Array

Transaksi Elektronik Bank Mandiri Rp6,3 triliun per Hari

Rabu, 20 September 2017 | 18:00 WIB
Transaksi Elektronik Bank Mandiri Rp6,3 triliun per Hari
Kartu e-money yang diterbitkan Bank Mandiri. [Antara]

Bank Mandiri terus mengembangkan teknologi informasi untuk penguatan digital banking. Pengembangan ini diyakini mampu meningkatkan efisiensi dan menurunkan biaya operasional.

Senior Vice President Transaction Ritel Banking Sales Bank Mandiri Thomas Wahyudi mengatakan, langkah Bank Mandiri dalam mengembangkan jaringan perbankan elektronik ini sejalan dengan keinginan perseroan untuk terus mendukung pencapaian program Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT).

“Saat ini hampir 95 persen transaksi nasabah menggunakan jaringan elektronik, sedangkan sisanya dilakukan di kantor cabang,” kata Thomas pada acara Indonesia Banking Expo (Ibex) 2017 di Jakarta Convention Center, Selasa (19/9/2017).

Saat ini, lanjut Thomas, Bank Mandiri menjadi salah satu bank dengan jaringan elektronik (e-channel) yang paling banyak digunakan di Tanah Air. Berdasarkan data pada Januari - Agustus 2017, rerata jumlah transaksi harian e-channel Bank Mandiri mencapai 6 juta dengan nilai transaksi finansial sekitar Rp6,3 triliun per hari

Dari seluruh e-channel, transaksi paling besar dibukukan di jaringan Mandiri ATM dengan rata-rata frekuensi transaksi harian sebesar 3,6 juta dengan rerata nilai transaksi finansial harian sebesar Rp3 triliun. Jaringan elektronik berikut yang menjadi favorit nasabah adalah jaringan Electronic Data Capture (EDC) dengan rata-rata frekuensi transaksi harian sebanyak 418 ribu transaksi dan rata-rata transaksi finansial sebesar Rp283 Miliar per hari.

Di samping Mandiri ATM dan EDC, jaringan elektronik perseroan juga dilengkapi oleh fitur SMS Banking, layanan Mandiri Online, Call Center 14000, serta produk alat pembayaran elektronik, yang terdiri dari Mandiri kartu kredit, kartu debit, kartu prabayar E-money, dan uang elektronik berbasis server Mandiri e-cash.

Tingginya pemanfaatan jaringan elektronik tersebut, berdampak pada efisiensi dan penurunan biaya operasional yang terlihat pada penurunan rasio biaya terhadap pendapatan (Cost to Income Ratio/CIR) menjadi 43,8 persen pada Juni 2017 dari 46 persen pada Juni 2016 dan diharapkan terus menurun menjadi di bawah 43 persen pada akhir tahun ini.

“Dalam mengembangkan jaringan elektronik perseroan, kami akan terus mengedepankan prinsip kenyamanan dan kemudahan nasabah dalam bertransaksi dengan tetap menjaga keamanan transaksi yang dilakukan,” kata Thomas.

Baca Juga: Dana Kelolaan Nasabah Kaya Bank Mandiri Rp169 Triliun

Untuk itu, Thomas melanjutkan, pihaknya terus melakukan pembaruan pada teknologi informasi yang diimplementasikan perseroan guna mendukung sistem jaringan elektronik perseroan.

“Untuk mendukung itu, dalam lima tahun terakhir, realisasi belanja modal kami untuk pengembangan IT mencapai sekitar Rp1 triliun," pungkas Thomas.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI