Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.625.000
Beli Rp2.490.000
IHSG 5.896,134
LQ45 583,722
Srikehati 289,560
JII 342,327
USD/IDR 17.957

Mendag Akhirnya Bongkar Penyebab 7-Eleven Bangkrut

Adhitya Himawan, Dian Kusumo Hapsari

Selasa, 04 Juli 2017 | 14:49 WIB
Mendag Akhirnya Bongkar Penyebab 7-Eleven Bangkrut
Suasana 7-Eleven Cikini, Jakarta, Senin (26/6) yang telah ditutup. [Suara.com/Oke Atmaja]

Per 30 Juni 2017, 7-Eleven atau Sevel secara resmi telah menutup seluruh gerainya yang ada di Indonesia. Menanggapi hal tersebut, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita akhirnya mengungkapkan alasan Sevel menutup gerainya di Indonesia.

Menurut Enggar, tutupnya sevel ini lantaran pihak perusahan tidak berani mengambil keputusan. Sehingga ditengah perusahaan mengalami kerugian, Sevel tidak ada bisa menentukan arahnya.

"Jadi ini memang murni permasalahan internal. Jadi dalam satu kegiatan usaha kalau dia terus-menerus merugi maka pemegang saham atau direksi harus berani cut loss, berani ambil keputusan," kata Enggar saat ditemui di Kementerian Perdagangan, Jakarta Pusat, Selasa (4/7/2017).

Pada dasarnya, menurut Enggar, masalah yang dihadapi ileh Sevel ini bisa diperbaiki melalui investasi yang baru oleh pemilik baru, namun keputusan tetap ada di manajemen perusahaan. Seperti diketahui, sebelumnya PT. Charoen Pokphand Tbk (CPIN) juga sempat berencana mengambilalih bisnis 7-Eleven, namun batal diakuisisi. Sehingga sevel memutuskan untuk menutup gerainya karena tidak mendapat suntikan modal.

"Apakah ada kemungkinan diperbaiki dengan investasi berikutnya, pola dan sebagainya itu murni bussiness judgement," ujarnya.

Sejarahnya, Sevel masuk ke Indonesia pada tahun 2008. Ia dikelola oleh PT Modern Sevel Indonesia, anak dari PT Modern International Tbk. Sevel merupakan terobosan bisnis dari Modern Grup yang saat itu tengah mengalami kelesuan. Di tengah kelesuan bisnis, Modern Grup akhirnya memutuskan untuk membeli lisensi waralaba 7-Eleven alias Sevel. Langkah ini ternyata mampu menyelamatkan bisnis Grup Modern.

Di Indonesia, Sevel hanya ada di Jakarta. Rencana ekspansi ke kota-kota besar lain seperti Surabaya, Medan, Bandung, Semarang, Balikpapan, dan Palembang belum sempat terealisasi.

Di seluruh dunia, Sevel tersebar di 17 negara dengan jumlah gerai menapai 58.300. Dua pasar terbesarnya adalah Amerika Serikat dan Jepang. Toko kelontong ini memang berdiri di Texas sejak 1927 dengan nama awal Tote'm Stores. Nama Sevel baru digunakan pada 1946, saat toko itu hanya buka sejak pukul 7 pagi sampai 11 malam.

Tahun 1991, Southland Corporation—pemilik Sevel—menjual sebagian besar sahamnya ke perusahaan jaringan supermarket Jepang bernama Ito Yokado. Seluruh saham Sevel diambil alih oleh pihak Jepang pada 2005.

Setiap tahun, ada sekitar 30 sampai 60 gerai Sevel baru dibuka di Jakarta. Ini membuat jumlah gerai Sevel terus bertambah. Tahun 2011, hanya ada 50-an gerai Sevel. Tahun 2012, jumlahnya bertambah hampir dua kali lipat.

Hingga tahun 2014, jumlah gerai Sevel di Jakarta mencapai 190. Di tahun itu juga, sebanyak 40 gerai baru Sevel dibuka. Penjualan bersih pun naik 24,5 persen menjadi Rp971,7 miliar dari tahun sebelumnya yang hanya Rp778,3 miliar. Tahun 2014 bisa disebut sebagai puncak kejayaan Sevel.

Sayangnya, pada tahun berikutnya, penjualan Sevel menurun, pun begitu dengan jumlah gerainya. Pada tahun 2015 itu, total penjualan bersih Sevel turun menjadi Rp886,84 miliar. Untuk pertama kalinya Sevel melakukan penutupan gerai. Tahun itu, ada 20 gerai yang ditutup. Sementara gerai baru hanya dibuka 18, angka terkecil penambahan gerai sejak 2011.

Puncaknya, mulai Jumat (30/6/2017), Modern memutuskan menutup sisa 136 toko setelah kesepakatan Rp1 triliun untuk menjual kepemilikan kepada konglomerat Charoen Pokphand tidak berjalan mulus pada awal Juni, hanya enam pekan sejak diumumkan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Inflasi Bulan Ramadan Terkendali, Enggartiasto Tetap Belum Puas

Inflasi Bulan Ramadan Terkendali, Enggartiasto Tetap Belum Puas

Bisnis | Selasa, 04 Juli 2017 | 14:32 WIB

Mendag Senang Lihat Para Ibu Tersenyum Saat Ramadan, Kenapa?

Mendag Senang Lihat Para Ibu Tersenyum Saat Ramadan, Kenapa?

Bisnis | Selasa, 04 Juli 2017 | 14:23 WIB

Gandeng Sang Istri, Enggar Halal Bihalal Dengan PNS Kemendag

Gandeng Sang Istri, Enggar Halal Bihalal Dengan PNS Kemendag

News | Selasa, 04 Juli 2017 | 13:35 WIB

Penasaran 7-Eleven Bangkrut, Mendag akan Temui Pihak Pengelola

Penasaran 7-Eleven Bangkrut, Mendag akan Temui Pihak Pengelola

Bisnis | Jum'at, 30 Juni 2017 | 15:06 WIB

Mulai Hari Ini, Modern Internasional Tutup Seluruh Gerai 7-Eleven

Mulai Hari Ini, Modern Internasional Tutup Seluruh Gerai 7-Eleven

Bisnis | Jum'at, 30 Juni 2017 | 14:00 WIB

Sevel Rawa Belong Kini Jadi Tempat Nongkrong PKL

Sevel Rawa Belong Kini Jadi Tempat Nongkrong PKL

News | Selasa, 27 Juni 2017 | 18:39 WIB

7-eleven di Indonesia Bangkrut, Mahasiswa Sedih

7-eleven di Indonesia Bangkrut, Mahasiswa Sedih

Bisnis | Selasa, 27 Juni 2017 | 14:42 WIB

Sevel Tutup, Bukan Konsep Nongkrong yang Salah, Tapi Regulator

Sevel Tutup, Bukan Konsep Nongkrong yang Salah, Tapi Regulator

Bisnis | Selasa, 27 Juni 2017 | 12:53 WIB

7-Eleven Bangkrut, Bagaimana Kondisi Ritel Lainnya?

7-Eleven Bangkrut, Bagaimana Kondisi Ritel Lainnya?

Bisnis | Selasa, 27 Juni 2017 | 10:50 WIB

Ini Kesalahan Besar 7-Eleven Sehingga Terpaksa Gulung Tikar

Ini Kesalahan Besar 7-Eleven Sehingga Terpaksa Gulung Tikar

Bisnis | Selasa, 27 Juni 2017 | 10:15 WIB

Terkini

Konflik AS - Iran Kembali Memanas, Harga Minyak Dunia Naik ke Level 72 Dolar AS

Konflik AS - Iran Kembali Memanas, Harga Minyak Dunia Naik ke Level 72 Dolar AS

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 09:11 WIB

Update Harga Emas Antam, UBS, dan Galeri 24 di Pegadaian Hari Ini

Update Harga Emas Antam, UBS, dan Galeri 24 di Pegadaian Hari Ini

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 09:09 WIB

Kenaikan Cukai Rokok Dinilai Bisa Pangkas Ribuan Lapangan Kerja, Ini Kata Said Iqbal

Kenaikan Cukai Rokok Dinilai Bisa Pangkas Ribuan Lapangan Kerja, Ini Kata Said Iqbal

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 09:04 WIB

OJK Ungkap Ancaman Baru Perbankan: Daya Beli Turun, PHK Naik, Risiko Kredit Membesar

OJK Ungkap Ancaman Baru Perbankan: Daya Beli Turun, PHK Naik, Risiko Kredit Membesar

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 08:56 WIB

Pertamina Raih Cuan Banyak dari Investasi EBT di Filipina

Pertamina Raih Cuan Banyak dari Investasi EBT di Filipina

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 08:55 WIB

Negara BIsa Kehilangan Triliunan Penerimaan Negara dari Industri Rokok

Negara BIsa Kehilangan Triliunan Penerimaan Negara dari Industri Rokok

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 08:42 WIB

Seluruh Hotel Milik BUMN Kini Dipegang InJourney

Seluruh Hotel Milik BUMN Kini Dipegang InJourney

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 08:20 WIB

OJK Setujui Merger BPR Ophir dan BPR Swadaya Anak Nagari, Ini Tujuannya

OJK Setujui Merger BPR Ophir dan BPR Swadaya Anak Nagari, Ini Tujuannya

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 07:57 WIB

IHSG Diproyeksi Bergerak Terbatas, Saham-saham Ini Bisa Jadi Cuan?

IHSG Diproyeksi Bergerak Terbatas, Saham-saham Ini Bisa Jadi Cuan?

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 07:24 WIB

Konflik AS-Iran Meletus Lagi, Harga Minyak Dunia Kembali Naik

Konflik AS-Iran Meletus Lagi, Harga Minyak Dunia Kembali Naik

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 07:04 WIB

×