alexametrics

FinTech Pertama di Jambi, UangTeman Perkuat Sumatera

Adhitya Himawan | Dian Kusumo Hapsari
FinTech Pertama di Jambi, UangTeman Perkuat Sumatera
Peluncuran layanan UangTeman di Jambi. [Dok UangTeman]

Setelah melebarkan sayapnya di Palembang dan Lampung, UangTeman semakin mengokohkan posisinya di Jambi.

Setelah melebarkan sayapnya di Palembang dan Lampung, UangTeman semakin mengokohkan posisinya sebagai layanan pinjaman berbasis teknologi (financial technology/fintech) pertama di Pulau Sumatera dengan melayani masyarakat di Jambi per 8 Mei 2017. Kehadiran UangTeman di Jambi diharapkan mampu menjadi solusi pembiayaan bagi para pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM) yang membutuhkan modal usaha namun kerap menemui jalan buntu akibat sulitnya memperoleh akses keuangan di perbankan maupun lembaga pembiayaan lainnya.

Aidil Zulkifli, CEO & Founder UangTeman, mengatakan pentingnya bagi UangTeman dengan inovasi teknologi yang dimiliki untuk mendongkrak pertumbuhan UKM di Jambi. Apalagi, kata Aidil, seluruh proses pinjaman uang yang dilakukan di UangTeman dilakukan tanpa tatap muka, semua secara online, dan tanpa jaminan.

Berdasarkan pantauan data dari Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jambi, setidaknya ada sekitar 81.959 UMKM. Jumlah tersebut, terdiri dari 11 kabupaten kota dalam Provinsi Jambi dan peningkatannya tiap tahun tidak terlalu cepat karena hanya mengalami pertumbuhan sebesar 1,5 persen pertahun.

Baca Juga: Ini Rahasia Pinjaman Macet UangTeman Tetap Rendah

“Kami senang bisa melayani di Jambi, kota ketiga yang sudah dapat dilayani oleh UangTeman di pulau terbesar keenam di dunia, yakni Pulau Sumatra. Sementara ini, UangTeman fokus terlebih dahulu di Kota Jambi dan perhatian utama kami adalah menolong para pelaku UKM untuk memperoleh pinjaman uang secara online dan tanpa jaminan. Kami berharap mampu memberikan kontribusi nyata untuk mendorong tingkat pertumbuhan UKM dan masa depan perekonomian yang lebih baik bagi masyarakat di Kota Jambi,” ujar Aidil di Jambi, Jumat (16/6/2017).

Rio Quiserto, Deputy CEO UangTeman, menjelaskan bahwa perlebaran sayap ke Kota Jambi merupakan jawaban yang selama ini dibutuhkan oleh masyarakat setempat. Alasannya, terang Rio, selama dua tahun lebih UangTeman berdiri di Indonesia tercatat jumlah aplikasi pinjaman yang masuk dari Kota Jambi terus mengalami peningkatan dengan rata-rata ratusan aplikasi.

Di samping itu, katanya, dari data Google Analytic terdapat jumlah orang yang langsung berkunjung ke website www.uangteman.com dari Kota Jambi mencapai sekitar 100 orang setiap bulannya. Namun, Rio mengungkapkan, karena UangTeman belum membuka akses layanannya di Kota Jambi maka setiap aplikasi pinjaman yang selama ini masuk terpaksa ditolak.

“Dari pengajuan aplikasi pinjaman tersebut, sebagian besar merupakan para pelaku UKM. Melihat animo yang sangat tinggi dan bentuk kepercayaan masyarakat Kota Jambi kepada UangTeman maka kami putuskan untuk melayani kota ini setelah Palembang dan Lampung. Dan langkah ekspansi ini juga tepat berkaitan dengan bulan Ramadan dan menjelang hari raya Idul Fitri 1438 H dimana pastinya banyak masyarakat yang membutuhkan dana talangan,” ungkap dia.

Sementara itu, Darmawan Zaini, Chief Technology & Product Officer UangTeman menyampaikan, pada tahun 2017 UangTeman siap mencairkan pinjaman uang ke rekening tabungan nasabah hanya dalam waktu 15 menit dari saat ini yang memakan waktu selama dua hari kerja. Darmawan mengaku optimistis, dengan proses yang sangat cepat, tanpa jaminan, dan kemudahan akses maka hingga akhir tahun ini

Baca Juga: UangTeman Fokus Bantu Pertumbuhan Bisnis UKM

UangTeman dapat menyalurkan pinjaman uang secara online kepada masyarakat di Kota Jambi sebesar Rp5 miliar. Penyaluran pinjaman uang tersebut, jelasnya, merupakan target lima persen dari total pinjaman yang akan digelontorkan oleh UangTeman secara nasional pada tahun ini sebesar Rp100 miliar. Oleh karena itu, Darmawan, mengharapkan masyarakat di Kota Jambi tidak perlu lagi kebingungan dan kehilangan harapan untuk memperoleh pinjaman uang guna modal usaha maupun kebutuhan produktif lainnya.