Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

GAR Genjot Produksi Sawit Berbasis Konservasi Masyarakat

Adhitya Himawan | Suara.com

Kamis, 20 Juli 2017 | 05:41 WIB
GAR Genjot Produksi Sawit Berbasis Konservasi Masyarakat
Chairman dan CEO GAR, Franky Oesman Widjaja. [Dok GAR]

Laporan Keberlanjutan Golden Agri-Resources (GAR) 2016 menguraikan kemajuan perusahaan dalam menerapkan pendekatan inovatif dalam konservasi hutan. Mengusung tema “Realising Sustainable Policies in Practice”, Laporan Keberlanjutan GAR 2016 memaparkan upaya-upaya pendekatan konsultatif dan inklusif perusahaan dalam konservasi. Termasuk didalamnya pelaksanaan kegiatan produksi yang didukung dengan konservasi berbasis masyarakat yang tinggal di sekitar area hutan.

“Setelah berhasil mengidentifikasi luasan area konservasi di area konsesi kami yang setara dengan luas Singapura, kini kami bekerja sama dengan masyarakat dan pemerintah setempat untuk membuat konservasi hutan dapat terlaksana dengan tetap mempertimbangkan kebutuhan dan aspirasi masyarakat,” kata Chairman dan CEO GAR, Franky Oesman Widjaja di Jakarta, Selasa (19/7/2017).

Hingga akhir 2016, GAR telah berhasil menjalin kesepakatan dengan 10 desa di Kalimantan untuk melindungi lebih dari 7.000 hektar hutan Ber-Stok Karbon Tinggi (SKT) dan saat ini perusahaan tengah menerapkan pendekatan yang sama di wilayah perkebunannya.

Kunci keberhasilan dari pendekatan konservasi ini adalah tersedianya mata pencaharian alternatif yang memungkinkan masyarakat tetap memperoleh pendapatan tanpa mengganggu ekosistem yang rawan kebakaran seperti lahan gambut. GAR saat ini tengah menerapkan proyek pertanian ekologis terpadu bersama masyarakat setempat dengan menggunakan lahan tidur milik masyarakat.

"Proyek seperti ini memungkinkan masyarakat untuk meningkatkan pendapatan mereka, membangun swasembada pangan, membuat masyarakat belajar metode bertani tanpa menggunakan bahan kimia dan lebih penting lagi tidak membuka lahan dengan cara membakar," ujar Franky.

GAR juga melanjutkan kegiatan pembinaannya dengan rantai pasoknya melalui upaya kemamputelusuran hingga ke tingkat perkebunan (Tracebility To Plantation / TTP). Kegiatan pemetaan rantai pasok membuka kesempatan bagi GAR membangun hubungan yang lebih dekat dengan para pemasoknya, sehingga perusahaan dapat ikut mensosialisasikan praktik-praktik bisnis kelapa sawit yang bertanggung jawab. Hingga akhir 2016, sebanyak 15 pabrik GAR telah berhasil menelusuri sumber-sumber pasokannya secara penuh dan secara total pabrik-pabrik GAR telah mencapai 88 persen kemamputelusuran. GAR berharap dapat menyelesaikan TTP secara penuh untuk pabrik-pabrik miliknya pada akhir 2017, dan mencapai TTP secara penuh untuk para pemasok/pihak ketiga pada akhir 2020.

Guna mendukung para pemasoknya, GAR menyelenggarakan lokakarya dan pelatihan khusus setiap tahun dan telah menyiapkan Supplier Support Helpline. GAR juga secara rutin melakukan kunjungan lapangan dan mendokumentasikan permasalahan di lapangan yang perlu ditangani guna membantu bisnis pemasok menjadi lebih berkelanjutan.

Berbagai upaya GAR dalam wujud berbagai inisiatif yang membutuhkan waktu dan sumber daya ini menegaskan komitmennya bukan hanya untuk meningkatkan kinerja perusahaan, namun juga kinerja industri kelapa sawit. GAR percaya bahwa kemajuan yang berkelanjutan di sektor ini hanya dapat diwujudkan melalui kemitraan dan kerjasama semua pemangku kepentingan di industri ini.

Penerbitan Laporan Keberlanjutan GAR 2016 mengacu pada panduan penulisan Global Reporting Initiative (GRI) Standards Reporting Guidelines. Laporan lengkapnya dapat dibaca di situs web GAR. GAR telah menerbitkan Laporan Keberlanjutan sejak tahun 2011.

Golden Agri-Resources merupakan induk perusahaan dari PT SMART Tbk. GAR adalah salah satu perusahaan perkebunan kelapa sawit terkemuka dengan total luas areal tanam di Indonesia mencapai lebih dari 488.000 hektar (termasuk kebun milik petani swadaya). GAR memiliki operasi terpadu yang memproduksi bahan pangan yang berbahan baku minyak nabati.

Didirikan pada tahun 1996, GAR tercatat di Bursa Efek Singapura pada tahun 1999 dengan nilai kapitalisasi pasar 3,5 miliar dolar Amerika Serikat (AS) per tanggal 27 Juni 2017. Perusahaan investasi Flambo International Limited saat ini merupakan pemegang saham terbesar GAR, dengan kepemilikan saham sebesar 50,35 persen. GAR memiliki beberapa anak perusahaan, termasuk didalamnya PT SMART Tbk yang tercatat di Bursa Efek Indonesia pada tahun 1992.

GAR fokus pada produksi minyak kelapa sawit berkelanjutan. Di Indonesia, kegiatan utamanya meliputi budidaya dan pemanenan pohon kelapa sawit; pengolahan tandan buah segar menjadi minyak sawit mentah (CPO) dan inti sawit; penyulingan CPO menjadi produk dengan nilai tambah seperti minyak goreng, margarin dan shortening; serta produk dari kelapa sawit di seluruh dunia. GAR juga beroperasi di China dan India dengan memiliki pelabuhan, pabrik penghancur biji sawit, memproduksi berbagai produk minyak nabati olahan, serta produk makanan lainnya seperti mie.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Bertemu Trump, Jokowi Bahas Ekspor Sawit dan Biodiesel ke AS

Bertemu Trump, Jokowi Bahas Ekspor Sawit dan Biodiesel ke AS

Bisnis | Selasa, 11 Juli 2017 | 13:45 WIB

Jokowi Keluhkan Sawit Indonesia Dapat Kampanye Negatif di Eropa

Jokowi Keluhkan Sawit Indonesia Dapat Kampanye Negatif di Eropa

Bisnis | Selasa, 11 Juli 2017 | 13:36 WIB

Jokowi Minta Perhatian Norwegia soal Kebijakan Kelapa Sawit

Jokowi Minta Perhatian Norwegia soal Kebijakan Kelapa Sawit

Bisnis | Minggu, 09 Juli 2017 | 07:00 WIB

Hadiri KTT G20, Jokowi Minta Sawit Indonesia Diperlakukan Adil

Hadiri KTT G20, Jokowi Minta Sawit Indonesia Diperlakukan Adil

Bisnis | Sabtu, 08 Juli 2017 | 07:55 WIB

Rumah Mewah di Duren Sawit Dilalap Api

Rumah Mewah di Duren Sawit Dilalap Api

News | Senin, 03 Juli 2017 | 04:43 WIB

KPK Didesak Tuntaskan Penyelidikan soal Dana Pungutan Sawit

KPK Didesak Tuntaskan Penyelidikan soal Dana Pungutan Sawit

News | Sabtu, 10 Juni 2017 | 00:48 WIB

KPP STN Desak Jokowi Cabut Izin Usaha 11 Perusahaan Sawit

KPP STN Desak Jokowi Cabut Izin Usaha 11 Perusahaan Sawit

Bisnis | Jum'at, 09 Juni 2017 | 19:13 WIB

RUU Perkelapasawitan Dikritik Pro Korporasi Besar

RUU Perkelapasawitan Dikritik Pro Korporasi Besar

Bisnis | Rabu, 07 Juni 2017 | 18:55 WIB

APPKSI Minta Polisi Usut Tuntas Penyelewengan Kredit Bank Kaltim

APPKSI Minta Polisi Usut Tuntas Penyelewengan Kredit Bank Kaltim

Bisnis | Jum'at, 02 Juni 2017 | 01:43 WIB

Jokowi Minta Lithuania Bantu Lawan Kampanye Hitam Sawit Indonesia

Jokowi Minta Lithuania Bantu Lawan Kampanye Hitam Sawit Indonesia

Bisnis | Rabu, 17 Mei 2017 | 18:49 WIB

Terkini

Pasokan Sulfur Macet: Konflik Timur Tengah Ancam Naikkan Harga Baterai EV Hingga Pupuk RI

Pasokan Sulfur Macet: Konflik Timur Tengah Ancam Naikkan Harga Baterai EV Hingga Pupuk RI

Bisnis | Sabtu, 04 April 2026 | 18:19 WIB

Mengurai Efek Domino Perang AS-Israel Vs Iran terhadap Perdagangan RI

Mengurai Efek Domino Perang AS-Israel Vs Iran terhadap Perdagangan RI

Bisnis | Sabtu, 04 April 2026 | 17:08 WIB

Nunggak Utang Pinjol Otomatis Lunas Setelah 90 Hari? Ini Fakta Pahitnya

Nunggak Utang Pinjol Otomatis Lunas Setelah 90 Hari? Ini Fakta Pahitnya

Bisnis | Sabtu, 04 April 2026 | 15:12 WIB

Perang Iran - AS Ganggu Bisnis, Ongkos Logistik Melonjak

Perang Iran - AS Ganggu Bisnis, Ongkos Logistik Melonjak

Bisnis | Sabtu, 04 April 2026 | 10:09 WIB

Misi Dagang ke Beijing, RI Bidik Investasi dan Rantai Pasok Global

Misi Dagang ke Beijing, RI Bidik Investasi dan Rantai Pasok Global

Bisnis | Sabtu, 04 April 2026 | 09:39 WIB

Genjot Inovasi dan Layanan, Perusahaan Dessert Ini Perkuat Dominasi Pasar Ritel

Genjot Inovasi dan Layanan, Perusahaan Dessert Ini Perkuat Dominasi Pasar Ritel

Bisnis | Sabtu, 04 April 2026 | 09:24 WIB

Begini Strategi MyFundAction Ciptakan Multiplier Effect Ekonomi

Begini Strategi MyFundAction Ciptakan Multiplier Effect Ekonomi

Bisnis | Sabtu, 04 April 2026 | 09:11 WIB

Bulog Tindaklanjuti Aspirasi Petani dan Pastikan Serap Tebu Petani Blora Sesuai Harga Pemerintah

Bulog Tindaklanjuti Aspirasi Petani dan Pastikan Serap Tebu Petani Blora Sesuai Harga Pemerintah

Bisnis | Sabtu, 04 April 2026 | 06:17 WIB

Hadapi Gejolak Energi Global, Pertamina Percepat Pengembangan Energi Terbarukan

Hadapi Gejolak Energi Global, Pertamina Percepat Pengembangan Energi Terbarukan

Bisnis | Jum'at, 03 April 2026 | 21:57 WIB

Pertamina NRE dan USGBC Perkuat Kolaborasi Pengembangan Bioetanol Berbasis Knowledge Exchange

Pertamina NRE dan USGBC Perkuat Kolaborasi Pengembangan Bioetanol Berbasis Knowledge Exchange

Bisnis | Jum'at, 03 April 2026 | 19:58 WIB