dalam bertransaksi secara non-tunai, khususnya saat perjalanan pulang kampung (mudik) menjelang Idul Fitri 1438 Hijriah.

Direktur Eksekutif Komunikasi BI Tirta Segara dalam pesan tertulisnya, di Jakarta, Selasa (20/6/2017), mengatakan saat ini fasilitas pembayaran non-tunai sudah diperluas untuk merambah layanan saat kegiatan mudik. Seiring dengan itu, masyarakat juga perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap kejahatan dalam sistem pembayaran.

"Beberapa kasus kejahatan sistem pembayaran yang mungkin terjadi antara lain berupa 'skimming', 'phishing' dan 'malware'," kata Tirta.

"Skimming" adalah tindakan mencuri data nasabah dengan memasang alat perekam data, yang umumnya dilakukan pada mesin perekam data (Electronic Data Capture/EDC) dan Anjungan Tunai Mandiri (ATM). Sedangkan "Phishing" adalah tindakan ilegal untuk memperoleh informasi sensitif seperti nama pengguna dan sandi rahasia, detil kartu kredit, dan lain-lain. Sementara 'malware' merupakan perangkat lunak atau kode yang diciptakan seseorang dengan tujuan jahat.

Masyarakat, lanjut Tirta, harus berhati-hati dalam bertransaksi melalui layanan "internet banking", "mobile banking", "sms banking", transaksi melalui ATM dan EDC. Nasabah juga diminta untuk menjaga keamanan perangkat atau gawai, dengan tidak membuka situs-situs yang tidak aman, serta senantiasa melakukan pemutakhiran (update) anti virus.

"Apabila masyarakat mencurigai adanya penipuan atau kejahatan non-tunai, masyarakat dapat melaporkan kepada pihak penerbit kartu serta kepolisian sebagai pihak penegak hukum," ujar Tirta.

BI juga meminta masyarakat untuk memilah informasi yang beredar mengenai penipuan atau kejahatan sistem pembayaran. Tirta menjamin otoritas dan penyelenggara sistem pembayaran akan meningkatkan pengamanan sistem pembayaran.

"Seluruh pihak juga terus berkoordinasi dalam mencegah dan menanggulangi kejahatan sistem pembayaran," ujarnya.

Seperti diketahui, pemerintah dan BI mulai menguji coba pembayaran jasa tol menggunakan uang elektronik dari seluruh bank penerbit di ruas-ruas tol di Pulau Jawa. Sebagai contoh, empat bank BUMN saja, yakni Bank Mandiri, Bank Rakyat Indonesia, Bank Negara Indonesia, dan Bank Tabungan Negara akan menyediakan sedikitnya 210 ribu keping uang elektronik baru untuk dibeli masyarakat guna membayar jasa tol.

BI mengestimasi tahun ini penggunaan transaksi non-tunai di gerbang tol akan mencapai 50 persen dari total transaksi dibanding tahun lalu yang sebesar 23 persen.

Selain itu, saat Lebaran, masyarakat kerap meningkatkan konsumsinya, seperti berbelanja makanan dan pakaian. Penggunaan alat pembayaran non-tunai untuk transaksi masyarakat sehari-hari, menurut BI, pun terus meningkat. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

KPPU Optimis Harga Daging Tetap Stabil Hingga Lebaran

KPPU Optimis Harga Daging Tetap Stabil Hingga Lebaran

Bisnis | Senin, 19 Juni 2017 | 14:54 WIB

Jalan Nasional Padang ByPass-Bukit Tinggi-Batas Riau Siap Dilalui

Jalan Nasional Padang ByPass-Bukit Tinggi-Batas Riau Siap Dilalui

Bisnis | Senin, 19 Juni 2017 | 14:04 WIB

Pertamina Patra Niaga Jamin Stok BBM Aman dengan SatgasSiap

Pertamina Patra Niaga Jamin Stok BBM Aman dengan SatgasSiap

Bisnis | Senin, 19 Juni 2017 | 11:51 WIB

Djarot Ancam Tak Cairkan TKD PNS yang Tambah Cuti

Djarot Ancam Tak Cairkan TKD PNS yang Tambah Cuti

News | Senin, 19 Juni 2017 | 11:22 WIB

Tahun Ini BUMN Berangkatkan 118.220 Pemudik ke 84 Kota

Tahun Ini BUMN Berangkatkan 118.220 Pemudik ke 84 Kota

News | Senin, 19 Juni 2017 | 09:50 WIB

Jelang Lebaran, Jasa Marga Resmi Buka Gerbang Tol Salatiga

Jelang Lebaran, Jasa Marga Resmi Buka Gerbang Tol Salatiga

Bisnis | Senin, 19 Juni 2017 | 07:39 WIB

Antrean Tukar Uang untuk Lebaran

Antrean Tukar Uang untuk Lebaran

Foto | Minggu, 18 Juni 2017 | 15:03 WIB

Suzuki Siapkan Lebih dari Sekadar Posko dan Bengkel Siaga Mudik

Suzuki Siapkan Lebih dari Sekadar Posko dan Bengkel Siaga Mudik

Otomotif | Sabtu, 17 Juni 2017 | 09:06 WIB

Atasi Macet, Empat Flyover di Jawa Tengah Siap Dibuka Senin Besok

Atasi Macet, Empat Flyover di Jawa Tengah Siap Dibuka Senin Besok

Bisnis | Jum'at, 16 Juni 2017 | 08:51 WIB

BI: Hampir Tak Ada Uang Palsu yang Beredar Tahun 2017

BI: Hampir Tak Ada Uang Palsu yang Beredar Tahun 2017

Bisnis | Rabu, 14 Juni 2017 | 19:25 WIB

Terkini

Kemendag Bidik Penyalur Nakal, Tegakkan Sanksi Demi Jaga Pasokan Minyakita

Kemendag Bidik Penyalur Nakal, Tegakkan Sanksi Demi Jaga Pasokan Minyakita

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 20:10 WIB

Besok Purbaya Akan Buktikan Kritik The Economist Keliru

Besok Purbaya Akan Buktikan Kritik The Economist Keliru

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 20:08 WIB

Purbaya Sebut 'Media Bodoh', Gurita Bisnis Pemilik The Economist Tembus Ratusan Triliun

Purbaya Sebut 'Media Bodoh', Gurita Bisnis Pemilik The Economist Tembus Ratusan Triliun

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 20:02 WIB

PT Timah Setor Rp 1,624 triliun ke Negara Sepanjang 2025

PT Timah Setor Rp 1,624 triliun ke Negara Sepanjang 2025

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:56 WIB

CELIOS: Harga-harga Naik 2 Bulan ke Depan, PHK Mengintai

CELIOS: Harga-harga Naik 2 Bulan ke Depan, PHK Mengintai

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:52 WIB

BI Pastikan Cadangan Devisa Lebih dari Cukup untuk Stabilisasi Nilai Tukar Rupiah

BI Pastikan Cadangan Devisa Lebih dari Cukup untuk Stabilisasi Nilai Tukar Rupiah

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:45 WIB

Menkeu dan BI Optimistis Rupiah Menguat Lagi di Juli 2026

Menkeu dan BI Optimistis Rupiah Menguat Lagi di Juli 2026

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:18 WIB

PHK Meningkat Tajam, Klaim Kehilangan Kerja di BPJS Tenaga Kerja Melonjak 91 Persen

PHK Meningkat Tajam, Klaim Kehilangan Kerja di BPJS Tenaga Kerja Melonjak 91 Persen

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:50 WIB

Tak Mau Tahu, BI Tetap Pede Rupiah di Level Rp 16.800 pada Akhir Tahun

Tak Mau Tahu, BI Tetap Pede Rupiah di Level Rp 16.800 pada Akhir Tahun

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:45 WIB

Badai Ekonomi Ganda: Rupiah Terpuruk ke Rp 17.667 dan Harga Minyak Dunia Kian Membara

Badai Ekonomi Ganda: Rupiah Terpuruk ke Rp 17.667 dan Harga Minyak Dunia Kian Membara

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:42 WIB