RUU Perkelapasawitan Dikritik Pro Korporasi Besar

Adhitya Himawan

Rabu, 07 Juni 2017 | 18:55 WIB
RUU Perkelapasawitan Dikritik Pro Korporasi Besar
Sebuah truk mengangkut komoditi kelapa sawit di Ketapang, Kalimantan Barat [Suara.com/Adhitya Himawan]

Melalui kajian yang dilakukan Kemitraan terhadap dampak yang mungkin timbul akibat RUU Perkelapasawitan, Kemitraan mendorong DPR dan Pemerintah untuk menghentikan pembahasan RUU Perkelapasawitan. Kemitraan menyayangkan RUU Perkelapasawitan yang berpihak pada korporasi besar, dan tidak mewujudkan pembangunan yang berkelestarian dan berkeadilan.

Kajian terhadap RUU Perkelapasawitan dilakukan Kemitraan bersama dengan dosen dan peneliti Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, Rimawan Pradiptyo yang mengkaji dari perspektif ekonomi, serta dosen dan peneliti Universitas Sanata Dharma Yogyakarta, W. Riawan Tjandra yang mengkaji dari perspektif hukum.

Salah satu dampak yang mungkin muncul jika RUU Perkelapasawitan ditetapkan adalah pembebanan resiko bisnis korporasi kelapa sawit kepada sektor publik. Rimawan dalam kajiannya menyatakan bahwa fasilitas dan insentif dari pemerintah terhadap korporasi pada RUU, memungkinkan penanam modal mengalihkan beban risiko bisnisnya kepada sektor publik, yang akan menciptakan beban fiskal yang besar bagi pemerintah.

“Dengan demikian, fasilitas/insentif yang berlebihan tersebut akan memicu ekspansi budi daya perkelapasawitan yang pada akhirnya berdampak negatif terhadap kelestarian fungsi lingkungan dan luasan areal hutan, serta mengancam keanekaragaman hayati Indonesia," kata Rimawan dalam acara diskusi dan buka puasa bersama wartawan di Jakarta (7/6/2017). 

Dibandingkan dengan regulasi yang mengatur perkebunan, termasuk kelapa sawit, RUU ini tidak lebih baik dan tidak sekomprehensif undang-undang Perkebunan. “Untuk itu kami memandang sebaiknya DPR tidak melanjutkan dan menghentikan pembahasan RUU ini,” tegas Rimawan.

“Kemitraan bukannya tidak mendukung budidaya kelapa sawit, namun Kemitraan menyayangkan isi RUU Perkelapasawitan yang berpihak kepada korporasi-korporasi besar,” ungkap Dewi Rizki, Direktur Program untuk Sustainable Development Governance (SDG) Kemitraan dalam kesempatan yang sama.

Menurut Dewi, pemerintah seharusnya memberikan dukungan kebijakan dan instrumen ekonomi yang dapat meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani petani swadaya kelapa sawit, yang hanya berkontribusi sekitar 27 persen - 38 persen dari total produksi kelapa sawit di Indonesia (Serikat Petani Kelapa Sawit (SPKS), 2016).

"Alokasi dukungan fiskal Pemerintah sebaiknya ditujukan untuk memberdayakan petani dari teknologi budidaya, dari sisi akses keuangan dan akses pasar, serta praktek perkebunan yang berkelanjutan," tutup Dewi.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

APPKSI Minta Polisi Usut Tuntas Penyelewengan Kredit Bank Kaltim

APPKSI Minta Polisi Usut Tuntas Penyelewengan Kredit Bank Kaltim

Bisnis | Jum'at, 02 Juni 2017 | 01:43 WIB

Jokowi Minta Lithuania Bantu Lawan Kampanye Hitam Sawit Indonesia

Jokowi Minta Lithuania Bantu Lawan Kampanye Hitam Sawit Indonesia

Bisnis | Rabu, 17 Mei 2017 | 18:49 WIB

Kredit Bank Kaltim ke Perusahaan Sawit Bakacak Diduga Bermasalah

Kredit Bank Kaltim ke Perusahaan Sawit Bakacak Diduga Bermasalah

Bisnis | Senin, 08 Mei 2017 | 22:07 WIB

Pinjam Dana Perkebunan Sawit, Menkeu Dikecam Langgar UU

Pinjam Dana Perkebunan Sawit, Menkeu Dikecam Langgar UU

Bisnis | Senin, 08 Mei 2017 | 04:42 WIB

Dana Pungutan Ekspor CPO Dinilai Rugikan Petani Sawit

Dana Pungutan Ekspor CPO Dinilai Rugikan Petani Sawit

Bisnis | Senin, 08 Mei 2017 | 04:29 WIB

Pemerintah Bersikukuh Keberadaan BPDP Sawit Sangat Penting

Pemerintah Bersikukuh Keberadaan BPDP Sawit Sangat Penting

Bisnis | Selasa, 02 Mei 2017 | 20:36 WIB

KAKI Desak Jokowi Stop Pungutan Ekspor CPO Oleh BPDP

KAKI Desak Jokowi Stop Pungutan Ekspor CPO Oleh BPDP

Bisnis | Jum'at, 28 April 2017 | 14:49 WIB

Dana Perkebunan Sawit Dikritik Hanya Dinikmati Industri Sawit

Dana Perkebunan Sawit Dikritik Hanya Dinikmati Industri Sawit

Bisnis | Jum'at, 28 April 2017 | 13:54 WIB

FSP BUMN Desak Presiden Jokowi Bubarkan BPDP Sawit

FSP BUMN Desak Presiden Jokowi Bubarkan BPDP Sawit

Bisnis | Kamis, 27 April 2017 | 11:43 WIB

PT. Nabire Baru Dongkrak Ekonomi Masyarakat Kabupaten Nabire

PT. Nabire Baru Dongkrak Ekonomi Masyarakat Kabupaten Nabire

Bisnis | Rabu, 26 April 2017 | 13:14 WIB

Terkini

Coba Hilangkan Bukti, Pembacok Bobotoh Persib di Bogor Buang Celurit ke Selokan

Coba Hilangkan Bukti, Pembacok Bobotoh Persib di Bogor Buang Celurit ke Selokan

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 23:22 WIB

Golkar Bidik Naikkan Kursi di Pemilu 2029, Target Lampaui 102 Kursi DPR!

Golkar Bidik Naikkan Kursi di Pemilu 2029, Target Lampaui 102 Kursi DPR!

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 23:13 WIB

Pendapatan Meroket 1.368%, Tapi Saingan ChatGPT Ini Malah Rugi Rp1.300 Triliun!

Pendapatan Meroket 1.368%, Tapi Saingan ChatGPT Ini Malah Rugi Rp1.300 Triliun!

Bisnis | Senin, 26 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Polres Bogor Ringkus Pelaku Pembacokan Bobotoh di Karadenan, Celurit Jadi Bukti

Polres Bogor Ringkus Pelaku Pembacokan Bobotoh di Karadenan, Celurit Jadi Bukti

Jabar | Senin, 26 Oktober 2026 | 22:57 WIB

Operasi Patuh Maung 2026 di Banten, Ini Daftar Titik yang Perlu Diwaspadai Pengendara

Operasi Patuh Maung 2026 di Banten, Ini Daftar Titik yang Perlu Diwaspadai Pengendara

Banten | Senin, 26 Oktober 2026 | 22:51 WIB

Ditangkap di Karadenan Bogor! Pembacok Bobotoh Terancam 15 Tahun Penjara

Ditangkap di Karadenan Bogor! Pembacok Bobotoh Terancam 15 Tahun Penjara

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 22:45 WIB

Olah TKP Kasus Pembunuhan Ibu-Anak Asal Bogor, Polda Jatim Cek Tungku Pembakaran Jasad

Olah TKP Kasus Pembunuhan Ibu-Anak Asal Bogor, Polda Jatim Cek Tungku Pembakaran Jasad

Jabar | Senin, 26 Oktober 2026 | 22:40 WIB

Jatuh Bangun Bisnis, Pengusaha Perlu Tahu Kapan Harus Bertahan atau Berubah

Jatuh Bangun Bisnis, Pengusaha Perlu Tahu Kapan Harus Bertahan atau Berubah

Lifestyle | Senin, 26 Oktober 2026 | 22:40 WIB

Alasan Danantara Mau Tutup dan Likuidasi 750 BUMN

Alasan Danantara Mau Tutup dan Likuidasi 750 BUMN

Bisnis | Senin, 26 Oktober 2026 | 22:33 WIB

Tak Ada Pinjaman Baru di APBD 2027, Sekda Jabar sebut Fokus Rasionalisasi Belanja

Tak Ada Pinjaman Baru di APBD 2027, Sekda Jabar sebut Fokus Rasionalisasi Belanja

Jabar | Senin, 26 Oktober 2026 | 22:30 WIB

×