Suara.com - PT. Metropolitan Land Tbk (MTLA) melaporkan kinerja perseroan mengakami perlambatan kinerja keuangan pada semester II 2017. Hal tersebut terlihat dari laba bersih perusahaan properti ini melorot 14 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Perusahaan hanya mampu mengantongi laba bersih Rp111,9 miliar, turun dari posisi Rp130,2 miliar pada paruh pertama tahun 2016.
Selain itu, net profit perusahaan mengalami perlambatan sebesar 8,43 persen menjad Rp487,5 miliar dari Rp532,4 miliar pada periode yang sama tahun lalu.
Pendapatan selama 6 bulan pertama tersebut di antaranya didapat dari penjualan tanah dan bangunan sebesar Rp 182,8 miliar atau turun dari Rp 274,5 miliar pada periode yang sama tahun lalu.
Kemudian, dari penjualan kavling tanah turun menjadi Rp20,4 miliar dari Rp58,7 miliar dan penjualan ruko turun menjadi Rp5,9 miliar dari Rp14,2 miliar pada semester I 2016.
"Penurunan laba perseroan memang disebabkan oleh rendahnya penjualan pada semester 2016 lalu makanya berdampak ke semester I 2017 ini. Namun kita tetap optimis semester II akan lebih baik lagi," kata Direktur Keuangan Metland Olivia Surodjo dalam Public Expose Marathon di Gedung BEI, Sudirman, Jakarta Selatan, Selasa (8/8/2017).
Selain laba, Total aset MTLA pada periode semester I 2017 mencapai Rp 4,09 triliun, meningkat tipis dari periode akhir tahun lalu yakni sebesar Rp3,92 triliun. Di sisi lain, jumlah utang perusahaan naik dari Rp1,43 triliun menjadi Rp1,5 triliun dan ekuitasnya naik dari Rp2,5 triliun menjadi Rp2,58 triliun.